Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Obsesion



Hari sudah mulai gelap, dan pencarian Kenzi masih belum menemukan titik terang. Reyhan memarkirkan mobilnya di depan sebuah bangunan besar yang sudah sebulan ini tak ia singgahi. Bangunan yang terletak diantara pohon-pohon besar itu nampak seperti bangunan kosong yang tak berpenghuni.


Dengan aura kekuasaan, Reyhan melangkahkan kaki jenjangnya untuk memasuki bangunan. Saat di depan itu, terdengar sorak suara dari dalam yang menandakan jika tempat itu tidak kosong. Reyhan meraih gagang pintu lalu memutarnya hingga pintu terbuka sempurna. Nampak anggota Dark Dragon seperti terkejut melihat kedatangannya yang tiba-tiba.


"Nggak usah liatin gue kayak gitu!!" seru Reyhan dengan nada dingin.


"Ke ruang tengah sekarang!!" titah Reyhan tanpa menghentikan langkahnya menuju ruang tengah. Para Anggota Dark Dragon saling pandang satu sama lain, bingung dengan sikap ketua mereka yang dianggap aneh.


"Udah nurut aja, daripada nanti dicincang sama Reyhan" ucap Andi seraya bangkit dari duduknya lalu berjalan Ke Ruang tengah. Para anggota pun mengikuti di belakang Andi tanpa banyak bicara. Mereka kemudian duduk berjajar di kursi yang sudah disiapkan. Reyhan duduk di kursi paling depan sambil menatap kearah seluruh Anggota Dark Dragon.


"Kenzi hilang sejak tadi siang, dan nggak ada petunjuk sama sekali. Gue minta kalian buat berpencar ke seluruh penjuru kota untuk mencari keberadaan Kenzi!!. Untuk para Hacker, sadap semua CCTV di kota ini tanpa terkecuali!!. Kalo ada info apapun, cepet kasih tau gue. Gue harap kalian bisa nemuin dia secepatnya!!" seru Reyhan dengan lantang.


"Baik, Master!!" sahut mereka serempak. Mereka kemudian berbondong-bondong keluar dari markas untuk melaksanakan perintah sang 'ketua'.


Kini ruangan itu hanya menyisakan Reyhan, Andi, dan lima Hacker handal yang dimiliki Dark Dragon. Lima orang itu berkutat dengan laptop masing-masing untuk menyadap CCTV seluruh kota seperti yang Reyhan perintahkan.


"Disini, Master!!" salah seorang hacker memberi seruan yang langsung menarik perhatian Reyhan. Ia dan Andi mendekat untuk melihat layar laptop yang hacker itu tunjukkan.


"Titik terakhir Nona Kenzia berhenti ada di titik koordinat 9°LS dan 10°BT di area dekat Tol XPQ bagian selatan. Ini mobil Nona, kemungkinan dia mengalami kendala mesin hingga berhenti di pinggir jalan" jelas Hacker tersebut seraya menunjuk grafik yang menggambarkan letak mobil Kenzi sebelum menghilang.


"Tadi gue lewat situ, tapi nggak ada mobil Kenzi disana" ucap Reyhan bingung. Ia dan Andi saling pandang dengan sorot mata yang tak dapat diartikan.


"Mobil Nona meledak" timpal hacker lain yang membuat semua orang terkejut.


Dengan cepat, Reyhan mengalihkan pandangannya ke layar laptop lain yang sedang menampilkan saat-saat dimana mobil Kenzi meledak hingga menimbulkan api yang sangat besar. Lalu datanglah anggota pemadam kebakaran untuk memadamkan api dan mengevakuasi mobil. Itu sebabnya Reyhan tak melihat kehadiran mobil Kenzi disana.


"Berarti Kenzi...." Reyhan menggantungkan kalimatnya dengan nada cemas. Sebuah fikiran buruk itu bersemayam di benaknya hingga membuat fikiran Reyhan benar-benar kalut.


"Lihat ini, Master" hacker lain memutar layar laptopnya menghadap Reyhan. Disana menampilkan saat-saat seseorang mendekap mulut Kenzi lalu menyeret gadis itu pergi dari sana sebelum mobil meledak.


"Ini penculikan" ucap Andi dengan nada serius.


"Kita kesana sekarang!!" seru Reyhan seraya bergegas keluar dari markas diikuti anggota lain di belakangnya.


***********


Di tempat yang tersembunyi, seorang gadis cantik tengah duduk di kursi dengan tubuh yang diikat menggunakan rantai. Ruangan itu nampak sepi, tak ada orang lain selain dirinya disana. Perlahan, mata gadis itu terbuka sedikit demi sedikit. Ia mengerjapkan matanya berulang kali untuk memperjelas pandangannya yang agak kabur.


"Dimana ini?" gumam Kenzi dengan lirih. Kepalanya masih terasa sangat berat, mungkin karena efek obat bius yang orang itu berikan kepadanya.


