Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Teman Lama



°Cemburu dan cinta adalah dua hal yang tak akan bisa dipisahkan. Aku mencintaimu, aku juga membenci setiap orang yang berada di dekatmu selain aku°


~Reyhan Saputra Alexander


"Ehh gue denger-denger nanti ada murid baru lho!. Pindahan dari SMA Garuda" ucap Andien pada teman-temannya.


"Tau darimana lho?" tanya Tasya


"Dari grub gossip sekolah. Kan gue ikutan hehee" jawab Andien sambil menyengir.


"Lo mah emang hoby ngegossip!" cibir Renata.


"Biarin!!. Yang penting gue dapet info terupdate dari sekolah" jawab Andien acuh. Sedangkan Kenzi hanya diam menyimak percakapan mereka tanpa berniat untuk ikut menimpali. Dan Sella, gadis itu diam sambil duduk di belakang Kenzi. Setelah kejadian waktu itu membuatnya enggan untuk bergabung dengan Kenzi dkk.


(Anggep ae suara bel 😂)


Semua siswa yang masih berada di luar kelas langsung berbondong-bondong masuk setelah mendengar bel telah berdering. Reyhan memasuki kelas bersama teman-temannya. Sebelum duduk, ia melihat kearah Kenzi yang juga sedang menatapnya. Mereka saling melempar senyum dan tatapan penuh cinta satu sama lain. Sederhana memang, namun hal itu dapat menjadi mood booster tersendiri bagi Reyhan dan Kenzi.


Selang beberapa menit, Bu Rika datang bersama seorang siswa laki-laki dibelakangnya. Sontak seluruh siswa langsung duduk tenang di tempat masing-masing.


"Selamat Siang Anak-anak!" sapa Bu Rika saat dirinya dan pemuda itu sudah berdiri di depan semua siswa.


"Pagi Bu.." all


"Hari ini kita kedatangan teman baru. Dia pindahan dari SMA Garuda. Nak, perkenalkan diri kamu!" ucap Bu Rika.


"Hay semua. Kenalin nama gue Leon Nugraha. Kalian bisa panggil gue Leon, gue harap kita bisa berteman dengan baik" ucap Leon sambil tersenyum tipis. Namun hal itu sudah membuat para siswi kecuali Kenzi dkk memekik kegirangan. Pasalnya, Leon memiliki wajah yang manis seperti gula aren yang diambil langsung dari sumbernya.


"Baik Leon. Selanat bergabung di kelas ini. Saya harap kamu bisa berbaur dengan mereka dan tidak ikut nyeleneh seperti Reyhan and the geng" ucap Bu Rika yang berujung cibiran untuk Reyhan dkk.


"Loh bu, kok saya dibawa-bawa sih!" cebik Reyhan tak terima karena merasa image-nya anjlok di depan murid baru.


"Memang kamu sama temen kamu itu nyeleneh sendiri kok!. Disuruh ke kanan malah ke kiri, giliran di suruh ke kiri malah ke kanan. Sama aja kayak Kenzi sama temen-temennya. Somplak semua!!" sahut Bu Rika.


"Ya ampun gusti. Burik!! saya dari tadi diem aja loh bu. Kok masih aja kenak semprot sih. Saya punya dosa apa sih sama burik?. Kok burik kayak dendam banget sama saya" timpal Kenzi


"Kamu tadi panggil saya apa?!" desis Bu Rika dengan tatapan menghunus kearah Kenzi.


"Burik" jawab Kenzi dengan santainya.


"Berani sekali kamu panggil saya seperti itu!" tukas Bu Rika.


"Lah, apanya yang salah sih bu?. Kan nama Ibu Bu Rika, jadi biar singkat jelas dan padat saya panggil ibu Burik. Salahnya dimana coba?" ucap Kenzi dengan wajah tengilnya.


"Arghh terserah kamu lah, pusing saya ngomong sama kamu ken!" ucap Bu Rika frustasi.


"Leon, kamu pilih tempat duduk dimana pun kamu mau asalkan kosong. Saya tinggal dulu, lama-lama disini bisa buat darah saya naik" ucap Bu Rika kemudian pergi meninggalkan kelas.


Leon mengedikkan bahunya acuh. Ia berjalan kearah meja Kenzi dan Renata. Hal itu membuat semua orang bingung.


"Hay Ken!" sapa Leon sambil tersenyum manis kearah Kenzi. Kenzi mengangkat sebelah alisnya bingung.


"Lo kenal?" tanya Renata pada Kenzi.


"Nggak tuh" jawab Kenzi seraya menoleh kearah Renata.


"Lo lupa sama gue?" tanya Leon


"Siapa sih?. Gak usah sok kenal deh!" desis Kenzi dengan galaknya.


"Ini gue Leon, masak lo lupa" ucap Leon seolah dirinya memang mengenal Kenzi.


"Astaga Ken, ini gue Leon Nugraha. Anaknya pak Aji Nugraha. Lo beneran nggak inget sama gue?" ucap Leon sambil menunjuk dirinya sendiri. Kenzi langsung membulatkan matanya setelah mendengar ucapan Leon.


"Ya ampun, Lele?. Kok lo jadi ganteng gini sih?. Dulu aja waktu SD lo gendut banget kek gentong!" pekik Kenzi kegirangan seraya memutar mutar tubuh Leon.


"Semua kan butuh proses bro. Gue punya inisiatif buay ngecilin badan juga karena elo yang selalu ngeledekin gue. Sumpah gue nggak nyangka bakal ketemu lo lagi disini" ucap Leon senang.


