My Big Boss

My Big Boss
Macan tidur



Waktu berjalan begitu cepat,langit yang tadinya biru muda berhias awan putih kini sudah tampak gelap dengan hiasan bulan dan bintang yang menerangi malam.


Walupun waktu sudah semakin malam Tampak Regan yang masih saja sibuk di meja kerjanya, ia masih bergelut dengan berkas-berkas yang bertumpukan di depannya.


Di sisi lain tampak David dan Kevin yang juga ikut lembur malam ini.


" Sial,ini semua pekerjaannya tapi kenapa di limpahkan semua padaku! " gerutu Kevin yang kesal karena harus lembur membantu pekerjaan Regan.


" Sudahlah Tuan, bukankah Tuan Kevin memang di tugaskan untuk membantu Tuan Regan,jadi lakukanlah dengan ikhlas, " ucap David yang juga harus lembur menyelesaikan laporan keuangan yang mendadak Regan minta.


" Iya, tapi tidak begini juga, " ucap Kevin yang masih saja tidak terima karena Regan terus merepotkan nya.


Sedangkan di mejanya, Regan yang tidak mendengar kicauan Kevin masih tetap anteng di depan laptopnya dengan jari yang terus menari di atas keyboard, Regan begitu fokus pada pekerjaannya hingga tak terasa malam semakin larut. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam,Regan, Kevin dan David beranjak dari kursi masing-masing, mereka secara bersamaan meregangkan otot-otot mereka yang kaku.


Kreeeeek... kreeeeek.... suara dari punggung ketiga manusia yang dari tadi berjibaku dengan kertas-kertas berharga di hadapannya.


" Kalau begini caranya kau sama saja ingin membunuhku secara perlahan! " gerutu Kevin sambil menaruh berkas-berkas yang telah ia kerjakan ke meja Regan.


" Ini semua kulakukan untuk mu, kau tidak akan kerepotan nanti jika aku sudah tak masuk kantor, " jawab Regan dengan santainya.


" Kau benar-benar memanfaatkan ku! " ucap Kevin kesal yang kemudian berlalu pergi.


Regan pun hanya tersenyum tipis melihat saudara sepupunya yang sedang kesal itu.


" Dia benar-benar lupa untuk apa dia di minta kembali ke kantor ini! " gumam Regan pelan.


Kini Tinggal Regan dan David yang ada di dalam ruangan itu,mereka pun tengah bersiap pulang.


" Ma'af Tuan, apa Tuan ingin saya yang mengemudikan mobilnya? " tawar David yang kini sudah berada di tempat parkir bersama Regan.Pasalnya Regan selama ini tidak mau repot mengemudikan mobil sendiri kecuali kondisi mendesak atau atas kehendaknya sendiri,ia lebih mengandalkan jasa supir dan David.


" Tidak,aku tau kau sangat lelah hari ini, jadi cepatlah pulang dan beristirahatlah, " jawab Regan yang kini mulai memasuki mobilnya.


David yang mendengar ucapan dari Tuannya masih tak percaya,Tuan yang selama ini ia kenal,dingin,arogan,acuh tak pernah peduli kini sifatnya sedikit berubah hangat walaupun masih kaku, David pun tersenyum tipis melihat mobil Regan yang kini tengah melaju pulang.


" Syukurlah,cinta memberinya kehangatan hingga mampu mencairkan hatinya yang selama ini dingin membeku, " gumam David dalam hati, ia pun kini mulai memasuki mobilnya dan melaju pulang.


Satu jam berlalu,Regan yang kini berada di atas ranjangnya sedang melakukan video call bersama Bintang.Sekarang menghubungi Bintang lewat sambungan video call adalah ritual baru yang harus Regan lakukan sebelum tidur,semenjak Bintang tak lagi masuk kantor entah kenapa Regan terus saja merasa rindu dengan pujaan hatinya itu.Kesibukannya membuat dirinya seharian ini tidak bisa menghubungi pujaan hatinya itu.


Sedangkan di sisi lain Bintang yang terlalu gengsi untuk menghubungi Regan terlebih dulu pun harus rela tidur kemaleman karena menunggu panggilan dari kekasih hatinya itu,ia juga rela dandan terlebih dulu sebelum mengangkat sambungan video call dari kekasih hatinya,entah kenapa ia ingin selalu tampak cantik di mata Regan.


