My Big Boss

My Big Boss
Bersiap pulang



Di tempat lain,Mama Nita, Tuan Williams dan bu Dewi sedang menunggu Regan dan Bintang di salah satu meja restoran yang ada di hotel mewah itu,setelah beberapa menit yang di tunggu-tunggu itupun datang juga.


" Akhirnya pengantin baru datang juga, " celetuk tuan Williams sambil mengelus perutnya yang sudah lapar dari tadi.


" Ma'af,sudah membuatmu menunggu Tuan, " ucap Bintang yang merasa tak enak hati.


" Loh! kok masih Tuan manggilnya?sekarang kau kan sudah resmi jadi Nona Regan,jadi panggil saya Papa seperti Regan memanggil saya, "


" Iya Tuan,emmm, maksud saya iya Pa, " jawabannya kikuk karena selama ini terbiasa memanggil Tuan Williams dengan sebutan Tuan.


" Jangan panggil saya tante lagi lo, " sahut mama Nita.


" Iya ma, " jawabnya tersenyum malu mendengar ucapan ibu bos yang sekarang menjadi ibu mertuanya itu.


" Ya sudah, cepatlah duduk, mama sudah lapar sekali, " ucap mama Nita lagi seraya menarikan kursi untuk menantu kesayangannya itu.


" Makasih ma, " ucap Bintang yang kini duduk di sebelah mama Nita dan di ikuti Regan yang kini duduk di sebelahnya.


Di atas meja sudah tersaji nasi dengan berbagai macam lauk,Mama Nita sengaja meminta pelayan untuk menyiapkan itu semua agar mereka bisa memilih lauk yang mereka inginkan.


" Biar Bintang bantu ambilkan nasinya, " ucap Bintang yang berniat mengambilkan nasi untuk semua yang da di meja itu.


" Tidak perlu sayang,ini biar mama saja, kau layani saja suamimu, " ucap Mama Nita.


" Emmm, ya baiklah ma, " ucapnya yang kini mulai mengambilkan nasi untuk Regan, " sayang, kau mau makan sama apa? " ucapnya yang kini bertanya pada suaminya yang dari tadi terus menatapnya penuh arti itu.


" Sama, ini, ini, ini, ini, ini, dan itu! " jawab Regan yang menunjuk semua menu yang ada diatas meja, membuat Bintang dan yang lain kini melotot kearahnya.


" Sayang,kau yakin akan makan semua itu? " tanya Bintang tak percaya.


" Iya, " jawab Regan santai.


" Kau rakus juga ternyata, " bisik Bintang menahan tawanya karena puas nyinyirin suaminya itu.


" Nona Regan memang minta di hukum, " ucapnya tak suka karena Bintang mengatainya.


" Enggak takut, " jawab Bintang sambil menjulurkan lidahnya.Tampak Bintang yang kini begitu semangat menyiapkan semua makanan yang di inginkan suaminya itu.


Sementara Regan menggelengkan kepala melihat istrinya yang begitu bahagia hanya karena berhasil mengatainya itu.Kini ia pun mulai mendekatkan wajahnya ke telinga Bintang.


" Ingatlah sayang,Jeck masih menginginkanmu,dia yang akan menghukummu nanti, " bisiknya yang membuat Bintang diam mematung,kini giliran Regan lah yang tertawa melihat wajah istrinya yang putih pucat karena mendengar ucapannya.


Bintang pun kini hanya bisa tersenyum garing menatap suaminya.


" Ini,makanlah yang banyak sayang, " ucapnya sambil menaruh makanan yang sudah ia siapkan untuk suaminya itu.


Tampak Regan tersenyum menang, kini ia pun mulai menikmati makanannya.


Mama Nita yang melihat anak laki-laki nya itu benar-benar memakan makanan dengan porsi besar pun tak percaya, karena ini pertama kalinya ia melihat Regan makan sebanyak itu.


" Rey kau benar-benar memakan itu semua? " tanya nya tak percaya.


