
Keesokan harinya, seorang gadis tak henti-hentinya bolak-balik bercermin dan berganti baju karena merasa tidak puas dengan penampilannya.
"Duhh ini bagusnya pake yang mana sih" gerutu Kenzi di depan cermin. Entah sudah kali keberapa dia ganti baju.
"Ihhh kok gue jadi gak PD gini ya, biasanya juga kalo mau keluar pake bajunya asal. Kok gue jadi grogi sih" ucap Kenzi sambil duduk lemas diatas ranjangnya. Ia memperhatikan kondisi kamarnya yang sudah seperti kapal pecah, bahkan ia mengeluarkan semua baju dari lemari. ia lalu melihat arlojinya, pukul 17.30 itu berarti 1jam 30 menit lagi Reyhan akan datang dan dia belum siap sama sekali.
Setelah menimang-nimang cukup lama, akhirnya pilihannya jatuh pada dress selutut tanpa lengan berwarna merah maroon. Rambutnya ia curly-kan bagian bawah dan dibiarkan tergerai indah. Paduan make up tipis membuatnya terlihat mempesona. dan benar saja, tak lama Reyhan datang untuk menjemputnya.
"Kenzi, dicariin Reyhan tuh. Buruan turun sayang" seru Allia di depan pintu kamar Kenzi.
"Iya mom, bentar lagi Kenzi turun" sahut Kenzi dari dalam kamar. Allia lalu meninggalkan kamar putrinya.
"Hfttt, oke lo harus tenang. Tetep santuy, tetep rileks, jangan tegang" monolog Kenzi sambil menatap pantulan dirinya di cermin.Berkali-kali ia menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan demi menetralisir rasa gugup. Perlahan tapi pasti, Kenzi menuruni anak tangga dengan anggun. Sontak seluruh keluarganya menatap kearahnya, begitupun Reyhan. ia bahkan tak berkedip sama sekali saat melihat penampilan Kenzi yang begitu menawan.
"Cantik" ucap Reyhan tanpa sadar.
"Iya, adek gue emang paling cantik" timpal Devano tanpa melepas pandangannya dari Kenzi.
"Kamu cantik banget sayang" puji William saat Kenzi sudah tiba di depan mereka.
"Thank you dad" balas Kenzi sambil tersenyum.
"Yaudah sana buruan berangkat, keburu malem nanti" seru Allia
"Tante, om, bang, saya izin bawa Kenzi ya." ucap Reyhan ramah.
"Iya, saya titip anak saya ya. dan jangan pulang kemaleman" ucap William tak kalah ramah.
"Iya om" sahut Reyhan.
"Gue titip adek gue. Kalo sampek dia lecet, gue cincang lo sampek gak berbentuk" timpal Devano.
"Siap bang, gue bakal jagain Kenzi dengan kekuatan ekstra" jawab Reyhan.
"Bagus"
"Yaudah kalo gitu kami pamit ya om, tante, bang" pamit Reyhan.
"Ken pamit ya dad, mom, bang" tambah Kenzi.
"Iya, hati-hati" jawab Allia. Reyhan dan Kenzi mengangguk, mereka lalu melenggang pergi meninggalkan mansion Kenzi.
Sepanjang perjalanan, tak ada percakapan diantara mereka. Mereka merasa canggung satu sama lain.
"Lo cantik malem ini" ucap Reyhan mencairkan suasana. ia menoleh sekilas ke Kenzi lalu kembali fokus menyetir.
"Emang biasanya gue nggak cantik?" tanya Kenzi dengan wajah tengilnya.
"Lo tiap hari cantik di mata gue, tapi hari ini, lo jauh lebih cantik dari biasanya" ucap Reyhan sambil tersenyum. Hal itu membuat wajah Kenzi merona merah.
Setelah itu tak ada percakapan diantara mereka. 45 menit berlalu, kini mobil Reyhan berhenti di sebuah tempat yang sepi. Sebelum turun, Reyhan menutup mata Kenzi menggunakan kain. ia menuntun Kenzi melangkah dengan perlahan.
"Rey, ini kita dimana sih?" tanya Kenzi sambil terus mengenggam erat tangan Reyhan.
"Lo ikutin aja langkah gue, dan jangan banyak nanya" jawab Reyhan. ia terus menuntun Kenzi hingga ke tengah², ia kemudian melepas tangan Kenzi.
"Rey, lo dimana?" tanya Kenzi sambil meraba-raba mencari keberadaan Reyhan.
"Rey, kalo lo nggak jawab, gue lepas penutup mata nya" tak ada jawaban. Kenzi semakin gelisah. ia kemudian membuka penutup mata itu. Tak ada Reyhan, tak ada seorang pun selain dirinya disana. Tempat itu begitu sepi dan gelap, hanya cahaya rembulan yang menerangi pandangan Kenzi.
"Rey, lo dimana?" ucap Kenzi dengan suara gemetar.
