My Big Boss

My Big Boss
Pasangan harimau



" Sayang, aku akan memulainya, jika aku membuat baby kita tidak nyaman katakanlah aku akan berhenti saat itu juga, " bisiknya lembut di telinga Bintang.


Bintang pun mengangguk dengan malu, jujur saja dia juga sangat merindukan sentuhan suaminya, aktivitas panas yang di ciptakan suaminya sepertinya sudah membuatnya candu.


Dan kini tanpa hambatan jeck sudah melesat masuk kedalam surga duniawinya,bergerak keluar masuk hingga menimbulkan kenikmatan yang tiada tara,suara erotispun kini mulai memenuhi ruangan kedap suara itu, hingga puncaknya saat mereka mencapai puncaknya masing-masing dan kini mereka sama-sama tumbang dengan wajah penuh kepuasan.


Siang yang begitu menggelora,penyatuan yang begitu nikmat.Kali ini Regan melakukannya dengan perlahan dan sangat hati-hati,dia benar-benar mengikuti saran dokter,dia harus menjaga benihnya yang sudah tumbuh.Jujur saja ada rasa khawatir yang melintas di fikirannya karena ini pertama kalinya mereka melakukan olahraga panuh gairah itu di saat Bintang hamil.Namun kekhawatiran nya hilang saat melihat istrinya baik-baik saja dan malah sangat menikmati.


" Sayang,siang ini kamu begitu agresif, " goda Regan yang berhasil membuat wajah Bintang memerah, ia begitu malu mengingat dirinya tadi begitu agresif saat di atas ranjang,sebelumnya ia tak pernah berinisiatif seperti itu.


Aaaa...sangat memalukan pikirnya.


Wajahnya pun kini semakin memerah.


" Pffffttt..," Regan yang tau pun tak tahan ingin tertawa, " aku menyukainya, " bisiknya tepat ke telinga Bintang,dengan suara berat yang terdengar seksi seketika membuat tubuh bintang kembali meremang ditambah jilatan nakal suaminya berhasil membuat tubuhnya kembali memanas.


Tidaaaak... kenapa aku jadi mesum gini!


" Sayang!Stop it! " Bintang pun mendorong tubuh suaminya yang terus saja memancing gairahnya.


" Ih, kenapa? Kamu begitu menyukai nya tadi. "


"Stop!Jangan di bahas lagi. " Dengan suara manjanya Bintang membekap mulut Regan dengan kedua tangannya.Dia masih begitu malu sekarang.Wajahnya semerah udang rebus.Regan pun tak kuasa menahan tawannya.


" Tuh kan di ketawain, " Bintang pun kesal dan memilih membelakangi Regan.


" Siapa yang ketawa? Kan mulutku tadi kamu bekap, gimana bisa ketawa? " Regan pun melingkar kan tngannya di perut Bintang dan memeluknya erat, dia pun menaruh kepalanya di ceruk leher Bintang.


" Emangnya aku gak tau gimana ekspresi orang ketawa, dari mata aja sudah kelihatan banget. "


" Iya, iya ma'af. Tapi jujur aku sangat menyukainya sayang. " Regan kembali menjilat lembut telinga Bintang.


" Sayang berhenti! sudah jangan di bahas lagi! " Bintang pun seketika membalikkan badannya dan menjapit mulut suami tampannya dengan dua jarinya.


Regan pun kini dengan perlahan mengambil tangan istrinya dan menggenggam nya erat.


" Sakit tau! " protesnya sambil mengelus bibirnya.Istrinya mungkin benar-benar titisan tuan crab.


" Ih salah siapa! " Bintang tak mau kalah. Dengan wajah cemberutnya melotot ke arah Regan.


" Salah kamu lah, mana pernah aku salah, " jawabnya dengan begitu enteng membuat tanduk Bintang seketika menyeruak keluar.


" Oh, jadi gak pernah salah,hmmmm, " Dengan sekuat tenaga Bintang mencubit kedua pipi Regan.