"Gue juga. Gue kira lo udah lupa sama gue, eh ternyata enggak. Akhh gue kangen sama lo" ucap Kenzi. ia lalu memeluk Leon yang tentunya langsung dibalas oleh pemuda itu dengan senang hati. Semua penghuni kelas sangat terkejut melihat interaksi dua makhluk itu. Terutama Reyhan. Pemuda itu mengepalkan tangannya kuat-kuat saat melihat gadisnys berpelukan dengan orang lain.


"Wah, cari mati tuh orang Rey!" ucap Reza seakan mengompori Reyhan dengan ucapannya.


"Lo tuh begoo banget sih!. Udah tau si Reyhan lagi hareudang malah dikomporin. Kalo meledak kan kita yang repot!" semprot Ariel sambil menggeplak kepala belakang Reza.


"Gausah pake geplak-geplak segala kali mbing!. Lo pikir kepala gue gendang hah?!" desis Reza sambil mengelus kepalanya yang terasa panas.


*********


Kantin sangat ramai saat istirahat. Seperti biasa, delapan remaja itu duduk di kursi yang selalu menjadi tempat favorit mereka. Tapi bedanya, ada tambahan Leon disini sehingga mereka menjadi bersembilan. Kalau Sella, gadis itu sudah di blacklist dari daftar anggota sahabat Kenzi dan Reyhan. Kenzi duduk diantara Reyhan dan Leon. Sedari tadi, gadis itu selalu berbicara dengan teman lamanya hingga membuat Reyhan benar-benar kesal.


"Jadi kalian itu dulu temenan?" tanya Vicky


"Iya. Dulu waktu SD gue sama lele itu temenan. Deket malah. Tapi waktu lulusan, dia pindah keluar kota dan kita nggak pernah komunikasi lagi. Dan yang perlu kalian tau ya....Leon dulu tuh nggak seganteng ini. Dia dulu tuh gendut banget sumpah. Gendutnya tuh udah ngalah-ngalahin jin tomang" ucap Kenzi sambil tertawa.


"Dih, gantengan juga gue" cebik Reyhan dalam hati.


"Dan gara-gara lo sering ngeledekin gue, gue jadi rajin diet sama olahraga sampek badan gue jadi segini" timpal Leon.


"Gue nggak nyangka kalo omongan gue dulu lo masukin ke hati. Kan gue dulu cums bercanda" ucap Kenzi sambil terkekeh.


Brakk


Reyhan tiba-tiba berdiri sambil menggebrak meja hingga membuat semua orang terkejut.


"Sayang, kamu ngagetin tau nggak!" cebik Kenzi kesal. Reyhan tak menjawab. ia hanya menatap Kenzi sebentar lalu menatap Leon yang juga menatapnya. ia segera pergi dari kantin tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Loh kok pergi sih?" heran Kenzi.


"Hayo loh, si Reyhan ngamuk. Rasain tuh!" ucap Reza pada Kenzi.


"Lo sih Ken. Ada temen lama, pacar dikacangin. Ngambek kan tuh anak orang" timpal Tasya. Kenzu langsung berdiri dan segera berlari meninggalkan kantin untuk menyusul Reyhan.


Kenzi segera menuju ke satu tempat. ia hafal betul kemana tempat yang dituju Reyhan dalam keadaan seperti ini. Dan benar saja, Kenzi melihat Reyhan sedang berdiri di ujung Rooftop sambil memejamkan matanya. Kenzi berjalan mendekati Reyhan kemudian langsung memeluk pemuda itu dari belakang.


"Kamu marah?" ucap Kenzi lembut tanpa melepas pelukannya.


"Menurut kamu?" ucap Reyhan dingin tanpa memberi respon apapun terhadap gerakan kekasihnya. Kenzi menghela nafas panjang. ia melepas pelukannya lalu membalik paksa tubuh Reyhan.


"Rey, aku sama dia itu cuma temen loh. Nggak lebih. Aku cuma seneng aja bisa ketemu lagi sama temen lamaku. Apa itu salah?!" ucap Kenzi.


"Itu nggak salah. Tapi cara kamu bersikap sama dia itu yang salah. Kamu sadar nggak kalo kamu itu berlebihan. Pelukan di depan aku, apa itu pantes?. Aku sadar kalo hubungan kita itu cuma pacaran. Tapi secara nggak langsung kita itu ada hubungan Ken. Dan jangan pernah kamu bawa-bawa alesan 'cuma temen' dalam hal ini. Kamu jangan lupa kalo kita dulu juga berawal dari hanya sekedar 'temen'. " ucap Reyhan sambil menatap tajam kearah Kenzi. Kenzi terdiam. Sekarang ia tau dimana kesalahannya.


"Maaf" cicit Kenzi sambil menunduk. Reyhan menghela nafas panjang. Entah mengapa ia tak bisa marah lama-lama dengan gadis ini. ia mendekat ke Kenzi lalu memeluk gadis itu dengan erat.


"Aku nggak suka kamu terlalu dekat sama cowok lain. Aku harap kamu ngerti akan hal itu" ucap Reyhan lembut seraya mengelus kepala Kenzi dengan sayang.


"Ya. Maaf. Maaf karena aku tadi udah nyuekin kamu" sahut Kenzi.


"Jangan diulangi, oke?!" tanya Reyhan yang dibalas anggukan oleh Kenzi. Reyhan tersenyum senang. Ia sangat tak suka melihat Kenzi dekat dengan pemuda lain. Kenzi miliknya. Hanya miliknya. Dan tak ada seorang pun yang boleh menyentuh milik Reyhan Alexander.