My Big Boss

My Big Boss
Tercengang



Bintang yang melihat hanya bisa pasrah,ia pun mulai melepas jas hujan yang ia kenakan sambil terus menggerutu.


Sudah jam delapan, aku benar-benar telat sekarang.


Tuhan tolong buat si raja iblis itu kesiangan sampai kantor,atau sekalian saja buat dia tidak masuk kantor.


" Sayangnya, sekarang raja iblis itu sudah berada di sampingmu, " suara Regan yang membuat Bintang membulatkan mata sempurna.


" Tu..tu..tuan, " ucap Bintang gelagapan.


" Kenapa?


Apa kau terkejut melihat raja iblis sekarang berada di hadapan mu? " ucap Regan yang sengaja menyindir Bintang.


Tidaaak...


Dari mana dia tau yang ku maksud raja iblis itu dia?


gumam Bintang ketakutan.


" Emmmm...Percayalah Tuan, saya tidak mengucapkannya dari hati, " ucap Bintang mencari aman.


" Dalam hatimu kau sangat mengagumiku bukan? " ucap Regan percaya diri, " cepatlah masuk! " ucap Regan lagi yang kemudian masuk kedalam mobil.


Dasar manusia super pede!


gerutu Bintang dalam hati.


Bintang yang di suruh Regan untuk masuk mobil David pun berusaha menolak karena ia tak nyaman jika harus berangkat bersama Tuanya itu.


" Saya naik taxi saja Tuan, " ucap Bintang yang sengaja menolak dengan senyum tipis di bibirnya.


" Apa kau yakin! "


Bintang pun mengedarkan pandangannya ke arah jalan raya, ia tak melihat satu pun taxi atau angkutan umum lewat.


Bintang pun mulai berfikir sejenak.


Jika aku telat dan dia lebih dulu sampai di kantor pasti akan menimbulkan masalah baru nanti.


" Baiklah,saya ikut Tuan, " ucap Bintang setelah memikirkannya.


Bintang pun bergegas membuka pintu depan dan duduk di samping David,tapi suara Regan yang kini sudah berada di bangku belakang melarangnya.


" Jangan duduk di depan,duduklah di sampingku, "


" Saya di sini saja Tuan, " ucap Bintang sengaja menolak dengan tersenyum garing.


" Kau sudah bosan menjadi sekretaris ku! "


" Tidak Tuan, " ucap Bintang yang langsung bergegas keluar dan kini duduk di samping Regan.


David yang tau Bintang sudah duduk pada tempatnya pun mulai melajukan mobilnya.


Di bangku belakang Bintang terus saja mengggeser bokongnya menepi hingga kini tubuhnya menempel pada pintu mobil, ia sengaja melakukannya agar tidak terlalu dekat dengan Regan.


" Jadi kau lebih suka duduk menempel pada pintu dari pada duduk di dekatku, " ucap Regan dengan tatapan tajamnya.


Ah, tuh mata pingin aku colok, kenapa natap aku gitu banget!


Gumam Bintang dalam hati.


" Ti..tidak Tuan, " ucap Bintang yang kembali menggeser bokongnya ke tempat semula.


" Kenapa kau masih mengendarai motor,bukankah aku sudah bilang tidak ingin melihatmu lagi menaiki motor, "


" Maksud Tuan apa, saya tidak mengerti, " ucap Bintang pura-pura tidak mengerti maksud Regan.


" Jangan pura-pura tidak mengerti, aku mengikuti mu dari tadi, "


Kenapa dia masih bisa mengenaliku!


Jadi untuk apa aku berpakaian memalukan seperti tadi jika akhirnya ketauan juga!


gerutu Bintang dalam hati.


Regan yang tau Bintang hanya diam pun mulai kesal.


" Kenapa kau diam! apa kau sedang menyesali penampilanmu yang memalukan tadi! "


Bintang pun hanya mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan Regan yang sengaja menyindirnya.


