My Big Boss

My Big Boss
Beruang kutub



Sudah tiga hari lamanya,tapi Bintang masih juga mendiamkan suaminya, beribu cara sudah Regan lakukan agar istrinya itu tidak marah, tapi tetap saja Bintang masih merasa kesal.


Mana ada seorang istri yang tidak marah jika suaminya diam-diam menemui mantan kekasihnya apalagi terang-terangan meminta izin untuk merawat mantan kekasihnya yang sedang sakit,jadi wajar saja jika kini Bintang masih menyimpan amarah pada suaminya.


Sikap Bintang ini membuat Regan selalu uring-uringan,pekerjaanya hanya marah-marah tidak jelas di kantor hingga semua karyawan nya kini menjadi korban pelampiasan amarahnya.


Masalah sekecil apapun akan menjadi besar,dan masalah besar sudah membuat Regan kini memecat tiga orang karyawannya.Kini suasana kantor benar-benar panas bagaikan neraka.


Semua karyawan tampak mengeluh akan sikap Regan,bahkan di antara mereka ada yang sampai menagis,termasuk Maura yang kini tengah menangis sesenggukan di ruangan David hanya karena setiap hari di marahi Regan.Wajar saja karena Maura tidak mempunyai hati sekuat Bintang.


David pun kini bingung harus bagaimana menyikapi wanita di hadapannya.Ia yang sedang fokus dengan pekerjaannya merasa terganggu dengan suara tangis Maura yang berisik.


" Maura,kenapa kau harus menangis disini!menangislah di mejamu sana! "


Tangis Maura pun kini semakin pecah karena mendengar ucapan David.


" Kenapa tuan juga sama jahatnya dengan tuan Regan, aku hanya ingin menumpang nangis di sini kenapa tidak boleh? tuan senang jika saya di marahi tuan lagi? "


David pun menjadi serba salah.


" Ya sudah menangislah di sini! "


Maura pun kini semakin menangis mendapati sifat David yang begitu acuh.


" Hiks..hiks..kenapa ada manusia yang seperti ini! " gumamnya dalam hati.


Kini Maura pun mendongakkan wajahnya menatap David lekat-lekat.


" Tuan, " panggil nya pada David yang tetap fokus dengan laptopnya.


" Iya, ada apa? "


" Sepertinya saya sudah tidak tahan lagi menjadi sekretaris tuan Regan,saya ingin mengundurkan diri saja tuan. "


" Hah! " David pun terkejut dengan penuturan Maura.


" Kenapa harus mengundurkan diri? " tanyanya kini.


" Selama beberapa hari ini tuan Regan terus memarahi saya, semua pekerjaan saya tidak ada yang benar di matanya.Bisa-bisa telinga saya bengkak karena mendengar omelan nya setiap hari! "


David pun menghela nafasnya kasar.


" Bersabarlah,aku pastikan sikap tuan Regan akan berubah jadi bertahan lah jangan mengundurkan diri dulu. "


Wajah Maura pun kini berbinar.


" Tuan menahanku karena sudah menyukaiku? " ucapnya percaya diri.


" Jangan percaya diri, aku melakukannya untuk diriku sendiri.Jika kau mengundurkan diri pekerjaan ku akan bertambah banyak. "


Maura pun kini mengerucut kan bibirnya.


" Lalu kapan tuan akan menyukaiku? " ucapnya manja.


" Jangan terlalu berharap! " David pun kini melangkahkan kakinya keluar, sementara Maura semakin gemas melihat sikap pria idamannya itu.


" Tuan, " pangil Maura yang kini mengekori David.


" Apa lagi! " David pun mulai geram.


" Hari ini tuan Regan ada meeting,saya habis di marahi saya tidak berani masuk ke ruangannya. "


" Hmm..baiklah. " David yang mengerti pun langsung berjalan menuju ruangan Regan.


" Permisi tuan! " ucapnya yang kini sudah berada di hadapan Regan.


