
Regan yang sudah berada di kamar Kevin tidak mendapati siapapun di sana, akhirnya Regan pun memilih menunggu Kevin dengan tiduran di atas ranjang.
Sudah satu jam lebih Kevin dan Tuan Williams bermain Catur, Kevin yang mulai mengantukpun mengajak Tuan Williams untuk menyudahi permainan mereka.
" Paman sudah larut malam, ayo kita masuk sebelum kita benar-benar tidur di luar nanti, "
" Kau benar, jangan sampai bibimu mengeluarkan teriakan mautnya, " ucap tuan Williams bergegas masuk rumah.
" Paman,jangan bilang aku yang harus memebereskan ini semua! " teriak Kevin dari luar.
" Paman berjanji,lain kali paman yang akan membereskannya, " jawab Tuan Williams yang suaranya hanya terdengar pelan.
Ternyata satu keluarga ini sama, semua menyebalkan!
gerutu Kevin sambil membereskan papan caturnya.
Kini Kevin pun berjalan menuju kamarnya, ia yang melihat Regan sedang tiduran di atas ranjangnya pun mulai mendekat dan menatapnya tajam.
" Apa! " ucap Regan yang tak suka dengan cara Kevin menatapnya.
" Saranghae," ucap Kevin Datar.
Regan yang mendengarnya pun seketika melempar bantal ke wajah Kevin.Ia pun mulai beranjak dari ranjangnya dan ingin melangkah keluar tapi Kevin menahannya,
" Tetaplah disini," ucap Kevin dramatis,ia tampak mendalami peran seakan ia berada dalam drama Korea, " aku tau kau kesini karena rindu tidur bersama ku bukan? " ucap Kevin lagi yang terus menggoda Regan.Kevin sengaja sekali ingin membuat kakak sepupunya itu kesal.
" Aku benar-benar akan membunuhmu!
Apa kau tidak geli mengucapkannya,hah! "
ucap Regan yang mulai mencekik leher Kevin dengan lengan tangannya.
Kevin pun mulai kesulitan bernafas.
" Aku tidak bisa bernafas, apa kau benar-benar akan membunuhku! " ucap Kevin dengan nafas yang tersengal-sengal mencoba melepas tangan Regan.
" Iya, untuk apa aku memiliki sepupu gila seperti mu! " ucap Regan yang mulai susah bernafas karena Kevin juga mulai mencekiknya dengan lengan.
" Kau yang sudah gila! bagaimana kau bisa ingin membunuh duda keren seperti ku, apa kau tidak memikirkan nasib mereka yang mengantri menjadi istriku jika aku mati! " ucap Kevin tersengal-sengal yang kini posisinya berada di bawah tindihan Regan.
" Bagaimana bisa di saat-saat terakhir kau masih memikirkan mereka! " ucap Regan yang juga tersengal-sengal dengan posisinya kini yang beralih dalam tindihan Kevin.
" Merekalah alasanku bertahan hidup, " ucapnya yang kini kembali dalam tindihan Regan.
" Kau memang sudah tidak waras! " ucap Regan yang kini beralih lagi dalam tindihan Kevin. Mereka terus bergulat dan saling tindih hingga mereka kehabisan tenaga dan saling berbaring menatap langit-langit sambil mengatur nafas.
" Tenagamu sekarang luar biasa!
Dengan tenagamu yang seperti ini kau bisa menghasilkan sepuluh anak sekaligus! " ucap Kevin sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
" Otakmu itu memang selalu kotor, " ucap Regan yang juga sedang mengatur nafasnya.
" Wajar karena aku laki-laki dewasa beda denganmu yang masih piyik yang hanya memikirkan bagaimana bisa beli kinderj*y, "
" Aish! , " gerutu Regan menendang kaki Kevin.
" Ada apa kau kesini?
pasti ada yang ingin kau bicarakan, apa kau ingin menjawab pertanyaan ku tadi? "
" Aku kesini bukan untuk membahas itu, "
" Tapi aku ingin membahasnya!
Sekarang jelaskan, kenapa pink? " mulai berbaring menghadap Regan sambil menggerak-gerakkan kedua alisnya naik turun.
Regan pun melirik ke arah Kevin.
" Kau mau kehilangan kedua matamu! " ucap Regan yang tak suka dengan cara Kevin menatapnya.Kevin pun seketika kembali berbaring menatap langit-langit, " ponsel yang kau lihat tadi bukan milikku, " ucap Regan yang terpaksa membahasnya,karena jika tidak kevin akan terus menggodanya seperti tadi.
" Owh, jadi ponsel siapa tadi? "
" Itu bukan urusanmu! " ucap Regan cuek mulai beranjak dari Ranjang dan melangkah pergi.
" Hei! kau mau kemana! "
" Tidur, "
" Aku tau kau ada masalah, tetaplah disini dan ceritakan padaku apa masalahmu! "
Regan pun menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Kevin.
" Jika kau menghawatirkan seseorang apa itu tanda kau mencintainya, " ucap Regan tanpa menoleh ke arah Kevin.
Kevin yang mendengar pertanyaan Regan tak langsung menjawabnya, ia masih mencerna arti pertanyaan Regan, karena mereka tumbuh bersama membuat Kevin hafal betul sifat Regan jadi tidak sulit bagi Kevin untuk mengetahui maksud Regan sebenarnya.
Siapa orangnya?
gumam Kevin dalam hati yang tau jika
Regan sedang jatuh cinta,Kevin tau jika Regan sengaja melontarkan pertanyaan itu karena ingin memastikan apa yang ia rasakan itu adalah benar-benar perasaan cinta. Kevin pun tersenyum tipis dan mulai menjawab pertanyaan Regan.