" Ah,ampun sayang,ampun, " pinta Regan yang meringis kesakitan.


Bintang pun tersenyum menang dan mulai melepas cubitan nya, ia pun mengusap dengan lembut kedua pipi suaminya yang memerah akibat kelakuannya.


" Makanya jangan main-main sama aku! " ucapnya sembari tersenyum puas.


" Iya, iya, "dengan suara lemas Regan menjawab.Wajah mereka yang berhadapan dengan jarak yang begitu dekat membuat Regan puas memandangi wajah cantik istrinya,manik mata yang begitu indah yang selalu memabukannya.Sementara Bintang masih sibuk mengusap-usap lembut hasil karyanya di pipi Regan.Pikirnya itu akan sedikit mengurangi rasa sakitnya.


" Sayang, " panggil Regan dengan suaranya yang lembut.


" Iya,kenapa?sakit ya? " Bintang pun seketika meniup pelan pipi Regan, tangannya pun tak berhenti mengusap pipi merah itu.Seakan dia menyesal sudah menyakiti wajah tampan suaminya, ya itu kan hanya karena dia kesal tadi?


" Masih sakit? " tannya nya.


Regan pun tersenyum,kelembutan Bintang membuatnya tak berdaya,rasannya semua tulangnya melemas.Ia pun menggeleng kan kepalanya dan mulai menurunkan tangan Bintang dari kedua pipinya.


" Sayang bagaimana kalau kita memikirkan gaya untuk nanti malam, " ucapnya dengan seringai nakal.


" Mister Regaaaaaan! " Wajah Bintang pun kembali memerah,seketika melotot, geram dengan suami mesumnya.


" Hahahahaa, kamu lucu sekali sayang. " Regan pun merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapannya.Dia paling suka melihat istrinya tersipu malu, itu sudah menjadi hiburan tersendiri baginya, menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.


" Kamu milikku, dan hanya milikku, " ucapnya pelan dengan satu kecupan ia berikan di ujung kepala Bintang.


***


Sementara di taman Kevin mulai bingung harus bicara apa lagi.Semuanya sudah di bicarakan, mulai dari cerita kenapa Tania masih hidup, cerita hidup masing-masing dan kini sepertinya dia sudah tidak ada alasan lagi untuk menahan Tania yang dari tadi ingin bertemu Regan.


" Kita temui Regan ya Vin, kita sudah cukup lama disini, " pinta Tania.Tujuannya ingin bersama Regan untuk apa dia lama-lama bersama kevin.


" Ah, ya, " Kevin pun perlahan mendorong kursi roda Tania.


" Oh ya Tania kau belum mengenal anak ku bukan? Aku akan mengenalkannya padamu, " ide cemerlang pun hinggap di otak Kevin.


" Anakmu? " Tania pun diam dan mengingat anak nakal tadi.


" Yes,he is a good boy.You should know him( ya, dia anak yang baik.Kamu harus mengenalnya) "


" Nen, lihat Cello? " tanya Kevin saat berpapasan dengan Neni yang akan menyapu di halaman belakang.


" Owh, den Cello ada di samping tuan,lagi kasih makan ikan bareng nyonya. "


" Ok, terimakasih. " Kevin pun bergegas menuju kolam ikan yang ada di samping rumah.


" Hai boy, " teriaknya saat melihat Cello berada di pinggiran kolam.


" Hai dad,came on! You shold see dad, this is really emazing ( Hai ayah, ayo! kamu harus melihatnya yah, ini sungguh menakjubkan) " Cello begitu antusias memperlihatkan puluhan ikan koi yang ada di kolam.Kevin pun segera merapat meninggalkan Tania sendiri.


Kenapa aku jadi di abaikan?


Tania tampak begitu kesal.


" Kamu menyukainya boy? " tanya Kevin sembari melempar makanan ikan ke kolam.


" Ya dad, kita harus punya ini di rumah, oke dad? " Ini Bukanlah sebuah permintaan yang membutuhkan persetujuan melainkan sebuah perintah yang harus di lakukan.Ya begitulah Cello semuanya harus ia miliki jika dia menginginkannya.


