
Kepergian Kenzi membawa pengaruh yang sangat besar pada kehidupan seorang Reyhan Alexander. Hidupnya yang dulu penuh warna karena kehadiran Kenzia kini berubah 180°, hari-harinya kini hanya terisi dengan sepi dan rasa penyesalan.
Pergi dari rumah kedua orangtua, Reyhan sekarang tinggal di sebuah apartemen mewah yang ia beli dari uang hasil bisnisnya selama ini. Tinggal seorang diri tak membuat perasaan Reyhan rapuh. Karena kini hatinya sudah mati, mati bersamaan dengan kepergian Kenzia.
Reyhan menapakkan kakinya di sebuah taman yang nampak ramai. Ia mendudukkan dirinya di sebuah bangku taman. Matanya terfokus ke depan untuk menatap banyaknya manusia yang tengah berbahagia bersama orang spesial dalam hidup mereka masing-masing.
"Rey....!" sebuah panggilan mengalihkan atensi Reyhan dari sana. Ia menengokkan kepalanya untuk melihat pemilik suara. Matanya langsung memicing setelah melihat orang itu, sesaat kemudian ia segera mengalihkan pandangannya kearah lain dan bersikap seolah tak ada orang disana.
"Gimana kabar lo?, gue nggak pernah ketemu lo lagi setelah......kejadian itu" tanya Sella berbasa-basi seraya mendudukkan dirinya di samping Reyhan dan memegang lengan pemuda itu.
"Singkirin tangan lo dari tubuh gue!!!" seru Reyhan dengan nada dingin tanpa mau menatap kearah Sella.
"Lo kenapa sih?!" tanya Sella dengan nada bingung tanpa mau merubah posisinya.
Reyhan menatap gadis itu dengan sorot mata tajam penuh kebencian yang ia pancarkan.
"Gue bilang singkirin tangan lo dari tubuh gue sekarang juga!!!, gue benci disentuh sama perempuan lain selain Kenzi dan juga mama!!!" tukas Reyhan dengan sinis. Sella tertegun cukup lama, perlahan ia melepaskan pegangannya pada lengan Reyhan.
"Gue bingung sama sikap lo!!!, harusnya gue yang marah karena lo mutusin pertunangan kita secara sepihak!!!. Lo egois tau nggak!!!" sarkas Sella yang mulai emosi. Reyhan menyunggingkan senyum sinis disudut bibirnya.
"Egois ya?. Cihh, lebih baik gue jadi orang egois daripada orang munafik kayak lo!!!" sahut Reyhan dengan sinis.
"Apa maksud lo?!!!, bukannya ini emang kesepakatan kita buat ngelakuin semua ini?!!, meskipun dengan unsur kepura-puraan!!" tukas Sella. Reyhan berdecik sambil memalingkan pandangannya kearah lain. Ia kemudian kembali menatap kearah gadis itu dengan tatapan tajamnya.
"Ya, itu yang lo ucapin di mulut, tapi nggak dengan hati lo!!!. Gue tau, lo kan yang udah ngusulin perjodohan ini?!!. Lo jugakan yang udah mendesak bokap lo agar dia minta bokap gue untuk melangsungkan pertunangan konyol ini dengan alesan bales budi dari bantuan yang udah bokap lo kasih ke bokap gue saat perusahaan bokap gue colabs dulu?!!!" ucap Reyhan dengan amarah.
" Dan yang lebih menjijikkan lagi, dengan sok polos lo malah bertingkah seolah-olah lo nggak menginginkan pertunangan ini padahal lo yang ngerencanain semuanya!!!. Cihh, gue nggak nyangka kalo lo se rendah itu!!. Andai dari awal gue tau kalo itu adalah rencana lo, gue nggak akan pernah mau ngikutin saran lo yang nyuruh gue jauhin Kenzi dengan alesan supaya Kenzi nggak terluka, padahal itu adalah akal busuk lo biar gue jauh dari Kenzi!!!. Sekarang lo puas?!!!. Kenzi udah ninggalin gue!!!. Untuk selamanya!!!. Puas lo hah?!!!" lanjut Reyhan. Ia meninggikan suaranya hingga membuat Sella terlonjak kaget. Gadis itu diam membisu dengan wajah pias. Lidahnya terasa kelu hanya untuk menjawab ucapan Reyhan.
Reyhan mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga otot di lehernya ikut tercetak saking kuatnya ia mencengkram. Andai orang di sampingnya ini bukan perempuan, ia pasti sudah menghajarnya hingga mati sekalian.
Merasa muak dengan semuanya, Reyhan bangkit dari duduknya dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu.
"Rey...!!" Sella kembali memanggil Reyhan namun tak diperdulikan oleh pemuda itu. Ia bergegas bangkit dari duduknya, dengan setengah berlari ia menghampiri Reyhan lalu memeluk pemuda itu dari belakang.
"Rey, please maafin gue. Jangan benci gue!!" pinta Sella dengan lirih.
"Lepasin gue!!!" seru Reyhan. Namun gadis itu tak bergeming. Ia justru semakin mengeratkan pelukannya.
Reyhan benar-benar murka. Ia melepas dengan kasar tangan Sella yang melingkar di perutnya dan mendorong gadis itu hingga tersungkur ke tanah.
