
"Haii.. guys." sapa Loudy dan Tita.
"Waaa... kirain gak jadi datang."
"Jadi dong. Wah ... ganteng banget vokalisnya." Mata Loudy memang peka dengan lawan jenis yang tampan.
"Dih ... mentang-mentang jomblo, udah mau sweeping aja, ha ha ha."
"Hah, kamu putus??" Tita yang ketinggalan informasi.
"Biasa aja, Ta."
"Kok bisa?"
"Ya, bisa aja. Udah ah, jangan bahas itu dulu bisa gak?"
"Sorry..." Tita mengatakan nya dengan tulus.
"Tapi nanti kamu nyanyi ya..."
"Iya, Ya, udah lama gak denger suara kamu ..."
"Iya, iya. Eh, pesen makan dong, laper nih."
Berbeda dengan kericuhan di bawah. Ruang VVIP yang berada di lantai atas tampak sunyi. Mereka hanya asik mengobrol santai sambil menyantap makan malam.
"Mengapa Axel belum sampai?"
"Macet, katanya."
Tidak lama terbuka lah pintu ruangan itu, dan orang yang ditunggu-tunggu pun menunjukkan dirinya. "Wah, sorry ya ... macet banget tadi." dia langsung menempati kursi kosong di sebelah Brian. "Oh ya, Than. Aku lihat adikmu di bawah, sepertinya dia hangout bersama teman-temannya."
Tentu Nathan terkejut, Loudy kan tadi pergi bersama Tita. Dan tidak ada omongan dia akan pergi ke tempat seperti ini. "Apa kamu juga lihat Tita?"
"Hah. Aku gak merhatiin."
Nathan langsung berdiri, auranya lain. Dan Brian langsung waspada. Dia keluar, langkahnya pasti menuju lantai bawah tempat adiknya berkumpul. Namun samar terdengar suara indah seperti kala itu, tapi dia tidak peduli. Dia harus menemui adik dan calon istrinya. Sang tuan muda mengedarkan pandangannya, dan gotcha! "Loudy!"
"Ka... kakak." Sang adik tak menyangka akan bertemu kakaknya di tempat seperti ini, gawat! "Kakak lagi apa di ... sini?"
"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu ..." omongan sang tuan muda terhenti tatkala ada cengkraman di bahunya. Axel memberikan kode agar dia melihat ke atas stage.
Ya ... gadisnya, Tita nya, berdiri disana seperti bintang, memanjakan telinga para tamu dengan lagu yang dinyanyikan oleh nya.
Stuck With U - Ariana Grande dan Justin Bieber
(What?)
(I'm stuck with you)
I'm not one to stick around
One strike and you're out, baby
Don't care if i sound crazy
But you never let me down, no, no
That's why when the sun's up i'm stayin'
Still layin' in your bed singin'
Ooh, ooh, ooh, ooh
Got all this time on my hands
Might as well cancel our plans, yeah
I could stay here for a lifetime
So lock the door
And throw out the key
Can't fight this no more
It's just you and me
And there's nothing i, nothing i, i can do
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
So go ahead
And drive me insane
Baby, run your mouth
I still wouldn't change
Being stuck with you, stuck with you, stuck with you
There's nowhere we need to be, no, no, no
I'ma get to know you better
Kinda hope we're here forever
There's nobody on these streets
If you told me that the world's ending
Ain't no other way that i could spend it
Oh, oh, oh, oh
Got all this time in my hands
Might as well cancel our plans
I could stay here forever
So lock the door
And throw out the key
Can't fight this no more
It's just you and me
And there's nothing i, nothing i, i can do
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
....
So go ahead
And drive me insane
Baby, run your mouth
I still wouldn't changeBeing stuck with you, stuck with you, stuck with you
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
Woah, oh, oh
Baby, come take all my time
Go on, make me lose my mind
We got all that we need here tonight
I lock the door (lock the door)
And throw out the key
Can't fight this no more (can't fight this no more)
It's just you and me
And there's nothing i'd, nothing i'd rather do
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
....