" Oke boy. " Kevin pun mengelus rambut hitam Cello, " Oh ya,daddy mau kenalin kamu ke aunty Cantik, " imbuhnya yang kini menoleh kearah belakang di mana Tania berada namun tak ada satu orang pun di sana.


Eh, kemana Tania?


" Bi lihat Tania? " tanya Kevin pada mama Nita yang juga ada di sana.


" Kamu kesini bawa Tania? " Mama Nita malah balik bertanya, jujur dari tadi beliau memang tak memperhatikan kedatangan Kevin.


Kevin pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia mulai berjalan meninggalkan mama Nita dan Cello untuk mencari Tania.Tujuan utama nya jelas kedalam rumah.


" Hai girl, i'm so sorry, i_"


Kevin terdiam saat Tania mengangkat telapak tangannya,seakan menyuruhnya untuk diam.


" I'm it's okay,sekarang dimana Regan? Aku kesini untuk Regan. "


" Ya aku tahu, tapi sepertinya kamu tidak perlu memperdulikan manusia dingin itu, hatinya sudah berubah, dia bukan Regan yang mencintai kamu dulu, " tutur Kevin.


Tania pun tersenyum sinis.


" Aku tau, tapi dia akan mencintai aku seperti dulu. "


Kevin pun terdiam,dia benar-benar Tania yang ia kenal, penuh dengan obsesi.


" Bik, Regan ada di mana? " tanya Tania saat menghampiri bi inah yang sedang beberes.


" Oh, tuan Regan sepertinya sedang istirahat non. "


" Emmm, begitu ya. " Tampak wajah Tania yang begitu kecewa. Niat hati ingin menghabiskan hari ini bersama Regan namun semaunya gagal total.


" Tolong sampaikan salamku untuk Regan, " ucapnya pada Kevin,sedangkan Kevin hanya diam membiarkan Tania lewat begitu saja di hadapannya.Melihat Tania menggerakkan kursi rodanya menuju tempat di mana mama Nita berada.Tampak dari kejauhan Tania sedang berpamitan dengan mama Nita, gadis itu memang sangat di sayang oleh keluarga Atmaja.


" Arrrrghhh.., harusnya aku tidak kembali sekarang! " umpatnya yang ikut pusing memikirkan masalah Regan.Kesalahan besarnya adalah kembali ke Indonesia di saat masalah baru di mulai.


" Kenapa? " tanya Regan yang baru saja turun dari kamar dengan rambutnya yang masih sedikit basah, begitu juga dengan Bintang.


" Ka_kalian! " Kevin menunjuk penuh emosi.


Bagaimana bisa mereka turun dengan kondisi sama-sama basah!


Sialan! Tega-teganya mereka padaku!


" Jadi kalian ahem-ahem! Tau gitu aku biarkan Tania menempel padamu dari tadi! Tega-teganya memanfaatkan duda tampan ini! " protesnya kesal.


" Siapa yang memanfaatkan mu! Aku juga tidak menyuruh mu membawa Tania pergi! " Regan dengan santainya menjawab tanpa beban tanpa rasa dosa.


" Dasar manusia jadi-jadian! " Kevin pun menendang kaki Regan namun tak sampai.


" Lebih baik manusia jadi-jadian dari pada makhluk astral dedemit item! " Puas Regan menyulut emosi Kevin.


" Dasar! Aku do'a ini anak mu mirip_"


" Apa! " Bintang pun seketika memotong ucapan Kevin dengan matanya yang membulat sempurna membuat Kevin meringis kuda.


" Mirip kamu, " jawabnya dengan senyuman paksanya.


" Terimakasih untuk bantuannya tadi saudara Kevin. " Bintang pun tersenyum puas,dan mulai menggandeng tangan suaminya berjalan meninggalkan Kevin.


" Dasaaaaar pasangan harimau!aku kutuk anakmu jadi kodok botak!" gerutunya kesal.