
Akhirnya aku terlepas dari iblis itu... apa ini maksud ucapan paman Roy tempo hari bahwa aku harus menguatkan hatiku.
aku harus kuat menghadapi si iblis itu?
oh Tuhaaaan tolong kuatkan aku.
ucap Bintang pelan sambil terus berjalan keluar.
Di depan kantor sudah terparkir mobil Rafa. saat itu Rafa menunggu Bintang di luar mobil karena ia takut jika Bintang tak melihatnya.
"Hai bi..! "
teriak Rafa memanggil Bintang.
" Kau benar menjemputku? "
tanya Bintang menghampiri Rafa, ia tak percaya jika Rafa benar-benar menjemputnya.
" Apa aku pernah tak menepati omonganku !"
jawab Rafa memasuki mobil.
" Kau seharusnya tak perlu menjemputku, "
jawab Bintang mulai masuk mobil.
Tanpa di sadari dua pasang mata sedang memperhatikan Bintang dari tempat lain.
siapa Laki-laki itu?
apa dia kekasihmu?
" Sudahlah jangan di bahas!
kenapa kau lama sekali?
apa Bosmu menyulitkanmu? ".
tanya Rafa mulai melajukan mobilnya.
" Tidak, Bosku sangat ramah. Dia tak menyulitkan ku sama sekali, "
jawab Bintang terpaksa berbohong.
Jika aku mengatakan yang sebenarnya pasti kau akan mengadu ke mama dan kalian berdua pasti akan memaksaku untuk berhenti,
gumam Bintang dalam hati.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya, "
ucap Rafa senang karena sahabatnya itu mendapatkan bos yang baik.
Tak butuh waktu lama Bintang pun sudah sampai di kontrakannya.
" Makasih ya Fa.. kau tak mau mampir dulu? "
ucap Bintang dari luar mobil.
" Tidak Bi, aku langsung pulang saja. Kau beristirahatlah, sungguh saat ini wajahmu sangat mengerikan! "
ucap Rafa menggoda Bintang karena penampilan Bintang yang acak-acakan.
" Dasar kau kucing buluk!akan ku habisi kau!"
teriak Bintang tak Terima dengan olokan Rafa.
Rafa pun langsung melajukan mobilnya.
ia hanya terkekeh melihat Bintang dari sepion mobil. karena kini mobilnya sudah melaju jauh dari tempat Bintang berdiri.
Bintang pun langsung memasuki rumah. ia membersihkan diri dan mulai merapikan pakaiannya dari koper ke dalam almari yang belum sempat ia susun.
" Akhirnya selesai juga, " ucap Bintang yang selesai merapikan semua barang-barang nya.
Karena kelelahan Bintangpun tertidur pulas.
Waktu berjalan begitu cepat kini sudah menunjukan pukul 07.30 WIB.
Bintang mulai memesan ojek online. ia tak memesan taxi karena takut terkena macet.
"Pak tolong berhenti sebentar di toko bunga itu, "
ucap Bintang pelan.
" Baik Nona, "
jawab ojol singkat.
Bintang pun turun dan mulai memilih bunga yang ia suka, ia mengambil satu tangkai mawar putih untuk ia taruh di mejanya nanti.
selesai membeli bunga, Bintang pun melanjutkan perjalanannya.
tak butuh waktu lama ia pun sampai di tempatnya bekerja.
"Hai..! kau Bintang kan?
perkenalkan aku Livia, " ucap seorang wanita cantik sambil mengulurkan tangan nya ke arah Bintang.
" Iya aku Bintang,salam kenal Livia, aku tak melihatmu kemarin?"
jawab Bintang menjabat tangan Livia.
" Iya kemarin aku di tugaskan kerja di luar kantor saat hari pertamamu masuk,semoga kita bisa menjadi teman baik ya, "
ucap Livia tersenyum ramah.Livia memang tak ada di kantor saat Bintang memperkenalkan diri.
"Iya Livia,terimakasih, " ucap Bintang dengan membalas senyuman Livia.
" Terimakasih Livia, " ucap Bintang ramah.
