
Waktu terus berjalan, kini tiba saatnya Bintang membuka toko yang sudah lama ia impikan.
Tampak suami tercinta bersama teman-teman terdekatnya sudah berada di sana, begitu juga dengan para pegawainya nya yang jika di hitung mungkin ada tiga puluhan orang sudah berdiri di sana,sepuluh orang akan bertugas di toko untuk membantunya,sementara sisanya akan mengelola kebunnya nanti.
Bintang sengaja hanya mengundang teman dekatnya saja untuk menghadiri launching tokonya padahal Regan sudah menawarinya akan membuatkan acara yang mewah dan akan mengundang banyak rekan bisnisnya yang pastinya nanti akan berpengaruh dengan kemajuan tokonya namun Bintang malah menolaknya dan memilih membuat acara sesederhana mungkin.
Kini tinggal menunggu kedatangan mama Nita berserta tuan Williams dan sahabatnya Rafa yang akan datang bersama Bu Dewi.Setelah semua datang acara launching toko Bintang baru akan di mulai.
Tak lama menunggu kini mobil sport Rafa berhenti tepat di depan toko bunga Bintang,dan kini bu Dewi dan Rafa pun mulai keluar dari mobil dan berjalan ke arah mereka.
Bintang yang kini melihat bu Dewi sudah berada di hadapannya pun langsung memeluknya. Rasa rindunya pun kini terobati.
" Mama sehat kan ma, ma'afin Bintang ya, Bintang belum bisa mengunjungi mama, " ucap Bintang seraya memeluk ibunya itu.
" Iya sayang, tidak papa, mama mengerti kok suamimu pasti masih sibuk, " ucap Bu Dewi yang kini mulai melepas pelukannya.
Kini Regan pun bersalaman dengan ibu mertuanya itu dan mencium punggung tangannya.
" Ma'a ya ma, Regan belum membawa Bintang mengunjungi mama, " ucapnya kemudian.
" Iya nak tidak papa, mama mengerti kesibukan mu, " jawab Bu Dewi seraya mengelus punggung Regan.
Sementara Bintang kini tampak menghampiri sahabat tampannya yang kini berdiri di anatara teman-teman kantornya itu.
" Hai Fa, makasih ya, sudah membawa mama kesini, " ucapnya dengan senyuman manis dari bibirnya.
" Iya,sama-sama,bagaimana kabarmu? kau baik-baik saja kan disini ? " tanya Rafa.
" Ya seperti yang kau lihat,aku sangat baik karena suamiku menjagaku dengan sangat sangat baik. "
" Syukurlah. " Tampak Rafa yang tersenyum senang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah sahabat yang masih ia cintai itu.
" Lama tak bertemu kau sekarang tampak lebih keren Fa, sudah punya berapa wanita? " bisik Bintang kini dengan senyuman garingnya.
" Satu pun belum punya. "
" Masak? kau terlalu pemilih sih! "
Rafa pun tersenyum dan menatap Bintang lekat.
" Bukan pemilih, tapi karena aku masih mencintaimu, " gumamnya dalam hati.
Sementara Regan yang melihat cara Rafa menatap istrinya itu merasa tidak senang, ia pun kini menghampiri Bintang,merangkul bahunya dan mengajaknya melangkah pergi, sementara Bintang kini tampak bingung dengan sikap suaminya yang membawanya tanpa permisi itu.
" Sayang, kau ini apaan sih! seharusnya kau tidak boleh bersikap seperti ini,enggak enak sama Rafa! " protesnya tak suka.
Regan pun kini menatap istrinya itu tajam.
" Aku tidak suka kau terlalu dekat dengan sahabat mu itu ! " ucapnya dengan kesal.
" Kenapa? kau cemburu dengan Rafa? " tanya Bintang dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.
" Tidak, aku hanya tidak suka! " jawabnya berdalih.
" Ah! bilang saja kalau cemburu,susah amat! " goda Bintang sambil menyenggol tubuh suaminya itu.
" Aku bukan cemburu, aku hanya terlalu mencintai mu, mulai sekarang hindari kontak mata dengannya. "
Bintang pun menatap suaminya itu lekat-lekat.