Tita selalu menghayati setiap lagu yang dia bawakan, dia memang bukan penyanyi tapi dia suka sekali bernyanyi. Teman-temannya selalu meminta dirinya untuk menyanyikan 1-2 lagu. Dan ketika sampai pada bait terakhir, pandangannya terpaku pada sosok laki-laki tinggi dan tegap, beralis tebal, bulu mata lentik dan bibir yang menggoda, di dukung paras yang memang selalu tampan di segala situasi.
Loudy memejamkan matanya karena khawatir, dia sengaja tidak bilang sang kakak tadi karena dia tahu pasti sang kakak tidak akan suka. Tapi malah mereka bertemu ... mungkin lebih tepatnya tertangkap basah, disini.
"Suara yang bagus ..." tegur sang tuan di saat Tita sudah berdiri di depannya. "Kalian ikut aku." Loudy tidak lagi berani membantah sang kakak, maka dia menarik tangan Tita untuk ikut. Tita tidak kalah bingung seperti teman-teman mereka yang duduk di meja itu. Kenapa auranya seperti ini? aku seperti masuk ke wahana hantu ... Tita membatin.
"Tita, kakak ku sedang malam mode marah ..." Loudy yang merasa bersalah menginfokan situasi terkini kepada sahabatnya. "Jangan buat kakak ku makin marah, ya?"
Tita makin tidak mengerti dengan informasi yang di berikan adik dari pria di depan mereka. Kok, sepertinya jadi dia yang salah? Hah ... beginilah jika kita memilih menikah dengan orang yang belum pernah kita kenal. Tidak tahu sifat dan kepribadian sang lelaki, apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka. Apa yang membuat dia marah dan apa yang membuat dia senang. Bahkan, aku belum punya pengalaman sebelumnya. Kenapa tidak seindah novel-novel yang pernah aku baca, ya??
Loudy dan Tita duduk di sofa yang hanya cukup untuk mereka berdua, di saksikan teman-teman sang tuan muda yang merasa kasihan terhadap gadis-gadis manis itu. Dan seperti orang-orang yang sedang menunggu putusan hukuman, tidak ada yang berani untuk memulai berbicara.
"Kalian, sudah sering kesini?" sang tuan muda memecah keheningan. Kedua gadis itu kompak menggeleng. "Tapi sepertinya calon istri dan adik iparnya sudah sangat terbiasa disini, ya?"
"Tidak seperti itu, kak. Kami di ajak teman kesini, dan Tita diminta bernyanyi tadi, karena suara Tita memang enak di dengar, kakak juga mendengarnya kan tadi? Bagus kan, kak?" Tapi sang tuan hanya menatap calon istrinya yang tidak mengeluarkan suara sepatah kata pun. Tapi tidak ada rasa bersalah sama sekali tampak di wajahnya.
"Tita, ada yang mau kamu sampaikan?"
Tita mendongakkan kepalanya, "Maaf, tapi sampai detik ini saya tidak tahu dimana kesalahan saya."
Ha ha ha ... para laki-laki yang sedang asyik menonton tak mampu menahan tawanya. Seorang gadis kemarin sore, bisa dengan begitu santai menanggapi seorang Nathan. Seisi ruangan itu pun tahu sang tuan muda dalam mode marah dan kesal. Dan sesungguhnya mereka menanti apa yang akan Nathan lakukan, karena hanya mereka yang tahu se-bucin apa laki-laki itu, seperti apa pusingnya dia memikirkan bagaimana caranya agar sang gadis jatuh cinta padanya.
"Ehm ... Aku akan berangkat besok pagi, dan kita tidak akan bertemu sampai hari pernikahan. Gunakan waktumu dengan baik, silahkan kalau kamu mau bersenang-senang. Aku hanya tidak ingin kehadiranku malah membuatmu tidak nyaman karena aku sangat tahu aku bukan siapa-siapa bagimu, ya kan, Tita." Sang tuan muda mengakhiri kalimatnya dengan raut wajah yang sedih, seperti terluka tapi tak berdarah.