Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Special For You



Kenzi kembali berkaca di depan cermin sambil memutar-mutar tubuhnya sendiri untuk memastikan bahwa penampilannya sudah sempurna. Hari ini, peresmian Mall terbesar se-Asia Tenggara hasil kerjasamanya dengan perusahaan Reyhan akan dilangsungkan dan Ia ingin tampil perfect hari ini.


Berbalutkan mini dress selutut warna navy dan heels hitam yang entah tingginya berapa membuat penampilan Kenzi semakin memukau. Rambut panjangnya Ia biarkan tergerai hingga menutupi punggung.


Setelah merasa puas dengan penampilannya, Kenzi meraih tas branded yang ada di atas ranjang lalu keluar dari kamar untuk menemui keluarganya yang memang turut hadir dalam acara ini.


"Dad, Mom, aku udah siap" ucap Kenzi saat sudah hadir di depan keluarganya. Allia, William, Devano, dan Via tersenyum kemudian kompak berdiri.


"Kalo gitu kita berangkat sekarang aja!!" ajak Devano dengan mata yang melirik kearah jam dinding.


"Setengah jam lagi acaranya di mulai" lanjutnya lagi yang dibalas anggukan oleh semua kecuali Kenzi. Gadis itu nampak gelisah dengan mata yang terus menatap kearah arlojinya.


"Tunggu bentar ya Bang, sebentarrr aja" pinta Kenzi dan Devano mengangguk menyetujui.


Kenzi meraih ponselnya yang berada di dalam tas dan mengetikkan sebuah pesan untuk Reyhan.


🗨Anda


~Kamu dimana?


🗨Reyhanny♡


~Ken, maaf yaa. Aku nggak bisa hadir hari ini. Aku ada janji sama orang. Kamu berangkat sendiri gapapa kan?. Nanti Faiz yang bakal gantiin aku disana


Kenzi berdecak kesal sambil meletakkan ponselnya dengan kasar ke dalam tas setelah membaca pesan itu. Rasa dongkol menyelimuti hatinya setelah Reyhan memutuskan untuk tidak hadir secara tiba-tiba.


"Sok-sokan janjian sama orang. Bilang aja janjian sama selingkuhan!!!" cebik Kenzi dengan kesal dalam hati.


"Bang, kita berangkat sekarang !!" seru Kenzi pada Devano. Pemuda itu menatapnya dengan tatapan bingung penuh tanya.


"Lahh, katanya tadi suruh nunggu?!!" heran Devano sambil mengangkat sebelah alisnya bingung.


"Udah dehh, lo jangan banyak bacot!!. Ayo buruan berangkat!!" Kenzi berjalan lebih dulu di depan sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, dan hal itu sukses membuat keluarganya menatap bingung.


"Ken kenapa, Yang?" tanya Via dengan nada berbisik.


"Tau. PMS kali" jawab Devano sambil mengendikkan bahunya acuh.


***********


Sepanjang perjalanan Kenzi hanya diam dengan muka ditekuk. Moodnya sedang hancur saat ini dan Ia sangat malas untuk berbicara. Pertanyaan dari keluarganya pun Ia hiraukan.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, mobil mewah Keluarga Aleskey berhenti dengan sempurna di depan gedung Mall yang akan diresmikan. Kenzi dan Keluarganya berjalan diatas karpet merah yang memang dikhususkan untuk mereka sebagai 'Bintang' acara. Semua wartawan sontak langsung menyorot kearah Aleskey Family, dan dapat dipastikan jika besok wajah mereka akan terpajang di semua surat kabar, majalah bisnis, dan televisi.


Kenzi mengedarkan pandangannya ke semua arah hingga matanya menatap satu sosok pemuda yang ia kenali.


"Dia beneran nggak dateng" gumam Kenzi dengan wajah sendu saat melihat hanya ada Faiz disana.


