
Ruangan terasa sepi dan senyap walaupun ada tiga orang di dalamnya. Mereka hanya saling tatap dalam diam tanpa ada yang berniat membuka pembicaraan.
"Jadi lo nyuruh gue kesini cuma buat liat lo diem doang gitu?!, nyamuk aja juga bisa Ken!" desis Soffia setelah 1 jam lamanya menunggu Kenzi bersuara. Namun gadis itu seakan tak ada niatan untuk membicarakan sesuatu.
"Tau tuhh!. Ehh markonah, gue sekarang bukan pengangguran lagi yee!. Gue lagi sibuk ngurusin perusahaan elo, lah elo malah manggil gue buat diem-dieman nggak jelas kayak gini. Buang-buang waktu tau nggak!!" Hanzo ikut menimpali dengan nada kesal.
Kenzi menghela nafas panjang seraya meletakkan kakinya diatas meja. ia menatap dua orang itu lekat-lekat.
"Apa nggak ada kabar tentang mereka?" Kenzi memulai pembicaraan dengan wajah serius. Hanzo dan Soffia langsung bisa mengerti arah pembicaraan Kenzi dan mereka juga mulai serius dengan apa yang akan dibicarakan.
"Gue udah kerahin semua anak-anak untuk nyari mereka disetiap tempat di kota ini dan luar kota. Tapi nggak ada satupun yang berhasil nemuin dua orang itu." jawab Hanzo.
"Tapi, Ken. Menurut orang suruhan gue, di salah satu bandara di kota ini, ada penumpang atas nama Rossa dan Lena yang melakukan perjalanan keluar negri." ucap Soffia
"Keluar negri?" ujar Kenzi dengan kening mengkerut.
"Ya, keluar negri. Gue juga udah selidikin hal itu. Dari sumber yang gue terima, Rossa pergi ke Korea Utara, sedangkan Lena pergi ke Swiss. Mereka berbeda tujuan, tapi mereka melakukan perjalanan di hari yang sama. Tepat 2 hari setelah serangan mendadak waktu itu" jelas Soffia. Jangan tanyakan kenapa Soffia bisa mengetahui hal itu dengan mudah. Hal itu dikarenakan Soffia merupakan salah satu siswa di sekolah intelegen, dan ayahnya merupakan seorang detektif handal. ia juga punya banyak koneksi di seluruh penjuru. Jadi untuk mendapatkan berita seperti ini tentu adalah hal yang mudah untuknya.
"Mungkin mereka mau menghindari lo, Ken" timpal Hanzo. Kenzi menyunggingkan senyum devil di sudut bibirnya.
"Mereka nggak akan bisa menghindari dari gue. Kalaupun gue nggak nyari, suatu saat mereka akan dateng sendiri ke gue" ucap Kenzi licik.
"Terus gimana sama Geng Black Angel?" tanya Kenzi.
"Gue nyuruh anak-anak buat ngawasin mereka. Dan kata mereka, Black Angel sekarang udah ganti nama, mereka sekarang juga udah ganti ketua. Kata mereka, ketuanya cewek. Tapi kalo soal nama baru sama nama ketua baru mereka gue belum tau dan belum ada laporan apa-apa dari anak-anak" ucap Hanzo.
"Ketua baru?. Cihh, gue harap dia nggak se-b*go Lena" ucap Kenzi dengan senyum meledek.
"Dia bukan gadis biasa,Ken" sahut Soffia dengan wajah serius. Sontak Kenzi tadi yang memasang wajah tengil kini berubah serius juga.
"Maksud lo?" tanya Kenzi tak mengerti.
"Gue udah telusuri tentang ketua baru geng Black Angel. Nama sama fotonya emang nggak tercantum, kayaknya dia cukup cerdik dalam hal ini. Tapi menurut informasi yang gue dapet, dia itu berasal dari Filiphina. Dia adalah salah satu fighter di sebuah komunitas petarung disana. Dan yang lebih penting lagi, dia itu....psikopat" jelas Soffia. Kenzi cukup terkejut mendengar bahwa ketua baru geng itu adalah psikopat. Meski Kenzi sendiri adalah psikopat sama seperti Reyhan, Soffia dan Hanzo, namun ia juga cukup speecless saat mendengar bahwa lawannya juga seorang psikopat. Belum lagi riwayat seorang fighter yang melekat di tubuh rivalnya itu.
"Tunggu-tunggu, dia asalnya dari Filiphina, terus ngapain dia kesini?. Apa di negaranya nggak cukup orang buat dia bikin geng sampek-sampek harus bikin geng di Indonesia. Bener-bener nggak masuk akal" ucap Kenzi.
