Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Hukuman



Berbeda dengan pagi- pagi sebelumnya, kini Kenzi telah siap dengan seragam sekolahnya. Hari ini moodnya sedang baik dan dia tidak mau mencari masalah hari ini. Ia memakai seragamya tidak terlalu rapi, tali sepatu berwarna, rambut tergerai, dan make up tipis. Meski terkesan urakan, Hal itu tidak membuat kecantikannya berkurang. Justru malah bertambah.


"Pagi semua" Sapa Kenzi sambil tersenyum manis kepada keluarganya yang tengah berada di meja makan.


"Pagi" sahut Daddy, momy, dan abangnya.


"Sini duduk, kita sarapan" ucap Allia sambil tersenyum menatap putri bungsunya.


"Iya mom" Sahut kenzi


"Sayang, gimana sekolah kamu apakah lancar?" Tanya william


"Sangat lancar dad, saking lancarnya aku merasa sangat bosan" keluh kenzi sambil cemberut membuat kedua orang tuannya gemas


"Tuh muka jelek banget dah, udah kagak usah ditekuk segala. Udah jelek, makin jelek dah tuh hahahaa" ledek devano sambil tertetawa.


"Apaan sih lo, orang cantik gini dibilang jelek. rabun ya lo" ketus kenzi


"Eh tuh mulut emang gak ada filternya ya. Pedes banget kayak sambelnya momy" cerocos devano


"Eh ehh kok sambelnya momy di bawa². kalo mau berantem, berantem aja kali gak usah bawa sambelnya momy dong." seru allia.


"Yaelah mom, bercanda doang tadi mah" Jawab devano sambil menyengir.


"Hahaaa, rasain lo. dimarahin kan sama momy. Makanya kalo punya mulut tuh jangan lemes" timpal kenzi.


"Apaan sih lo, dasar adek durjana" ketus devano


"Ngomong apa lo barusan?" tanya kenzi dengan suara sedikit meninggi.


"Kagak" jawab devano sambil melanjutkan makanya.


"Dihh, aneh lo" seru kenzi.


Sarapan pun berjalan dengan nikmat. sambil diselingi perbincangan kecil keluarga tersebut.


"Mom, dad, dek aku berangkat ke kampus dulu ya" pamit Devano


"Eh bang, bareng dong. Mobil gue masih di bengkel nih. boleh ya" pinta kenzi


"Yaudah ayok buruan" seru Devano


Setelah berpamitan, Kenzi dan devano berangkat bersama menggunakan motor sport hitam keluaran terbaru milik devano. Mereka terlihat begitu akrab. Karena umur mereka yang hanya terpaut 3 tahun, mereka terlihat seperti pasangan.


Motor Devano melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota J yang lumayan padat. Saat motor Devano memasuki area sekolah Kenzi, banyak sorakan yang terdengar dari semua murid, terutama para siswi yang histeris melihat paras tampan Devano.


"Thanks ya kak udah anterin gue, gara² lo tuh. cewek² ganjen pada teriak kek orang gila" ucap Kenzi


"Ya jangan nyalahin gue dong, harusnya lo tuh bersyukur punya abang ganteng kayak gue" Ucap Devano sambil tersenyum.


"Dih narsis lo, udah sono pergi. Katanya ada mata kuliah pagi" ucap kenzi


"Iya, iya bawel. Yaudah gue berangkat dulu. Belajar yang bener ya adiku sayang" ucap devano sambil mencium kening Kenzi. sontak siswa dan siswi yang masih ada disana langsung histeris melihatnya.


"Iya...udah sono lu pergi. liat tuh cewek², udah pada ngeliatin lo kayak mau jatoh tuh mata" Hardik kenzi


"Bawel lu, yaudah gue berangkat. bye baby"


Setelah motor Devano sudah tidak terlihat, kenzi langsung masuk ke dalam kelasnya.


