
Bintang yang kini sudah berada di dalam rumah di cerca banyak pertanyaan oleh ibunya, akhirnya ia pun menceritakan semuanya dengan detail.
Sedangkan Regan, ia masih dalam perjalanan, ia memilih untuk kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.Namun kini mobil Regan tak berhenti di depan kantor Atmaja Grup melainkan berhenti di sebuah pemakaman umum.
Tampak Regan kini mulai keluar dari mobilnya, ia mulai berjalan menuju salah satu makam yang sudah tak asing lagi.
Terlihat kini Regan mulai membaca do'a dengan khusuk, ia pun kini mulai menaburkan bunga yang tadi sudah ia beli di pinggir jalan.
"Sebentar lagi aku akan menikah dengan orang yang kini sangat aku cintai, ini akan menjadi yang terakhir aku datang kesini, terimakasih untuk kenangan indah yang pernah kau berikan,semoga kau bahagia di alam sana, " ucap Regan yang kini mulai berdiri dan berjalan ke arah mobilnya.
Selama ini Regan masih menyempatkan waktunya untuk datang ke makam Tania hanya sekedar untuk ziarah kubur.
Sedangkan di tempat lain, tampak Rafa yang baru saja keluar dari mobilnya, kini ia berjalan menuju pintu rumah Bintang dengan membawa paper bag berukuran besar yang berisikan oleh-oleh, pasalnya selama beberapa hari ini ia berada di luar negeri mengurus usaha barunya di sana.Karena itu Rafa lama tak berkunjung atupun menghubungi Bintang karena kesibukannya mengurus dua usahanya kini.
Tok.. tok.. tok.. Rafapun mengetuk pintu,sudah beberapa menit menunggu Rafa yang tidak mendapati siapapun membuka pintu untuknya pun mulai mengetuk pintu lagi dan kini di iringi dengan teriakannya memanggil nama Bintang.
" Bintang Ariana Putri, apa kau ada di dalam? " teriaknya.
Peletak... satu pukulanpun mendarat di kepala Rafa saat Bintang membukakan pintunya.
" Kau bisa tidak jangan berteriak! " gerutu Bintang dengan kesal.
" Habisnya kau lama sekali membuka pintu! " Rafa yang kesalpun menjawab sambil memegangi kepalanya yang sedikit sakit.
" Dari mana saja kau! masih ingat juga punya sahabat cantik di sini? " sindir Bintang karena Rafa sudah lama tak pernah mengunjunginya dan selalu sibuk saat Bintang mencoba menghubunginya.
" Kau jelek sekali jika seperti ini. " Rafapun mencubit kedua pipi Bintang yang sedang cemberut.
" Lepaslah, kau bisa membunuhku! " ucap Bintang dengan wajah masamnya.
" Kau berlebihan sekali, mana ada orang mati karena di cubit pipinya! "
" Ada,karena habis nyubit pipi nyekek leher,mati dah tu orang, " jawab Bintang dengan asal yang kini mendapat hadiah pukulan kecil dari Rafa,Rafa pun kini nyelonong masuk dan mulai duduk di kursi sofa yang ada di ruang tamu,dan kini ia menaruh paper bag yang ia bawa ke atas meja.
Sementara Bintang yang kesal karena Rafa memukulnya pun membalas dengan menimpuk Rafa dengan bantal,namun setelah melihat barang bawaan Rafa kini Bintang tersenyum tipis, " apa yang kau bawa? " tannyanya penasaran.
" Oleh-oleh untukmu, " jawab Rafa datar.
" Benarkah? " wajah Bintangpun seketika berbinar.
Bintangpun mulai melihat semua oleh-oleh yang Rafa berikan.
" Jadi selama ini kau tak menghubungiku karena sibuk liburan,kau jahat sekali tak mengajakku! " gerutu Bintang yang masih melihat-lihat oleh-oleh dari Rafa yang ternyata adalah boneka mini BT21 lengkap delapan karakter yang terdiri dari RJ,TATA,COOKY dan kawan-kawan yang semuanya adalah produk asli dengan harga yang sangat fantastis.Bintang pun menggelengkan kepala,ia masih tak percaya jika sahabatnya itu membelikannya boneka ciptaan boyband asal Korea yang menjadi idola nya itu.
" Aku di sana kerja bukan liburan, aku membuka usaha baru di sana,ya kerjasama gitu sama temen, jadi karena itu aku tak pernah menghubungi mu, " jawab Rafa sambil menggelengkan kepala melihat sikap sahabatnya yang seperti anak kecil karena terus saja tersenyum sambil memeluk oleh-oleh yang ia berikan.
" Owh jadi selama ini kau menghilang itu karena sibuk dengan usahamu," ucap Bintang yang masih saja fokus pada benda-benda pemberian Rafa.
" Kau sekarang mengacuhkan ku karena benda-benda itu, menyesal aku sudah membelikan itu untukmu!" gerutu Rafa kesal karena Bintang sama sekali tak memperhatikannya.
