Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Abangku:*



"DEK BANGUN WOYY, UDAH PAGI NIH!!, MOLOR MULU LO. BANGUN....!" teriak Devano sambil menggedor-gedor pintu kamar adiknya tercintahh.


"Apaan sih bang, ganggu tau nggak" cebik Kenzi dari dalam kamar sambil rebahan santuyy di kasur king sizenya.


"WOY BUKA PINTUNYA, UDAH PAGI OGEB..." teriak Devano dari depan pintu. Dengan langkah gontai, Kenzi berjalan kearah pintu lalu membukakan pintu untuk kakaknya sebelum pintu itu lepas dari tempatnya.


"Apaan sih bang?" tanya Kenzi dengan suara serak khas bangun tidur.


"Apaan, apaan. ini tuh udah jam 7 lewat, molor mulu lo. emang lo nggak sekolah" sewot Devano.


"Sans aja kali bang. masih jam 7 kan, belum jam 8" jawab Kenzi.


"Wahh bener² somplak lo, udah sana mandi. Di tungguin mommy sama daddy tuh di bawah" seru Devano. ia lalu pergi meninggalkan kamar Kenzi.


Setelah kepergian Devano, Kenzi masuk ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandinya. 15 menit berlalu, kini Kenzi telah siap dengan seragam sekolahnya. ia lalu turun ke bawah untuk sarapan bersama.


"Pagi semua" sapa Kenzi pada keluarganya.


"Pagi" sahut mereka.


"Ciee, tumben kompak" ucap Kenzi saling cengegesan.


"Dasar kamu ya, udah ayo sarapan kamu udah telat tau. Masih santai aja jadi anak" seru Allia pada Kenzi. ia lalu memberikan sepotong roti tawar berselai coklat ke piring Kenzi. Kenzi memakan roti dari mommy-nya dengan senang hati.


"Dek, lo nanti anter jemput gue ke kampus. oke!" ucap Devano di sela² makan mereka.


"Loh kok gitu. Gak mau ah" tolak Kenzi.


"Lo lupa sama janji lo" sahut Devano.


"Janji apa emanganya?" tanya William sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Itu loh dad, si Ken kem....


"Nggak kok dad, bukan apa². Bang nanti gue anter oke, jadi sekarang lo makan aja yaaa" potong Kenzi dengan tatapan tajam. Sedangkan Devano tersenyum miring karena berhasil memperdaya adiknya.


"Dasar abang somplak, kalo bukan abang gue, udah gue lempar lo ke laut. Biar jadi dayangnya ikan dugong" gerutu Kenzi dalam hati.


Setelah sarapan, Kenzi dan Devano pamit untuk berangkat sekolah. Sesuai janjinya tadi, Kenzi mengantar abangnya tercinta pergi ke kampus. Tapi Devano yang menyetir, Kenzi mah cuma modal mobil sama bensin doang.


"Gila lo bang, hampir aja lo ngaduin gue di depan mommy sama daddy" sewot Kenzi.


"Ya abisnya lo gak mau nganterin gue ke kampus. Padahalkan janjinya lo harus nganter jemput gue ke kampus selama 1minggu penuh" cerocos Devano tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.


"Ya kan gue lupa" jawab Kenzi.


"Lupa mulu lo, makanya micin mommy yang di rumah tuh jangan dicemilin. Otak lo gesrek kan jadinya" hardik Devano.


"Anjayy, siapa juga yang habisin micinnya mommy. Lagian yang otaknya gesrek itu lo bukan gue" sahut Kenzi.


"Idihh, kalo gesrek ya gesrek aja kali. Gausah ngajak² gue" ucap Devano.


"ABANGGGG!"


"Busett dah, kuping gue " pekik Devano sambil menggosok-gosok telinganya yang mendengung karena teriakan maut Kenzi.


"Rasain tuh, sini gue teriakin lagi biar budeg sekalian" sarkas Kenzi.


"Sadis amat adek gue" gumam Devano dalam hati sambil bergidik ngeri.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, kini mobil Kenzi sudah terparkir di halaman ALS International Univercity. Salah satu kampus elite yang ada di Negara ini. Dan yah, dari namanya seharusnya kalian tau. Bahwa kampus ini adalah kampus milik Aleskey Family yang dipantau oleh Devano dengan cara bersekolah disana.


