My Big Boss

My Big Boss
Manusia serba guna



Prosesi demi prosesi sudah di lalui, acara pernikahan yang mengusung adat Jawa itupun akhirnya telah usai, kini acara selanjutnya adalah acara resepsi pernikahan yang bertemakan iternasional wedding.


Kini tampak Bintang yang begitu anggun menggenakan gaun yang bernuansa biru toska,begitupun dengan Regan yang tampak sangat menawan menggenakan setelan tuxedo dengan warna yang senada dengan gaun Bintang.


Regan yang terlahir menjadi manusia tampan bersanding dengan Bintang yang memiliki kecantikan di atas rata-rata menjadikan mereka kini pasangan yang sangat serasi,hingga membuat banyak tamu mengabadikan foto mereka.


Malam semakin larut,acara resepsi belum juga selesai karena tamu undangan yang masih terus berdatangan.Terlihat Bintang yang mulai lelah karena harus menyalami ratusan tamu undangan yang sebagian besar adalah rekan bisnis Regan.


" Kau pasti lelah,sekarang pergilah ke kamar dan istirahat lah, " ucap Regan yang melihat istrinya mulai kelelahan itu.


" Acaranya belum selesai,rekan bisnis mu juga masih berdatangan,mana mungkin aku meninggalkan mu disini sendiri di pesta pernikahan kita, "


" Aku tidak mau kau sakit setelah ini, nanti akan ku jelaskan pada semua tamu,jika kau sekarang sedang istirahat, "


" Aku baik-baik saja,aku masih kuat tenanglah aku tida akan sakit, "


" Kau selalu saja mengeyel, " gerutu Regan kesal.


Kini tampak Bintang yang mulai mengedarkan pandangan nya seperti sedang mencari seseorang.


" Kenapa sampai sekarang dia belum datang, apa terjadi sesuatu padanya? " gumam Bintang yang kini sedang menghawatirkan Rafa karena sejak berlangsungnya acara tadi pagi sampai sekarang belum menampakan batang hidungnya.


Bintang pun kini mulai tampak gelisah,ia yang ingin menghubungi Rafa harus menerima kenyataan jika kini ponselnya berada di kamar dan tak mungkin ia mengambilnya saat ini karena masih banyak tamu yang berdatangan.


Regan yang menyadari istrinya sedang gelisah itupun mengerutkan dahinya.


" Kenapa? " tanyanya.


" Tidak, " jawab Bintang dengan senyum yang di paksakan.


" Jangan berbohong, " ucap Regan yang tau jika istrinya itu menyembunyikan sesuatu darinya.


"Rafa, " ucap Bintang pelan.


Regan yang mendengar ucapan Bintang pun seketika bermuka masam.


" Sahabatmu itu? kenapa dengannya? " tanya Regan dengan malas, ia tak suka jika istrinya itu memikirkan laki-laki lain selain dirinya.


" Dia belum datang, " ucap Bintang yang mulai tampak sedih.


" Kau sedih hanya karena dia belum datang,begitu berarti kah dia untuk mu! " ucap Regan yang mulai kesal.


" Dia sahabat ku, tentu saja dia berarti bagiku, kau tak punya sahabat jadi kau tak akan mengerti, " ucap Bintang yang kini mulai kesal juga,karena Regan tak mengerti dengan perasaannya.


" Kata siapa! " ucap Regan yang tak suka jika di bilang tak punya sahabat oleh Bintang,Regan pun kini mulai mengambil ponselnya yang ia simpan di saku celana, kemudian ia taruh diatas telapak tangan Bintang, " pakailah,hubungi dia jika kau menghawatirkan nya, " ucapnya lagi yang tak mau melihat sang istri sedih walaupun sebenarnya ia tak rela jika istrinya itu menghubungi laki-laki lain.


Seketika wajah Bintang pun tampak ceria.


" Kau yakin? tidak akan marah kan? " tanya Bintang memastikan dulu.


" Tidak, tapi itu tidak gratis, " ucap Regan yang kini tersenyum licik.


" Tenanglah aku akan membayar pulsamu nanti, " jawab Bintang dengan santainya tanpa mengartikan senyuman licik dari suaminya itu yang jelas memiliki banyak arti.


Kini Bintang pun sedikit menjauh dari kerumununan untuk menghubungi Rafa.


Sedangkan Regan sibuk menemui para rekan bisnisnya.


Tampak panggilan Bintang yang kini sudah tersambung dengan Rafa.


