
Pukul 23.00, setelah menghabiskan malam dengan teman-teman satu geng-nya, Reyhan pulang dengan mengendarai mobilnya seorang diri di tengah jalanan kota J yang sepi. ia menghentikan laju mobilnya saat ada segerombolan pria menghadang jalannya. Reyhan berdecak kesal.
"Pengganggu!!" cebik Reyhan. Dengan perasaan dongkol, ia membuka pintu mobilnya lalu keluar dari mobil tersebut.
"Mau apa lo semua?!" desis Reyhan seraya menyandarkan tubuhnya di pintu mobil yang sudah tertutup.
"Nyawa lo!!" jawab salah satu dari mereka sambil menyeringai iblis. Reyhan tersenyum sinis saat mendengar ucapan orang itu. ia kemudian berdiri tegak sambil menatap tajam sekumpulan orang yang berada di depannya.
"Coba aja kalo bisa!" ucap Reyhan dengan nada mengejek. Karena terpancing emosi, orang-orang itu menyerang Reyhan dengan brutal yang pastinya dilayani oleh pemuda itu dengan senang hati. Pertarungan 30 lawan 1 itu berlangsung dengan sengit.
Bughh....bughh
Reyhan melayangkan pukulan dan tendangan kearah lawannya. Keringat mulai membasahi tubuh pemuda itu. Ia mengusap darah di sudut bibirnya yang memar karena bogeman salah satu dari mereka.
Bughh
Seseorang menendang punggung Reyhan dengan kuat hingga membuat pemuda itu tersebut tersungkur ke tanah.
"Shit!!" umpat Reyhan saat merasakan nyeri di punggungnya. ia mencoba bangkit, namun salah satu dari mereka berdiri dan menginjak punggung Reyhan menggunakan sebelah kakinya hingga pemuda itu kembali tengkurap.
"Ada kata-kata terakhir?" tanya orang itu sambil menyeringai dan mengeluarkan sebuah pisau dari saku celanyanya.
Reyhan mengetatkan gigi-giginya menahan emosi karena tindakan orang itu.
"Bangsatt!!" umpat Reyhan dengan kesal. Orang itu dan teman-temannya tertawa saat mendengar umpatan Reyhan.
"Sepertinya tidak ada yang perlu disampaikan. Jadi, selamat tinggal!" ucap orang itu kemudian mengarahkan pisau tajamnya ke punggung Reyhan.
Bughh
Sebelum itu terjadi, seseorang lebih dulu menendang lengannya hingga membuat orang itu terjatuh dan sedikit menjauh dari tubuh Reyhan.
"Sial!!" umpat orang itu. Dengan kasar, ia berdiri lalu menatap tajam kearah orang yang sudah mengganggu aktifitasnya.
"Jangan ikut campur urusanku Nona!!, atau nanti anda akan bernasib sama dengannya!" seru orang itu seraya menunjuk kearah Reyhan.
"Gue nggak takut sama anceman lo!!" jawab Sella angkuh.
"Baik jika itu maumu. Serang dia!!" seru orang itu. Mendengar perintah dari pemimpinnya, sekumpulan orang itu segera menyerang Sella dengan bersamaan. Sella menangkis setiap serangan yang mereka luncurkan terhadapnya. Tiba-tiba, orang yang tadi hendak menusuk Reyhan mendekat kearah Sella seraya mengarahkan pisaunya ke gadis itu. Reyhan yang melihat itu sontak terkejut dibuatnya.
"Sell, awas!!" teriak Reyhan. Sella yang mendengar teriakan itu langsung menoleh kearah orang tersebut yang sudah berdiri disampingnya dan bersiap mengayunkan pisaunya kearah Sella. Reflek Sella menghindar, namun gerakan orang itu lebih cepat sehingga pisau itu sudah menggores lengan Sella.
"Akhh" ringis Sella sambil memegangi lengannya yang mengeluarkan darah. Orang itu menyeringai melihat lawannya kesakitan. Saat ia hendak menyerang lagi, ada sebuah panggilan dari earphonennya.
"Kita pergi sekarang!!" serunya pada anggotannya setelah mendengar ucapan orang yang entah siapa. Sekumpulan orang itu kemudian bergegas pergi dari tempat itu meninggalkan Sella dan Reyhan.