" Semalam aku terlalu banyak mengeluarkan energi ma,itu membuat ku lapar jadi sekarang aku butuh asupan yang banyak, " jawabnya yang memang begitu lapar karena semalaman berolahraga hanya untuk menidurkan Jeck.


" Emang semalem kau main berapa ronde sih Rey? " tanya Mama Nita yang mengartikan lain ucapan Regan.


" Maksud Mama? " tanya Regan bingung dengan pertanyaan mamanya itu.


" Si Jeck,dia keluar berapa kali sampai membuat mu kalap seperti ini? " ucap mama Nita yang seketika membuat Bintang membelalakan matanya, bagaimana tidak ia begitu terkejut bagaimana bisa mamanya membahas Jeck di depan orang banyak.


" Baru separuh jalan aja udah game over gimana mau keluar, " celetuk Regan.


" Ha... ha.. ha.., kau sih grusak-grusuk, gimana gak game over, kau benar-benar butuh tutorial dari papa Rey? " goda Tuan Williams.


" Paaaa..., " lirik sinis mama Nita.


" Becanda Ma, " jawab Tuan Williams.


" Oh Tuhan.., demi upin ipin yang tetap gundul tolong hilangkan aku dari sini ," gumam Bintang yang tak ingin mendengarkan pembicaraan nonfaedah itu.


" Mama harap kau tidak menundanya ya sayang,mama ingin sekali secepatnya menimang cucu, " ucap mama Nita yang kali ini berbicara pada Bintang yang hanya diam menundukkan kepala itu.


" Emmm.. iya ma, Bintang tidak menunda kok, " ucap Bintang malu-malu, entah kenapa ia masih risih jika harus berbicara kearah sana.


" Mama tenang saja, mama ingin cucu berapa nanti kami buatkan, " sahut Regan yang membuat Bintang seketika menatapnya tajam.


" Emang kau fikir buat undangan,gampang banget bilangnya! " bisik Bintang dengan satu cubitan yang ia hadiahkan di pinggang Regan hingga membuat Regan kini meringis kesakitan.


" Awwww.., tangan mu nakal sekali sih sayang! masih ada mama sama papa nih, nanti di kamar aja,oke! " ucapnya yang malah menggoda istrinya itu.


" Hah! " wajah Bintang pun kini merah merona karena semua mata tertuju padanya.


" Dasaaaar suami durjana! " batinnya kesal sambil melotot ke arah Regan.


Regan pun hanya tersenyum menang, ia begitu senang melihat istri cantiknya itu kesal.


" Oh ya Rey, kau ikut pulang kan hari ini? " tanya mama Nita.


" Iya ma, " jawab Regan.


" Mama fikir kau masih mau disini, " ucap mama Nita pelan.


" Tidak, " jawabnya singkat.


" Papa sudah menyiapkan rumah baru untuk hadiah pernikahan kalian, tapi mama ingin kalian tinggal bersama mama, kalian mau kan tinggal sama mama? " ucap mama Nita lagi.


Regan pun hanya diam menatap lekat istri dan ibu mertuanya yang juga sedang menatapnya itu.Regan yang dari awal sudah berniat mengajak Bintang untuk tinggal di kediaman orang tuanya kini memilih untuk menyerah kan semua keputusan pada Bintang.


" Regan terserah Bintang ma, " ucapnya tersenyum tipis pada istrinya yang terus menatapnya itu.


" Bagaimana sayang? " tanya mama Nita yang kini berbicara pada Bintang.


" Bintang akan ikut kemana suami Bintang tinggal Ma, " jawaban Bintang yang membuat bu Dewi tersenyum lega karena putrinya tak menggunakan kemauannya sendiri.


Kini Bintang pun menatap Regan hangat, Regan pun membalas dengan membelai lembut pucuk kepala istrinya itu.Regan begitu bahagia karena istrinya tau bagaimana bersikap sebagai seorang istri yang semestinya.


" Ma, Regan akan membawa Bintang tinggal di kediaman orang tua Regan, mama tinggalah bersama kami, " ucap Regan yang kini berbicara pada bu Dewi.


" Iya Bu, tinggalah bersama kami, " ucap Mama Nita yang ikut menimpali.


