Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Masak Bareng



"Ken, menikahlah denganku"


Deg... deg...


Jantung Kenzi berpacu dengan sepat setelah mendengar apa yang pemuda itu ucapkan. Ia tertegun cukup lama, untuk menelan ludah pun terasa susah. Matanya mengerjap beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya yang seakan hilang beberapa saat.


"Kamu ngelamar aku?" lirih Kenzi


"Kamu bisa nganggep kayak gitu kalo kamu mau" jawab Reyhan disertai senyuman. Tangannya masih setia menggenggam tangan Kenzi seolah tak ingin gadis itu pergi.


Kenzi melepas pegangan tangan Reyhan kemudian berdiri dari duduknya. Dan hal itu membuat Reyhan bingung sekaligus bimbang, apa lamarannya ditolak?!.


"Ucapin itu di depan keluarga aku, di depan semua orang. Dan kamu akan tau jawabannya disana" ucap Kenzi dengan posisi memunggungi Reyhan. Setelah mengucapkan itu, Ia bergegas masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam.


Reyhan termenung dengan fikiran yang masih mencerna ucapan Kenzi. Sesaat kemudian, pemuda itu tersenyum tipis sambil menatap kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup. Lamarannya tidak ditolak, hanya digantung. Yaa, digantung seperti jemuran.


"Tunggu hari itu sayang.... Dan saat hari itu terjadi, aku pastiin cuma jawaban 'iya' yang akan kamu ucapin"


************


Kenzi sudah berdiri di dapur dengan penampilan yang lebih segar. Reyhan sudah membelikannya baju ganti saat dia di kamar mandi, pemuda itu memang selalu tau apa keinginannya meskipun ia belum mengatakan.


Kenzi menatap kearah sepiring nasi goreng di depannya dengan hati bimbang. Tadi Ia memasak itu untuk Reyhan, namun ia ragu dengan masakannya sendiri.


"Kasihin nggak ya....? Kalo nggak enak gimana...?" Kenzi terus berpikir ribuan kali. Gadis itu masih ragu dengan rasa masakannya sendiri karena ini adalah kali pertama ia memasak. Prosedurnya aja liat lewat google.


"Kamu ngapain Yang?" Reyhan tiba-tiba masuk ke dapur hingga membuat Kenzi terjingkat kaget. Gadis itu mengelus dadanya sendiri, hampir saja jantungnya melompat. Untung udah disegel triple ganda pakek No drop, No bocor-bocor.


Mata Reyhan melirik kearah nasi goreng yang masih utuh di atas meja.


"Kamu masak?" tanya Reyhan.


"Emmm iya. Tapi kayaknya nggak enak deh. Kita delivery aja yaa, yang itu nggak usah di-


"Aku mau coba" potong Reyhan dengan cepat seraya mengambil sendok. Ia menyendok nasi goreng itu lalu mengarahkannya ke mulut. Mata pemuda itu langsung membola sempurna saat nasi goreng itu mulai terasa di lidahnya.


"Kenapa?, nggak enak ya?" tanya Kenzi dengan wajah sendu.


Reyhan menggelengkan kepalanya, dan kembali menyuap nasi goreng itu.


"Nggak kok, ini enak. Enak banget malah" kilah Reyhan sambil memaksakan senyuman. Ia terus menyendok nasi goreng yang menurutnya keasinan dan langsung menelannya tanpa mengunyah.


"Masak sih?!" Kenzi ikut mengambil sendok, dan ikut memakan nasi goreng buatannya sendiri.


"Aaa asinnn" pekik Kenzi dan langsung berlari kearah washtafel. Ia memuntahkan nasi gorengnya yang belum sempat tertelan kemudian membasuh mulutnya menggunakan air.


"Ini asin banget lho Rey. Kamu nggak usah bo'ong deh, kan aku jadi nggak enak sama kamu" Kenzi terus menggerutu sambil memberesi nasi goreng di meja yang masih tersisa banyak. Ia mengambil kantong plastik dan membuang nasi itu disana.


Reyhan terus menatap pergerakan Kenzi dengan tatapan lembut. Gadis itu memang mengoceh, tapi dalam hati Reyhan tau jika Kenzi sebenarnya bersedih karena tidak biss memasak. Itu sebabnya Ia kebih memilih berbohong daripada jujur tentang rasa masakan gadis itu.


"Maaf" Reyhan mengenggam tangan Kenzi yang masih sibuk dengan kantong plastiknya hingga pergerakan gadis itu berhenti.


"Kenapa minta maaf?, harusnya aku yang minta maaf. Aku masak aja nggak bisa, gimana mau jadi istri kamu coba?!. Mending kamu cari calon lain aja, aku takut nanti kamu kekurangan gizi kalo makan masakan aku seumur hidup" ucap Kenzi sambil menunduk.


Reyhan meraih dagu Kenzi dan sedikit menariknya keatas, meminta agar gadis itu mendongak menatapnya.


"Aku nggak mentingin rasa masakannya gimana, mau enak atau nggak enek itu nggak penting. Yang terpenting bagi aku itu orangnya, dan orang yang aku pengenin buat jadi pendamping aku itu cuma kamu Ken. Cuma kamu" ucap Reyhan panjang lebar yang membuat Kenzi terdiam seribu bahasa.