Reyhan bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Sella yang terduduk tak jauh darinya.
"Sell, lengan lo...." ucap Reyhan sambil menatap lengan Sella yang mengeluarkan darah.
"Udah, gapapa kok!. Ini cuma luka kecil" ucap Sella dengan memaksakan senyuman.
"Luka kecil pala lo...!!. Bentar gue ambil P3K di mobil dulu. Lo tunggu disini!" seru Reyhan. Belum sempat Sella menjawab, pemuda itu sudah berjalan lebih dulu kearah mobilnya untuk mengambil kotak obat yang selalu ia bawa kemanapun. Setelah kotak itu berada di tangannya, ia kembali ke tempat Sella.
"Gue sih ngikut aja" jawab Sella. Reyhan kemudian meraih tangan kiri gadis itu yang tidak tergores kemudian melingkarkan ke lehernya.
"Eh lo mau ngapain??" tanya Sella sedikit terkejut.
"Mau mapah lo lah. Mau ngapain lagi?" jawab Reyhan santai. ia kemudian menuntun gadis itu untuk berjalan menuju sebuah pohon. Setelah sampai, Reyhan mendudukan gadis itu dengan perlahan.
"Siniin tangan lo!" seru Reyhan. Menurut, Sella menyodorkan tangan kanannya kearah Reyhan yang duduk di sampingnya.
Reyhan membuka kotak obat yang ia bawa. ia membersihkan luka Sella dengan telaten, setelah selesai, ia mengoleskan obat merah ke luka gadis itu.
"Tahan ya...." ucap Reyhan tanpa mengalihkan atensinya dari luka gadis itu. Sella menatap wajah Reyhan dengan intens. Rasa perih saat obat merah itu menyentuh lukanya seakan tak terasa saat ia menatap wajah Reyhan. Saat Reyhan menatapnya, Sella segera mengalihkan pandangannya kearah lain.
Reyhan membungkus luka itu dengan perban. ia benar-benar melakukannya dengan hati-hati agar tak membuat Sella kesakitan.
"Selesai!!" ucap Reyhan setelah selesai melaksanakan aktifitasnya menjadi dokter dadakan.
"Cocok juga lo jadi dokter!!" ucap Sella sambil terkekeh. Reyhan ikut tertawa mendengarnya. Sella tertegun, ini pertama kalinya Reyhan tertawa saat bersamanya.
"Gue dulu waktu SMP ikutan PMR, makanya gue agak ngerti beginian" jelas Reyhan. Sella mengangguk mengerti.
"Kalo lo beneran jadi dokter, berarti gue pasien pertama lo dong?. Wahhh, gue merasa tersanjung dengan hal ini" ucap Sella bergurau.
"Itu kalo gue jadi dokter biasa. Kalo gue jadi dokter hewan, lo bakal tetep merasa tersanjung?" sahut Reyhan sambil tertawa. Sella ikut tertawa dibuatnya.
"Kalo itu sih kayaknya gue berubah fikiran dan nggak jadi tersanjung" jawab Sella dan mereka tertawa bersama.
"Lo ternyata orangnya asik juga ya!" ucap Reyhan. Sella mengendikan bahunya.
"Lo aja yang dulu terlalu songong sama gue" jawab Sella. Reyhan menyengir mendengar ucapan gadis itu.
"Gue nggak gampang percaya dan akrab sama orang baru" ucap Reyhan.
"Kecuali sama Kenzi" timpal Sella.
"Yaaa gitu dehh" jawab Reyhan.
"Lo kayaknya cinta banget sama dia" ucap Sella sambil menatap lekat kearah Reyhan.
"Siapa sih yang nggak cinta sama pacar sendiri" jawab Reyhan sambil tertawa kecil.
"Ya, sesama pacar emang saling mencintai. Bahkan sama temen pun juga bisa" ucap Sella yang membuat Reyhan tersenyum simpul.
"Btw, thanks ya bantuan lo" ucap Reyhan mengalihkan pembicaraan.
"Santai aja" sahut Sella sambil tersenyum.
Like, coment and ratenya jangan lupa ya guys.....
Happy Reading all:)