" Ada apa? "


" Hari ini ada meeting yang harus tuan hadiri, apa tuan ingin saya siapkan semua bahannya sekarang? "


" Batalkan meeting hari ini! "


" Tapi tuan, ini proyek yang sangat besar, tuan yakin ingin membatalkannya? "


Brrrraaaaak....


Regan pun memukul mejanya dengan sangat keras. Membuat nyali David kini menciut.


" Apa aku perlu mengulangi ucapanku Dav! "


Mata Regan pun tampak ingin membunuh orang di hadapannya.


" Ma.. ma'af tuan. " Kini David pun bergegas keluar.


" Gila!proyek milyaran rupiah mau di batalkan?aku harus menemui orang yang menjadi penyebab ini semua. "


David merasa bahwa dirinya harus turun tangan,ia pun kini datang menemui Bintang yang ada di tokonya.


" Ada apa Dav? " tanya Bintang yang kini melihat David berdiri di hadapannya.


" Saya mohon nona berhentilah marah dengan tuan Regan,tuan Regan sudah mengurungkan niatnya untuk membantu mantan tunangannya,dia tidak jadi merawat mantan kekasihnya kenapa nona masih marah juga! nona tau keadaan kantor saat ini gonjang-ganjing hawanya panas lebih panas dari padang pasir,semua itu karena nona mengacungkan tuan Regan.Sekarang pekerjaannya cuma marah-marah terus di kantor.Sekarang tolong bilang sama suami nona itu jangan bawa masalah rumah tangga ke kantor sampai-sampai sekarang proyek bernilai milyaran rupiah di batalkan tanpa alasan! dan bilang juga sama suami nona jangan jadikan kita bahan pelampiasan kemarahannya.Telinga kita semua panas karena setiap hari mendengar ocehannya! apalagi telinga saya rasanya sudah mau meledak karena mendengar ocehannya dari lahir! dan satu lagi tolong bilang ke suami nona jangan terus menyuruh saya,saya manusia saya juga bisa capek!"


Bintang pun tersenyum mendegar David mengomel, karena ini pertama kalinya melihat manusia galak itu mengeluh dan mengomel panjang lebar.


Sementara Regan yang ternyata dari tadi ada di belakang David pun kini menepuk bahu David.


David pun kini menoleh dan seketika wajahnya kini berubah menjadi putih pucat.


" Tu.. tuan, " ucapnya tersenyum garing.David yang kini melihat Regan ternyata ada di dekatnya pun menyesali perkataan nya tadi.


" Capek Dav? " Regan pun bertanya dengan senyuman yang tak dapat di artikan.


" Ti..tidak kok tuan. "


" Tadi katanya capek,ayo aku pijitin! " tawaran Regan yang di selingi senyuman menyeringai membuat David kini bergidik ngeri.


" Tidak tuan terimakasih. " jawabnya yang mulai menundukkan pandangannya.


" Ayo tidak papa,katanya tadi capek? " Regan pun terus memaksa.


" Sekarang sudah tidak tuan. "


Regan pun kini tersenyum sambil menepuk bahu David.


" Ma'af kalau selama ini aku selalu merepotkan mu,sekarang kembalilah ke kantor, jika kau capek bilang,aku siap memijatmu! "


David pun tersenyum getir melihat senyuman Regan yang tampak menakutkan baginya.


" Saya permisi tuan. " David pun kini bergegas pergi.


Sementara Regan kini menghampiri istri tercintanya yang kini mulai membuang muka itu.


" Sayang, sudah ya marahnya, kau dulu janji hanya akan marah sebentar kan, kenapa sekarang sampai tiga hari?"


ucapnya namun Bintang tetap diam tak menghiraukan nya.


Regan pun tak menyerah, ia tetap berusaha agar istrinya mau memaafkannya.


" Sayang,aku minta ma'af karena sudah mempunyai fikiran untuk membantunya,aku sudah menghapus semua niatan ku itu!jadi ku mohon ma'afkan aku! " ucapnya lagi penuh penyesalan.