Regan yang melihat sikap Bintang pun tersenyum tipis.


Wajah seperti inilah yang selalu membuatku merindukanmu, kau tampak sangat menggemaskan.


Gumam Regan dalam hati, Bintang yang melihat Regan terus menatapnya pun mulai tak nyaman.


" Bagaimana jika aku benar-benar sudah jatuh cinta,apa kau mau menjadi kekasih ku? " ucap Regan dengan tatapan yang begitu hangat.


Bintang yang mendengar ucapan Reganpun diam mematung menatap Regan dengan mata yang membulat sempurna,ia begitu tercengang dan tak tau harus berkata apa, yang jelas kini jantungnya berada pada mode tak beraturan.


Tolong,jantungku tidak siap untuk ini!


gumam Bintang dalam hati.


Regan yang melihat ekspresi Bintangpun tersenyum tipis.


" Jangan buat otakmu yang kecil itu terlalu berfikir! " ucap Regan menekan kening Bintang dengan telunjuknya yang seketika membuat Bintang kesal, " jangan pernah lagi melakukan hal memalukan seperti tadi, kau mengerti! " ucap Regan lagi.


" Hmmm..iya, " Jawab Bintang dengan wajah masamnya.


" Bagaimana bisa aku mempunyai sekretaris sebodoh kamu, "


Bintang yang mendengarnya pun hanya mengerucutkan bibir.


" Jangan pernah mengendarai motor lagi, " ucap Regan lagi.


" Kenapa tuan terus melarang saya naik motor! "


" Aku tidak suka melihatnya, "


" Kalau tuan tidak suka ya jangan di lihat! " jawab Bintang tanpa menoleh ke arah Regan.


" Kenapa kau bisa menjawab seenaknya seperti itu! apa kau tidak tau bagaimana aku tadi sangat mengkhawatirkan mu! "


Deg..


jantung Bintang pun bergetar mendengar kata-kata Regan.


" Tu..tuan tidak perlu khawatir,percayalah saya bisa mengendarai motor dengan baik, " ucap Bintang tersenyum garing.


" Bukan itu jawaban yang ku inginkan, "


Bintangpun hanya diam menatap Regan yang kini juga menatapnya.Bintang pun menjawab pertanyaan Regan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Regan.


" Jawaban seperti apa yang Tuan inginkan, "


" Berjanji padaku tidak akan naik motor lagi, "


Bintang hanya diam tak bisa menjawab.


" Jika kau diam itu tandanya iya, "


" Ta.. tapi Tu..., "


" Tidak ada penolakan,mulai besok aku akan menjemputmu," ucap Regan yang menyela omongan Bintang hingga Bintang tak dapat melanjutkan ucapannya.


Kau seenaknya sendiri mengambil keputusan, jadi untuk apa kau memintaku berjanji tadi?


gerutu Bintang kesal.


Bintang pun menyilangkan tangan di dada dan mulai membuang muka menatap ke arah luar sambil memikirkan kata-kata Regan yang membuatnya terus tersenyum.


Dia sangat mengkhawatirkan ku..


Apa tadi dia benar-benar sedang mengungkapkan perasaannya padaku? gumam Bintang sambil senyum-senyum sendiri, namun ekspresi wajah Bintang seketika berubah datar saat mengingat sikap Regan.


Sadar Bintang.. sadar...


Jangan baper sama kata-kata tuh iblis..


Mana ada orang ngungkapin perasaan pakai nonyol kepala!


gumam Bintang yang mengira Regan tidak serius dengan kata-katanya tadi.


Sedangkan David yang dari tadi mendengar percakapan antara Regan dan Bintang pun memijat keeningnya sendiri. Ia masih tak bisa menebak apa yang ada di fikiran tuannya.


_


_


_


_


_


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian..


Kalau Vote nya kenceng, InsyaAllah Up nya juga kenceng😁


Happy Reading 😊