" Terimakasih nak, tapi mama tidak bisa, mama tidak mungkin meninggalkan kebun mama di desa, " jawab bu Dewi ramah.


" Mama jangan khawatir,selama mama tinggal di sini,Regan akan menyuruh orang untuk mengurus kebun mama, "


" Tidak nak,mama tetap tidak bisa, banyak kenangan yang terukir di sana,mama tidak bisa meninggalkan itu, "


Regan pun kini diam, ia mengerti pasti banyak kenangan bersama almarhum ayah Bintang yang terukir di sana.


" Sudah,kau tak perlu mengkhawatirkan Mama, mama akan baik-baik saja di sana selama kalian juga baik-baik saja di sini, " ucap Bu Dewi yang bisa melihat ke khawatiran Regan padanya.


" Baiklah ma, Regan akan mengajak Bintang untuk sering-sering mengunjungi Mama, " jawabnya yang membuat Bintang begitu bahagia atas sikap suaminya yang begitu pengertian itu.


" Mama tenang saja Regan akan menjaga Bintang seperti mama menjaganya,Regan juga akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Bintang, " jawab Regan penuh keyakinan.


" Mama percayakan Bintang padamu, " ucap bu Dewi yang benar-benar yakin bahwa Regan akan menjadi sosok suami yang baik untuk putrinya, " Oh, ya..,saya ke kamar duluan ya,mau ambil koper, sepertinya rombongan keluarga saya sudah mau pulang, " ucap bu Dewi lagi yang memang beberapa keluarga besarnya masih berada di sana dan mereka berencana untuk pulang bersama pagi ini.


" Bu Dewi mau pulang hari ini juga? menginaplah di rumah kami beberapa hari Bu, kami sangat senang jika Bu Dewi mau, " sahut mama Nita.


" Terimakasih Bu, tapi ma'af saya sudah terlalu lama meninggalkan rumah, " jawab Bu Dewi ramah.


" Hmmmm... baiklah tapi sekali-kali bu Dewi harus menginap di rumah kami, " ucap mama Nita yang tampak kecewa karena bu Dewi menolak tawarannya.


" Iya Bu, "


" Kalau mama mau pulang hari ini, biarkan Regan dan Bintang yang mengantarkan,biarkan rombongan keluarga besar mama pulang duluan, " sahut Regan.


" Tidak nak, kalian pasti lelah setelah pesta kemarin biar mama pulang bareng rombongan saja, " tolak Bu Dewi.


" Tapi ma, "


" Sudah tidak papa, " ucap bu Dewi yang memotong pembicaraan Regan.


" Ya sudah baiklah, " jawab Regan pasrah.


Kini acara sarapan bersama itupun selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk berkemas sebelum benar-benar pulang.


" Sayang, apa pakaian mu ini perlu aku masukan koper? " tanya Bintang yang kini sudah berada di kamar mengemasi barang yang perlu ia bawa pulang.


" Tidak perlu, pakaian itu memang sengaja aku tinggal disini,kau bawa saja pakaian yang di siapkan temanmu kemarin, "


" Hah! " Bintang pun terkejut saat mendengar ucapan suaminya itu.


" Apa dia sudah melihat pakaian itu? " gumam Bintang dalam hati.


" Aku ingin kau memakainya nanti malam, " ucap Regan yang kini memeluk tubuh Bintang dari belakang.


Tubuh Bintang pun kembali panas dingin karena hembusan nafas Regan yang mengenai telinganya.


" A.. apa kau sudah melihat pakaian itu? " tanya Bintang gugup.


" Sudah,karena itu aku ingin kau memakainya malam nanti, pasti istriku ini akan tampak sangat cantik, " ucap nya dengan senyuman licik di bibirnya.


" Dasar modus! " ucap Bintang yang tau niat licik suaminya itu.


" Biarin, " ucap Regan yang kini memutar tubuh istrinya itu hingga kini mereka saling berhadapan, " mau ya? " ucapnya lagi yang meminta Bintang mengiyakan keinginannya itu.


