Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Ketua Biadap



Setelah kepergian Red Rose dan Dark Dragon dari tempat itu, kini anggota Black Diamond yang masih hidup berkumpul di ruang tengah.


"Arghhh sial, lengan gue kena tembak" cebik Riko.


"Lo pikir lo doang yang kena, nih bahu gue disayat pake katananya leader Red Rose. Gila, leadernya cakep banget tapi sayang, sifatnya kek iblis" ucap Adit


"Gue akuin, dua geng itu emang hebat. Mereka bahkan berhasil masukin mata-mata kesini tanpa kita ketahui." timpal Toni.


"Kalian juga ****' sih, masak ada pengkhianat bisa nggak tau" hardik Riko.


"Eh lo sendiri juga nggak tau kalo ada penghianat, pake acara nyalah²in kita lagi" tukas Adit tak terima.


"Udahlah, jadi intinya kita sama² ****'" ucap Toni. Sedangkan Riko dan Adit hanya mendengus malas.


"Btemw Lena sama Rossa mana?" tanya Riko saat menyadari tidak ada Lena dan Rossa dari tadi.


"Mereka udah kabur lewat pintu belakang" jawab Adit.


"Enak banget dia main pergi² aja. Padahal gue kek gini juga gara² bantuin dia. Tau gitu gue nggak bantuin dia waktu itu" Ucap Riko sambil mengepalkan tangannya.


"Lah elo ngapain dulu bantuin dia segala. Gue dulu kan udah ngingetin ke lo buat nggak usah bantuin Lena karna lawan dia bukan geng biasa. Lo yang ngeyel gak mau dengerin gue. Sekarang liat kan hasilnya, geng kita ancur. Bahkan kita kehilangan banyak anggota. Terus mana si Lena, dia peduli aja enggak" marah Adit. Riko hanya diam. Dia membenarkan ucapan Adit, memang disini dialah yang bodoh. Terlalu terpedaya dengan yg namanya cinta. Padahal yang ia terima hanyalah cinta palsu.


******


Markas Red Rose


"Wuihhh cakep bener ya markasnya Red Rose. Jadi betah deh gue disini" cerocos Zyan saat geng Dark Dragon bertamu ke markas Red Rose.


"Haha..bisa aja sih lo. Markas DD juga bagus kali" sahut Kenzi sambil terkekeh.


"Tapi tetep aja fasilitasnya lebih lengkap markas RR" ucap Zyan.


"Kalo anak Dark Dragon mau nain kesini boleh kok. Tiap hari juga boleh, kita bisa saling membantu dan berbagi satu sama lain. Lagian, kalian geng yang baik. Jadi gak masalahkan kalo geng kita berteman. Ya gak guys?" ucap Kenzi.


"Yoii" All anggota RR.


"Wihh serius kita boleh tiap hari kesini?" tanya Zidan. Kenzi mengangguk.


"Yeayy" sorak seluruh anggota Dark Dragon kegirangan. Tiba² Hanzo datang sambil membawa 1 box besar minuman soda. Semua anggota RR dan DD mengambil minuman lalu berbincang satu sama lain.


"Han, gimana perusahaan gue?" tanya Kenzi saat Hanzo duduk di sebelahnya. tepatnya ia berada diantara Hanzo dan Reyhan.


"Proses pembangunannya udah selesai. Dan sesuai permintaan lo, gue udah rekrut karyawan yang merupakan mantan² karyawan jenius dari beberapa perusahaan terkenal yang udah coleps. Jadi kemampuan mereka nggak usah diragukan. Kalo lo mau, kapanpun lo bisa liat hasilnya" jelss Hanzo. Kenzi tersenyum puas, dia memang tak salah pilih orang.


"Thank you so much Hanzo. Lo udah mau repot repot bantuin gue" ucap Kenzi sambil tersenyum girang.


"Apapun buat adek gue" sahut Hanzo sambil tersenyum. Dulu sebenarnya Hanzo pernah menaruh rasa pada Kenzi. Tapi seiring berjalannya waktu, ia sadar bahwa Kenzi hanya menganggapnya sebagai sahabat. Mulai saat itu, ia bertekad mengubah rasa sayangnya menjadi rasa sayang seorang kakak kpd adiknya. Dan itu berlanjut hingga sekarang, Hanzo selalu membantu dan melindungi Kenzi. ia sudah seperti tameng untuk Kenzi saat dia dalam kesulitan.


"Lo kayaknya deket banget sama dia" ucap Reyhan tiba².


"Emang kenapa, lo cemburu?" goda Kenzi sambil menaik turunkan alisnya.


"Nggak tuh, siapa juga yang cemburu. GR banget lo" kilah Reyhan menutupi rasa gugupnya.


"Bu ket, pak ket, kalo Pacaran jangan disini dong. Nggak kasian sama kita² yang jomblo" sorak salah satu anggota RR.


"Iri bilang karyawan" seru Kenzi dan Reyhan bersamaan. Mereka lalu tertawa dan ber-tos Ria.


"Dasar ketua nyebelin" tukas Snggota RR yang diketahui bernama Reno.


"Lo tadi bilang apa?!" tanya Kenzi dengan suara meninggi. Sebenarnya ia hanya berakting untuk menakut-nakuti anggotanya.


"eng..enggak Lady. Lady itu baik kok hehe" sahut Reno dengan cengir watadosnya.


"Lo ngomong gitu sekali lagi, jangan harap besok lidah lo masih utuh" seru Kenzi. Reno menelan salivanya susah payah.


