Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Mendadak Jadi Chef



Setumpuk dokumen tebal sudah hadir di depan mata. Jari-jemari Reyhan sedari tadi sudah menari diatas keyboard laptopnya dengan terampil. Dahi pria itu mengerut beberapa kali, saat melihat ada beberapa tulisan yang salah..


Drttt.....drtttt


Suara bunyi ponsel membuat atensi Reyhan beralih dari layar laptopnya. Ia meraih ponsel itu, ternyata telepon dari rumah.


"Hallo...." sapaan Reyhan lontaran untuk seseorang di sebrang sana yang ia yakini pasti bukan Kenzi. Kalaupun menelfon, perempuan itu pasti akan menghubungi lewat ponsel pribadi.


"Hallo pak. Ini saya Mbak Mawar. Itu Pak, maaf mengganggu, tapi Ibu dari tadi muntah terus nggak berhenti-berhenti. Saya jadi khawatir pak"


Terdengar ada sorot kecemasan yang terdengar dari cara Mbak Mawar berbicara. Terlihat jelas jika perempuan itu benar-benar khawatir.


"Mbak tolong urus Kenzi sebentar. Saya pulang sekarang!!"


Reyhan segera bangkit dari duduknya. Masa bodoh dengan dokumen-dokumen itu. Yang terpenting saat ini hanya Kenzi. Ia ingin segera sampai rumah.


Pria itu kemudian keluar dari ruangan dan masuk ke dalam ruangan Faiz yang memang terletak tepat di depan ruangannya.


Faiz yang melihat kedatangan Bos-nya lewat dinding kaca spontan berdiri.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya pria itu dengan sopan.


"Iz, saya mau pulang dulu. Istri saya sakit. Meeting nanti siang kamu undurin aja. Bilang ke mereka kalau kita ganti besok pagi"


"Baik Pak"


Tak menunggu waktu lama, Reyhan segera berlari kearah parkiran. Sapaan dari para karyawan tak ia hiraukan, ia mengambil mobilnya kemudian langsung tancap gas menuju rumah.


***********


"Kenzi mana?!" tanya Reyhan dengan tak sabaran saat ia baru memasuki rumah. ART lain yang bernama Bi Sekar menjadi gelagapan ingin menjawab. Perempuan itu menunjuk kearah belakang, tepat di dapur.


"Di kamar mandi samping dapur Pak" sahutnya dengan nada gugup.


Reyhan melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa. Saat sampai di depan kamar mandi, Ia dapat dengan jelas mendengarkan suara muntahan dari sana. Dan pasti itu Kenzi.


Dan benar saja, perempuan itu tengah menunduk di wastafel dengan Mbak Mawar yang memijit tengkuknya untuk mengurangi rasa mual.


"Biar saya aja Mbak"


Mbak Mawar menggeser tubuhnya, membiarkan Reyhan bergantian memijit tengkuk Kenzi.


"Kita ke rumah sakit ya?" tanyanya dengan nada rendah.


Namun Kenzi menggeleng. Perempuan itu membasuh mulutnya menggunakan air dan mengelapnya menggunakan tissue.


"Mau sama kamu aja" sahut Kenzi seraya memeluk pinggang Reyhan dengan posesif. Ia menyandarkan kepalanya di bahu pria itu dan menjadikan Mbak Mawar sebagai obat nyamuk mereka.


Reyhan menuntun Kenzi keluar dari kamar mandi dan mengajak perempuan itu untuk duduk di sofa.


"Masih mual?" tanyanya lagi, dan Kenzi menggeleng sebagai jawaban.


"Dia ngerjain aku deh kayaknya. Masa kamu di rumah enggak mual, giliran kamu nggak ada dia serasa kayak ngajak tidur di kamar mandi. Bolak-balik mulu dari tadi" oceh Kenzi dengan bersungut-sungut. Merasa dipermainkan dengan anaknya sendiri.


"Dia emang anak aku" ucap Reyhan diiringi kekehan kecil.


