
Setelah selesai bersenang-senang dengan Rossa, Riko, dan Lena, Kenzi dan Reyhan memutuskan untuk makan di sebuah Resto terdekat. Tadi Kenzi sangat antusias sehingga mereka tidak sempat untuk makan siang.
"Kita makan dimana?" tanya Reyhan dengan suara yang keras karena mereka sedang mengendarai motor.
"Restoran depan sana aja" jawab Kenzi. Reyhan lalu melajukan motor sport-nya ke sebuah Restoran italia. Setelah selesai memarkirkan motornya, Reyhan dan Kenzi berjalan beriringan masuk ke dalam resto tersebut.
Mereka menjadi pusat perhatian semua pengunjung. Bagaimana tidak, yang satunya berparas cantik seperti dewi, dan yang satunya sangat tampan seperti pangeran. Bukan Kenzi dan Reyhan namanya jika memperdulikan tatapan mereka, duo santuy itu malah bersikap seperti tidak nelihat apa² dan terus berjalan ke meja yang di tuju.
"Mau pesan apa tuan, nona?" tanya seorang pelayan saat Kenzi dan Reyhan sudah mendudukan dirinya di sebuah meja yang kosong.
"Emm,,,saya mau pesen steak sama cappucino" jawab Reyhan.
"Lo pesen apa Ken?" tanya Reyhan pada Kenzi.
"Samain aja" jawab Kenzi. Pelayan itu mengangguk lalu pergi meninggalkan meja tersebut.
Hening. itulah yang dirasakan kedua makhluk bumi yang sedang bersama dalam satu meja itu. Entah mengapa, perasaan canggung tiba² menyelinap diantara mereka.
"Kok canggung gini ya" ucap Reyhan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Iya ya, ngapain jadi canggung ya" cengir Kenzi. Hening kembali....
Tak lama, pelayan datang sambil membawa pesanan mereka. Mereka pun langsung memakan makanan masing².
"Rey, aaaa..." Kenzi menyodorkan potongan steak ke mulut Reyhan. Awalnya Reyhan terkejut, seperkian detik kemudian dia tersenyum dan memakan steak dari Kenzi.
"Steak lo enak" ucap Reyhan sambil tersenyum.
"Kan steak kita sama. Pasti sama² enak lah. Apa bedanya" jawab Kenzi sambil memakan steaknya.
"Steaknya enak, tapi karena lo suapin rasanya jadi tambah enak" ucap Reyhan. Kenzi menghentikan aktifitas mengunyahnya saat mendengar ucapan Reyhan. Reyhan yang menyadari itu jadi tak enak hati.
"Lupain aja, gue cuma bercanda" ucap Reyhan sambil tersenyum simpul. Kenzi ikut tersenyum dan kembali memakan makanannya.
"Gimana hubungan lo sama Bintang?"
Uhukk....uhukkk
Pertanyaan Reyhan membuat Kenzi terkejut dan akhirnya tersedak makanannya. Atas dasar apa Reyhan menanyakan hal itu?, oh ayolah membayangkan saja Kenzi tidak pernah.
Melihat Kenzi tersedak, Reyhan lalu menyodorkan minumannya. Kenzi meminu minuman Reyhan hingga berkurang setengah.
"Maksud lo?" tanya Kenzi saat tenggorokannya mulai membaik.
"Ya itu. Gimana hubungan lo sama Bintang?" ucap Reyhan.
"Hubungan?, sama Bintang?, hubungan apa?" tanya balik Kenzi.
"Lah, bukannya lo sama dia pacaran ya"
"Pffttt...hahaha..." bukannya menjawab, Kenzi malah tertawa. Reyhan menaikan sebelah alisnya. Bingung dengan sikap Kenzi yang menurutnya aneh.
"Gue pacaran sama bintang? haha... lo denger dari siapa?" ucap Kenzi di sela-sela tawanya.
"Gue liat sendiri" jawab Reyhan.
"When? and Where?" tanya Kenzi dengan ekspresi bingung.
"Di rooftop waktu lo di tembak Bintang"
"Ohhh yang itu" ucap Kenzi sambil menaik turunkan kepalanya.
"Gue nggak pacaran sama bintang" tambahnya.
"Hah?!" pekik Reyhan.
"Kenapa?"
"Bukannya Lo..
"Nggak gue terima" potong Kenzi.
"Kenapa?"
"Gapapa"
"Terus lo sama Rossa?" tanya Kenzi.
"Gue sama Rossa kenapa?" heran Reyhan.
"Bukannya kalian pacaran?" ucap Kenzi.
"Nggak tuh, kata siapa. Gila kali gue mau sama cabe kayak dia" Jawab Reyhan dengan wajah seolah-olah dibuat jijik.
"Oh jadi gini"
Flashback On
Reyhan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. ia baru saja dari rumah Vicky untuk meminjam buku. Tiba-tiba, bayangan Kenzi bersama Bintang muncul di ingatannya. Rasa sesak itu kembali muncul. Reyhan menambah laju kecepatannya dengan kecepatan penuh.
Pikirannya kalut. ia bahkan tak memperdulikan keselamatannya dan keselamatan orang lain. Yang ia pikirkan adalah bagaiman cara untuk melampiaskan emosinya. Tiba² seorang perempuan melintas di depannya. Sontak Reyhan mengerem motornya dengan mendadak.
Citttttt
Suara Rem motor yang bergesekan itu sangat memekakan Telinga. Reyhan melihat gadis tadi yang terduduk di trotoar sambil memegangi lututnya.
