
"Kalian datengnya lama banget sih" cebik seorang pria kepada rekannya.
"Maaf bos, tapi untuk melacak markas itu sangat sulit. Sepertinya, salah satu dari mereka sangat ahli di bidang IT" jawab rekannya.
"Itu sih kalian aja yang b*go" sahut pria itu.
"Udah lah Rik, yang penting sekarang lo udah bebas dari mereka." timpal seorang pria lainnya.
"Iya², thanks buat bantuan kalian" ucap pria itu. Siapa lagi kalau bukan Riko. Ya, dia tadi baru saja diselamatkan oleh teman satu gengnya yaitu Toni dan Adit.
"Rossa sama Lena mana?" tanya Riko.
"Mereka lagi diobatin didalem." jawab Adit. Riko manggut-manggut mengerti.
"Gue bakal bales perbuatan manusia sialan itu. Bahkan lebih kejam dari apa yang mereka lakuin ke gue" ucap Riko dengan penuh amarah.
"Lo jangan gegabah Rik. Mereka itu bukan geng sembarangan" ucap Toni serius.
"Gue nggak peduli. Gue cuma mau mereka mati ditangan gue" tukas Riko. Toni dan Adit terdiam. Temannya yang satu ini benar² keras kepala.
"Lo yakin bisa bunuh gue?" suara bariton mengejutkan mereka. Sontak mereka menoleh kearah sumber suara. Nampaklah seorang pemuda berjalan seorang diri menuju mereka. Adit, Toni dan Riko langsung bangkit dari duduknya saat melihat siapa yang datang.
"Ngapain pada berdiri, duduk dong. Anggep aja rumah sendiri" ucap pria itu yang tak lain adalah Reyhan. ia lalu duduk di sofa dengan salah satu kakinya dia letakkan diatas meja.
"Tau darimana lo tempat ini" sarkas Riko.
"Tentunya dari brother gue dong" jawab Reyhan sambil menyeringai.
"Maksud lo" heran Riko.
"Oy bro, keluar lo.Jangan sembunyi mulu" teriak Reyhan. Hal itu membuat Toni, Riko, dan Adit bingung..
Tak lama, keluarlah seorang pria dari balik tembok dengan mengenakan jaket kebesaran Black Diamond. Munculnya pria itu membuat Toni, Riko, dan Adik terkejut sekaligus kesal.
"Pengkhianat!!" seru Riko dengan tatapan tajam menusuk jantung, paru², tenggorokan, usus wkwkwk 😂.
"Woy Trisna, thanks ya lo udah bantuin gue. Lo emang brother ter the best" ucap Reyhan sambil merangkul bahu pria itu.
"Eh kutil, nama gue Tristan bukan Trisna. Seenak jidat aja lo ganti² nama orang. Emangnya elo ya buatin hajatannya" sungut Tristan pada Reyhan. (Kalo kalian lupa sama Tristan, bisa liat di chapter 18)
"Alah sama aja. Bagusan juga Trisna" jawab Reyhan sambil terkekeh.
"Gini nih, kalo kutil di kasih nyawa. Bikin orang darah tinggi tiap hari" ucap Tristan.
"Gue nggak nyangka ternyata lo pengkhianat disini" tukas Adit sambil menatap tajam kearah Tristan.
"Gue juga nggak nyangka kalo lo semua percaya sama gue" jawab Tristan santai.
"Cih, gue paling benci sama yang namanya pengkhianat. Jadi jangan harap lo bisa keluar dengan selamat dari sini. Termasuk lo, Leader Dark Dragon" Sarkas Riko.
"Emang apa yang bakal lo lakuin sama gue?" tanya Reyhan dengan wajah seolah-olah dibuat takut.
"Banyak, mungkin salah satunya....membunuh lo" jawab Riko sambil menyeringai.
"Sepertinya, lo harus mengakhiri mimpi lo itu, tuan Riko yang terhormat" ucap seseorang dari belakang Riko, Adit, dan Toni. Spontan mereka bertiga membalikkan badan.
