My Big Boss

My Big Boss
Drama



Haripun sudah mulai gelap, Regan, David dan Bintang sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri pertemuan penting bersama client.


" Tuan, jika kita mengantarkan Nona Bintang terlebih dulu maka kita akan terlambat menghadiri pertemuan keluarga, " ucap David yang tetap fokus mengemudi.


" Kita bawa saja dia, " ucap Regan yang sibuk dengan ponselnya.


Dia pikir aku barang!


gerutu Bintang dalam hati.


Kini Tampak Regan yang sedang menghubungi seseorang,entah siapa yang sedang ia hubungi yang jelas Regan tampak serius dalam berbicara.Tak lama setelah itu Regan meminta David untuk putar arah dan mengikuti instruksinya,Davidpun menjalankan tugasnya tanpa bertanya walau di benaknya banyak hal yang ingin ia tanyakan.


Sedangkan di sisi lain,Bintang tengah tidur bersandar kursinya,entah dari kapan,yang jelas kini ia tertidur dengan sangat pulas. Regan yang melihat nya pun memperhatikan wajah cantik Bintang yang begitu menyejukkan hatinya,ia pun merangkul bahu Bintang dan menyenderkan kepala Bintang pada bahunya.


" Kau pasti sangat lelah, " ucapnya sambil membelai pipi mulus Bintang.


Sedangkan di tempat lain,


keluarga Regan dan Selly sudah menunggu kedatangan Regan di sebuah restauran mewah milik keluarga Selly.


" Apa Regan tidak ikut bersama kalian? "


tanya Tuan Felix pada Tuan Williams dan Mama Nita.


" Regan masih dalam perjalanan Tuan, mohon tunggu sebentar, "


ucap Tuan Williams dengan ramah.


" Ma, anak itu akan beneran datang kan? " tanya tuan Williams pada mama Nita dengan suara berbisik.


" Iya, dia bilang akan datang setelah pekerjaannya selesai, " jawab Mama Nita juga dengan suara berbisik.


" Baiklah, awas saja jika dia berani tidak datang, "


" Papa bersabarlah, "


ucap mama Nita yang mulai menenangkan suaminya.


Di tempat lain.


Kini Mobil Regan berhenti tepat di depan rumah sakit.Reganpun turun bersama David, mereka sengaja meninggalkan Bintang yang masih tertidur. Regan dan David pun berjalan memasuki rumah sakit.


" Tuan Tunggu, " teriak Bintang yang baru saja bangun dan menyadari bahwa ia di tinggal oleh kedua manusia yang tadi bersamanya.Teriakan Bintang itupun menghentikan langkah kaki Regan dan David.


Kini Bintang pun berlari menghampiri mereka.


" Kenapa saya di tinggal?" ucap Bintang mengerucutkan bibirnya.


" Karna kau susah sekali di bangunin, " jawab Regan yang kini kembali melangkahkan kakinya.


" Kapan kau banguninnya tuan?


kau malah menina bobokkan Nona Bintang di pundakmu hingga ia semakin pulas tertidur, "


gumam David yang geram karena sikap Regan.


"Bener enggak sih! kenapa aku sama sekali enggak ngrasain dia bangunin aku? kenapa aku jadi kebo gini sih... aduh Bintang..malu-maluin banget,udah berapa kali ini terjadi!" gumam Bintang yang memukul-mukul kepalanya sendiri.


Kini Bintang pun kembali berlari mengejar Regan dan David yang sudah berada jauh darinya.Bintang pun mengedarkan pandangannya ia baru sadar jika tempatnya kini berada adalah rumah sakit,Kini yang terlintas di otaknya adalah Regan.


" Tuan apa penyakit tuan kambuh lagi? " tanya Bintang yang mulai khawatir.


" Tidak, "


" Syukurlah...( mengelus dadanya sendiri)


Kenapa sekarang kita di rumah sakit?


Apa pertemuan keluarga nya akan di adakan di sini? "


tanya Bintang dengan polosnya.


Regan pun menghentikan langkahnya,


Cletuuuk..


Satu sentilan melayang di kening Bintang.


" Seperti nya ibu sekretaris harus banyak mengkonsumsi sup penutrisi otak sebelum benar-benar menjadi Nona Regan, " ucapnya yang kemudian masuk di salah satu ruang rawat VVIP.


Bintang pun hanya mendengus kesal sambil mengelus keningnya yang sedikit sakit. Kini ia pun memilih diam dan tak lagi bertanya walau di dalam otaknya kini penuh tanda tanya.


Sedangkan David mendengar kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Regan menjadi bengong sendiri.


" Nona Regan ? apa hubungan kalian sudah sejauh itu? kenapa aku tidak tau? " gumam David dalam hati.


David pun semakin tidak mengerti drama apa yang terjadi antara Tuan dan sekretarisnya itu.


Kini mereka bertiga sudah berada di ruangan VVIP itu bersama dokter bedah yang sudah di minta Regan untuk membantunya.Saat di perjalanan Regan menghubungi pihak direktur rumah sakit untuk menyiapkan ruangan VVIP untuknya dan satu dokter bedah yang harus sudah standby di sana sebelum dia datang.Regan adalah Donatur terbesar di rumah sakit itu hingga dengan mudah ia meminta bantuan.Rumah sakit yang kini ia tempati adalah rumah sakit dimana ia di rawat tempo lalu.


Kini regan pun mulai memberi intruksi pada kedua manusia yang kini sedang berada di hadapannya itu, David dan Dokter bedah.


" Dok, tugas anda sekarang membuat wajah saya seolah luka parah, dan ketika keluarga saya dan keluarga calon tunangan saya datang kau harus berakting secantik mungkin, bilang jika wajah saya mungkin akan cacat atau yang lainnya dan kau harus pastikan mereka percaya dengan ucapan mu ," ucap Regan dengan sorot matanya yang tajam.


" Baik tuan, " Jawab dokter itu.


Kini giliran Regan meberikan intruksi pada David.


" Dav, kau cari alasan yang tepat kenapa aku bisa terluka dan setelah dokter menyelesaikan tugasnya kau hubungi Papa, "


" Baik tuan, "


" Sebenarnya apa yang kau rencanakan Tuan? " gumam David dalam hati .


Sedangkan Bintang yang merasa lolos dari perintah Regan pun sedikit demi sedikit berjalan mundur agar ia bisa keluar dari ruangan itu.


" Syukurlah,aku tidak ikut dalam drama yang dia sutradarai, " gumam Bintang dalam hati yang tetap berjalan mundur sedikit demi sedikit.


" Nona Regan mau kemana? " suara Regan yang seketika membuat Bintang menghentikan langkahnya.