" Percayalah sayang, aku dan Rafa itu hanya bersahabat kau tidak perlu khawatir ! " ucapnya sambil memegang kedua pipi suaminya itu.
" Aku percaya padamu,tapi aku tidak percaya dengan sahabat mu, " jawabnnya karena tau bagaimana perasaan Rafa yang sebenarnya pada istrinya, wajar saja jika sekarang Regan merasa khawatir jika Rafa berdekatan dengan istrinya.
" Tenang lah sayang, Rafa tidak akan melebihi batasannya, aku mengenal Rafa lebih lama darimu, jadi percayalah padaku. Sekarang kau hubungi mama gih, sudah jam sembilan tapi mama sama papa belum juga sampai aku khawatir, " ucap Bintang.
Regan pun kini menuruti kata istrinya, ia pun bergegas menghubungi mama Nita dan kini tampak Regan tengah berbicara pada mamamnya melalui sambungan telepon.
Sementara Bintang menunggu hingga suaminya selesai bicara.
" Gimana sayang? apa kata mama? " tanya nya setelah tau kini suaminya menutup ponselnya.
Terlihat senyuman yang tak dapat di artikan dari wajah Regan, senyuman yang tampak sedikit di paksakan.
" Mama akan datang terlambat katanya masih ada urusan,beliau menyuruh kita untuk memulai saja acaranya, " ucapnya kini seraya merangkul bahu istrinya.
" Owh,ya sudah ayo kita mulai acaranya. "
Kini acara launching toko itupun di mulai,acara demi acara pun sudah di lalui,dari pemotongan pita dan pemotongan nasi tumpeng pun sudah di lakukan oleh Bintang, kini tampak semua sedang menikmati hidangan yang ada.
" Selamat ya Bi,semoga usaha mu ini cepat berkembang dan memiliki banyak cabang, " ucap Livia yang kini berada di samping Bintang.
" Aaamiin, terimakasih ya Vi, " Bintang pun kini tampak begitu bahagia.
" Kita balik duluan ya Bi, sudah siang kita harus ke kantor, " ucap Rita kini.
" Iya, terimakasih ya sudah mau datang. "
" Ayo Don! jangan makan mulu! " ucap Livia pada Doni yang masih asik makan.
" Emmmm, iya iya, aku balik dulu ya Bi, " ucap Doni dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
Tampak ketiga teman Bintang kini sudah berjalan keluar,termasuk juga dengan Maura dan David yang kini juga akan kembali ke kantor,kini Bintang pun berganti menghampiri Bu Dewi dan juga Rafa.
" Mama akan bermalam kan? " tanya Bintang pada bu Dewi.
" Tidak sayang, mama harus pulang, ada yang harus mama kerjakan di rumah, " jawab bu Dewi sambil mengusap lembut rambut putrinya itu.
Wajah Bintang pun kini tampak muram.
" Baiklah, biar pak jang yang akan mengantar mama pulang, " ucap Bintang berat hati.
" Tidak perlu Bi,aku yang akan mengantar bibi pulang, " sahut Rafa.
" Tapi itu akan merepotkan mu Fa. "
" Tidak, aku sedang tidak banyak pekerjaan, hari ini aku ingin menghabiskan waktu ku di desa. "
" Baiklah, terimakasih ya Fa. "
Kini bu Dewi dan Rafa pun berpamitan pulang.Mereka pun kini mulai berjalan keluar di ikuti Regan dan Bintang yang mengatarkan sampai depan.
Setelah mobil Rafa melaju kini Bintang dan Regan pun kembali masuk kedalam toko.Dan kini tampak semua pegawai Bintang sudah melakukan tugasnya masing-masing.
Regan pun kini menghampiri istrinya yang sekarang sedang duduk merangkai bunga.
" Bagaimana perasaan mu, apa kau senang? " tanya Regan kini.
" Tentu saja, aku sangat senang hari ini, terimakasih ya sayang, ini untukmu! " ucapnya sambil memberikan bunga hasil rangkaiannya
kenapa suaminya itu.
Regan pun menerima bunga hasil rangkaian istrinya itu dan kini mulai mengernyitkan dahinya.
" Jelek sekali, kau harus belajar banyak padaku! " ucapnya yang sengaja menghina hasil rangkaian bunga istrinya, Regan pun kini tampak tersenyum melihat Bintang yang mulai kesal.