"Dia juga anak aku ya!!!" desis Kenzi seraya memukul lengan pria itu dengan kesal.


"Baby kita" ralat Reyhan.


Hening


Tak ada percakapan setelah itu. Mereka sama-sama diam dengan posisi kepala Kenzi yang bersandar di bahu Reyhan.


"Mau aku beliin?"


"Nggak mau, maunya kamu yang bikinin" tolak Kenzi dengan segera.


Dahi Reyhan mengernyit heran. Pasalnya, Ia tidak bisa membuat makanan yang dimaksud oleh Kenzi.


"Tapi aku nggak bisa bikinnya" sahut pria itu yang membuat Kenzi merengut kesal.


"Padahal aku cuma minta itu doang loh, tapi kamu nggak nurutin" kepiawaian perempuan itu dalam berbicara sedang dalam mode on. Dengan memasang wajah sedih dan menunduk, ucapannya benar-benar membuat jantung Reyhan ketar-ketir tak karuan.


Pria itu menghela nafas panjang. Tak ada pilihan lain selain menuruti daripada dia di perang dingin oleh Kenzi selama satu bulan penuh.


*************


Dan disinilah mereka sekarang. Kenzi duduk anteng di kursi pantry dengan bertopang dagu seraya memperhatikan Reyhan yang tengah memakai celemek. Berbekalkan panduan lewat eyang google, pria itu mulai membuatkan pesanan sang istri dan anak tercinta.


"Kamu cakep deh Yang kalo kayak gitu" ucap Kenzi disertai tawa kecil.


"Aku emang udah cakep darisananya. Pake apa aja juga tetep cakep" Sifat narsis seorang Reyhan Alexander sudah muncul saat ini. Sambil memasukkan bumbu-bumbu, Ia masih saja mengeluarkan ocehan jenakanya yang unfaedah.


"Yang, nanti kamu kalo ngidam jangan aneh-aneh ya, biar aku gampang nyarinya" si bapak somplak mulai berulah. Berucap tanpa berfikir. Lu pikir ngidam ada schedule nya?!. Tau gitu bapak-bapak kalo tau istrinya bakal ngidam mangga tengah malem pasti udah siap stock pohon mangga di depan rumah.


"Aku malah ngidam pengen beli Villa di Singapore. Kamu mau kan beliin?!"


Gubrakkk


Bak disambar petir di siang bolong. Jantung Reyhan serasa berhenti berdetak. Berulang kali ia nyebut dalam hati, berharap ngidam konglomeratnya Kenzi berhenti sampai disini.


"Mampuss dah. Dompet gue pasti langsung gantung diri nanti malem" jeritnya dalam hati.


*************


Reyhan menuangkan masakan buatannya diatas piring. Kenzi yang memang sudah menanti sejak tadi serasa tak sabar ingin segera memakannya.


Dua orang itu duduk berhadapan. Reyhan menopang dagunya seraya menatap intens kearah Kenzi yang terlihat sangat menikmati makanan yang ia buat.


"Ini enak banget sumpah" dengan mulut yang penuh dengan makanan, perempuan itu sempat-sempatnya memberi penilaian terhadap apa yang ia makan.


"Yaiyalah, kan yang masak ganteng" ucap Reyhan dengan wajah tengil yang minta dikarungin.


"Dih, nggak nyambung kali Bang" tukas Kenzi sambil memutar bola matanya malas.


Chef Reyhan



Mbak Kenzi yang jadi pelanggan pertama



......**Hay semua...........


...Maaf ya aku up-nya lama. Akhir-akhir ini bener-bener nggak ada ide buat nulis bab baru. Ini pun juga maksain banget. Maaf juga ya udah buat kalian nunggu lama:(...


...Insyaallah up lagi besok yaa...


......Makasih banget yang udah setia nunggu dan ngasih support. I love you all, and thank you so much guys......


...Happy reading, stay happiness for you and I love you😘**...