
"Kamu siapa?!"
Tubuh Reyhan membeku di tempat setelah ia mendengar ucapan perempuan itu. Ia mengedipkan matanya berulang kali, berusaha menyadarkan bahwa ini semua nyata.
"Ken, kamu nggak usah bercanda deh!!. Ini aku loh, suami kamu!!" ucap Reyhan mencoba menjelaskan dengan langkah yang kian mendekat.
Kenzi hanya diam dengan kening mengerut. Seolah bingung dengan apa yang ia katakan.
"Suami?!. Mana mungkin!!. Aku aja belum nikah!"
Pria itu geleng-geleng kepala menanggapi. Kalo lo masih perawan, terus dua tuyul yang baru lair kemaren keluarnya darimane nen?!!!!
"Maaa......!!"
Reyhan berteriak kencang memanggil sang ibu yang berada di luar ruangan. Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka lalu masuklah Raisa, Allia, dan Raymond ke ruangan itu.
"Ma, Kenzi kok jadi gini sih?!" desis Reyhan dengan wajah bingung. Sumpah demi apapun, perasaannya tak tenang sekarang.
"Kenzi anemia?"
"Amnesia dodol!!!" sahut Raisa dengan nada ketus.
"Kata dokter, ingatan 10 tahun kebelakang Kenzi hilang karena efek operasi kemarin. Jadi dia cuma inget sama orang-orang yang dia kenal 10 tahun yang lalu" jelas Allia
Reyhan terdiam tak percaya. Bisa-bisanya ia terlupakan, dengan secepat itu?.
"Ken, ini aku loh. Masa kamu nggak inget sih?, jahat banget deh" Reyhan menatap Kenzi dengan tatapan mengiba hingga membuat perempuan itu kebingungan. Satu sisi ia kasihan dengan Reyhan, namun pelototan dari sang ibu dan mertuanya membuat hatinya menjerit ingin protes.
"Tega banget kamu ngelupain aku secepet itu. Kamu bahkan juga lupa sama twins yang baru brojol kemarin"
Pria itu melanjutkan drama melankolisnya, membuat batin Kenzi semakin menjerit. Mana mungkin dia melupakan dua makhluk kecil yang sudah ia perjuangkan mati-matian. Ingin sekali ia bertemu dengan kedua anaknya, namun perintah si kanjeng nyai membuat niatnya di pending dulu.
"Mommy gundulin rambut kamu baru tau rasa!!. Pokoknya nggak mau tau, kamu harus ikutan ngeprank!!"
Dalam hati Kenzi menyoraki ibunya sendiri. Anak baru sembuh bukannya di kasih apa kek, ini malah diajakin ngeprank. Ngeprak lakinya sendiri pula.
"Emak gue emang beda!!" batin Kenzi dalam hati
"Ini ada apa kok rame-rame?. Kenzi kenapa?"
Suara dari arah pintu mengalihkan atensi semua orang. William dan Devano yang kebetulan habis mengerjakan sebuah proyek penting baru datang ke rumah sakit, membuat mata Allia dan Raisa melotot kebingungan.
"Kenzi kenapa?" tanya William sekali lagi namun tidak ada yang menjawab. Pasalnya ia baru saja mendengar bahwa sang putri lekas sadar dan tidak ada informasi jika putrinya mengalami hal serius.
"Ken gapapa kok Dad" sahut Kenzi lirih.
Reyhan menatapnya dengan tatapan memicing. Seolah merasa ada yang tidak beres.
"Kamu tadi kan nggak kenal sama aku!!"
"Mama yang nyuruh begitu!!" sahut perempuan itu dengan segera. Melempar kesalahan kepada sang ibu mertua demi terhindar dari amukan singa jantan.
"PRANK.....!!" sorak Allia dan Raisa bersamaan.
Kepala Reyhan menggeleng tak percaya. Bagaimana mungkin ibu dan mertuanya memiliki pemikiran seperti itu, membuat putranya sendiri nyaris terkena serangan jantung.
"Papa juga tau?!" tudingnya pada sang ayah.
Raymond mengendikkan bahunya sebagai jawaban.
"Nggak bisa nolak kalo nyonya yang minta!!"
************
Setelah drama amnesia-amnesia an yang di sutradarai oleh Raisa dan Allia, kini semua orang tengah berkumpul di ruang rawat Kenzi untuk menunggu dua anggota baru di keluarga mereka yang sedang di ambil oleh suster.