"Mau belajar masak sama aku?" tanya Reyhan lagi.


"Emang kamu bisa masak?" tanya balik Kenzi meragukan.


Reyhan membuka sebuah rak dan mengambil dua buah kain panjang, celemek. Ia berbalik badan, mendekat kearah Kenzi yang tengah berdiri di depannya.


"Pake ini dulu, kan nggak lucu kamu udah cantik tapi bau bawang" Reyhan merapatkan tubuhnya. Dari arah depan, Ia mengikatkan celemek itu di pinggang Kenzi hingga membuat gadis itu tertegun karena terkejut. Posisi mereka yang seperti membuat orang lain yang melihatnya pasti mengira kalau mereka sedang berpelukan.


"Oke, mari kita mulai" setelah selesai memakaikan celemek pada Kenzi, Reyhan bergegas berjalan nenuju kulkas untuk melihat ada bahan apa disana yang bisa mereka gunakan.


"Mau masak apa sih?" Kenzi ikut mendekat dan melihat ke dalam kulkas meskipun ia tak mengerti bumbu dapur sama sekali.


"Disini cuma ada sayuran sama ayam, kita bikin sup sams ayam goreng aja. Nggak terlalu ribet dan pas buat kamu yang masih pemula" Reyhan membawa bahan-bahan itu ke meja. Ia mengambil talenan, pisau dan wadah. Pemuda itu mulai memotong-motong sayuran dan ayam hingga berukuran sedang, sedangkan Kenzi hanya diam mematung di tempat.


"Ken, ayamnya kamu cuci gih!!. Abis itu digoreng sampek mateng" seru Reyhan seraya menyerahkan wadah berusi potongan ayam kearah Kenzi. Gadis itu menerimanya dengan ekspresi bingung.


"Nyucinya pake sabun nggak?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Kenzi dan langsung membuat Reyhan tepuk jidat.


"Ya nggak lah sayang.... nyucinya pake air doang, kamu mau buat orang keracunan?!" sahut Reyhan mencoba sabar sambil geleng-geleng kepala.


"Oh, oke"


Kenzi mulai mencuci ayam itu dengan telaten dan sebersih mungkin hingga tidak menyisakan darah disana. Ia kemudian menyalakan kompor, bersiap untuk menggoreng ayam tersebut.


Kenzi memasukkan ayam itu ke dalam wajan dengan melemparnya karena ia takut terkena minyak seperti kemarin. Dan benar saja, minyak panas itu muncrat kemana-mana hingga membuat gadis itu memekik takut.


"Rey.... ini gimana?, aku nggak mau akh goreng-goreng" rengek Kenzi yang masih melindungi dirinya menggunakan tutup wajan.


Reyhan menggelengkan kepalanya. Ia mendekat dan mengfandeng tangan Kenzi menuju kompor. Ia mengecilkan api kompor itu hingga minyaknya tidak terlalu menyembur.


"Caranya, kayak gini" Reyhan menggenggam tangan kanan Kenzi yang menggenggam spatula dan mengarahkannya ke wajan. Ia membolak-balikkan ayam agar matang merata dengan tangan yang masih setia menggenggam tangan Kenzi sedangkan dagunya ia tempelkan di pundak gadis itu.


"Bisa kan?" tanya Reyhan yang dibalas anggukan oleh Kenzi.


"Goodgirl" pemuda itu mengacak rambut Kenzi dengan gemas kemudian kembali ke meja untuk meneruskan kegiatannya.


***********


Setelah satu jam berkutat di dapur, akhirnya makanan yang mereka buat sudah tersaji di meja makan. Kenzi menatap kagum kearah makanan itu karena ini kali pertama ia berhasil membuat hidangan.


"Nggak kamu cobain?" tanya Reyhan, dan gadis itu mengangguk dengan semangat.


Kenzi menyendok kuah sup itu sedikit, mata gadis itu membola sempurna saat merasakan bagaimana rasanya.


"Ini enak banget sumpah!!" pekik Kenzi senang seraya bertepuk tangan layaknya anak kecil.


"Kalo gitu, kapan-kapan kita belajar masak lagi. Sekarang kamu makan dulu habis itu aku anterin pulang. Aku nggak enak sama keluarga kamu karena nggak mulangin kamu semalem"


**********


Reyhan membukakan pintu mobilnya untuk Kenzi telat di depan sebuah Mansion besar ysng merupakan Mansion keluarga gadis itu. Ia mengelus kepala Kenzi sejenak dengan senyum hangat di bibirnya.


"Kamu masuk yaa, habis itu istirahat. Besok acara peresmian mall, kamu nggak boleh sakit" ucap Reyhan memberi perhatian.


"Iya, kamu habis ini juga istirahat. Kalo udah sampek apart, jangan lupa kabarin aku" sahut Kenzi


"Siap Nyonya Reyhan" ucap Reyhan disertai kekehan dengan tangan yang meniru gerakan orang hormat hingga membuat Kenzi tertawa dibuatnya.


************


Cieee, yang udah ngehalu tapi belum kesampean......😂


Sabar dulu ya guys, tungguaja next episodenya. Jangan lupa tinggalkan jejakkk😊