Kenzi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Bulu kuduk gadis itu berdiri seketika setelah melihat ada banyak foto dirinya yang tertempel di dinding, bahkan di semua dinding. Tak hanya di dinding, di lantaipun foto-foto itu juga berserakan. Belum lagi dibagian depan, ada sebuah lukisan besar yang berupa wajahnya terpajang jelas disana. Hal itu membuat Kenzi semakin ketakutan, untuk menelan ludah saja rasanya sulit.


Ceklekk


Kenzi spontan menolehkan kepalanya dengan cepat saat mendengar suara pintu terbuka. Tak berselang lama, muncullah seseorang dengan hoodie hitam yang ia lihat tadi siang. Orang itu memakai masker dan memakai topi hingga membuat Kenzi sukit mengenalinya.


"L..Lo siiapa?!" tanya Kenzi dengan terbata-bata. Dalam situasi seperti ini ia benar-benar takut, apalagi saat melihat ada banyak foto dirinya disini. Itu berarti orang ini sudah mengutitnya cukup lama.


Orang itu kemudian melangkah mendekati Kenzi dengan pelan-pelan. Tubuh gadis itu semakin bergetar karena takut. Ia mencoba memundurkan kursi yang ia duduki dengan cara menggoyang-goyangkan kursi itu. Namun bukannya mundur, kursi itu malah mengesamping hendak jatuh.


Dengan sigap, orang itu memegangi kursi yang di duduki Kenzi agar tak terjatuh. Dan hal itu membuat jaraknya dengan Kenzi menjadi sangat dekat.


"Hati-hati sayang" suara pria terdengar dari mulut orang itu dengan lirih.


"Jauh-jauh dari gue!!!" teriak Kenzi ketakutan seraya menendang perut orang itu hingga sedikit menjauh.


"Lo siapa?!!!" ucapnya lagi dengan sedikit berteriak.


Orang itu tak menjawab, Ia malah membuka maskernya agar gadis itu dapat melihat sendiri siapa dirinya.


"Kak Bintang!!!" pekik Kenzi terkejut dengan mata membola.


Bintang berdiri sambil tersenyum kearahnya. Sebuah senyuman yang sangat tidak bisa diartikan oleh Kenzi.


"Lepasin gue kak!!!" seru Kenzi dengan lantang sambil menggoyang-goyangkan kursinya.


"Aku nggak akan lepasin kamu sayang. Kamu harus sama aku, semua orang jahat!!!. Cuma aku yang bisa lindungin kamu" tegas Bintang dengan tatapan tajam kearah Kenzi.


"Lo gila!!!. Gue mau pulang!!!. Lepasin Gue!!!" seru Kenzi dengan amarah.


"Ssttt, jangan marah-marah dong. Kamu tenang aja oke?!. Disini aman, aku udah urus semuanya untuk pernikahan kita besok" ucap Bintang dengan lembut seraya mengelus pipi Kenzi. Gadis itu mengalihkan kepalanya untuk menghindari sentuhan Bintang.


"Lo bener-bener gila Kak. Lo udah nggak waras!!!" ucap Kenzi dengan lantang sambil menatap Bintang yang berdiri dihadapannya.


"YA, GUE EMANG UDAH GILA. GUE GILA KARENA LO... GUE GILA KARENA LO KEN!!!" sentak Bintang sambil menunjuk Kenzi dengan amarah hingga membuat gadis itu terjingkat.


Sesaat kemudian, wajah merah padam penuh amarah kini berganti dengan tawa yang tak jelas karena apa.


"Hahaaa, lo tau dia Ken?!. Dia yang lebih lo pilih daripada gue, dia itu pengecut!!!. Dia bahkan nggak bisa jagain lo. Cuma gue yang bisa, cuma gue yang pantes ada disamping lo" ucap Bintang lagi sambil tertawa.


"Kak.... kenapa lo jadi gini?" lirih Kenzi sambil menatap nanar kearah Bintang yang masih tertawa kecil. Ekspresi marah, lalu berubah menjadi tawa yang tak jelas apa penyebabnya membuat Kenzi merasa iba dengan kondisi kejiwaan Bintang.


"Kamu tau sayang.... diluaran sana itu banyak orang jahat" bisik Bintang sambil tertawa kecil.


"Mereka mau nyakitin kamu" ekspresi pemuda itu berganti dengan raut wajah kesedihan, bahkan dapat dikatakan hampir menangis. Kenzi hanya menatap Bintang dalam diam dengan nafas naik turun, Ia tak menyangka jika pemuda itu menjadi seperti ini sekarang.


"Mereka mau nyakitin kamu sayang.... Tapi kamu tenang aja, aku udah lindungin kamu. Sekarang kamu aman disini. Mereka nggak akan bisa nemuin kamu" ucapnya lagi dengan lembut.


"Kak, please.... Lepasin gue, gue pengen pulang" pinta Kenzi lirih sambil menatap sendu kearah Bintang. Pemuda itu menggeleng cepat layaknya anak kecil.


"Nggak.... nggak mau. Kamu harus tetep disini. Aku nggak mau kamu pergi" tolak Bintang disertai gelengan kepala.


Bersambung.....