"REY"
Tiba-tiba lilin-lilin menyala di pinggir-pinggir Kenzi membentuk sebuah jalan. Diikuti cahaya yang amat terang diujung jejeran lilin itu, Reyhan. ia duduk sambil membawa gitar dan tersenyum manis kearah Kenzi.
"*Sesungguhnya, dan akulah pemilik hatimu
Kau 'kan rasa cinta yang terdalam
Bersamaku, kamu bisa bahagia selamanya.
Sepantasnya dirimu seutuhnya untukku.
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku, kita bahagia selamanya, oh
Sumpah mati, hatiku untukmu, 'tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
Sumpah mati, aku cinta
Sepantasnya dirimu seutuhnya untukku.
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku, kita 'kan bahagia selamanya, oh, oh-oh...
Sumpah, 'mencintaimu, sungguh ku gila karenamu.
Sumpah mati, hatiku untukmu, 'tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
sumpah mati aku cinta*....
Reyhan menyanyikan lagu dengan sangat indah, Kenzi tersenyum bahagia. ia berjalan menghampiri Reyhan. Mereka berdua berdiri di tengah hiasan lilin berbentuk love. Reyhan memegang erat jemari Kenzi.
"Ken, gue sekarang berdiri disini sebagai seorang laki-laki, sebagai laki-laki yang mendambakan cinta seorang tuan putri. Gue bukan pria yang sempurna, gue hanya seorang pria biasa yang penuh dengan kekurangan. Disini, di tempat ini, gue seorang Reyhan Alexander ingin mengungkapkan perasaan gue untuk seorang Kenzia. Gue cinta sama lo Ken. Gue sayang sama lo. Pertemuan yang menurut gue adalah pertemuan terburuk, sekarang malah menjadi kenangan yang indah saat pertama kali gue ketemu sama lo. Lo yang judes, bandel, cerewet, lo yang apa adanya, dan lo yang mampu mengambil hati gue yang udah lama kosong dengan cara yang nggak pernah gue duga." Reyhan menggantungkan kalimatnya, ia kemudian berlutut dihadapan Kenzi sambil memegang tangannya.
"Kenzia Nastasya Aleskey, Will you be my girlfriend?"lanjut Reyhan sambil menatap penuh harap ke Kenzi. Kenzi begitu terharu dengan perlakuan Reyhan, ia bahkan tidak bisa berkata-kata. Kenzi menghela nafas panjang
"Yes, I will" jawab Kenzi sambil tersenyum. Reyhan tersenyum gembira, ia langsung memeluk tubuh Kenzi dengan erat. Kenzi pun membalas pelukan Reyhan.
Dorrr
Suara petasan mengejutkan Kenzi, ia lalu melepas pelukannya dan melihat ke langit. Sebuah kemvang api meluncur dengan indah bertuliskan.
Happy Birthday Kenzia
I Love You, I Love You So much
Kenzi menitihkan air mata, ia menoleh kearah Reyhan yang sedang tersenyum menatapnya.
"Thank You" ucap Kenzi sambil berhambur ke pelukan Reyhan dan terisak di dada bidang pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya.
"Happy birthday, sayang. Happy birthday and I Love you. I Love you now, together, and forever" bisik Reyhan di telinga Kenzi.
"I love you too" jawab Kenzi sambil tersenyum menatap Reyhan.
"Aku punya sesuatu buat kamu" ucap Reyhan.
"Apa?"
Reyhan kemudian mengeluarkan sebuah kotak dari saku jas-nya. ia mengambil barang yang ada di kotak itu, sebuah liontin berbentuk hati dengan permata berwarna hitam di tengahnya. ia kemudian memasangkan kalung itu di leher Kenzi, sangat cocok.
"Kamu suka?" tanya Reyhan.
"Iya, ini bagus" jawab Kenzi tanpa melunturkan senyum di wajah cantiknya. Mereka lalu duduk berdua di kursi yang sudah disediakan. Kenzi menyandarkan kepalanya di dada Reyhan, sedangkan Reyhan merangkul bahu Kenzi. Mereka menatap bintang dan bulan bersama.
"Rey, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Kenzi.
"Apa sayang?" jawab Reyhan. Kenzi tersipu malu mendengar panggilan Reyhan untuknya.
"Kenapa kamu pilih aku?, padahal masih banyak perempuan di luaran sana yang lebih cantik dan lebih baik dari aku" ucap Kenzi.
"Karena aku cintanya sama kamu, bukan dia, apalagi mereka" jawab Reyhan. Kenzi tersenyum dan kembali menyandarkan kepalanya di dada Reyhan.
"Kamu kok tau ini ulang tahun aku?, aku aja lupa" ucap Kenzi.
"Aku selalu tau apapun jika itu menyangkut tentang kamu" jawab Reyhan.
————
Ecieee
**Lanjut apa nggak?
Like sama vote-nya mana nih guys. Masa nggak ada apresiasi sih buat aku:(.
Happy Reading all, jangan lupa tinggalkan jejak ya**....