My Big Boss

My Big Boss
Bunga



Kini Regan,Bintang dan David sudah berada di dalam mobil,David pun kini mulai melajukan mobilnya menuju kediaman Bintang.


" Tuan, " panggil Bintang pada Regan yang tengah sibuk dengan ponselnya.


" Hmmmm, " jawab Regan yang tetap fokus dengan ponselnya.


" Bagaimana kalau Nona Selly dan tuan Felix tau tentang kebohongan ini? "


" Mereka tidak akan tau, " ucapnya dengan santai.


" Kenapa tuan bisa bilang seperti itu!


Bagaimana kalau suatu saat tuan bertemu mereka dan ternyata mereka tau tidak ada bekas luka di wajah Tuan? " ucap Bintang kesal karena Regan menanggapinya dengan santai.


Regan yang tadinya fokus pada ponselnya kini beralih menatap Bintang lekat.


" Apa kau fikir Tuan Regan mu ini bodoh seperti mu? "


" Saya tidak bodoh Tuan, berhentilah bilang saya bodoh, " ucap Bintang dengan wajah datarnya.


Regan yang melihatnya pun tersenyum tipis.


" Tenanglah aku sudah merencanakan ini semua dengan matang, kau tak perlu khawatir, " ucapnya sambil mengacak-acak rambut Bintang.


Kenapa dia bisa sesantai itu?


gumam Bintang dalam hati yang cemas jika Selly akan mengetahui yang sebenarnya.


Dua puluh menit berlalu kini mobil mewah Regan berhenti tepat di depan rumah Bintang.Seperti biasa Bintang memasuki rumahnya dengan pengawalan ketat dari Regan,Regan pun langsung beranjak pulang saat Bintang sudah memasuki rumahnya.


Malam berjalan begitu cepat,kini sinar mentari pun mulai menyapa.Seperti biasa Regan selalu menjemput Bintang untuk berangkat bersamanya menuju kantor.Kini mobil Regan pun melaju dengan kecepatan sedang setelah Bintang masuk kedalam mobil.


" Pak Jang, kita berhenti dulu di toko bunga yang ada di depan, " ucap Regan datar.


" Baik Tuan, "


" Baguslah, aku tak perlu memintanya untuk berhenti," gumam Bintang yang juga ingin membeli bunga.


Regan dan bintang pun kini sama-sama turun dan berjalan memasuki toko bunga.


" Berapa banyak bunga mawar yang ada di toko ini? " tanya Regan pada penjual bunga.


" Banyak Tuan, banyak sekali, saya baru membelinya dari para petani, "


" Baiklah,siapkan semua untuk saya, "


Bintang yang sedang melihat-lihat bunga pun menatap Regan tak percaya.


" Ma'af Tuan, ada berbagai jenis mawar di sini mana yang Tuan inginkan? " tanya penjual bunga itu.


" Semua, " ucap Regan yang membuat Bintang seketika membelalakkan matanya.


" Untuk apa dia membeli bunga sebanyak itu? " Gumam Bintang dalam hati.


" Baik Tuan, mohon tunggu sebentar, " ucap penjual bunga itu yang kemudian menyuruh semua pegawainya menyiapkan pesanan Regan.


Regan pun kini berjalan sambil melihat-lihat bunga yang tertata cantik di toko itu.


Bintang yang melihatnya pun menghampiri.


" Apa tuan juga suka bunga? "


" Tidak, " jawab Regan cuek.


Bintang yang mendengar Jawaban Regan pun seketika menaikan sebelah sudut bibirnya.


Lalu kenapa beli bunga sebanyak itu?


Tak lama semua bunga pesanan Regan pun siap.Kini semua pegawai toko membantu menaruhnya di mobil.Setelah Regan membayar semua kini ia dan Bintang masuk kedalam mobil.


" Tuan, sebenernya tadi saya juga ingin membeli bunga mawar, tapi semua sudah tuan beli, bolehkah sekarang saya minta satu untuk saya taruh di meja kantor? "


Regan yang kini tengah sibuk merangkai bunga pun memberikan satu tangkai kepada Bintang tanpa menoleh.


Aish! dia benar-benar hanya memberiku satu!


gerutu Bintang kesal karena ia berfikir Regan akan memberinya lebih.


" Tuan, " panggil bintang lagi.


" Saya ingin mengembalikan ponsel tuan yang tuan berikan tempo lalu, "


" Kenapa? "


" Saya hanya ingin ponsel saya kembali, disana banyak file berharga, " ucap Bintang yang mulai sedih mengingat banyaknya kenangan foto dirinya bersama almarhum ayahnya.