Tanpa dia sadari, dari tadi ada Reyhan yang mengawasi mereka.


"siapa tuh cowok, kok bisa akrab banget sama si kenzi. apa dia pacarnya ya. gak ada kesempatan dong gue. Arghh tau lah. pusing gue mikirinnya." gumam reyhan dalam hati.


****


Kenzi berjalan dengan santai menuju kelasnya. Sepanjang perjalanan, sapaan demi sapaan terus terlontar dari mulut para siswa yang melihatnya. Kenzi hanya menanggapi dengan senyuman kecil lalu berlalu begitu saja menuju kelasnya.


"Pagi guys" sapa Kenzi pada renata, tasya, dan andien.


"Pagi ken" sahut mereka.


*Guru belum datang?" tanya Kenzi.


"Belum, paling bentar lagi" jawab Renata


Benar saja, tak lama guru matematika datang. kelas yang tadinya rusuh langsung hening seketika.


"Pagi anak-anak" sapa bu anggun


"Pagi bu" jawab mereka


Guru sedang sibuk menjelaskan materi di depan, sedangkan Kenzi mulai merasa jengah dengan setiap penjelasannya.


"Ren, gue bosen deh. kapan suh selesainya" ucap kenzi berbisik-bisik.


"Sama gue juga. Mana angka angkanya bikin kepala gue makin pusing lagi" keluh renata


"Woy lo berdua lagi ngomongin apa?, ngrumpi kagak ajak² lo" Tasya ikut nimbrung karna mejanya berada di belajang meja kenzi dan renata


"Hey kalian berempat kenapa berbisik-bisik" Tanya bu anggun dengan suara agak tinggi


"Lagi arisan bu, kenapa? ibu mau ikut?" Jawab Kenzi tanpa rasa takut


"Yah berani lah buk, ngapain saya takut sama ibu." jawab kenzi


"Tau ah, ibu pusing ngadepin kamu ken. sekarang kalian berempat hormat bendera sampai jam istirahat" Geram bu anggun


"Yah bu, kok gitu sih bu. kurangin napa bu. tega banget ibu sama saya" Keluh tasya


"Tau nih ibu gak asik banget deh" tambah Kenzi


"CUKUP. kalian keluar sekarang atau ibu tambah hukumannya" Hardik bu anggun.


"Santuyy aja kali bu gak usah ngegas. Namanya aja anggun, masak kelakuannya bar-bar. Kan gak nyambung bu" Jawab kenzi. Mendengar ucapan Kenzi, sontak membuat satu jelas tertawa terbahak-bahak.


"SEMUA DIAM. KALIAN KELUAR SEKARANG!!" seru bu anggun. kelas langsung hening seketika, mereka semua merasa takut dengan kemarahan bu anggun. Tapi tidak dengan Kenzi dkk, mereka malah santai kayak di pantai melihat kemarahan Bu Anggun.


"Iya, iya ibu Anggun yang galak. Kita keluar dulu yaa. Jangan kangen kita loh buk. Dadahh semuaam muachh" Ucap Kenzi sambil memberikan Kiss bye kepada semua yang ada di kelas lalu ia dan kawan²nya langsung menuju lapangan.


Bukan Kenzi dkk namannya jika mereka melakukan hukuman sesuai perintah. Belum ada 15 menit mereka langsung beranjak pergi.


"Guys kuy kantin"Seru Kenzi


"Lets go honey" Jawab Andin


Mereka langsung menuju kantin, mereka tidak peduli dengan tatapan para siswa yang tak lepas dari mereka.


"Lo pesen apa ken? biar sekalian gue pesenin" Tanya Andien.


"Gue nasi goreng sama es jeruk" Jawab Renata


"Nyamber aja lo kek petir, gue tuh nanyain Kenzi bukan elu" Hardik Andien


"Yaelah pilih kasih banget sih lo maemunah. Giliran Kenzi aja ditanyain, tapi gue enggak. Sakit hati aku ngeliat kamu berubah" Ucap Renata mendramatisir sambil memegangi dadanya.