"Leader Red Rose" gumam mereka bertiga saat melihat jaket kebesaran Red Rose yang dikenakan gadis itu. Siapa lagi kalo bukan Kenzi.
"Mau apa lo kesini, mau bantuin mereka?, hah gak bakal bisa. Kalian udah masuk ke markas gue, jadi jangan harap kalian bisa keluar dengan mudah" tukas Riko.
"Siapa bilang?, ini daerah kekuasaan gue. Lo dan geng lo sedang berada di wilayah gue tuan Riko. Jadi, mungkin lo yang nggak akan selamat dari tempat ini. Lo emang berkuasa di kota lo, tapi nggak untuk disini. Karena disini, gue penguasanya" jawab Kenzi sambil menyeringai.
"Haha...lo emang berkuasa, tapi saat ada geng lo. Tapi sekarang tempat ini udah dipenuhi sama geng gue. So, I'm a winner now" ucap Riko. ya, memang saat ini seluruh ruangan sudah dipenuhi oleh anggota Black Diamond. Tapi sepertinya, ekspektasi Riko tidak akan sesuai dengan kenyataan.
"Oh ya?" tanya Kenzi sambil tersenyum miring.
"tentu" jawab Riko.
"Come here guys!!" teriak Kenzi menggelegar.
Bruakkk
Pintu ruangan ditendang oleh seseorang dengan amat keras hingga pintunya rusak. Lalu masuklah Andi, Zyan, Zidan, Hanzo, dan Anggi. Tak lupa anggota Dark Dragon dan Red Rose yang berjalan di belakang mereka.
"Jadi?" ucap Kenzi sambil menyeringai.
"SERANG!!!!" Seru Reyhan yang sedari tadi diam menyaksikan drama Kenzi dan Riko. Sebenarnya dia tadi ingin menyahuti ucapan Riko, tapi Kenzi memelototinya sehingga membuatnya diam seribu bahasa.
Dan terjadilah perang antara geng Dark Dragon, Red Rose, dan Black Diamond.
Bugh, bughh....dor....sring...
Suara pukulan terdengar sangat ricuh saat ketiga geng besar itu beradu. Suara senjata tajam dan senjata api dari geng Dark Dragon dan Ted Rose juga terdengar sangat nyaring di telinga. Bayangkan saja, Red Rose dan Dark Dragon bersatu. itu bagaikan topan yang ditengahnya terdapat api. Sangat mematikan.
Sring.....dor...dor..
Kenzi menebas satu persatu anggota Black Diamond dengan katana di tangan kanan serta Pistol di tangan kiri.
"Shit, pake abis segala" umpat Kenzi saat pistolnya kehabisan peluru.
"Oy bang, mainnya pake katana aja yak, pistol gue pelurunya abis. Tenang, masih tetep seru kok" ucap Kenzi kepada anggota Black Diamond yang dia lawan. Anggota Black Diamond cengo dibuatnya.
Bughh
Kenzi menendang perut pria itu hingga dia tersungkur ke lantai
"Kelamaan lo" tukas Kenzi
Bughhh bughh sring...brakkk
Suara ricuh yang dibuat oleh ketiga geng itu belum selesai. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 wib.
2 jam berlalu, seluruh anggota geng Black Diamond sudah habis tak tersisa. Ruangan yang semula bersih menjadi sangat kotor dibanjiri banyak darah.
"Lo harusnya bersyukur gue nggak bunuh lo. Tapi kalo sampek lo ganggu hidup gue lagi, gue sendiri yang bakal jadi malaikat maut untuk lo" Tegas Reyhan sambil mencengkram leher Riko yang sudah terkapar lemah.
"Udah lah Rey, ngapain ngeladenin sampah. Mending kita cabut dari sini." ajak Kenzi. Dua geng tersebut lalu meninggalkan tempat itu.
**Tandai typo...
jangan lupa like, coment, and vote ya guys. Mampir juga ke "Doctor is my wife"
Happy Reading 😘**