" Halo, " suara dari seberang sana.


" Halo Fa, kau baik-baik saja kan?" tanya Bintang khawatir.


" Iya, " jawab Rafa dengan singkatnya.


" Lalu kemana saja kau! apa kau benar-benar ingin menjadi Alien, hah! " ucap Bintang yang kini penuh amarah karena Rafa yang tak kunjung datang ke acara pernikahannya.


" Berbalik lah, aku ada di belakang mu, " jawab Rafa yang membuat Bintang seketika membalikkan badannya, kini tampak Rafa dengan gagahnya berjalan kearahnya, Bintang pun kini bisa tersenyum lepas karena satu-satunya orang yang ia tunggu sudah datang.


" Kau tau tidak! kau membuat ku khawatir, kemana saja kau! kenapa baru datang sekarang, " ucap Bintang kesal sambil memukul bahu Rafa dengan menahan tangis bahagia nya.


" Kau hobi sekali memukul,sungguh kasihan nasib suamimu karena memiliki istri tukang pukul seperti mu, " gerutu Rafa sambil mengelus bahunya yang sedikit sakit.


" Kau belum menjawab pertanyaan ku, kenapa baru datang sekarang? " tanya Bintang menyelidik.


" Ada hal penting yang harus aku kerjakan, " jawabannya berbohong, karena sejujurnya ia tak sanggup jika harus melihat orang yang ia cintai di pinang oleh laki-laki lain.


" Ya, kau sekarang menomor duakan ku! " ucap Bintang kesal karena selama ini Rafa selalu mementingkannya terlebih dulu.


" Kapan aku nikahnya jika terus menomorsatukan mu! " celetuk Rafa.


Bintang pun diam sejenak mendengar ucapan Rafa yang memang ada benarnya itu.


" Ya, baiklah kau menang hari ini, " ucap Bintang yang tak lagi merasa kesal pada Rafa.


Rafa pun tersenyum masam karena sungguh di dalam hatinya Bintang tetap menjadi nomor satu untuk nya.


Kini Bintang terpaksa harus meninggalkan Rafa karena harus menemui tamu undangan yang meminta foto bersamanya.Sedangkan Rafa dari kejauhan terus menatap wanita yang ia cintai itu.


" Ehem," suara batuk Regan yang mengejutkan Rafa, " dia sungguh cantik bukan? " ucapnya yang kini memandangi istrinya itu.


Rafa hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Regan.


" Dia sekarang istri ku, ku harap kau tidak melebihi batasan mu, " ucap Regan yang tetap fokus menatap wajah cantik istrinya dari kejauhan.


" Apa maksud mu! " tanya Rafa dingin.


" Kau mencintai nya bukan, " ucap Regan yang kini membuat Rafa terdiam.Regan sejak lama menyadari jika Rafa memiliki perasaan lebih pada Bintang.


" Kenapa diam? " tanya Regan acuh.


" Ya, aku memang mencintai nya,jagalah dia baik-baik,jangan pernah menyakitinya, jika ku tahu kau membuatnya menangis, aku akan mengambilnya darimu, " ucap Rafa dengan senyuman yang tak dapat di artikan.


" Jika kau berani mengambilnya dariku,kau akan tau siapa Regan yang sebenarnya," ucap Regan yang kini melirik tajam Rafa,kini Regan pun berdiri di samping Rafa, " jangan khawatir aku akan menjaganya sebaik mungkin,terimakasih kau sudah menjaganya selama ini, " ucapnya lagi sambil menepuk bahu Rafa dengan senyuman yang tak dapat diartikan.


Rafa pun hanya diam dengan tatapan dinginnya.


Di sisi lain Bintang mulai berjalan ke arah dua laki-laki yang sama-sama bermuka dingin itu.


" Kalian sedang membicarakan apa sih,serius sekali, " tannya Bintang pada dua laki-laki yang mencintainya itu.


" Ini obrolan antar laki-laki, kau tidak perlu tau, " jawab Regan yang kini mulai merangkul bahu Bintang.


" Ya... ya... ya..., " jawab Bintang dengan malasnya, " sekarang kita ambil foto bareng yuk,biar aku panggil tukang fotonya, " ucap Bintang yang kini mulai mencari sang fotografer.


" Sayang, Rafa bilang dia tadi mau buru-buru pulang,ya kan bro, " ucap Regan yang kini menepuk bahu Rafa dengan senyuman tipis yang penuh makna.