" Apa kau belum pernah membuka ponsel yang aku berikan? "


" Saya hanya membukanya di saat menerima panggilan dari tuan, "


Regan yang mendengarnya pun membuang nafasnya kasar.


" Kenapa aku bisa menyukai gadis bodoh ini Tuhan...," gerutu Regan yang kini menatap lekat Bintang.


" Sekarang bukalah ponselmu,lihat semua file yang ada di sana, "


Bintang pun melakukan seperti yang Regan perintah kan.Terlihat wajah Bintang yang mulai tersenyum bahagia.


" Foto-foto Papa, " ucapanya tersenyum bahagia sambil terus mencium layar ponsel.


Regan yang melihatnya pun tersenyum tipis namun hanya sekejap senyuman itu hilang karena kini Bintang menatapnya tajam.


" Semua file yang ada di ponsel saya sudah beralih di ponsel ini, itu tandanya tuan tidak membuang ponsel saya kan?sekarang kembalikan ponsel saya! " ucap Bintang penuh penekanan.


" Sekarang aku sudah benar-benar membuangnya, " ucap Regan berbohong, karena sebenarnya ia masih menyimpan ponsel Bintang.


" Tuan yang benar saja! kenapa di buang! terus kenapa semua foto saya bersama Rafa tidak tuan salin ke ponsel ini! " ucap Bintang yang mulai marah hingga membuat Regan bergidik ngeri .


" Po..ponselmu rusak jadi aku tidak sempat menyalin foto-foto jelek mu bersama sahabat mu itu,lagian ponselmu juga jelek sekali jadi kau tidak perlu semarah itu karena aku membuangnya, "


" Walaupun jelek tetap saja tuan tidak boleh membuangnya! " ucap Bintang kesal.


" Aku sudah menggantikannya dengan ponsel baru, jadi berhentilah marah, "


Flashback,


Setelah Regan membuang ponsel Bintang ke tempat sampah,Regan mengambilnya lagi dan menyimpannya, ia pun membawa ponsel Bintang ke kantor dan memindahkan semua data dan file Bintang pada ponsel keluaran terbaru itu, setelah itu Regan baru memberikannya pada Bintang.


***


Bintang tak menghiraukan ucapan Regan, ia pun beranjak turun dari mobil yang kini sudah berhenti tepat di depan kantor Atmaja Grup.


" Jadi Nona Regan mau jalan lebih dulu dari Tuan Regan? suara Regan yang seketika menghentikan langkah Bintang.


Bintang pun mendengus kesal, kini ia pun berjalan ke arah Regan dan berdiri di belakangnya.Regan pun tersenyum tipis melihat raut wajah Bintang yang menahan kekesalannya.Kini Regan mulai menghubungi David untuk menemuinya,tak lama David pun keluar dari dalam menghampiri tuanya yang masih berdiri di dekat mobil.


" Suruh office boy menaruh bunga mawar ini di setiap sudut kantor dan setiap ruangan, pastikan semua tertata rapi, " ucap Regan pada David yang kini berdiri di depannya.


" Baik Tuan, "


Kini Regan pun melangkah masuk dengan tangan yang masih membawa satu ikat Bunga yang ia rangkai tadi, Bintang yang ada di belakang nya pun setia mengekori.


" Tuan, bukankah tadi Tuan bilang tidak suka bunga? kenapa sekarang Tuan memenuhi kantor dengan bunga? " tanya Bintang bingung.


" Ini kulakukan untukmu, " jawabnya yang tetap fokus berjalan.


Bintang yang mendengarnya pun tertegun.


" Dia melakukan ini semua untukku?


Okey.. sikapnya manis tapi kenapa tu mulut gak bisa maniiiis...harusnya dia bilang dengan lemah lembut penuh perasaan, kan jadinya sweeeeeeet..... dasar kulkas! "


gerutu Bintang yang kesal karena sikap Regan yang begitu dingin.


Kini Bintang pun berjalan menuju mejanya,ia yang melihat rangkaian bunga mawar di atas mejanya pun tersenyum manis.


Jadi,dia merangkai bunga tadi untukku..


gumam Bintang yang mulai senyum-senyum sendiri.


" Apa kau suka? " suara Regan yang membuat Bintang terkejut.


" Tentu saja, terimakasih Tuan, "


" Aku akan merangkainya setiap hari untukmu, " ucap Regan memegang pipi Bintang dengan senyum manisnya.Bintang pun tersenyum manis melihatnya.