"Gue juga bingung. Gue akan selidiki hal ini lebih lanjut. Tapi gue nggak yakin kalo bisa dapetin data-datanya dalam jangka waktu yang cepet, mengingat kalo dia bukan lawan yang bisa dianggep remeh dan juga dia cukup pinter untuk urusan IT" ucap Soffia.
"Iya, gue ngerti kok. Thanks ya Sof, Han, kalian selalu bantu gue saat gue butuh bantuan" jawab Kenzi sambil tersenyum tulus. Hanzo dan Soffia ikut tersenyum.
"Kita rekan satu geng, udah pasti kalo ada diantara kita yang kesusahan kita harus saling membantu. Lagian, gue udah anggep lo sebagai adek gue sendiri. Jadi dengan senang hati, gue akan selalu ada saat lo butuh apapun" ucap Soffia tulus.
"Iya, gue juga udah nganggep lo kayak adek sendiri. Jadi nggak usah sungkan-sungkan sama kita, oke?!" tambah Hanzo sambil menepuk pelan bahu Kenzi.
*******
"Gimana?" seorang gadis duduk sambil menyilangkan kedua kakinya diatas meja. Dua jarinya mengapit sebuah putung rokok yang sudah menyala lalu mengarahkan rokok itu ke mulutnya. Menyedot rasa manis dari filter rokok itu lalu mengeluarkan asapnya dari mulut.
Seorang pria bertubuh tegap dengan kepala plontos yang sedang berkutat dengan komputer langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara boss-nya sedang mengajaknya berbicara.
"Mereka mencari tau tentang anda, Nona" jawab pria itu. Gadis itu tersenyum licik dibuatnya.
Sesuai rencana
Gadis itu membuang putung rokok yang tinggal sedikit ke dalam tempat sampah. ia membenahi jaket hitamnya yang sebenarnya tidak berantakan sama sekali.
"Kerja bagus. Pastikan semua data diri saya aman dan tidak bocor ke siapapun!" titahnya.
"Baik, nona" jawab pria itu patuh. ia kembali membalikan tubuhnya untuk menatap komputer.
Gadis dengan pakaian serba hitam itu berjalan ke arah jendela. ia menatap luar dari ketinggian. Sebuah seringaian iblis terpatri di bibir mungil gadis itu.
"Kamu akan kalah dariku!" ucapnya sambil tersenyum licik.
Soffia Miller
**************
Rate-nya kok turun banget sih guys:(. Sedih aku liatnya 😞. Maaf ya semua kalo cerita ini nggak sesuai sama selera kalian, maaf kalo ceritanya jelek, kurang menarik, ngebosenin, atau nggak seseru cerita yang lain. Maklum, author baru kayak aku emang nggak terlalu bisa bikin konflik yang menarik.
Aku buat cerita ini juga susah payah, pakek kuota, pakek tenaga, nyari ide juga bukan perkara mudah seperti orang nyari upil. Pendapatan dari sini juga nggak seberapa, viewrs-nya sehari juga nggak sebanyak cerita lain. Aku sehari paling banyak cuma dapet 5k views/hari dan aku cuma dapet pendapatan 1-2k tiap harinya. Tapi aku nggak ada kepikiran buat pindah lapak atau berhentiin cerita ini walaupun pendapatannya sedikit karena aku nggak terlalu mentingin pendapatannya.
Aku sadar, author kelas rendahan kayak aku emang kecil kemungkinan buat bisa dapetin pendapatan sampek jutaan rupiah kayak author lain yang udah bersinar. Aku lebih mentingin like dan coment yang aku dapetin dari kalian. Like dan coment kalian adalah satu-satunya yang bikin aku semangat ngetik, yang bikin aku ngerasa kalo ketikan aku itu nggak terbuang cuma-cuma karena bisa nyenengin hati kalian yang baca. Aku bahkan suka senyum-senyum sendiri pas baca coment kalian semua.
Jadi kalo berkenan, kalian mau nggak luangin waktu buat sedikit memberi apresiasi buat author kelas rendahan kayak aku. Nggak perlu yang berlebihan, cukup like&coment aja aku udah seneng:). Thanks juga buat yang udah mau baca cerita aku yg nggak seberapa ini. Cerita ini nggak bakal bisa sampai di titik ini tanpa kalian 😘.
Udah akhh, kok aku jadi curhat 😂
Sekali lagi thanks buat yang udah read, coment, vote , dan rate yaaa
See you next time and happy reading 😍