Soulmate (Nathan Tita)

Soulmate (Nathan Tita)
Bab 108



"Nathan ... darimana saja kau? Apakah semua baik-baik saja?" Rega tampak khawatir, terlebih ketika dia melihat Nathan kembali bersama dengan Tita yang memasang wajah kesal.


"Baik, aku baik-baik saja. Tita tadi menyusulku."


"Kalau aku tidak menemukanmu tadi, kamu pasti sudah pergi berduaan dengan wanita itu?!" huft keluar juga emosinya, enak juga bisa mengungkapkan apa yang membuatnya kesal.


Mendengar apa yang di katakan Tita, Thomas dan Rega mematung. Mereka bisa juga kecolongan, duh ... bisa selesai hidup mereka jika Brian mengetahui hal ini, karena tugas ini sudah di percayakan kepada mereka sementara Brian sedang mengurus permintaan Nathan yang teramat penting.


"Maaf kan kita ya, Than. Tita, maaf ... seharusnya kami tidak membiarkan Nathan sendirian." Rega meminta maaf dengan tulus.


Masalahnya, Tita tidak mengerti kenapa mereka harus meminta maaf pada nya? Tita melihat ke arah Nathan dengan tidak kalah bingung. Apa mereka bisa merasakan ke cemburuan ku? "TIdak perlu merasa tidak enak seperti itu, kak. Aku tidak apa-apa, kok." Thomas menyikut perut Rega yang berbicara dengan asal. Dasar Rega, Tita kan tidak tau rencana yang kita jalankan. Wajarlah dia bngung dengan penjelasan yang seperti itu.


"Ah sudahlah, aku akan kembali ke teman-temanku." ketika Tita ingin berbalik, Nathan menarik tangan Tita. "Kenapa?"


"Jangan jauh-jauh dari sini. Dan jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain."


"Iya, aku hanya akan duduk di sana." jawab Tita sambil menunjuk tempatnya duduk. "Dan tidak perlu mengingatkan ku untuk tidak dekat dengan laki-laki lain sementara kamu sendiri tidak bisa menjauh dari wanita lain!" ha ha ha ... for the first time ... Tita komplain terhadap sang tuan suami dan di depan wajahnya langsung. Kontan saja reaksi dan kata-kata Tita mengundang gelak tawa Thomas dan Rega, sementara Nathan yang terkejut dengan sikap tidak biasa Tita hanya bisa diam, tapi tidak dapat di bohongi bahwa ada rasa hangat yang menjalar di relung hantinya.


"Ha ha ha, seharusnya aku merekam kejadian tadi ... TIta sungguh gadis yang menarik dan tidak terduga bukan?" puji Rega.


"Hei ... yang kamu bilang gadis itu adalah istriku." sang tuan suami rupanya tidak terima, hahaha.


"Oh ya," senyum mengembang langsung tercipta dari wajah Nathan. "Ayo kalau begitu."


"Nathan, kamu yakin akan melakukan hal ini?' Nathan hanya tersenyum dan berjalan mengikuti Brian.


Kini tibalah pada acara penyerahan galeri seni kepada wali kota B, master ceremony mempersilahkan Nathan sebagai pemilik Petra Coorporate untuk menaiki panggung, begitu juga dengan wali kota, Pak Putra sebagai pemilik Mirae Constraction dan beberapa jajaran pejabat lain. Pada saat akan memenuhi panggilan untuk naik ke atas panggung, Pak Putra mengajak Tita untuk maju bersamanya. "Zahra, temani saya."


Tentunya permintaan sang bos membuat dia dan rekannya saling berpandangan, "Saya pak?" meyakinkan lagi pendengarannya.


"Iya, ayolah cepat." Maka Tita mempercepat langkahnya agar sejajar dengan sang bos tanpa sempat berfikir mengapa dia harus ikut naik?? Dan di panggung, Tita berdiri merapat dengan sang bos, karena dia tidak tau fungsinya berada di atas panggung ini. Nathan sekali meliriknya, oh ... rupanya Tita berdiri sangat dekat dengan sang bos. Nathan tidak mengatakan apapun, dan hanya memasang muka datar seperti biasa.