Kemarahan Bintang membuat Regan kini tak lagi memikirkan Tania, entah apa yang terjadi pada Tania pun Regan sudah tidak peduli,kini mendapatkan ma'af dari istrinya lebih penting dari apapun,dia sampai mengabaikan semua pekerjaannya hanya karena sibuk memikirkan cara untuk membuat sikap istrinya kembali hangat lagi padanya.


" Sayang. " Pangil nya lagi.Kini Regan pun berlutut di hadapan istrinya dan mulai meraih tangan lembut itu dan kini di gengamnya erat.


Bintang pun kini membuang nafasnya kasar.


" Kau tidak perlu seperti ini! berdirilah! " ucapnya yang kini berusaha menarik bahu suaminya yang tengah berlutut di hadapannya itu.


" Aku akan terus seperti ini jika kau belum mema'afkanku! " Regan pun tetap kekeh berlutut di hadapan istrinya membuat kini para pengunjung toko menatapnya.


" Malu tuh di lihatin banyak orang! " protes Bintang yang kini mulai menundukkan pandangan nya karena malu.


" Aku tidak peduli dengan mereka! " Regan pun tetep bersimpuh di depan istrinya walaupun kini di lihat oleh banyak orang.


" Baiklah aku meam'afkanmu, sekarang berdiri lah! " Akhirnya runtuh juga pertahanan Bintang setelah beberapa hari mencoba untuk tidak luluh dengan semua bujuk rayu suaminya,ia sengaja mengacuhkan suaminya karena ingin melihat kesungguhan suaminya,kali ini ia bisa melihat kesungguhan suaminya yang telah benar-benar menyesali perbuatannya.


Kini terlihat senyuman yang mengembang di wajah Regan,seketika ia pun memeluk tubuh yang sudah ingin ia peluk dari kemarin itu.


" Terimakasih sayang, " ucapnya yang kini mengeratkan pelukannya hingga tanpa sadar membuat Bintang sulit untuk bernafas.


" Kau membuatku tidak bisa bernafas! " Bintang pun menepuk punggung suaminya itu.


" Ma'af kan aku! " Regan pun kini mengendorkan pelukannya dan menatap wajah istrinya lekat-lekat.Ia pun kini memberikan satu kecupan di kening Bintang membuat pengunjung toko yang mayoritas wanita itu merasa iri melihat ke uwuan mereka.


Sementara Bintang kini merasa malu dengan tindakan suaminya itu.


" Kita sekarang di lihat banyak orang!jangan seperti ini ! " ucapnya berbisik.


" Bodoamat! aku rindu,kau tidak tau bagaimana tersiksa nya diriku karena kau acuhkan! "


" Salah siapa! "


" Salah ku, " Regan pun tertunduk lesu.


Bintang pun kini tersenyum melihat sikap suaminya itu.Wajah yang dari kemarin tampak muram pun kini terlihat berseri kembali.


" Sekarang lepaslah pelukanmu! "


" Tidak! " tolak Regan yang tetap enggan melepas tubuh istrinya.


Bintang pun kini mengerutkan keningnya, dia tak habis fikir dengan sikap suaminya yang menjadi kekanak-kanakan.


" Kau bisa memelukku lagi nanti! aku malu di lihat banyak orang,atau kau mau aku marah lagi! " ucapnya tak suka karena suaminya itu terus memeluknya.


" Iya iya, " Regan pun kini melepas tubuh yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.


Kini mereka pun duduk saling berhadapan.Tampak Regan yang kini terus menatap wajah wanita yang dari kemarin terus mengacuhkannya itu.


" Sekarang jelaskan padaku,kenapa orang mati bisa hidup kembali? " tanya Bintang pada suaminya.


" Maksudnya gimana? aku tidak mengerti! "


" Mantan tunangan mu kenapa bisa hidup kembali? atau jangan-jangan kau selama ini membohongi ku ya?dia tidak pernah meninggal kan? mana ada orang mati bisa hidup kembali. "


" Dia memang tidak pernah meninggal, dia selama ini ingin menghilang dari hidupku dengan pura-pura meninggal,aku tidak membohongi mu, aku juga baru tahu kemarin. " jelas Regan.