" Huh! dasar sombong! ya sudah sini kembalikan! " ucap Bintang dengan kesalnya.
" Barang yang sudah di berikan tidak boleh di minta lagi, mau nanti mata mu bintitan! "
" Dasar suami menyebalkan! sudah sana kembali ke kantor mu! " Bintang pun kini mulai mengacuhkan Regan dan memilih sibuk dengan bunga-bunga yang ada di depannya.
Sementara Regan kini tersenyum puas melihat wajah menggemaskan sang istri saat marah, Regan pun kini mendekati Bintang dan menyisipkan bunga kecil berwarna putih ke telinga istrinya.
" Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat, " ucapnya kemudian,namun Bintang hanya diam mengacuhkan nya.
" Jadi kau tidak tertarik? " ucap Regan lagi karena Bintang terus diam.
Bintang pun kini membuang nafasnya kasar dan menatap suaminya yang menjengkelkan itu.
" Mau mengajak ku kemana? " tannya nya kesal.
" Ke rumah sakit. "
" Hah! kenapa ke rumah sakit? " tampak Bintang yang begitu terkejut dengan ucapan suaminya itu.
" Mama sama papa ada di rumah sakit, papa sekarang sedang dirawat karena penyakit jantung nya kambuh, " jelas Regan.
" Apa!kenapa kau tidak bilang dari tadi!kau juga kenapa bisa sesantai ini! malah goda godain aku dari tadi! " Bintang pun tampak panik dan mulai mengambil tasnya.
" Dari mana kau tau? "
" Saat aku menelfon mama, sebenarnya mama sudah berada di rumah sakit, mama bilang kalau kondisi papa baik-baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan,mama melarang ku memberitahu mu sebelum acara launching toko mu selesai, " tutur Regan sambil mengusap lembut kepala Bintang.
Bintang pun kini tampak diam,ia begitu terkesan dengan apa yang di lakukan mertuanya itu,mereka sengaja tak memberi tahunnya pasti karena tidak mau acara launching tokonya batal.
" Baiklah,sekarang ayo ke rumah sakit, " ajak Bintang yang kini mulai menggandeng tangan suaminya,sebelum berangkat Bintang pun menyerahkan semua urusan toko pada pegawai nya.
Setelah beberapa menit perjalanan kini Bintang dan Regan pun sudah sampai di rumah sakit,mereka berdua pun langsung menuju ruangan ayahnya itu di rawat.
" Regan, Bintang, kenapa kalian kesini? apa acaranya sudah selesai? " tanya mama Nita yang melihat kedua anknya itu masuk kedalam ruangan.
" Sudah kok ma,bagaimana keadaan papa ma? " tanya Bintang yang kini melihat papa mertuanya itu terbaring lemas dengan selang infus di tangannya.
" Papa baik-baik saja, beliau hanya butuh istirahat. Ma'afin mama sama papa ya tidak bisa hadir di acara launching toko mu, " ucap mama Nita seraya mengusap lembut tangan Bintang.
" Harusnya Bintang yang minta ma'af karena baru datang sekarang, " ucap Bintang tak enak hati.
" Sudah tidak papa, yang penting acaramu tadi berjalan lancar, " mama Nita pun kembali mengusap lembut tangan Bintang.
Sementara di sisi lain kini tampak Regan tengah menatap tajam papanya yang kini sedang mentaapnya tidak suka.
" Jangan menatap orang tuamu seperti itu! " protes tuan Williams karena tidak suka dengan tatapan Regan.
" Ini semua terjadi karena papa keras kepala, kalau papa biarkan Regan yang mengurusnya pasti penyakit papa tidak kambuh! " Regan pun merasa kesal dengan ayahnya yang keras kepala itu.
" Papamu lagi sakit malah kau marah-marahi,dasar anak durhaka! "
" Maksud Regan bukan seperti itu pa,Regan hanya.., "
" Sudah papa tidak ingin mendegar ocehan mu!papa hanya ingin mendengar apa jeck sudah berhasil mencetak junior untuk papa atau belum? "
" Hah! " Regan dan Bintang pun kini saling tatap setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut papanya itu.
