
Kairen dan Raizel memasuki gerbang rumah Kimy dengan Kenzi yang menggandeng tangan mereka. Dua anak itu nampak menawan mengenakan setelan baju yang berbeda. Di tangan mereka terdapat masing-masing kotak yang sudah dibungkus kertas kado. Hadiah khusus untuk gadis manis bernama Kimyora
Sudah ada orang yang bertugas membukakan pintu masuk saat ada tamu undangan yang datang. Pintu utama dibuka, menampakkan keramaian pesta yang didominasi oleh para anak kecil. Kenzi berbelok arah, ikut bergabung bersama para perempuan sebayanya. Sedangkan Kairen dan Raizel berlari kearah Kimy yang sedang beekumpul bersama Gabriel dan yang lain. Gadis itu nampak sangat cantik dengan gaun berwarna putih. Rambut panjangnya terurai indah dengan tiara di atas kepala.
"Hai, Kimy!!" Kairen lebih dulu menyapa gadis itu, membuat Kimy terfokus menatap kearahnya.
"Hai, aku pikir kalian nggak dateng!!" sahutnya diiringi senyuman bahagia. Orang yang ia nantikan akhirnya datang, membuat hati gadis itu diselimuti kebahagiaan.
"Mama tadi dandannya kelamaan, kita jadi telat" cebik Raizel dengan kesal. Ia kembali mengingat bagaimana sang mama ribet memilih baju dan juga pernak-pernik, membuat mereka harus terlambat setengah jam padahal rumah berseberangan.
"Ini, kado buat kamu" Kai menyerahkan kotak kado yang ia bawa, dan Kimy menerimanya dengan senang hati.
"Ini dari aku" Rai melakukan hal yang sama. Kotaknya dan kotak Kairen tak jauh berbeda, hanya warna kemasannya saja yang lain.
"Ayo buka!!"
Kimy mengangguk setuju, Ia juga penasaran dengan kado yang diberikan oleh dua anak itu. Kado dari Kai ia buka terlebih dahulu. Kotak dengan wadah berwarna jingga itu terbuka, menampakkan isinya yang berupa sebuah buku.
"Diary?" ucap Kimy dengan wajah bingung.
"Kata Mama, diary bisa buat curhat. Jadi kamu bisa tulis cerita sama apa yang kamu rasain disitu" seakan mengerti kebingungan yang dirasakan Kimy, Kairen menjelaskan terlebih dahulu, penjelasan yang sama persis seperti yang Kenzi katakan saat mereka memilih kado kemarin.
Buku diary berwarna krem dengan hiasan bunga-bunga yang indah membuat mata Kimy berbinar menatapnya.
"Bukunya lucu, aku suka. Makasih Kai" Kimy berucap dengan girang, membuat Kai mengangguk senang beberapa kali.
Kini giliran kado dari Raizel. Kotak kado berwarna peach Kimy buka dengan hati-hati.
"Ini apa?" tanyanya saat melihat isi kado tersebut.
"Itu kotak musik. Buat pengantar tidur, sama buat jadi temen kalo lagi sendiri"
Raizel mendekat, Ia memencet sebuah tombol yang ada di kotak musik itu hingga sebuah alunan musik terdengar dari sana. Hiasan unicorn yang terletak diatas kotak ikut berputar seiring dengan alunan musik, membuat atensi Kimy tak bisa lepas darisana.
"Ini keren, makasih Rai!!"
***************
Prosesi potong kue dilakukan. Bagas dan Cindy mendampingi putri mereka memotong kue di ulang tahun kelimanya. Senyuman bahagia terpancar jelas di wajah mereka, tak ada kepalsuan ataupun beban yang ditutupi.
Setelah acara potong kue, Cindy naik ke podium untuk menyanyikan lagu ulang tahun khusus untuk sang putri tercinta. Berbekalkan gitar listrik, perempuan itu menunjukkan kepiawaiannya dalam bernyanyi di depan semua orang. Profesinya yang memang seorang penyanyi membuatnya tidak takut ataupun mati kutu di depan semua orang.
Kenzi ikut menatap kearah Cindy dengan Bagas yang berdiri di sampingnya. Reyhan tidak ikut, pria itu mendadak ada urusan mendesak hingga membuatnya tidak bisa cuti meskipun sast ini sedang weekend.
"Cindy bener-bener berbakat buat nyanyi. Semoga aja Kimy bisa mewarisu bakat dia" Kenzi berucap secara tiba-tiba, membuat Bagas menoleh kearahnya sejenak. Pria itu tersenyum tipis, kemudian kembali menatap depan. Mengamati istrinya.
"Saya malah nggak suka kalo dia nyanyi" Bagas berucap tanpa menatap Kenzi.
"Loh, kenapa? Padahal bakat Cindy itu bagus loh. Banyak yang pengen bisa nyanyi sebagus itu" tanya Kenzi mengutarakan rasa penasarannya.
Bagas menyandarkan punggungnya disandaran sofa. Dengan tatapan tak lepas dari depan, pria itu bersendrkat dada, siap untuk memulai aktivitas berceritanya.