Bintang pun sama halnya dengan Regan,ia pun juga merasa rindu walau baru beberapa jam tak bertemu,mungkin karena kebiasaan mereka yang selama ini selalu bersama membuat mereka kini rindu jika harus berjauhan,dua manusia yang sedang terserang virus bucin itu pun menghabiskan malam dengan saling bercanda gurau mengobati rasa rindu mereka, hingga tanpa sadar mereka sama-sama tertidur dengan sambungan yang tidak terputus.


Malam berjalan begitu cepat,kini sinar mentari pun mulai menyapa.Tampak bintang mulai mengerjapkan matanya,ia yang kini tengah memegang ponselnya begitu terkejut saat melihat ponselnya yang masih terhubung sambungan video call bersama Regan.


" Aaaaaaaa......semoga tidurku semalem nggak malu-maluin, " teriak Bintang pelan sambil melihat layar ponselnya yang memperlihatkan Regan yang masih tidur dengan lelapnya, " dia begitu tampan,tidak salah banyak wanita di luar sana yang menginginkannya, " gumam bintang yang kini bergegas menutup ponselnya sebelum Regan mengetahui jika ia terus memandanginya.



Kini Bintang pun mulai membereskan kamarnya, ia pun kini ke dapur yang ternyata sudah ada bu Dewi yang sedang sibuk memasak di sana.Bintang pun kini mulai membantu ibunya memasak.


Di sisi lain, Regan yang kini sudah bangun dari tidurnya pun segera mengecek ponselnya, ia ingat betul jika semalam sambungan vidio call nya bersama Bintang belum terputus, saat ia melihat layar ponselnya tidak terlihat apapun di sana, padahal ia sangat berharap bisa melihat pujaan hatinya pagi ini, akhirnya Regan pun memutuskan sambungan itu dan beranjak ke kamar mandi dengan wajah kusut nya.


Di tempat lain,


David tengah berada di sebuah gudang tua bersama tiga preman yang telah menyerang Bintang,mereka kini tengah bertekuk lutut tak berdaya di hadapannya dengan luka memar yang memenuhi wajah dan tubuh mereka,bukan menjadi pekerjaan sulit bagi David untuk menemukan tiga preman itu karena David memiliki banyak anak buah yang membantunya menemukan tiga preman itu.


Kini tampak David mulai menghubungi Regan dan tak lama Regan pun sampai di gudang tua itu.


" Jadi mereka yang menyerang calon istri ku Dav! " suara Regan yang seketika membuat bulu kuduk ketiga preman itu berdiri.


Ketiga preman itu pun menoleh kearah asal suara, betapa terkejutnya mereka saat melihat Regan yang kini tengah berjalan ke arah mereka.


" Aku sekarang benar-benar menyesal karena kemarin tidak menerima tawaran wanita itu , " ucap salah satu preman yang tau betapa kaya rayanya Regan.


" Bukan kau saja, jika aku tahu yang kita serang kemarin adalah calon istri tuan Regan aku pasti lagsung bertekuk lutut di hadapannya meminta ma'af,sekarang entah bagaimana nasib keluarga kita besok, " ucap preman satunya menimpali, pasalnya Regan adalah orang yang terkenal sangat kejam pada siapapun yang berani mengusik ketenangan hidupnya, ia tak pernah main-main dalam bertindak,jadi apa yang Bintang ucapkan tempo lalu memang benar adanya.


Regan pun kini duduk di kursi yang ada di hadapan tiga preman itu.


" Ma'af Tuan, ma'afkan kami, kami hanya di perintah,jika kami tau wanita itu adalah calon istri tuan, kami tidak akan berani mengganggunya, " ucap salah satu preman sambil bersujud meminta ma'af yang di ikuti juga oleh dua temannya.


" Apa kalian sempat menyentuh calon istri ku! " ucap Regan lagi penuh penekanan.


" Ma'afkan kami Tuan, ma'af kan kami, " ucap tiga preman itu yang tidak berani mengakui perbuatannya.


Regan yang melihat gelagat tiga preman itu pun bisa membaca apa yang sudah mereka lakukan,kini dengan penuh emosi Regan pun langsung memukul ketiga preman itu.


Ketiga preman itu hanya diam tak memberikan perlawanan.


" Apa saja yang kalian lakukan padanya! " ucap Regan penuh amarah.