" Papa tenanglah jeck pasti melaksanakan tugasnya dengan baik,sekarang papa fokus saja untuk sembuh jangan memikirkan yang lain, " ucap Regan pelan.
" Jadi jeck belum berhasil? jeck masih berfungsi dengan baik kan? "
Regan pun merasa kesal mendengar papanya mempertanyakan kejantanannya.
" Papa jangan meremehkan Regan,tentu saja jeck masih berfungsi dengan baik, tanyakan saja pada anak mantu papa! "
Seketika wajah Bintang pun kini merah merona, kenapa dua laki-laki di hadapannya itu harus membahas hal non faedah itu! kini Bintang pun benar-benar malu karena kelakuan suaminya itu.
" Kalian ini apaan sih malah bahas jeck, tuh kasihan anak mantu mama jadi malu, " sahut mama Nita.
Tuan Williams pun menatap menantunya yang kini wajahnya sudah bak udang rebus itu.
" Ma'af ya nak kalau omongan papa membuatmu tidak nyaman, papa hanya ingin kalian cepat kasih cucu buat papa, " ucapnya lirih.
" Iya Pah tidak papa kok, do'a in saja semoga Bintang cepat hamil, " jawab Bintang tersenyum masam.
Jujur saja saat ini Bintang mulai takut dan khawatir kenapa dirinya belum juga hamil, padahal hampir setiap malam suaminya itu menanam benih di rahimnya, apakah ada kelainan pada dirinya? itulah yang menjadi ketakutan Bintang saat ini.
Kini Bintang dan Regan pun tampak duduk di bangku sofa yang ada di dalam ruangan itu.
" Sayang,kenapa ya aku belum juga hamil ?" tanya Bintang sedikit berbisik agar kedua mertuanya itu tidak bisa mendengar.
Sementara Regan yang tadi sibuk dengan ponselnya pun kini menatap lekat wajah sang istri.
" Kau mau tau kenapa? " ucapnya tersenyum licik.
Bintang pun kini mengangguk.Seketika Regan pun kini mendekatkan wajahnya ke telinga Bintang.
" Itu karena kita kurang sering melakukannya, " bisiknya yang membuat Bintang kini memukul pelan bahu suaminya itu.
" Kita setiap hari melakukannya,bahkan sampai tiga kali sehari,kau masih bilang kurang sering? " ucapnya sambil menjewer kedua telinga suaminya yang tidak serius menanggapi ucapnya itu.
Regan pun terkekeh melihat kekesalan istrinya itu.Ia pun melepas tangan Bintang dari telinganya dan mengenggam nya erat.
" Mungkin kita harus mencoba gaya lain sayang, " bisiknya yang terus menggoda istrinya itu.
" Huh! dasar mesum! tidak ada gunanya aku bicara padamu! " kini Bintang pun membuang muka.
" Sudahlah sayang, jangan di fikirkan, kau belum hamil karena memang Tuhan belum ingin memberi kita amanah besar itu,kita nikmati saja waktu kita ini sambil mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua yang baik. "
" Tapi bagaimana kalau aku tidak bisa hamil? "
Regan pun kini merangkul bahu Bintang dan menaruh Bintang dalam dekapannya.
" Kau ini bicara apa sih sayang,jangan bicara yang aneh-aneh,kita baru saja menikah jadi masih wajar-wajar saja kalau kau belum hamil, " ucapnya sambil mengusap lembut kepala Bintang.
Bintang pun kini mendongakkan wajahnya menatap wajah suami tampan nya itu.
" Papa terus meminta cucu, bagaimana kalau kau di suruh nikah lagi, " ucapnya lirih.
Regan pun terkekeh mendengar ucapan istrinya itu.
" Kau ini kebanyakan nonton sinetron! sudah aku mau ke kantor David sudah menghubungi ku dari tadi, kau di sini temani mama ya,nanti pulang dari kantor aku langsung kesini, " ucapannya sambil mencium kening Bintang.
Kini Regan pun beranjak dari kursinya dan mulai menghampiri kedua orang tuanya.
" Ma, pa Regan ke kantor tidak papa kan, ada meeting penting yang harus Regan hadiri hari ini. "
" Iya pergilah, papa sudah baik-baik saja, hati-hati di jalan, " ucap tuan Williams.