"Saya nggak suka Cindy jadi penyanyi. Konsetrasinya jadi terbelah antara kewajiban sebagai istri sama karier. Saya lebih suka dia diam di rumah. Fokus sama keluarga dan Kimy, nggak ada kegiatan lain tentang pekerjaan"
Kenzi tertawa sinis. Entahlah, dia merasa sedikit tidak nyaman dengan asumsi pria itu.
"Saya rasa, asumsi anda itu salah. Kami tau perempuan itu tugasnya emang ngurus rumah tangga, ngurus anak. Tapi kami juga berhak berkarier. Perempuan juga berhak buat meneruskan mimpi mereka, jadi apa yang mereka mau, dan mewujudkan mimpi mereka sama seperti laki-laki. Menurut saya, selama Cindy nggak melupakan tugasnya sebagai istri, nggak ada salahnya dia buat berkarier di luar" Kenzi berucap panjang lebar, mengutarakan pendapat dan juga rasa tidak setujunya terhadap pandangan orang awam kalau perempuan itu cukup diam di rumah, ngurus rumah, ngurus anak, ngehasilin anak. Semua orang punya mimpi, begitu juga dengan perempuan. Mereka berhak berkarier, mereka berhak bersinar. Perempuan juga bisa sukses, perempuan juga bisa mensejajarkan dirinya dengan laki-laki.
Ucapan itu membuat Kenzi terdiam. Ingin rasanya ia meneriaki pria di depannya ini, namun ia urungkan. Ia sadar jika ia tidak punya wewenang lebih dalam urusan rumah tangga dan asumsi orang lain.
*************
Kimy melihat sang Papa memarahi Mamanya saat perempuan itu meminta uzin untuk pergi ke sebuah variety show yang mengundangnya untuk menjadi penyanyi pengisi di acara tersebut. Namun Bagas menolaknya dengan mentah-mentah. Tanpa mau mendengar alasan sang istri, dia langsung melarang istrinya pergi. Cindy kesal, teramat kesal hingga membuatnya berani bersitegang dengan suaminya untuk pertama kalinya. Selama ini dia selalu diam saat Bagas terus melarangnya tanpa alasan, tapi kali ini dia benar-benar sangat kecewa.
Kimy melihat pertengkaran kedua orang tuanya dari pembatas lantai dua. Gadis itu diam tanpa suara, mengamati dua orang yang tengah bertengkar dibawah sana dengan bibir bergetar. Hati kecilnya teriris saat melihat orangtuanya bertengkar untuk yang pertama kali. Padahal tadi siang di pesta mereka tampak baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang semuanya jadi begini?.
Gadis kecil itu berlari masuk ke kamar. Ia menutup pintu kamarnya dan menangis sesenggukan disana. Memory tentang bagaimana Bagas berucap menggunakan intonasi tinggi kepada Cindy masih teringat jelas diingatannya. Dia benci situasi seperti ini.
Dengan langkah perlahan, Kimy berjalan kearah meja belajarnya. Ia membuka laci, mengambil diary dari Kairen disana.
Gadis itu membuka diarnya. Ia mulai mencoretkan pensil di lembar pertama buku itu. Tentang perasaannya, tentang apa yang dia lalui hari ini.
*Dear diary
Ini buku dari Kai, temen yang paling Kimy sayang. Tadi Kimy ulang tahun, pestanya bagus banget. Kimy seneng, Kimy dapet banyak temen.
Tapi tadi, Mama Papa berantem. Papa teriak kenceng, Kimy takut. Kimy sayang Mama Papa, Kimy nggak mau mereka berantem. Kimy cuma berharap sama Tuhan, semogabTuhan nggak bikin keluarga Kimy berantem lagi. Kimy sayang mereka*
Sebuah tulisan sederhana yang ia tulis menggunakan pensil. Bukan berupa tulisan rapi seperti milik penulis ternama, ini hantalah tulisan singkat yang diitulis oleh seorang anak kecil yang berharao keluarganya baik-baik saja.
Setelah selesai menulis diary pertama, Kimy meletakkan diary itu ke tempat semula. Ia kemudian berjalan kearah tempat tidur. Merebahkan tubuhnya disana dan menarik selimut sampai sebatas pinggang. Ia menatap langit-langit kamarnya yang bernuansa pink. Mencari ketenangan dalam kesunyian.
Tangannya kemudian meraih kotak music pemberian Taizel yang terletak diatas nakas. Ia menekan tombol yang ada disana. Musik terputar selerti tadi siang, dan unicorn kembali berputar mengiringi alunan musik. Kimy tersenyum dalam kesendiriannya. Ia kembali menatap ke langit-langit, menenangkan diri diiringi alunan musik pengantar tidur.
"Terimakasih"
Kimyora Claresy Wijaya
Kairen Elashka Alexander
Raizel Elashki Alexander
Like, like, likeeee, coment nya jan lupa. Vote and gift juga gapapa:>
Makasih buanyakk buat kalian yang masih setia nungguu. Im so happy😥. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa, ajak temen buat baca and happy reading guys😍