" Jika aku menghawatirkan mu, apa itu karena aku mencintaimu! " ucap Kevin yang sengaja membuat Regan berfikir.
Regan hanya diam mendengar ucapan Kevin.
" Jika kau menghawatirkan seseorang karena kau begitu takut kehilangannya, itu karena kau mulai mencintainya, " ucap Kevin lagi.
gumam Regan dalam hati dan mulai melangkah pergi.
" Hei, tidurlah bersamaku! "
teriak Kevin yang membuat Regan menghentikan langkahnya.
" Tidak, tidurmu rusuh sekali! " jawab Regan ketus dan terus berjalan menuju kamarnya di lantai atas.
Kevin yang mendengarnya pun tertawa lepas, karena apa yang di ucapkan Regan memang benar.
Sedangkan di tempat lain,
Bintang yang berada di kamarnya mulai mengerjapkan matanya.
" Apa ini sudah pagi?
aish! kenapa cepat sekali, " gerutu Bintang yang sedang berbicara sendiri, " perutku lapar sekali, " ucap Bintang lagi sambil melihat jam bekernya dengan mata yang masih enggan di buka, Bintang yang melihat jarum jam menunjukkan jam sepuluh malam pun mengucek matanya karena tak percaya, ia pun kembali melihat jarum jam itu lagi, " Aish! aku dari tadi ketiduran, " sambil melihat pakaian yang ia kenakan masih sama saat terakhir kali ai pulang dari rumah Regan, itu tandanya Bintang belum mandi dan ketiduran dari ia pulang tadi. Akhirnya Bintang pun turun dari ranjangnya dengan mata yang masih mengantuk berjalan menuju dapur karena perutnya yang lapar, ia mulai membuat mi rebus untuk menemaninya makan malam,Bintang membuatnya dengan terus menggerutu.
" Gara-gara iblis itu aku sampai tidak makan seharian, " ucap Bintang yang kembali ke kamarnya karena ingat bahwa ponsel nya daritadi mati kehabisan batrai, Bintang pun berniat mengambil ponselnya untuk ia charger,ia mulai mencari ponselnya di tas namun tak ia dapati, dengan wajah yang masih mengantuk ia mulai mengingat-ingatnya dimana terakhir kali ia menaruhnya.
Kenapa kau bisa meninggalkan Ponselmu di atas ranjang iblis itu Bintang?
Semoga saja dia tidak membuangnya!
gerutu Bintang mengutuki dirinya sendiri saat mengingat bahwa dia meninggalkan ponselnya di kamar Regan, dengan wajah yang masih mengantuk Bintangpun kembali lagi berjalan menuju dapur untuk kembali memasak mi.
Di tempat lain,
David yang baru saja lima menit tidur di buat kesal karena ponselnya yang terus berdering,ia pun memilih mematikan panggilan yang terus mengganggunya itu,sudah tiga kali David mematikan panggilan itu namun tetap saja ponsel David berbunyi, akhirnya David pun melempar ponselnya sedikit jauh dari telinganya,tiga menit berlalu ponsel David kembali lagi berbunyi tanpa jeda, dengan mata yang enggan di buka ia pun mengambil ponselnya dengan tangan yang terus bergerilya kemana-mana mencari ponselnya, saat ia mulai merasa bahwa benda yang ia raba adalah ponselnya,David segera mengambilnya dengan terus menggerutu.
Siapapun kau! aku akan membunuhmu karena kau berani mengganggu tidur ku!
gerutu David yang mulai melihat nama di layar ponselnya.Mata yang tadinya enggan di buka kini membulat sempurna saat tahu nama yang terpampang di layar ponselnya,seketika David pun beranjak dari ranjangnya hingga terjatuh kelantai karena terlalu panik, iapun mengangkat panggilan itu dengan menahan rasa sakit di sikunya.
" Berani sekali kau mematikan panggilan ku! " suara dari seberang sana dengan penuh amarah.
" Ma'af Tuan,saya merasa terganggu karena saya baru saja tidur, saya tidak akan berani melakukan itu jika tau Tuanlah yang dari awal menghubungi saya, "
" Aku hanya butuh ucapan ma'af darimu, kau tak perlu menjelaskannya sepanjang itu, kau membuat kupingku panas mendengar suara mu, "
" Ma'af Tuan, " jawab David menahan rasa kesalnya yang sudah di ubun-ubun.
" Besok pagi siapkan ponsel keluaran terbaru,yang paling canggih dan paling mahal, "
" Baik Tu.., " belum juga David menjawab, Regan sudah memutus panggilannya.
David pun melupakan kekesalannya yang dari tadi sudah di ubun-ubun.
Wooooiii...
Jika telinga mu panas mendengar suaraku! Bagaimana nasib telingaku yang setiap hari mendengar mulut pedasmu!
Kau tau! aku sangat bersyukur telinga tidak bisa bicara!
Karena jika mereka bisa bicara mungkin tidak ada telinga yang mau menjadi telingaku!
teriak David dari dalam kamarnya yang membuat tentangga dan semua orang yang ada di rumahnya bangun.
Aku sudah seperti nona Bintang yang suka mengumpat Tuan Regan di belakang.
ucap David yang kembali tidur tanpa dosa, ia mengabaikan semua Art yang kini sudah berkumpul di depan kamarnya karena khawatir dengan kondisinya setelah mendengar teriakannya tadi.
Sedangkan di sisi lain,
" Suara apa tadi? apa itu suara manusia? " ucap salah satu tetangganya yang terbangun karena mendengar sayup-sayup teriakan David.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Kalau kalian suka jangan lupa Vote
Kalau kalian suka jangan lupa Like
Kalau kalian suka jangan lupa klik Favorit
Terimakasih🤗
Happy Reading 😊