"Lebay lo" sahut Kenzi, Tasya, dan Andien bersamaan.


"Gue bakso aja ndin, sama es tehnya satu" Jawab Kenzi


"Lo apa tas?" Tanya Andien pada Tasya


"Samain aja sama Renata" Jawab Tasya. Andien pun mengangguk lalu langsung memesan makanan kepada Mbak Minah. Setelah selesai, ia langsung kembali ke teman²nya. Tak lama pesanan pun datang, mereka langsung melahap makanannya.


Bel istirahat berbunyi, namun Kenzi dkk tetap tidak bergeming dari tempatnya. Padahal sedari tadi mereka berada di kantin.


"Hay Ken" Sapa Bintang yang tiba² menghampiri mereka.


"Hay kak" Jawab Kenzi


"Ken ntar malem sibuk nggak?, Jalan yuk!" Ucap Bintang


"Duh, gimana ya kak. Nanti malem gue gak bisa. Udah ada janji sama Mom And Dad. Maaf ya" Bohong Kenzi. Sebenarnya dia tidak ada acaea apapun tapi dia hanya malas harus jalan dengan Bintang.


"Ohh, yaudah gapapa. Tapi lain kali boleh ya" Pinta Bintang.


"Bisa diatur" Ucap Kenzi


"Oke, kalo gitu gue kesana dulu ya" Pamit bintang.


"Iya" Jawab Kenzi


Setelah Bintang Pergi, Kenzi langsung di introgasi oleh teman temannya.


"Tuh kan Ken, gue bilang apa. Kak Bintang tuh suka sama lo. Buktinya, dia udah berani terang-terangan ngajak lo jalan" Ucap Tasya.


"Bener tuh ken, padahal tuh Kak Bintang paling susah dideketin ama cewek. Tapi ini, malah dia yang ngedeketin lo" Tambah Renata


"Dan lo tau gak, setiap kak bintang dideketin cewek, dia tuh selalu ngusir tuh cewek dengan sadis.Dan lo tau gak setiap ada yang nembak dia, pasti dia akan bilang *Gak, gue gak mau sama orang burik kek lo* Gitu. Sadis banget kan" Timpal Andien.


"Duh, udah deh. Kalian ngapain sih bahas bahas kak bintang. Bikin gak mood tau gak. Udah ah, ayok ke kelas" Ucap Kenzi. Mereka pun pergi meninggalkan kantin menuju ke kelasnya. Tapi saat akan pergi, tiba² ada telpon masuk di ponsek Kenzi.


"Kalian duluan aja, gue mau angkat telfon dulu" Ucap Kenzi kepada teman²nya. Mereka pun mengangguk dan membiarkan Kenzi sendiri.


Kenzi langsung menggeser ikon hijau pada layar ponselnya. Dan terdengar suara seorang pria diseberang sana.


"Kenapa?" Tanya kenzi


"......--------........."


"Loh kok bisa?" Tanya Kenzi terkejut


".......~.........."


"Sial, oke gue nanti Ke markas. lo sama yang lain tunggu gue" Ucap Kenzi menahan amarah. ia langsung mematikan telfon sepihak.


"Sial, kenapa dia gak ada bosen bosennya gangguin hidup gue. Gue gak nyangka kalo dia bisa bergerak secepat ini. Tapi gapapa, gue ikutin permainan lo. kita liat, siapa yang bakal menang disini" Gumam kenzi dalam hati sambil menyeringai iblis. siapapun yang melihat, pasti akan merasa ketakutan. Apalagi dengan sorot mata elangnya yang seperti siap menerkam mangsa.


**Tandai typo, maaf baru up ya soalnya kagi banyak tugas heheee 😂


Jangan lupa like and votenya ya guys, thanks udah mau baca karyaku.


Happy reading**:)