"Sorry, gue nggak sengaja" ucap Reyhan sambil mendekati gadis itu.
Gadis itu mendongak menatap Reyhan.
"Rossa" pekik Reyhan saat melihat gadis itu yang ternyata adalah Rossa.
"Aa rey kaki gue sakit" rengek Rossa. Lebih tepatnya melebih-lebihkan keadaan.
"Lebay lo, orang cuma kegores doang juga" sarkah Reyhan.
"Tapi ini sakit tau Rey" sahut Rossa dengan tampang sok polosnya. Reyhan yang menatapnya sudah eneg sampai ke ubun-ubun.
"Bodo amat" ketus Reyhan hendak meninggalkan Rossa.
"Kok kamu gitu sih. Tanggung jawab dong. Kan kamu yang udah nabrak aku. Kalo kamu nggak tanggung jawab, aku bakal teriak biar semua orang dateng dan ngeroyok kamu!" ancam Rossa. Reyhan memutar bola matanya jengah.
"Ck, ribet lo" Reyhan menarik tangan Rossa dan memapahnya menaiki motor. Reyhan lalu melajukan motornya menuju rumah Rossa. Saat perjalanan, Rossa memeluk Reyhan. Hal itu membuat Reyhan risih bin jijik.
"Lo bisa nggak, nggak usah peluk² gue" ketus Reyhan.
"Ihhh kalo aku nggak pegangan nanti jatoh Reyhan. Kaki aku kan sakit" manja Rossa. Reyhan mendengus malas. Akhirnya dia mengalah dan membiarkan Rossa memeluknya.
"Sampek rumah, gue harus mandi kembang tujuh rupa. biar nggak ketempelan" batin Reyhan sambil bergidik geli.
Flashback Off
Kenzi tersenyum simpul saat mendengar cerita Reyhan.
Reyhan lalu terdiam. Sebenarnya dia merasa senang saat tau bahwa Kenzi tidak berpacaran dengan Bintang.
"Gue harus dapetin lo secepetnya. Gue nggak mau lo lebih cepet didapetin sama orang lain" batin Reyhan sambil tersenyum.
"Napa lo senyum² sendiri?" heran Kenzi. pasalnya, Reyhan sendari tadi terus melihatnya sambil tersenyum.
"Nggak papa. Yuk pulang" ucap Reyhan. Seusai membayar, Mereka lalu pergi menuju parkiran dan segera tancap gas meninggalkan resto itu.
Di perjalanan, dengan jailnya Reyhan mengegas motornya dengan kencang lalu mengeremnya mendadak. Hal itu ia lakukan berulang kali hingga tubuh Kenzi menabrak punggungnya.
"Rey, lo sengaja ya!!" kesal Kenzi karena Reyhan sedari tadi memainkan gas motornya.
"Makanya pegangan dong sayang" goda Reyhan. Pipi Kenzi bersemu merah saat Reyhan memanggilnya seperti itu. Tapi dia tetap nenuruti omongan Reyhan, ia memeluk pinggang Reyhan dengan erat. Reyhan tersenyum di balik helm full face-nya saat merasakan tangan hangat Kenzi melingkar di pinggangnya.
Reyhan kembali melajukan motornya dengan kecepatan normal sambil menikmati pemandangan sore hari yang nampak mendung. Tak lama, titik air hujan turun menerpa tubuh dua manusia itu. Reyhan lalu menepikan motornya di sebuah halte bis.
"Hujan lagi. Tau gitu gue bawa mobil" sesal Reyhan.
"Gue malah seneng kalo hujan" sahut Kenzi sambil tersenyum
"Kenapa?"
"Hujan itu indah dan menyenangkan. Di bawah hujan kita bisa besenang-senang dan melupakan masalah kita sejenak" jawab Kenzi sambil tersenyum.
Reyhan termenung sejenak setelah mendengar ucapan Kenzi. Senyum terukir di wajah tampan Reyhan. ia kembali menatap Kenzi tapi yang ditatap sudah tidak ada. Reyhan mengedarkan pandangannya, mata elangnya menangkap sosok gadis yang tengah berdiri sambil menikmati guyuran air hujan yang membasahi tubuhnya.
"Ken lo ngapain, ntar lo sakit" seru Reyhan sedikit berteriak. Tak ada respon dari Kenzi, Reyhan lalu mendekat kearah Kenzi dan membiarkan tubuhnya ikut basah.
"Lo ngapain?" tanya Reyhan saat dirinya sudah berada di samping Kenzi.
"Main hujan lah, ngapain lagi" jawab Kenzi seadanya. ia kemudian merentangkan tangannya, menikmati setiap tetes air hujan yang jatuh ke tubuhnya. Reyhan tersenyum saat melihat Kenzi. ia kemudian berlutut di hadapan Kenzi.
"Mau berdansa?" tanya Reyhan sambil mengulurkan tangannya. Kenzi tersenyum lalu menyambut uluran tangan Reyhan.
"Ya" jawab Kenzi. Reyhan tersenyum lalu memegang pinggang ramping Kenzi. Kenzi memegang pundak Reyhan. Jarak mereka sangat dekat, bahkan hidung mereka menempel satu sama lain. Mereka berdansa di bawah guyuran air hujan. Petir bagaikan alunan musik yang mengiringi setiap gerakan mereka.
**Tandai typo....jangan lupa like, coment, and vote ya guys.
Mampir juga ke "Doctor is my wife"
Hapoy reading. 😘**