" Ma'afkan kami Tuan, kami di suruh untuk merusak wajah calon istri Tuan dan mematahkan kakinya,kami hanya menjalankan tugas kami, " ucap salah satu preman dengan suara bergetar.


Regan yang mendengar jawaban dari preman itupun teringat dengan luka yang ada pada wajah Bintang.


" Jadi luka di pipinya itu karena ulah kalian! " ucap Regan lagi yang kini emosinya sudah di atas rata-rata.Kini Regan sudah tampak seperti Harimau yang siap menerkam mangsanya, tak ada lagi rasa belas kasih di hatinya.


Tiga preman itu tak mengelak juga tak menjawab, mereka hanya menundukkan kepala karena tak berani menjawab.Kini Regan pun duduk jongkok di hadapan mereka dengan tatapan yang membunuh.


" Apa saja yang sudah kalian lakukan padanya, " ucap Regan dengan suara pelan namun membuat bulu kuduk ketiga preman itu kembali berdiri karena ketakutan.


" Pi... pisau saya tidak sengaja menggores wajahnya Tuan, " ucap salah satu preman dengan terbata.


" Apa lagi! " tanya Regan masih dengan tatapannya yang membunuh.


" Ka.. kami memukul punggungnya Tuan, " jawab preman satunya juga dengan terbata.


Regan pun kini berdiri dengan mengepalkan tangannya.Ia yang tak lagi bisa menahan amarahnya pun seketika menendang ketiga preman itu,ia menghajar habis tiga preman itu hingga tubuh mereka kini jatuh tersungkur tak berdaya,entah kemana perginya hati nurani Regan,kini ia juga tak segan melukai wajah mereka seperti mereka melukai wajah Bintang.Kini darah segar pun mulai bercucuran dari wajah ketiga preman itu akibat luka sayat dari pisau Regan.Dengan emosi tingkat dewa Regan menarik salah satu kerah preman yang sudah lemah tak berdayaberdaya itu.


" Siapa Tuan kalian! " tanya Regan penuh amarah.


" No... nona Stella Tuan, " jawab preman itu dengan meringis kesakitan.


" Sudah ku duga, " batin Regan yang kemudian melepas kasar kerah preman yang ada di genggamannya.


" Aku akan membiarkan kalian hidup asalkan kalain mau bekerja dengan ku! " ucap Regan penuh penekan.


" Kami mau Tuan, " ucap ketiga preman itu tanpa pikir panjang.


" Bagus!sekarang kalian lampiaskanlah kekesalan kalian pada orang yang telah menyuruh kalian untuk melukai calon istri ku, pastikan dia kehilangan wajah cantiknya dan juga kehilangan kakinya! "


" Baik Tuan, " jawab ketiga preman itu kompak.


" Setelah itu serahkan diri kalian ke polisi, " ucapan Regan yang seketika membuat wajah ketiga preman itu datar.


" Tapi Tuan ka.., "


" Jika kalian menolak aku akan menghabisi nyawa kalian sekarang juga dan aku akan pastikan keluarga kalian juga akan merasakan dampak dari perbuatan kalian! " ucap Regan yang menyeka omongan mereka.


Ketiga preman itu pun tampak berfikir sejenak.


" Baiklah kami akan menyerahkan diri kami Tuan, "


" Jawaban yang sangat bagus! aku ingin kalian akui semua perbuatan kalian dan seret wanita yang telah menyuruh kalian ke penjara! "


" Baik Tuan,kami akan melakukannya, "


"Orang-orang ku akan terus mengawasi kalian jadi jangan macam-macam! " ucap Regan yang kini berlalu pergi dengan David yang kini mengekorinya.


" Nona Stella sungguh bodoh, dia memilih membangunkan macan yang selama ini tidur,sebentar lagi kau akan mengunduh apa yang selama ini kau tanam Nona, " gumam David memandang Rengan tak percaya, karena baru semalam ia melihat Regan bersikap hangat tapi sekarang bagai macan yang lepas dari kandangnya.


Tak lama kini Regan dan David sudah berada di kantor, tampak Raut wajah mereka yang sedang menahan amarah hingga tak ada satu karyawan pun yang berani menyapa mereka.


Kini Regan mulai kembali di di sibukkan dengan pekerjaannya, ia harus segera menyelesaikan tugasnya agar ia bisa mengambil libur panjang dan menyerahkan semua urusan perusahaan pada Kevin.