Kenzi dan Devano turun dari mobil. Sontak mereka menjadi pusat perhatian. Karena Devano merupakan mahasiswa famous disini. Itu semua disebabkan muka baby face-nya sehingga banyak mahasiswi baik itu junior, senior, bahkan dosen muda tergila-gila pada Devano.


"Omg kak Devan dateng"


"Aaaa makin ganteng aja sihh"


"Itu yang cewek siapa?, pacarnya ya?"


"Astoge... gantengnya jodoh orang"


"Uhuyyy yang cewek cakep banget"


"Tuh cewek siapa sih, kenalan dong"


"Potek hati gue"


dan masih banyak lagi ocehan mahasiswa/i yang melihat kedatangan Devano dan Kenzi.


"Iya dong, siapa sih yang bisa nolak pesona seorang Devano Aleskey" bangga Devano.


"Narsis lo" hardik Kenzi.


"Woyy Dev" seru seorang laki-laki yang berdiri di kejauhan bersama dua orang pria lainnya. Mereka lalu menghampiri Devano.


"Ehh bro" sahut Devano, mereka lalu ber-tos ala laki².


"Tumben lo nggak bawa mobil?" tanya salah satu teman Devano yang diketahui bernama Juan.


"Di anter gue" jawab Devano


"Sama siapa?" tanya teman yang lainnya yang bernama Azka


"Nih" ucap Devano sambil menunjuk Kenzi menggunakan dagunya. Teman² Devano mengikuti arah pandang Devano. Seperkian detik mereka terpesona dengan kecantikan Kenzi.


"Hay cantik, kenalin nama gue Andra" ucap Andra sambil tersenyum manis ke Kenzi. Dia memang terkenal playboy diantara Devano dkk.


"Hay juga, gue Kenzia panggil aja Kenzi" sahut Kenzi lalu membalas uluran tangan Andra.


"Hay, gue Azka"


"Kenzi"


"Gue Juan"


"Kenzi"


Mereka berbincang cukup lama. Hingga akhirnya Kenzi pamit untuk pergi ke sekolah.


"Bang, gue pamit ya. Mau ke sekolah" ucap Kenzi pada Devano.


"Jam 9?, emang lo nggak telat?" tanya Devano.


"Nggak, hari ini ada tanding basket. jadi jamkos. Udah ya gue berangkat dulu" pamit Kenzi ia lalu berjalan ke arah mobilnya. Tapi suara Devano menghentikan langkahnya.


"Lo lupa sesuatu" ucap Devano. Kenzi berbalik dan menghampiri Devano. dann


Cupp


Kenzi mencium pipi Devano di depan semua orang. Sahabat Devano kaget, apalagi mahasiswi yang ada disana. Mereka yang tdk tau apa² langsung jerit², kejang², bahkan pingsan saat melihat pangeran idamannya di cium Kenzi.


"Bye sayang" centil Kenzi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Bye honey" balas Devano lalu mencium puncak kepala Kenzi.


"Kakak-kakak ganteng, gue duluan ya" ucap Kenzi pada teman² Devano.


"Iya cantik" balas mereka dengan tatapan tak lepas dari Kenzi.


"Mata lo mau gue colok" hardik Devano.


Kenzi hanya tersenyum simpul, ia lalu melenggang pergi meninggalkan kampus kakaknya.


"Itu tadi siapa Dev?" tanya Azka


"Ohh itu adek gue" jawab Devano.


"Gue kirain pacar lo" timpal Juan.


"Bukan lah. Andai dia bukan adek gue, udah gue jadiin pacar dari dulu" sahut Devano.


"Lo kok nggak bilang sih, kalo lo punya adek kayak bidadari. Tau gitu gue tiap hari ke rumah lo" ucap Andra.


"Sengaja nggak gue kasih tau, kasian ntar adek gue kalo dimakan buaya" jawab Devano yang diikuti tawa Juan dan Azka sedangkan Andra merengut kesal.


**Kenzia Nastasya Aleskey



Devano Edward Aleskey



Tandai typo....jangan lupa like, coment, and vote ya guys. Mampir juga ke "Doctor is my wife"


Happy Reading 😘**