Rafa pun mengerti jika itu hanya akal-akalan Regan yang sebenarnya tidak mau jika dirinya terus bersama Bintang.Rafa hanya tersenyum dalam benaknya.


" Benar Fa? " tanya Bintang tak percaya.


" Iya, aku harus kembali ke bengkel,banyak montir yang sedang lembur sekarang, aku tidak mungkin membiarkan mereka kerja lembur sendiri, " jawab Rafa berbohong.


" Kau memang pimpinan yang baik hati yang selalu memikirkan bawahan mu, " ucap Bintang sambil melirik Regan seakan sedang menyindir bekas atasnya itu yang dulu selalu semena-mena padanya, " baiklah kau boleh pulang,hati-hati di jalan Fa, jaga kesehatan mu, " ucap Bintang lagi.


" Tentu,kau juga jaga kesehatan mu,selamat atas gelar yang kau sandang sekarang, jangan lupa,jadilah istri yang baik, " ucap Rafa sambil mengacak-acak rambut Bintang yang kemudian berlalu pergi.


" Terima kasih untuk semuanya Fa, " ucap Bintang lagi yang di balas dengan senyuman hangat dari Rafa.


Sedangkan Regan yang merasa tersindir dengan ucapan Bintang pun kini menatap Bintang tajam.


" Apa! " tanya Bintang yang tak suka dengan tatapan dari suaminya itu.


" Jadi Nona Regan menganggap tuan Regan bukan pimpinan yang baik, hemmm, " ucapnya sambil mencubit kedua pipi istrinya itu.


" Tadi, bilang Rafa pimpinan baik hati tapi sambil lirik-lirik ke arahku, pasti sedang menyindir ku kan? "


" Jadi tuan Regan merasa kesindir? baguslah, " jawab Bintang tertawa kecil.


" Nona Regan sekarang benar-benar berani ya, sekarang tuan Regan akan benar-benar menghukummu, " ucap Regan yang kini mulai merangkul bahu Bintang dan mengajaknya berjalan mengikuti langkahnya.


" Sayang, kau akan membawa ku kemana? " tanya Bintang panik.


" Ke kamar, " jawabnya santai.


" Ngapain? " tanya nya curiga.


" Menghukummu, " jawab Regan dengan senyuman licik.


" Aish! pasti otak mesumnya mulai bereaksi, " batin Bintang yang mengerti dengan senyuman licik suaminya itu.


" Sayang, acaranya belum selesai, masih banyak tamu engggak baik kalau kita tinggal, " ucap Bintang agar bisa lolos dari jerat suaminya itu.


" Tenang saja, David sudah mengurusnya, " jawab Regan santai.


"Aaaaa... kenapa aku bisa lupa jika ada manusia serba guna itu! " batin Bintang kesal.


Kini Bintang dan Regan pun sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.Bintang yang baru saja masuk di buat takjub dengan keindahan kamar pengantinnya hingga melupakan niat licik suaminya itu.


" Sayang, apa ini semua idemu? " tanya Bintang yang melihat bunga kesukaannya menghiasi setiap sudut kamar.


" Apa kau suka? " tanya Regan yang kini mulai memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.


" Tentu saja, " jawab Bintang yang masih saja ternganga melihat keindahan kamarnya.


Sedangkan Regan yang sedang memeluk istrinya itu mulai membelai leher jenjang sang istri,kini kepalanya pun mulai bersemayam di tengkuk sang istri,ia pun perlahan mulai mencium tengkuk istrinya dengan lembut hingga membuat tubuh Bintang kini bak teraliri aliran listrik.


" Sa.. sayang, aku belum mandi, " ucap Bintang yang mencoba lepas dari jerat suaminya itu.


" Aku lebih suka dengan mu yang seperti ini, " ucap Regan yang tak menghentikan aksinya yang membuat tubuh Bintang semakin panas dingin.


" Saa..sayang,apa kau tidak capek, seharian ini kan kita berdiri untuk menyalami tamu, " ucap Bintang lagi yang mencoba lepas dari terkaman suaminya itu.


" Oh, jadi kau ingin melakukannya sambil berbaring, " ucap Regan yang kini mulai membaringkan tubuh Bintang.


"Aaaa... kenapa jadinya malah gini,mama tolong Bintang belum siap, " batin Bintang yang kini malah memeluk erat Regan agar tak jadi berbaring.


" Kenapa? " tanya Regan heran.