Sang master ceromonial memandu acara penyerahan itu, Nathan, selau pemilik Petra Coorporate di berikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa patah kata sebelum penyerahan itu di laksanakan. Dengan sangat percaya diri Nathan melaksanakan tugasnya, mengucapkan rasa terima kasih kepada semua yang terlibat dalam proses pembangunan galeri seni ini, yang juga merupakan sebagian dari mimpinya. Dia juga berharap masyarakat Kota B dapat memanfaatkan kehadiran galeri seni ini, untuk kepantingan penelitian dan menambah wawasan para pelajar, memperkaya pengetahuan mereka. Tidak ada satupun kata-kata yang menyombongkan dirinya sebagai pengusaha muda yang sukses, atau pun rasa bangga karena berhasil memimpin perusahaan berkelas dunia. Semua orang yang hadir disana terlihat kagum dengan Tuan Petra, tidak hanya kagum atas kecerdasan dan tangan dinginnya dalam mengelola perusahaan ataupun proyek-proyek besar, namun juga mereka kagum akan pribadi sang Tuan Muda yang ternyata sangat low profile. Dan satu hal yang mengejutkan semua yang hadir disana adalah, kata-kata manis selanjutnya yang di sampaikan sang tuan Petra,


"Selain itu, di kesempatan yang baik ini saya juga akan menyampaikan rasa terima kasih saya kepada Zahra Ratifa," Nathan melihat kebelakang dan mengulurkan tangannya. Para pencari berita langsung menghujaninya dengan lampu flash. TIta yang terkejut karena namanya di sebut pun maju ke depan tanpa menanggapi uluran tangan sang tuan suami. Nathan, masih dengan wajah datarnya kembali menghadap ke depan, "Nona Zahra Raifa ini adalah salah satu karyawan di Mirae Construction, dia yang merancang design bangunan galeri seni ini." dan sambil tersenyum Nathan meneruskan, "Karena proyek galeri seni ini pula saya menemukan belahan jiwa saya, saya merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama," seluruh undangan yang hadir disana terkesima dengan apa yang sedang di tuturkan oleh Nathan, kebanyakan dari mereka seperti sedang menyaksikan siaran langsung pengakuan cinta seperti yang sering disiarkan di televisi nasional, namun mereka tidak menyangka bahwa saat ini si pemeran adalah seorang Nathan, pemilik Petra Coorporate, yang bahkan terkenal dengan ke-acuhannya apalagi dengan makhluk bernama wanita, dan bisa-bisanya mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama??


"Banyak kejadian yang tidak di sengaja, dan membuat saya makin yakin bahwa dia adalah jodoh saya. Sampai dengan momen dimana dia mau menerima pinangan saya, dan kemudian kita menikah, dan hingga hari ini, saya selalu bersyukur bahwa pendamping hidup saya adalah dia. Zahra Ratifa, terima kasih sudah mau menerima saya menjadi bagian hidupmu, dan aku akan selalu mencintaimu dengan sepenuh hatiku hingga akhir hidupku."


Waaa ... keriuhan langsung terjadi dalam ruangan itu, semua terbawa perasaan, tidak ada yang menyangka bahwa seorang tuan Petra bisa mengungapkan perasaan cintanya terhadap sang istri di depan khalayak seperti ini. Dan bahkan sebagian besar dari para undangan tidak ada yang menyangka bahwa sang tuan muda sudah menikah. Siapa tadi wanitanya? Zahra Ratifa?? Bukankah itu gadis yang mendesign galeri seni ini? pegawai Mirae? Ya ampuuuun ... so sweet banget kisah cintanya. Itulah, sebagian komentar yang terdengar dari para undangan yang hadir disana. Semua ikut berbahagia, ikut merasakan desiran hangat dan rasa berdebar di dadanya.


Sedangkan Tita, dia berdiri mematung .. wajahnya memerah karena malu dan bahagia, tentu saja .. walaupun malu setengah mati tapi Tita bahagia, dia senang diakui sebagai istri Nathan di hadapan semua orang.