"Gue udah berkali-kali bilang sama lo, jangan sentuh gue!!!. Gue benci disentuh perempuan lain selain Kenzi dan juga nyokap gue!!!. Apalagi sama cewek ular kayak lo!!!" sarkas Reyhan dengan lantang. Ia kemudian berbalik badan dan berjalan menjauh, mengabaikan orang-orang yang memandangnya dengan pandangan mencibir. Mungkin dalam hati mereka menilai Reyhan sebagai lelaki tak berperasaan, padahal gadis di depannya yang tak punya urat malu.
Sella masih terduduk di lantai dengan pandangan yang terus tertuju kepada Reyhan. Pemuda itu berjalan dengan langkah lebar, ia kemudian melepas jaket yang ia gunakan lalu membuangnya ke tempat sampah seakan jaket itu baru terkena noda yang sangat menjijikkan. Sella mengepalkan kedua tangannya setelah melihat itu semua.
"Gue benci ini!!!"
**************
"AKHHHH" Reyhan berteriak dengan keras pada lautan lepas dihadapannya. Deburan ombak pantai sejak tadi menyapu kakinya yang tak beralaskan apapun. Teriknya matahari siang seakan tak terasa bagi Reyhan.
"GUE BENCI SEMUA INI!!!!"
"GUE BENCI HIDUP TANPA LO, KEN!!"
"GUE BENCI SAMA KENYATAAN BAHWA LO UDAH PERGI NINGGALIN GUE!!!"
"GUE BENCI SAMA HIDUP GUE YANG HAMPA TANPA LO!!!"
"GUE BENCI SAMA DIRI GUE YANG BODOH!!!"
Reyhan terus berteriak meluapkan kekesalannya pada ombak yang berkejaran menghampiri. Ia benci semua ini, ia benci hidupnya tanpa Kenzi. Bahkan ia benci dirinya sendiri yang selalu menyakiti hati seorang Kenzia.
Entah mendapat bisikan darimana, Reyhan berjalan semakin maju ke tengah lautan. Ia terus melangkah dan mengabaikan semuanya. Hingga air kini sudah mencapai lehernya, dari kejauhan nampak gulungan ombak yang kian mendekat. Reyhan memejamkan kedua matanya, dan ombak itu datang menghantam tubuh Reyhan hingga tubuh pemuda itu benar-benar terendam dalam air.
Reyhan tak menunjukkan reaksi untuk berenang ke pinggiran. Ia hanya diam dengan mata terpejam meresapi semuanya.
"Aku datang sayang, kita akan bersama lagi" ucap Reyhan dalam hati.
Saat oksigen di paru-parunya hampir habis, Ia merasakan ada sebuah tangan yang menariknya ketepian. Reyhan hanya diam membiarkan orang itu membawa tubuhnya.
"Lo udah gila ya!!!" bentak Leon saat mereka berdua sudah terduduk di bibir pantai yang panas. Pemuda itu mengusap kasar wajahnya yang basah menggunakan telapak tangan.
Reyhan tertawa kecil seperti tidak melakukan kesalahan apapun. Ia terbatuk sejenak untuk mengurangi rasa tak nyaman di tenggorokannya.
"Ya, gue emang udah gila. Semenjak Kenzi pergi" sahut Reyhan dengan santai.
Leon berdecak kesal. Ia menatap tajam kearah Reyhan yang pasti tak di respon oleh pemuda itu.
"Kematian Kenzi seharusnya nggak membuat lo jadi cowok lemah kayak gini. Gue yakin, disana dia pasti kecewa liat lo yang kayak gini" ucap Leon dengan nada lugas.
"Dia benci sama gue!!" sahut Reyhan tanpa menatap kearah pemuda disampingnya.
Leon tersenyum tipis mendengar ucapan Reyhan.
"Darimana lo tau?" tanya Leon
"Buktinya dia ninggalin gue, dan dia pergi karena kesalahan gue" sahut Reyhan sambil menunduk lesu.
"Lo harus bangkit bro, buat Kenzi diatas sana bangga karena keberhasilan lo!!, Jangan karena kehilangan dia lo malah menutuo mata untuk semuanya. Bahkan sama masa depan lo!!!" ucap Leon memberi semangat seraya menepuk bahu pemuda itu.
Reyhan menolehkan kepalanya kearah Leon, ia menatap kearah pemuda itu sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Lo nggak ngerasa kehilangan Kenzi?!, bukannya lo juga cinta sama dia?" tanya Reyhan diakhiri nada sinis diujung kalimatnya.
"Mana mungkin gue jatuh cinta sama sepupu gue sendiri!!" sahut Leon sambil tertawa sumbang. Wajah Reyhan langsung berubah seketika setelah mendengar jawaban yang diucapkan Leon.
"Sepupu?" ucap Reyhan dengan nada tak percaya.
"Ya, dia sepupu gue. Meskipun sepupu jauh, tapi gue sama dia masih ada hubungan darah. Cuma orang bodoh yang ngira kalo gue cinta sama dia!!" sahut Leon yang berujung sindiran diakhir kalimatnya.
"Dan gue adalah salah satu dari orang bodoh itu!!" ucap Reyhan sambil tersenyum getir.
**************
***Siapa nih yang request minta penjelasan, udah aku kabulin lo guts:)). Sebenernya ini mau aku keluarin waktu part bom cerita nanti, tapi kayaknya sekarang or nanti sama aja yekan, kalian juga sama-sama bakal tau:v. Thanks banget buat dukungan kaliannnnnnn, aku seneng banget liat kalian yg begitu exited sama cerita ini......jadi terhura deh gue:)).
Yuk like nya ditambah ya guys....coment-nya jangan lupa. Aku baca kok, meskipun nggak di bales mwehehee.....
Happy reading guys 😘***