" Aku malu sayang, pakaiannya itu terbuka sekali, masak iya aku memakainya, " ucap Bintang yang memang belum terbiasa dengan pakaian-pakian seperti itu.


" Kan cuma aku yang melihatnya, kenapa harus malu? "


" Tetap saja aku malu, "


" Hmmmm... baiklah, " ucap Regan yang kini membaringkan tubuhnya diatas ranjang, Tampak raut kecewa di wajahnya.


" Ah gitu aja ngambek, emang apa pentingnya sih pakaian itu !" gerutu Bintang yang tak mengerti jika pakaian itu adalah tenaga surya bagi Jeck.


" Sayang, kau marah ya, " tanya Bintang menghampiri Regan yang tengah membaringkan tubuhnya di atas ranjang itu.


" Tidak, " jawabnya yang kini menarik tubuh Bintang hingga kini jatuh ke pelukannya.


Regan memilih mengalah, ia tidak mau memaksakan kehendaknya itu, Kini ia pun menindih tubuh Bintang yang tadi berada di atasnya itu, ia pun mulai mencium bibir mungil istrinya itu bertubi-tubi.


" Sayang, kau membuatku sulit bernafas , " ucap Bintang yang kini mencoba mengambil nafas.


" Benarkah? " tanya Regan dengan senyum menyeringai. Kini Regan pun kembali mencium bibir manis istrinya itu, ia benar-benar tak membiarkan istrinya bernafas lega pagi ini.


Ciuman itu pun semakin memanas, terdengar deru nafas dua ingsan yang sama-sama terangsang oleh permainan yang mereka ciptakan sendiri itu dan entah sejak kapan tangan Regan berkelana di bukit kembar milik istrinya hingga membuat suara desahan dan erangan menggema di ruangan itu.


" Sayang! Bu Dewi dan keluarga besarnya sudah menunggu,mereka akan pulang sekarang, " suara mama Nita dari luar yang membuat Bintang terkejut hingga reflek mendorong tubuh Regan hingga terjungkal ke lantai.


Wajah Regan pun kini datar tanpa ekspresi.


" Iya ma, sebentar, " teriak Bintang yang mulai membenarkan bajunya yang porak-poranda karena ulah suaminya itu.


" Baiklah, mama tunggu di bawah, " ucap mama Nita yang kemudian melangkah pergi.


Bintang pun kini menghampiri suaminya yang duduk mematung di lantai.


" Sayang, kau tidak papa kan, ma'af, tadi aku reflek mendorongmu, " ucap Bintang yang merasa bersalah karena sudah mendorong suaminya hingga terjatuh ke lantai.


" Ya, aku tidak papa, " jawab Regan masih dengan wajah datarnya menahan jeck yang meronta-ronta di balik celana.


" Baiklah ayo kita keluar, mama sudah menunggu, " ucap Bintang yang mulai beranjak keluar sambil membenahi rambutnya yang berantakan.


" Aaaaarrrggghhh... kita memang harus banyak bersabar Jeck! " teriak Regan sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Dengan wajah kusut nya,kini Regan pun berjalan menyusul Bintang yang sudah lebih dulu keluar dari dalam kamar.


_


_


_


_


Regan : Tega baget lu Thor, gue udahan deh jadi pemain lu!


Author : Sabar Bos! orang sabar di sayang readers ✌


Jeck : Gue mau gantung diri ajaaaaa...! please! lo gak usah nahan gue Thor!


Author : Emang lo punya tangan? gimana cara lo gantung diri! gue pingin lihat 😏😎


Jeck : Huuuuuwwwaaaa...😭😭😭😭 gue bilangin bapak gue lu Thor! (jumpalitan,sadar kagak punya tangan).


Author : Kagak takut 😜.


Bapaknya Jeck : Gue santet online deh lu Thor!


Author : 😲 ampun bang ( lari ngibrit).


***


Pleaseee! jempolnya jangan lupa say 😭😭😭😭😭😭


Jeck : Sukurin,makanya jangan durhaka lo sama gue, pada pelit jempol kan raeders lo 🤣🤣🤣


Author : 😭😭😭 tega banget lu Jeck