" Jangan ngambek dong, makasih ya buat oleh-oleh nya," ucap Bintang sambil memegang kedua pipi Rafa saking bahagianya, " sekarang baginda raja duduklah yang tenang,biarkan dayangmu ini yang akan melayani mu, " ucap Bintang lagi sambil terkekeh, Bintang begitu bahagia hingga memperlakuan Rafa layaknya seorang raja,kini Bintang pun pergi kebelakang menyiapkan minum dan camilan untuk Rafa.
Sedangkan Rafa tersenyum tipis melihat kelakuan sahabat yang ia cintai itu.
" Harusnya kau melayani bukan karena sebagai dayang melainkan sebagai permaisuri Raja, " gumam Rafa yang kini tersenyum getir menerima kenyataan bahwa keinginannya itu tak kan pernah terwujud.
Sedangkan di sisi lain, bu Dewi yang melihat Bintang sibuk di dapur pun mulai menghampiri.
" Untuk siapa semua ini? " tanya bu Dewi yang melihat Bintang menyiapkan banyak camilan dan makanan di atas nampan.
" Untuk baginda raja ma, " ucap Bintang yang kini berjalan ke ruang tamu.
Bu Dewi pun di buat bingung dengan jawaban putrinya yang ambigu itu, akhirnya Bu Dewi pun mengikuti Bintang ke ruang tamu.
" Semoga baginda Raja suka dengan semua makanan ini, " ucap Bintang yang kini menaruh semua makanan yang ia bawa di atas meja, kini ai pun mendapatkan hadiah timpukan bantal lagi dari Rafa, Bintang pun terkekeh mengingat kelakuannya sendiri.
" Owh jadi ada nak Rafa to disini, " ucap bu Dewi yang baru tau jika Rafa datang ke rumah.
" Bibi, " ucap Rafa yang seketika beranjak dari kursinya dan mencium tangan bu Dewi, " bibi tinggal di sini? sejak kapan bi? " ucap Rafa yang kini bertanya pada bu Dewi.
" Sejak kemarin lusa, " jawab bu Dewi yang kini ikut duduk bergabung di ruang tamu.
" Ah, kau bisa saja, oh ya, bibi tidak melihatmu di acara tunangan Bintang, apa Bintang tak memberitahu mu? "
Deg, jantung Rafa pun terasa berhenti berdetak saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut bu Dewi. Entah kenapa ia masih belum bisa menerima kenyataan yang ada walaupun ia tahu jika ini pasti akan terjadi.
" Tunangan? " tanya Rafa masih tak percaya.
" Iya, jadi anak ini tidak memberitahumu? " ucap bu Dewi yang kini melotot ke arah Bintang. Bu Dewi selama ini sudah menganggap Rafa adalah keluarganya, bahkan bu Dewi sudah menganggap Rafa sebagai anak laki-laki nya karena semenjak kepergian ayah Bintang pada Rafa lah bu Dewi selama ini menitipkan Bintang untuk ia jaga.
" Ma,kemarin kan pesta kejutan yang di buat Regan sama temen-temen jadi Bintang nggak sempet hubungi Rafa, tapi setelah itu Bintang hubungi Rafa kok sampai beberapa kali malah, tapi Rafa nya aja yang nggak ngangkat panggilan dari Bintang, " ucap Bintang yang kini membela diri.
" Bintang memang menghubungi Rafa kok bi,tapi karena Rafa sibuk jadi Rafa tidak sempat menghubungi balik Bintang, " sahut Rafa.
Tempo lalu setelah acara tunangan Bintang selesai, sesampainya di rumah Bintang mencoba menghubungi Rafa untuk memberitahu kabar bahagia itu, namun sudah beberapa kali bintang mencoba menghubungi, Rafa tak kunjung juga mengangkat panggilan dari ponselnya itu.
" Owh, kupikir Bintang tak menghubungi mu sama sekali, " jawab Bu Dewi sambil melirik Bintang.
" Minggu depan hari pernikahan ku, kau harus datang,awas saja jika kau tidak datang, aku tidak akan mengakui mu sebagai makhluk bumi! " ancaman Bintang yang di selingi candaan.
" Menikah? minggu depan? " gumam Rafa yang hatinya semakin teriris mendengar pernyataan Bintang.
Rafa yang biasanya selalu menimpali candaan Bintang kali ini ia hanya diam membisu, terlalu sakit baginya menerima kenyataan ini.
Wajah yang tadinya ceria kini tak terpancar lagi dari wajahnya,begitu sulit untuknya menerima kenyataan ini, wanita yang ia harapkan menjadi pendamping hidupnya, yang dari dulu ia jaga sepenuh hati ternyata adalah jodoh orang lain,bertahun-tahun ia menjaga hatinya namun sekarang itu hanya sia-sia karena memang tak ada cinta dari Bintang untuknya, kini Rafa pun benar-benar harus menerima kenyataan bahwa tak ada lagi harapan untuknya mendapatkan Bintang.
