
Mendengar jawaban dari pria itu membuat Kenzi menyeringai.
"Kalian nggak takut?" tanya Kenzi dengan wajah seolah-olah terkejut.
"Nggak, ngapain kami takut. Ketua geng itu bahkan takut kepada kami" jawab pria itu menyombongkan dirinya.
"Pengen muntah gue" Zyan yang dari tadi hanya memperhatikan sangat gatal untuk mengomentari tindakan pria itu.
"B*go nya nggak ketulungan" timpal Andi
"Dia nggak tau, sekarang dia berhadapan dengan siapa" ucap Hanzo sambil menyeringai. Reyhan yang mendengar ucapan Hanzo ikut tersenyum miring.
"Oh ya?" ucap Kenzi sambil menaikan sebelah alisnya.
"Tentu" jawab Pria itu.
Kenzi melepas jaket yang dari tadi ia ikatkan dipinggangnya. Ia lalu memakai jaket itu. Mata sekumpulan pria itu terbelalak saat melihat tulisan serta lambang yang terdapat di jaket Kenzi. Tak hanya mereka, seluruh pengunjung pun ikut tercengang saat melihat hal itu.
"Leader Red Rose" gumam pria itu. Seketika, keringat dingin keluar dari tubuhnya dsn seluruh anggotanya.
"Kok gemeteran, katanya nggak takut sama Red Rose" ledek Kenzi. Seringaian iblis tergambar di wajah cantiknya. Hal itu membuat semua orang yang melihatnya ketakutan.
"Kita emang nggak takut sama Red Rose!!" entah mendapat keberanian darimana, pria itu menjawab ucapan Kenzi.
"Tampang dekil, cungkring, letoy kayak lo mau lawan Geng gue?. Hah, yakin lo?" Hardik Kenzi, ia menatap pria dihadapannya dari bawah sampai atas dengan tatapan menghina.
"Tutup mulut lo!!" bentak pria itu. Dengan emosi, ia melayangkan tangannya untuk menampar Kenzi.
"Lo sentuh dia, gue kirim lo ke neraka sekarang juga!!" ucap Reyhan dengan penekanan di setiap ucapannya. Tangannya menahan tangan pria itu yang hendak menampar Kenzi.
Tangan Reyhan mencengkram erat tangan pria yang ada dalam genggamannya hingga membuat pemilik tangan kesakitan. ia lalu memelintir tangan pria itu ke belakang.
"Arghhh" jerit pria itu yang merasakan tangannya patah akibat pelintiran Reyhan.
"Woy lepasin temen gue!!" seru teman pria itu.
"Coba aja kalo lo bisa" jawab Reyhan sambil tersenyum miring.
"Sialan lo!!" pria itu mendekat kearah Reyhan bersiap menyerang Reyhan.
Bughh
Satu tendangan Kenzi mendarat di dada pria itu hingga membuatnya tersungkur di lantai.
"Lo banci?!, main yang fair dong broo" sinis Kenzi kepada pria itu.
Dorr
Satu tembakan dari komplotan pria itu lepas dan mengenai lampu bar hingga meledak. Untungnya, Zyan dengan sigap mematikan tegangan listrik hingga tidak sampai terjadi konsleting. Pengunjung yang masih ada di dalam mulai panik dan histeris.
"Bangstt!!" umpat Reyhan seraya menghempas tubuh pria yang ia cengkram ke lantai.
Melihat keadaan semakin kacau, Anggota Geng Red Rose dan Dark Dragon dengan sigap membantu mengatasi para sampah masyarakat.
"Soffia, arahkan seluruh pengunjung untuk keluar dari tempat ini!" seru Kenzi. Soffia mengangguk. Dengan ditemani Zyan, dia mengarahkan pengunjung untuk keluar Bar agar tidak banyak korban jiwa yang berjatuhan.
Kenzi dan Reyhan berdiri saling membelakangi. Punggung mereka menempel satu sama lain, mata mereka menajam mengawasi keadaan sekitar. Tangan Reyhan dan Kenzi mengenggam pistol yang selalu mereka bawa kemanapun.
"Kamu harus waspada Ken" ucap Reyhan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Nggak usah diingetin aku juga udah tau" tukas Kenzi.