Seorang panitia acara menghampiri mereka dan menuntun mereka ke kursi khusus yang sudah disiapkan. Kenzi dan Keluarganya duduk dengan rapi disana, menikmati acara pembukaan yang diisi dengan beberapa artis ternama ibukota. Acara kemudian langsung masuk ke acara inti, yaitu mendengar sambutan dari Kenzi dan juga prosesi potong pita untuk meresmikan mall untuk khayalak ramai.


Kenzi menarik nafas panjang untuk menetralkan rasa kesalnya yang belum mereda. Ia ingin tampil profesional dengan tidak membawa masalah pribadi ke dalam masalah pekerjaan. Setelah merasa cukup tenang, gadis itu bangkit dari duduknya dan berjalan anggun kearah podium. Para wartawan yang sedari tadi memang sudah memotret semakin gencar memotret wajahnya sebanyak mungkin hingga kilat kamera dan suara jepretan memenuhi area acara yang memang dilangsungkan dengan outdoor.


Kenzi menampilkan senyum manisnya kepada semua kolega, pengusaha, dan juga masyarakat yang ikut hadir dalam acara itu. Semua orang begitu terkagum dengan penampilannya. Cantik, cerdas, dan sukses, paket komplit untuk ukuran istri idaman.


"Selamat Siang semuanya" Kenzi memberikan sapaan terlebih dahulu dan mereka semua langsung menyahuti.


"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terimakasih untuk semua pekerja, kolega, dan juga perusahaan yang sudah mendukung pembangunan Mall ini sehingga pembangunannya bisa sukses dan cepat selesai seperti sekarang. Seperti yang kalian ketahui, Mall ini memang sengaja kami bangun untuk memperluas jangkauan penjualan produk Indonesia di kanca Internasional khususnya Asia Tenggara. Untuk desain infrastruktur, saya benar-benar mengucapkan terimakasih kepada KR'EL ALEXAN COMPANY, yang kebetulan sang CEO-nya tidak bisa hadir, jadi diwakilkan oleh Sekretarisnya" Kenzi menjeda kalimatnya sebentar sambil tersenyum kecut.


"Dan untuk mempermudah kalian semua dalam mengenali letak dan bagian-bagian Mall, Perusahaan kami dengan sengaja membuatkan sebuah video yang berisi proses-proses berlangsungnya pembangunan Mall sampai Mall ini sudah berdiri kokoh seperti sekarang . Di dalam video itu juga terdapat penunjuk dimana letak-letak Ruangan dalam gedung ini. Mari kita lihat" Kenzi melirik kearah Staff-nya yang bertugas memutar video. Orang itu mengangguk kemudian menancapkan flashdisk pada laptop dan sebuah layar lebar yang terpasang di depan semua pengunjung menampilkan video itu. Kenzi ikut berbalik badan untuk melihat video pembangunan Mall hasil kerja kerasnya selama ini.


Decakan kagum dan juga komentar positif keluar dari mulut para pengusaha dan masyarakat, Kenzi sangat puas mendengarnya. Video berakhir, tapi kemudian opening video kembali berlangsung hingga membuat gadis itu mengerutkan keningnya bingung.


*Memories 30 Juli 2012*


Kenzi menggigit bibir bawahmya sendiri saat melihat tanggal yang tercantum di video itu, tentu ia mengingatnya. Video dimulai dan menampilkan sosok gadis SMA yang terlihat sangat manis dengan senyumannya. Ia nampak sangat memukau berbalutkan baju tim basket di tubuhnya.


*Memories 25 Agustus 2012*


Video menampilkan slide kedua, dan muncul seorang gadis dan seorang pemuda tengah berdiri berhadapan di sebuah taman ysng sudah didekorasi. Pemuda itu berjongkok dan suaranya masih terdengar jelas di video tersebut.


"Kenzia, Will you be my girlfriend?"


Kenzi tak dapat menahan air matanya saat ia melihat video itu. Video dimana Reyhan memintanya untuk menjadi pacar sewaktu SMA dulu.