" Fa, kau tampak sedih kenapa? kau pasti sedih karena tak ku akui sebagai makhluk bumi ya? " ucap bintang yang terus saja bercanda sambil menyenggol Rafa yang duduk diam di sampingnya.
" Aku lebih suka jika kau tak menganggap ku mahkluk bumi, karena aku bisa menculikmu dan membawa mu pergi dari bumi ini,dengan begitu tidak ada orang lain yang bisa memilikimu selain aku, " ucapan yang begitu saja keluar dari mulut Rafa tanpa ia sadari, dan kini membuat Bintang dan bu Dewi menatapnya penuh arti.
" Kenapa menatap ku seperti itu, jika kau tak mengakui ku sebagai makhluk bumi,aku akan menjadi Alien yang akan menculik mu dan ku jadikan kau pelayanku di planet antabrata,ha..ha..ha.., " tawa Rafa yang ia paksakan,ia sengaja menjadi kan ucapannya tadi sebagai bahan candaan, ia tak mau jika dua orang yang kini ada di hadapannya itu tau perasaan nya yang sebenarnya.
" Sialan! kau ingin menjadikan wanita cantik seperti ku pelayanan? dasar rabuuuun..., " ucap Bintang kesal sambil memukul bahu Rafa, " Harusnya kau menjadikan ku permaisuri bodoh! " ucapnya lagi sambil menendang kaki Rafa.
" Ya, harusnya aku menjadikan mu permaisuri ku, " ucapan Rafa tulus dari hatinya yang membuat Bintang kini menatap nya lekat dan penuh arti, " mana ada Alien yang punya permaisuri! permaisuri hanya milik raja, kau atau aku yang bodoh! " ucap Rafa yang mulai bercanda lagi, karena ia tak mau jika Bintang semakin mengerti dengan isi hatinya.
" Ada dong, jika Alien itu menjadi Raja maka istrinya akan di sebut permaisuri,he.. he.., aku benar kan? " ucap Bintang dengan senyum garingnya membenarkan ucapannya sendiri.
" Ya, suka-suka kau lah, " jawab Rafa pasrah.
Rafa terus berusaha menyembunyikan kesedihan hatinya di depan Bintang dan bu Dewi.Kini mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan bercada gurau, hubungan mereka selama ini memang sudah seperti keluarga jadi tidak ada lagi rasa canggung di antara mereka.
Hari semakin sore,sudah seharian Rafa berada di rumah Bintang, ia sengaja menghabiskan waktunya hari ini bersama Bintang karena ini akan menjadi yang terakhir baginya.
" Rafa pulang ya bi, " pamitnya sambil mencium tangan Bu Dewi.
" Ya, hati-hati di jalan, kau juga harus secepatnya menikah, jangan mau kalah sama Bintang, "
" Do'a kan saja bi, semoga Rafa cepat dapat jodohnya, " jawab Rafa tersenyum tipis.
" Pasti bibi do'a kan, " jawab bu Dewi sambil mengelus bahu Rafa, " dulu bibi itu berharap kau berjodoh dengan Bintang,eh ternyata sekarang Bintang berjodoh dengan orang lain, kau sih dulu gak cepet-cepet melamar Bintang, " ucap bu Dewi lagi.
Rafa yang mendengar ucapan bu Dewi hanya tersenyum getir.
" Mama jangan mulai deh, " sahut Bintang dengan wajah masamnya.
Bu Dewi pun tersenyum garing melihat putrinya.
" Jaga dirimu baik-baik, " ucap Rafa yang kini berbicara pada Bintang yang tengah berjalan mengiringinya menuju mobil.
" Kau lupa jika selama ini aku sudah menjaga diriku dengan baik! "
" Ya, Kenapa aku bisa lupa jika kau ini pendekar sakti madra guna, " celetuk Rafa yang mengakui kehebatan Bintang dalam bela diri.
" Sialan! emang kau fikir aku lahir di jaman mak Lampir! " ucap Bintang kesal pada Rafa yang kini sudah berada di dalam mobilnya.
Rafa yang mulai melajukan mobilnya pun terkekeh mendengar ucapan Bintang.
" Saat-saat seperti ini lah yang akan aku rindukan, sayangnya ini saat terakhir ku bersamamu karena sebentar lagi kau akan menikah dan tak mungkin aku terus menemuimu,aku mencintaimu Bintang,entah sampai kapan aku akan menyimpan rasa ini,jujur aku tak sanggup melihatmu bersama orang lain,selama ini aku terus menyembunyikan kesedihan ku di balik tawaku,apa salahku? kenapa kisah cinta ku setragis ini Tuhan? " gumam Rafa yang belum bisa menerima takdir,kenyataan yang begitu pahit yang harus ia terima hingga membuatnya kini menjatuhkan air mata.Entah kemana tujuan Rafa sekarang, yang jelas kini ia ingin menenangkan hatinya yang sedang kalut.