Peluru Kenzi meluncur mengenai paha dua orang yang berusaha mendekat kearahnya. Meski keadaan sekitar gelap tetapi tak menghalangi pandangan Reyhan dan Kenzi. Mata elang mereka begitu tajam meskipun dalam kegelapan. Begitupun dengan anggota geng mereka.
Dorr dorr dorrr
Reyhan dan Kenzi terus menembak semua orang yang mendekat kearahnya. Sedangkan anggota geng-nya bertarung satu lawan satu dengan komplotan tersebut.
Dorr dorr
Mereka saling menembak satu sama lain. Kondisi Bar yang tadinya bersih menjadi sangat berantakan. Di dalam bar hanya ada tiga kelompok, Red Rose, Dark Dragon dan Komplotan pria tadi.
Pertarungan dua lawan satu kian memanas. Bergabungnya Red Rose dan Dark Dragon membuat mereka sangat sulit untuk dikalahkan. Komplotan itu kini sudah habis diberantas oleh Red Rose dan Dark Dragon.
"Kalian gapapa?" tanya Kenzi pada anggotanya dan Dark Dragon.
"Kami baik" jawab salah satu dari mereka.
"Syukurlah" ucap Kenzi.
Ia menatap tajam kearah para komplotan yang sudah berani mengusiknya. Perlahan, ia melangkah mendekat kearah salah satu dari mereka yang terlihat seperti ketua komplotan itu. Melihat Kenzi yang mendekat kearahnya membuat pria itu mundur. Kakinya yang lemas seolah tak bisa diajak berjalan. Dia hanya bisa ngesot mundur untuk menghindari Kenzi.
Tapi seolah dewa keberuntungan sedang tidak berpihak kepadanya. Kini punggungnya sudah mepet di tembok hingga dirinya tidak bisa menghindar lagi. Kenzi terus mendekat diiringi senyum bengisnya.
"Kenapa, kok mundur?" ucap Kenzi sambil tersenyum sinis. Pria itu hanya diam tak berani menjawab.
"JAWAB!!...katanya lo nggak takut sama gue" bentak Kenzi sambil mencengkram kuat dagu pria dihadapannya.
"Le..lepas..sin gu..ee" ucap pria itu terbata-bata. Kenzi tertawa sumbang, tawanya menggelegar ke seisi ruangan membuat bulu kuduk orang yang mendengarnya berdiri. Red Rose dan Dark Dragon hanya menelan salivanya kasar saat merasakan aura hitam keluar dari tubuh Kenzi.
"Lepasin lo? hah, jangan mimpi!!" tukas Kenzi. Pria itu semakin ketakutan, belum lagi seluruh temannya sudah terkapar sehingga tidak ada yang bisa membantunya saat ini.
"Kenapa lo malakin pengunjung Bar gue?" ucap Kenzi dengan tatapan tajam.
"Gu..gu..gue...
"JAWAB!!"
"Kita disuruh" ucap pria itu.
"Siapa yang nyuruh lo?!" Kini pertanyaan dilontarkan oleh Reyhan. Pria itu menatap Reyhan, rasa takutnya kini semakin menjadi-jadi.
"Dark Dragon dan Red Rose, mamp*s gue" batin pria itu.
Pria itu tak menjawab, rasanya lidahnya sangat kaku hanya untuk menjawab pertanyaan dari Reyhan dan Kenzi.
"JAWAB!!!" bentak Kenzi karena tak kunjung mendapat jawaban. Pria itu masih diam membisu, hal ini membuat Kenzi naik pitam seketika.
"Gu..gue nggak bisa ngasih tau kalian" ucap pria itu sambil gemetar. Mendengar jawaban tak memuaskan dari pria itu membuat Kenzi geram. ia merogoh saku jaketnya.
"Jawab atau mati?!" ancam Kenzi sambil menempelkan ujung pistolnya di kepala pria itu. Seketika, tubuh pria itu langsung membeku seketika. Aliran darahnya seakan berhenti mengalir dan jantungnya berhenti berdetak. Bibirnya bahkan bergetar saking takutnya.
"Gue tanya sekali lagi, siapa yang nyuruh lo?!" ucap Kenzi. Pria itu masih diam. Kenzi semakin menekan pistolnya.
"Oke kalo itu mau lo" ucap Kenzi lagi, dia bersiap menarik pelatuk pistolnya.
**Tandai typo....jangan lupa like, coment and vote yaaa
Happy Reading 😘**