
Di ruang keluarga tampak Tuan Williams yang tengah sibuk menerima telepon dari ponselnya,sementara mama Nita tengah sibuk merangkai bunga untuk ia taruh di beberapa vas bunga yang kini ada di hadapannya.
" Bintang bantu ya ma, " ucap Bintang yang kini berdiri di depan mama Nita, Bintang pun mulai duduk di dekat mama Nita dan mulai membantu mama Nita merangkai bunga dalam vas.
Mama Nita yang melihat menantu kesayangannya itupun tersenyum tipis.
" Terimakasih sayang, " ucapnya lembut.
" Iya ma,mama juga suka bunga mawar? " tanya Bintang karena mendapati semua bunga yang ingin mama Nita rangkai adalah bunga mawar.
" Mama tidak terlalu suka sih,mama lebih suka bunga sedap malam. "
" Oh ya? terus kenapa mama tidak taruh saja bunga sedap malam, kenapa harus mawar? ".
" Ini permintaan anak laki-laki mama,dia tidak suka bunga tapi anehnya dia meminta mama merangkai bunga mawar ini dan ingin menaruhnya di setiap sudut rumah, " jawab mama Nita yang memang melakukan semua itu atas permintaan Regan.
Bintang yang mendengar jawaban mama Nita pun seketika menatap suaminya yang tengah duduk di sampingnya itu.
" Kenapa kau melakukannya?" tanya nya pelan pada Regan.
" Karena aku mencintaimu, " jawabnya berbisik.
" Kau tidak boleh merepotkan mama seperti ini! "
" Mama pintar dalam merangkai bunga, aku ingin belajar padanya, " jawabnya yang mulai ikut merangkai bunga.
" Untuk apa tuan presdir belajar merangkai bunga? " tanya Bintang tak habis fikir.
" Untukmu. "
" Hah! " Bintang tak menyangka dengan jawaban suaminya itu.
" Love you sayang, " bisiknya ke telinga Bintang.
Bintangpun tersenyum bahagia mendengar bisikan suaminya itu.
" Kalian ini kenapa bisik-bisik sih dari tadi,mau ke kamar lagi?hemm! " sahut mama Nita yang membuat Bintang terkejut.
" Ti..tiidak kok ma, " jawab Bintang tersenyum garing.
" Kalau memang mau ke kamar, ke kamar saja enggak usah sungkan sama mama, " celetuk mama Nita.
" Tidak kok ma, Bintang mau bantuin mama di sini. "
" Emmmm..,ya sudah, oh ya kalian mau bulan madu kemana? tanya mama Nita lagi.
" Keliling Eropa, " sahut Regan yang membuat Bintang seketika menatapnya.
" Mau kan sayang? " ucap Regan lagi meminta persetujuan Bintang.
" Kenapa harus keliling Eropa? " protes Bintang.
" Banyak tempat yang ingin aku kunjungi bersamamu di sana. "
" Owh, bagaimana kalau ke Korea saja, " ucapnya penuh harap.
" Tidak! " Regan pun menolak dengan penuh penekanan.
" Kenapa? " protes Bintang.
" Nanti kau sibuk foto dengan oppa- oppa korengan! " jawab Regan tak suka.
" Hah! mereka enggak korengan! "
" Pokoknya enggak ada ke Korea. "
" Kenapa kalian malah berdebat? " sahut mama Nita.
" Ma'af ma, " jawab Bintang tak enak hati.
" Rey, kau turuti saja lah permintaan istrimu, habis ke Korea kan bisa ke Eropa, " tuan Williams pun ikut menimpali.
" Iya sayang, Korea juga banyak tempat bagus kok, " sahut mama Nita.
Regan pun kini menatap wajah sang istri yang penuh harap itu.
" Baiklah, kita ke Korea, " jawab Regan tertunduk lemas.
Bintang yang mendengarnya pun tersenyum bahagia,kini ia pun mendekat kan wajahnya ke telinga Regan.
" Terima kasih sayang,aku mencintaimu, " bisiknya kegirangan.
Regan pun tersenyum melihat kegembiraan istrinya itu.
" Permisi Tuan ma'af mengganggu, " ucap David yang baru saja datang.
Semua mata pun terutuju pada David.
" Iya, ada apa Dav? " tanya Regan.
" Ma'af Tuan, hari ini ada pertemuan dengan pimpinan perusahaan Jepang, baru saja Tuan Kevin menelfon saya bahwa Tuan lah yang akan menghadirinya. "
" Perusahaan Jepang? untuk apa mereka mengadakan pertemuan? " tanya Regan bingung.
" Apa tuan Kevin belum cerita pada tuan? " tanya David balik.
" Belum, cerita apa? "
" Selama tuan Regan tidak ke kantor, perusahaan kita banyak menerima tawaran proyek kerja sama dari perusahaan-perusahaan besar, tuan Kevin menerima semua proyek kerja sama itu termasuk dengan perusahaan Jepang yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita, " ujar David.
" Aish! manusia itu benar-benar ingin aku bunuh! " gerutu Regan kesal, " sayang,ma'af ya sepertinya bulan madu kita harus di tunda dulu, " ucapnya lagi yang kini berbicara pada Bintang.
" Iya, tidak papa,kita bisa bulan madu kapan saja bukan? " Bintang pun kembali merangkai bunga.
" Jam berapa pertemuan nya! " tanya Regan pada David.