" Kau tidak membohongi ku lagi kan? " Bintang pun memastikan, dia takut jika ternyata suaminya sudah dari dulu berhubungan dengan mantan kekasihnya itu.


" Tidak, aku tidak akan berani berbohong lagi padamu. "


" Baiklah aku percaya,tapi jika kau sampai membohongi ku lagi dan kau diam-diam menemui mantan tunangan mu,aku akan pergi dari hidup mu! " ancam Bintang.


Regan pun tersenyum.


" Nona Regan ternyata menakutkan sekali ya?" ucapnya kini sambil mengacak-acak rambut Bintang.


" Aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang akan membuat mu meninggalkan ku,kau itu segalanya bagiku, " ucapnya kemudian seraya mengusap lembut pipi Bintang.


Bintang pun bisa melihat kesungguhan dari mata suaminya,tatapan penuh cinta itupun kini terpancar dari keduanya.


" Baiklah,sekarang kembalilah ke kantor selesaikan semua pekerjaan mu. "


" Aku masih ingin melihat mu, " tolak Regan yang sebenarnya ngin menghabiskan waktunya hari ini bersama Bintang.


Sementara Bintang kini tampak membuang nafasnya kasar.Kenapa sikap suaminya seperti anak kecil ? bahkan melebihi sikap Cello.Pikirnya dalam hati.


" Kembalilah,kau harus mengurus semua pekerjaan mu,kau tidak boleh mengabaikannya,apa kau tidak ingat tadi David mengomel panjang lebar? "


Regan pun kini tersenyum.


" Baiklah, tapi cium dulu, " ucapnya mulai mendekatkan wajahnya.


Bintang yang melihat tidak lagi banyak pengunjung pun mencium bibir suaminya membuat David yang sebenarnya dari tadi memperhatikan mereka pun kini menutup matanya.


" Syukurlah, mereka sudah baikan, " gumamnya pelan.


" Jadi pingin punya suami, " suara seorang Wanita yang kini mengejutkan David.David pun menoleh dan membelalakkan matanya saat mendapati wanita di hadapannya kini.


" Maura! sejak kapan kau ada disini! "


" Sejak tadi, aku mengikuti tuan karena takut tuan di hukum yang aneh-aneh sama tuan Regan. "


David pun membuang nafasnya kasar,dia bebar-benar tidak habis fikir dengan Maura, kini ia pun berlalu pergi.


" Tuan, " panggil Maura yang kini mengekori David.


David pun tetap diam tak menghiraukan Maura.Sementara Maura tetap saja mengekorinya.


" Tuan sudah tua, apa tuan tidak ingin menikah? " suara Maura yang kini membuat David menatapnya tajam.


" Kau bilang aku tua! " ucapnya tak suka.


" Kan memang iya tuan, saya salah ya? ma'af deh. "


David pun kini benar-benar geram dengan Maura.


" Pergilah jangan terus mengikuti ku! " ucapnya kesal.


" Saya akan pergi setelah tuan menjawab pertanyaan ku. "


" Baiklah, katakan apa pertanyaan mu! "


" Kapan tuan akan menikahiku? "


" Hah! " David pun begitu terkejut dengan pertanyaan Maura.Ternyata wanita ini benar-benar membuat kepalanya pusing.


" Tuan, bagaimana? " tanya Maura karena David tak kunjung menjawab.


" Apanya? "


" Kapan tuan akan menikahiku? " Maura pun kesal karena harus mengulangi pertanyaannya.


" Tunggu sampai aku menyukaimu! " David pun kini berlalu pergi.


Sementara Maura yang mendengar nya kini tersenyum tipis.Seperti ada secerca harapan untuknya.


" Kapan tuan akan meyuakiku? " teriaknya karena David yang sudah tampak jauh.


" Entahlah, jangan terlalu berharap! " jawab David dari kejauhan.


Maura yang mendengarnya pun mendengus kesal.


" Dasar beruang kutub! " teriaknya yang membuat David kini tersenyum mendengarnya.


Maura pun kini bergegas masuk kedalam mobilnya sebelum Regan melihatnya ada disana.