*Memories 08 Februari 2013*


Slide ketiga dimulai, dan disana terlihat sepasang kekasih nampat sangat bahagia sambil bermain air di pinggir pantai, dan nuansa romantis tercipta saat sang pemuda memberikan sebuah kejutan kepada pacarnya dengan membuat sebuah ungkapan perasaan lewat layangan yang di pegang oleh beberapa anak kecil. Lalu video berakhir.


Kenzi menghapus sisa air mata di pelupuk matanya. Ia kemudian berbalik badan, tubuh gadis itu menegang seketika saat melihat Reyhan sudah berdiri dihadapannya sambil membawa sebuket bunga ditemani beberapa anak kecil yang ikut hadir.


Reyhan mengarahkan mike kearah mulutnya dan mulai berbicara.


"Kamu ingat kenangan itu Ken?" tanya Reyhan dengan senyum manisnya dan Kenzi mengangguk diiringi air matanya yang menetes.


"Itu adalah kenangan terindah yang pernah kita lalui dulu. Ya, dulu, dan itu semua hanya sebuah kenangan. Kenangan yang nggak mungkin bisa aku lupain meskipun 8 tahun kita nggak ketemu"


"Dan saat delapan tahun itu aku sadar, aku benar-benar mencintai kamu dan aku pengen terus disisi kamu. Aku pengen menjadikan kamu pendamping aku, pendamping hidup aku" Reyhan kemudian berlutut dengan bertopang pada sebelah kakinya. Ia lalu membisikkan sesuatu, dan empat anak kecil itu kompak berbalik badan hingga kata yang membentuk sebuah kalimat pada kaos mereka terlihat jelas.


Will-You-marry-me


Itulah kalimat yang ada pada punggung kaos anak kecil itu jika disatukan.


"Kenzia, Maukah kamu jadi pendamping hidup aku?, menjadi pendamping aku untuk selamanya, menjadi tempat terakhir untuk pelabuhan cinta aku?, maukah kamu menjadi ibu untuk anak-anak kita kelak?. Hidup bersama dalam susah dan senang, membesarkan dan melihat anak kita berkembang dan bisa memanggil kita 'mama-papa'. Dan disini, dihadapan semua orang dan dihadapan keluarga kamu, sekali lagi aku bertanya. Will you marry me, Baby?"


Kenzi menangis haru, Ia bahkan tidak bisa berkata-kata. Tindakan pemuda itu benar-benar tak terduga. Gadis itu hanya bisa mengangguk, mengangguk dengan tangisan bahagia.


"Yess, yes I will" ucap Kenzi dengan nada serak.


Reyhan tersenyum lebar. Ia bangkit lalu berjalan cepat kearah Kenzi. Ia menarik tubuh gadis itu dan mengangkatnya dari depan, menempelkan keningnya di kening Kenzi lalu memutar tubuh gadis itu beberapa kali.


"Yess, gue nikahh!!!" sorak Reyhan yang membuat Kenzi tertawa geli di tengah tangisannya yang belum mereda. Para tamu undangan ikut terharu melihat acara lamaran itu, bahkan ada yang menangis disana.


"Kita potong pitanya dulu, kasian yang lain pada nungguin" ajak Kenzi sambil terkekeh dan Reyhan mengangguk dengan senyuman.


Prosesi potong pita dilakukan. Kenzi dan Reyhan menggenggam sebuah gunting yang sama lalu mengarahkannya kearah pita itu.


"Mall resmi dibuka!!"


Pita terpotong diiringi tepuk tangan semua pengunjung. Reyhan merangkul bahu Kenzi dengan hati berbunga-bunga. Sebentar lagi, sebentar lagi gadis ini akan resmi menjadi miliknya. Hanya miliknya.


Congrats buat Reyzi😭. Gue terhura sumpah, kalian sweet banget sih nggak kayak yang nulis, Jomblo:))


Kenzia Nastasya Aleskey



Reyhan Saputra Alexander