" Baiklah, kau tunggu di mobil, aku bersiap dulu. "
" Baik tuan," David pun menunduk hormat dan melangkah pergi.
" Rey, jangan tunda junior nya, " celetuk mama Nita.
" Mama tenang saja,sudah banyak bibit yang Regan tanam, " jawab Regan yang membuat wajah Bintang seketika merah merona.
" Ha..ha..ha..,kau ini bisa saja Rey?" tawa tuan Williams mendengar jawaban anak laki-laki nya itu.
" Regan bersiap dulu ma,pa, " pamit Regan yang mulai melangkah pergi.
" Bintang bantu suami Bintang dulu ya ma, " ucap Bintang.
" Iya sayang, " jawab mama Nita.
Kini Regan dan Bintang pun sudah berada di kamar mereka, Bintang pun membantu menyiapkan pakaian dan jas Regan.
" Sayang, apa kau akan merekrut sekretaris baru? " tanya Bintang sambil membantu merapikan jas yang Regan pakai.
" Tentu saja, kenapa? "
" Bagaimana kalau kau tidak perlu mencari sekretaris baru? "
" Maksud mu? " tanyanya heran.
" Biar aku saja yang menjadi sekretaris mu, " jawab Bintang dengan senyuman garingnya.
" Tidak! bagaimana bisa aku memperkerjakan istriku sendiri. "
" Bisa sayang,aku tidak papa kok! "
Regan pun daim menatap istrinya itu.
" Kau di rumah saja, " ucapnya sambil mengacak-acak rambut Bintang, " ini kau pakailah untuk memenuhi semua kebutuhan mu, " ucapnya lagi sambil menaruh kartu sakti mandraguna di tangan Bintang.
" Apa kau fikir niat ku berbicara tadi untuk meminta ini? " Bintangpun mengembalikan kartu berwarna hitam itu pada Regan.
" Kau sekarang istriku, sudah kewajibanku menafkahi mu,sekarang ini milikmu! " Regan pun kembali menaruh blackcard miliknya ke tangan Bintang.
" Sayang, tapi aku tetap butuh pekerjaan itu! "
" Apa kau meragukan isi katru yang ku berikan? "
" Tidak,bukan seperti itu! "
" Kau bisa membeli sepuluh pulau sekaligus dengan kartu yang ku berikan, bahkan uangnya tidak akan habis untuk membayarnya, jadi untuk apa kau masih ingin bekerja? "
"Hah! sungguh?apa uang mu sebanyak itu? " ucap Bintang tak percaya.
" Hmmm. "
" Ada sesuatu yang ingin aku beli,aku ingin membelinya dengan uangku sendiri, aku janji setelah aku bisa membelinya aku akan berhenti bekerja, boleh ya? " ucapnya penuh harap.
Regan pun tersenyum tipis sambil membelai rambut Bintang,membuat Bintang begitu senang karena Regan pasti akan mengizinkannya bekerja.
" Boleh kan sayang? " ucapnya lagi.
" Tidak! " jawaban Regan yang membuat wajah Bintang seketika datar.
" Sayaaaang, " ucapnya mencoba merayu.
" Tidak ada bekerja!sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkan mu bekerja! "
" Bukankah kemarin kau berjanji akan menuruti semua permintaan ku? "
" Kecuali ini! "
" Kau curang sekali! " protes Bintang tak suka.
" Bukankah seorang istri itu harus menurut pada suaminya ya? mau jadi istri durhaka? " goda Regan.
" Menyebalkan!baiklah aku tidak akan bekerja," Bintang pun tak bisa memaksakan kehendaknya lagi,kini ia memilih mengacuhkan Regan.
" Oh,benar-benar mau jadi istri durhaka? "
" Aku kan sudah menurut, kenapa masih bilang gitu! " ucapnya tak suka.
" Mengacuhkan suami itu tindakan yang di larang,jadi jangan acuhkan suamimu ini jika tidak ingin menjadi istri durhaka,kau tau kan hukuman istri durhaka di neraka? " goda Regan lagi.
" Aaaaargh... dia menyebalkan sekali! " batin Bintang kesal. Ia pun kini membuang nafasnya kasar dan mulai menatap suaminya lekat-lekat.
" Suamiku sayang, cepatlah berangkat tuan David sudah menunggumu dari tadi dan setelah pekerjaan mu selesai cepatlah pulang karena aku selalu merindukanmu, " ucapnya lagi dengan senyuman yang sedikit di paksakan.
" Baiklah, tapi cium dulu. "
Bintang pun langsung memberikan satu kecupan di bibir suaminya itu.
" Ah! enggak ikhlas nyium nya! " protes Regan.
" Ikhlas kok! "
" Kalau ikhlas kenapa cuma sebentar! "
" Dasar modus! " Bintang pun mencubit perut suaminya itu, " cepatlah berangkat, kasihan David pasti sudah jamuran karena menunggu mu, " ucapnya lagi.
" Baiklah,aku akan menghubungimu setiap satu jam sekali, jangan jauh-jauh dari ponselmu,mengerti! " ucapnya sambil mencium kening Bintang.
" Siap Tuan, " jawabnya menunduk hormat.
" Kau ini! " gemas melihat tingkah istrinya.
" Ayo aku antar sampai depan, " ucap Bintang yang kini mulai melangkah keluar bersama Regan.