" Baiklah,Regan berangkat. "
Regan pun mencium kedua tangan orangtuanya dan kini mulai beranjak keluar dari ruangan.Sementara Bintang kini mulai ikut bergabung dengan mama Nita menjaga papa mertuanya itu.
Tak terasa tiga hari berlalu,selama tiga hari Regan harus bolak-balik dari kantor ke rumah sakit untuk bergantian menjaga tuan Williams, begitupun dengan Bintang yang juga harus bolak-balik dari toko ke rumah sakit dan syukurlah setelah tiga hari di rawat kini akhirnya tuan Williams sudah di izinkan pulang.
" Ma'afin papa ya, papa sudah menyusahkan kalian, " ucap Tuan Williams yang kini berjalan keluar di ikuti Bintang, Regan dan mama Nita.
" Tidak sama sekali kok pa,ini memang tugas kita sebagai seorang anak, " jawab Bintang.
" Kau memang menantu yang baik, tiga hari ini kau sudah merawat papa sepenuh hatimu, " tuan Williams pun mengelus kepala Bintang.
" Yang sepenuh hati itu mama pa, " ucap Bintang yang membuat tuan Williams kini menatap istri yang hampir saja terlupakan.
" Papa mau lupain mama! " ucap mama Nita ketus.
" Tidaklah ma, mana mungkin papa melupakan istri cantik papa yang baik hati ini, " bujuk rayunya.
" Halah! papa ini bisa saja! "
Bintang pun kini terkekeh melihat tingkah kedua mertuanya itu.
" Sayang, aku ke toilet dulu ya,tunggu saja aku di mobil, " ucap Regan yang kini berbicara pada Bintang.
" Iya, jangan lama-lama, aku sudah ingin rebahan di kamar. "
" Enggak sabar ya? " Regan pun tersenyum licik.
" Ih! apaan sih! sudah sana cepat! " mendorong tubuh suaminya yang ingin ke toilet itu.
Regan pun kini berjalan ke arah toilet sementara Bintang dan mama Nita tetap berjalan menuju mobil mereka yang terparkir di depan.
Regan yang kini sudah keluar dari toilet pun bergegas menyusul keluarga nya,ia pun menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah kakinya yang cepat,namun di pertengahan jalan ia tak sengaja menabrak seorang wanita hingga jatuh tersungkur
" Ma'af apa nona baik-baik saja? " ucapnya saat mencoba membantu wanita itu berdiri.
" Iya, aku tidak papa, " ucap wanita itu yang kini membuat Regan membelalakan matanya saat menatap wajah wanita yang seperti usianya sudah separuh abad itu.
" Mama Nia!emmm maksud ku tante Nia, tante ada di sini? siapa yang sakit? " tanya Regan yang kini membuat wanita itu tampak bingung harus menjawab apa.
Wanita paruh baya itupun sama terkejut nya saat melihat Regan sudah berada di hadapannya.
" Apa tante sakit? " tanya Regan lagi karena wanita paruh baya yang bernama Nia itu hanya diam, sepertinya mulutnya susah sekali untuk bicara, gelagatnya pun tampak aneh seperti mencoba menyembunyikan sesuatu dari Regan.
" Emmmm ini mama,eh maksud saya tante sedang.., "
" Ayo ma, " suara wanita cantik yang baru saja keluar dari ruangan terapi membuat dua manusia itu kini tampak diam terpaku.
Tampak Regan yang begitu terkejut melihat wanita yang ada di hadapannya kini, wanita cantik namun wajahnya tampak putih pucat, tubuhnya yang kurus di topang oleh sebuah kursi roda, tampaknya kursi roda itulah alat yang membantu nya untuk berjalan.Regan kini tampak begitu tak percaya dengan apa yang sudah ia lihat, ia pun kini menatap wanita paruh baya itu tajam, seakan ingin meminta penjelasan dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sementara wanita yang berada di atas kursi roda itu pun bergegas memutar roda kursi nya secepat mungkin untuk segera menjauh dari sana, seperti nya wanita itu juga tak kalah terkejutnya dengan Regan, dan kini ia mencoba untuk menjauh sejauh mungkin sampai Regan tak bisa menemukan nya lagi.