" I.. ni kan sayang kalau kita rusak, " ucap Bintang sambil menunjuk rangkaian bunga yang di tata cantik di atas ranjang pengantin mereka.


" Kau benar, " ucapan Regan yang kini membuat Bintang sedikit bernafas lega.


" Bagaimana kita bisa tidur jika banyak bunga di atasnya!" gerutu Regan kesal.


" Kita tidur ndi sini saja sayang," ucap Bintang sambil menunjuk kursi sofa.


Regan yang melihatnya pun membuang nafasnya kasar.


" Itu tidak akan muat untuk kita berdua, "


" Lalu malam ini kita tidur dimana?" tanya Bintang.


" Kita tetap tidur di sini," menunjuk ranjang nya dan mulai memunguti satu persatu bunga mawar yang ada di atas ranjang nya itu.Bintang yang melihatnya pun merasa panik.


" Sa.. sayang aku menyukainya,kenapa kau merusaknya! " ucap Bintang yang sengaja ingin menggagalkan niat suaminya,karena ia yang belum siap untuk melakukan apa yang suaminya inginkan itu.


Regan pun kini membuang nafasnya kasar.


" Siapapun kau yang menata bunga ini, aku pasti akan membunuhmu! " gerutu Regan kesal.


" Baiklah kita duduk saja di sini, " ucap Regan pasrah yang kini menunjuk kursi sofa.


Regan pun kini menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


Bintang yang melihat sang suami pun merasa bersalah.


" Ma'af kan aku, beri aku waktu untuk menyiapkan diri, setelah aku siap pasti aku akan melakukannya untuk mu, " gumam Bintang dalam hati.


" Oh, ya mana ponsel ku, " ucap Regan yang teringat ponsel yang Bintang pinjam darinya.


" Ini, " ucap Bintang yang menyodorkan ponsel milik Regan beserta satu uang kertas pecahan sepuluh ribu.


" Uang apa ini? " tanya Regan.


" Uang untuk membayar pulsamu yang terpakai tadi, " jawab Bintang dengan santainya.


" Aku tidak butuh uang recehmu ini! " mengembalikan uang kertas itu pada Bintang.


" Oh, syukur deh, kenapa aku bisa lupa jika suamiku ini kaya raya, "


" Tapi kau harus tetap membayarnya, semua tadi tidak gratis! "


" Kau perhitungan sekali pada istri mu sendiri, baiklah kau ingin aku bayar dengan apa! " ucap Bintang yang mulai kesal.


" Cium sepuluh kali, " jawab Regan tersenyum licik.


" Sudah kuduga! " batin Bintang.


" Tidak, aku tidak mau, " ucap Bintang yang kini menyilangkan tangan didada sambil mengerucutkan bibir nya.


Cup, satu kecupan dari Regan mendarat tepat di bibir mungil Bintang.Bintang pun kini mulai menatap tajam Regan.


" Karena kau tidak mau, jadi aku yang melakukannya, " ucap Regan yang kini tersenyum garing di depan Bintang.


" Dasar pencuri! " ucap Bintang kesal.


" Aku tidak mencuri, aku hanya mengambil apa yang menjadi milikku, " ucapnya kini yang mulai menatap Bintang lekat,kini tatapan hangat mereka pun mulai beradu.


" Masih kurang sembilan kali lagi, " bisik Regan yang kini mulai mendekat kan wajahnya,Regan pun mulai memegang tengkuk istrinya dan mulai mendekat kan bibirnya hingga kini tok..tok..tok..suara ketukan pintu David yang kini membuat Regan diam menahan amarah.


" Sayang buka dulu gih, " ucap Bintang pelan.


" Biarkan, " ucap Regan yang kini mulai mendekatkan wajahnya lagi, namunTok..tok..tok...


Suara ketukan pintu pun kembali menggagalkan aksi Regan.


" Temui dulu sayang, mungkin ada yang penting, " ucap Bintang lagi.


" Awas saja jika tidak penting,siapapun kau! aku pastikan kau akan kehilangan nyawamu! " gerutu Regan kesal yang kini mulai beranjak dari kursinya untuk membuka pintu.


_


_


_


_


_


Yuk do'a kan David banyak-banyak 😂😂


Jangan lupa jempol di goyang ... yang... jempol di goyang... 🤣🤣🤣


Tinggal kan jejak kaliann, please..... 😁


Episode terpanjang yang pernah author tulis, jangan lupa apresiasinya😂😂😂ngarep🤭