Tak lama kemudian, dua orang perawat datang seraya mendorong box bayi di tangan mereka. Nampak jelas oleh semua orang, dua orang bayi lucu di dalam box tengah mengerjap-ngerjapkan mata mereka. Begitu manis dan imut, membuat semua orang yang melihat mereka pasti tidak tahan untuk tidak menyentuh.
Seperti para perawat yang ada disini. Mereka bahkan pernah berebutan ingin menggendong si kembar karena keimutan mereka. Namun dua perawat itu yang beruntung mendapat tugas langsung dari Reyhan untuk menjaga bayinya. Tentu mereka sangat senang.
"Mereka lucu banget" pekik Kenzi dengan sejuta kekaguman yang tersirat saat melihat dua bayi itu. Perawat itu meletakkan box bayi kembar di sisi samping kanan dan kiri ranjang Kenzi agar memudahkan perempuan itu untuk melihat.
"Matanya persis kamu" timpal Raymond yang diangguki semua.
"Mereka bener-bener perpaduan wajah kalian" kini Allia yang berucap dengan tatapan yang tak lepas dari dua cucunya yang baru diperbolehkan keluar dari inkubator.
"Aku pengen gendong" ucap Kenzi dengan sangat antusias.
Reyhan mengangguk disertai senyuman. Dengan gerakan penuh hati-hati, Ia mengambil salah satu bayi dan meletakkannya di pangkuan Kenzi. Itu bayi pertama mereka.
"Jadi, siapa namanya?" Devano yang memang sudah sangat tidak sabar untuk mengetahui nama sang keponakan berucap demikian.
"Kamu belum kasih tau namanya?" tanya Kenzi seraya menengok kearah Reyhan.
Pria itu mengangguk beberapa kali sebagai jawaban.
"Sesuai permintaan kamu, kamu yang ngumumin nama mereka"
Senyuman di bibir Kenzi mengembang sempurna. Ia menatap kearah bayi di pangkuannya, mengusap pipi bayi itu berulang kali dengan lembut dan hati-hati.
"Kai, Kairen Elashka Alexander, itu nama anak pertama kami"
"Kai, itu panggilan yang oke" ucap Allia yang disetujui oleh semuanya.
Baby Kai diambil alih oleh Reyhan, kini giliran bayi kedua yang merasakan pangkuan ibunya. Kenzi mengamati keduanya beberapa kali, mencoba mencari secuil perbedaan karena mereka memang kembar identik. Sama persis.
"Kai punya tahi lalat di belakang telinga" ucap Reyhan yang seakan mengerti apa yang istrinya cari.
Kenzi menatap kearah Baby Kai. Memang benar, bayi itu memiliki tahi lalat di belakang telinga kiri yang pasti tak banyak orang yang menyadarinya.
Ia menatap kearah anak kedua mereka. Bayi kembar itu memang sama persis, tak ada perbedaan sama sekali.
"Rai, Raizel Elashki Alexander. Nama anak kedua kami. Kai dan Rai, dua kebahagiaan baru di kehidupan kami"
"Kairen dan Raizel, nama tang oke. Perpaduan dari nama kalian kan?" pertanyaan dari Devano diangguki oleh Reyhan dan Kenzj sebagai jawaban karena itu memang benar adanya.
***************
Baby Kai dan Rai terlelal di box bayi mereka setelah mendapat ASi dari Kenzi untuk pertama kali. Perempuan itu seakan tak lelah memandangi wajah si kembar, seakan wajah mereka benar-benar mempunyai daya tarik tersendiri.
"Aku nggak sabar pengen cepet-cepet bawa mereka pulang"
Reyhan yang sedang mengupas buah jeruk tersenyum kecil, ia pun merasakan hal yang sama.
"Kata dokter, lusa kamu udah boleh pulang"
"Serius?!" pekik Kenzi sambil tersenyum senang.
Reyhan mengangguk beberapa kali, Ia menyuapkan satu helai buah jeruk yang diterima oleh perempuan itu dengan senang hati.
"Iya, makanya kamu harus makan banyak supaya cepet vit"
...**Welcome in the dunia halu Baby Kai and Baby Rai....
...Salam kenal dari aunty author yang cantik warbyasahh....
...Cieee yang kena prank untuk yang ke askjgjhfdgjj kalinya....😂...
...jan lupa tinggalkan jejak ya guysss, thank you😍**...