"Nasib punya ketua biadap" jerit Reno dalam hati.


"Guys gue cabut duluan ya. Udah jam 2 pagi. Nyokap gue bisa murka kalo tau gue pulang jam segini" pamit Kenzi.


"Ternyata Lady kita anak mommy guys" ledek Hanzo sambil tertawa. Sedangkan yang lain hanya menahan tawanya karena Kenzi memelototi mereka sehingga mereka tidak berani tertawa.


"Hanzo, lo mau pita suara lo raib sekarang juga?" ucap Kenzi dengan suara rendah nan lembut. Tapi bagi Hanzo, itu bagaikan bisikan malaikat maut yang siap mencabut nyawanya. Hanzo menelan ludahnya susah payah.


"Hehe..gu..gue cuma bercanda Ken. Baperan amat sih lo" ucap Hanzo dengan suara gemetar.


"Udah ah, gue mau balik dulu" ucap Kenzi sambil berjalan kearah pintu keluar. Saat dia akan membuka pintu, tangannya ditahan oleh Reyhan hingga dia berbalik.


"Gue anter ya" ucap Reyhan.


"Yaudah ayo" jawab Kenzi.


"Guys, duluan ya" seru Reyhan pada anggota RR dan DD yg ada disana.


"Yoii boss" jawab mereka.


"Thanks ya udah nganterin" ucap Kenzi saat sudah berada di depan pintu mansion.


"Apa sih yang nggak buat lo" ucap Reyhan sambil tersenyum manis memamerkan lesung pipinya.


"Jangan senyum kayak gitu, bisa diabetes akut gue sekarang" sahut Kenzi sambil terkekeh.


"Bisa aja lo" ucap Reyhan.


"Yaudah gue pulang ya, udah malem" tambahnya.


"Ini udah pagi Rey" jawab Kenzi sambil mendengus malas.


"Baru juga jam 02.30, gue balik ya" pamit Reyhan. Kenzi mengangguk. Reyhan melajukan mobilnya keluar dari halaman mansion mewah itu.


Setelah kepergian Reyhan, Kenzi masuk ke dalam mansion sambil mengendap-endap agar orang rumah tidak bangun. Bisa meledak telingannya jika orang tuanya tau dia baru pulang. Apalagi mommy-nya yang memiliki suara merdu alias merusak dunia.


"Baru pulang lo" suara bariton seseorang menghentikan langkah kaki Kenzi yang sudah berada di ujung tangga. Kenzi menoleh dan terlihat kakak tercintanya sedang bersantai du sofa.


"Eh bang devan, kok belom tidur bang?" tanya Kenzi tak lupa dengan cengir watadosnya.


"Abis lembur ngerjain skripsi, lo sendiri dari mana jam segini baru pulang?" ucap Devano dengan tatapan mengintimidasi.


"Tadi gue nungguin kucing lahiran bang" jawab Kenzi asal.


"Cesar apa normal?" tanya Devano yang ketularan kebegoan sang adik.


"Cesar bang. Anaknya kembar tau. Tapi aneh deh bang anaknya" jawab Kenzi dengan wajah polos sepolos pantat babii.


"Anehnya?" tanya Devano.


"Masak muka anaknya mirip anjing, jangan² tuh kucing selingkuh dari lakinya." jawab Kenzi.


"Wah ternyata gue baru nyadar sesuatu" ucap Devano.


"Nyadar apaan?" tanya Kenzi.


"Nyadar kalo gue punya adek somplak kek lo" seru Devano sambil tertawa.


"Kampret lo" umpat Kenzi sambil memonyongkan bibirnya.


"Bang..jangan aduin ke mommy ya kalo gue pulang jam segini. Ya ya ya please..." mohon Kenzi sambil memperlihatkan puppy eyes andalannya.


"Dapet apa gue kalo gue bantuin lo" ucap Devano dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Apapun yg lo mau" jawab Kenzi.


"Hallah bullshit lo. Yang dulu aja belom lo tepatin" tukas Devano.


"Lo nggak ngingetin gue. Ya gue lupa lah" balas Kenzi.


"Gue ada satu permintaan buat lo" ucap Devano sambil tersenyum penuh arti.


"Apaan?"


"Lo harus mau jadi pacar pura² gue pas gue ke reuni SMA minggu depan, gimana?" ucap Devano.


"What?!, kok itu sih bang" pekik Kenzi.


"Kan waktu itu lo nggak jadi bantuin gue waktu mantan gue ultah. Jadi ini gantinya" jawab Devano sambil tersenyum miring.


"Kalo lo nggak mau sih gapapa, toh mommy tiap hari di rumah" tambah Devano.


"Ck, iya iya gue mau. Tapi jangan ngomong ke mommy. Awas kalo lo aduin." ucap Kenzi.


"Iya, iya bawel lo. udah sana tidur. Lo nggak sekolah" seru Devano.


"Sekolah lah, emangnya elo tukang bolos..wlee" ejek Kenzi lalu berlari ke kamarnya sebelum sang kakak murka.


"Dasar adek durjana, untung gue sayang" gumam Devano. ia lalu kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Kenzia Nastasya Aleskey



Reyhan Saputra Alexander



**Tandai typo....jangan lupa like, coment and vote ya guys. Maaf baru up, lagi banyak tugas 😂. Mampir juga ke "Doctor is my wife"


Happy Reading 😘**