Mereka pun mulai ke meja Masing-masing.
kini Bintang sudah mulai di sibukan dengan berkas-berkas di mejanya, tak lupa sebelum memulai pekerjaan ia menaruh mawar yang sudah ia beli di vas bunga yang sudah ia siapkan.
Waktu sudah menunjukan pukul 08.00 WIB.
itu tandanya Regan akan segera datang.
beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki dari seseorang yang baru datang . semua karyawan menyapanya dan menunduk hormat tak terkecuali Bintang.
" Selamat pagi Tuan, "
sapa Bintang kepada Regan yang hanya berlalu di depannya.
Ish ... orang ini sungguh menyebalkan
gumam Bintang dalam hati.
Bintang pun tak lupa dengan tugas pertamanya yaitu menyiapkan sarapan untuk Regan.
Tok.. tok.. tok..
" Permisi Tuan, bolehkah saya masuk? "
ucap Bintang dari luar pintu.
ucap Regan singkat.
"Ini sarapan anda Tuan, "
ucap Bintang hati-hati karena takut melakukan kesalahan.
Regan tak menjawab ia tetap fokus dengan laptopnya.
" Saya permisi Tuan, "
ucap Bintang berjalan menuju pintu.
" Siapa yang menyuruhmu pergi! "
ucap Regan tetap fokus dengan laptopnya.
" Ma'af Tuan, ada yang bisa saya bantu!"
ucap Bintang dengan malas.
" Bawa kesini kopinya! "
perintah Regan dengan ketus.
Bintang pun langsung mengambil kopi itu dan memberikannya kepada Regan.
" Ini Tuan kopinya ".
ucap Bintang kesal karena sikap tuanya.
Regan pun mengambil kopi itu dan meminumnya.
Sabar Bintang... sabar... kau harus tetap tenang jika bersamanya... ingat dia Tuanmu sekarang.
Bintang mencoba menahan emosinya,entah kenapa setiap bersama Tuanya Bintang ingin sekali memukulnya.
" Apa kau akan terus berdiri di situ !"
ucap Regan mengagetkan Bintang yang sedari tadi berdiri memperhatikan Tuanya.
Terus aku harus apa?
Pergi salah!
Di sini salah!
Ku sumpahin gigimu itu rontok!
biar saja kau menjadi manusia ompong!
sumpah serapah Bintang karena geram dengan sikap Regan.
" Ma'af Tuan, apa Tuan mau saya ambilkan Roti bakarnya? "
ucap Bintang pura-pura baik.
Apa dia tak bosan setiap hari makan - makanan seperti ini ?
gumam Bintang dalam hati.
" Tidak, kau kembalilah ke mejamu! ".
ucap Regan kembali fokus dengan laptopnya.
Bintang pun bergegas keluar dari ruangan Regan.
" Akhirnya, aku keluar juga dari kandang Harimau, " ucap Bintang bernafas lega.
Bintang pun mulai sibuk dengan pekerjaannya.
Di ruangan itu ada 5 meja yang di batasi per mejanya.
ada Rita, Livia,Doni,pak Radit dan Bintang.
tak ada yang berani berbicara atau mengobrol kecuali soal pekerjaan, karena ruangan itu tepat berada di depan ruangan Regan.
jadi suasana di sana saat jam kerja benar-benar hening suasana yang sangat membosankan bagi Bintang.
Jam makan siang pun tiba.
" Hai bi,kita makan siang bareng yuk, " ajak Livia ramah.
" Boleh, tapi aku masih nunggu Tuan Regan keluar ruangan, kau tak apa? "
ucap Bintang sambil merapikan mejanya.
" Iya aku tau itu, kita tunggu di bawah ya, "
ucap Livia berjalan keluar bersama rita dan doni.
" Aku tak akan lama, " ucap Bintang sedikit teriak dengan senyuman di bibirnya.
Saat Bintang ingin mengetuk pintu , Tiba-tiba Regan membuka pintu ruangannya. Bintang pun sangat terkejut.
" Ada apa! "
tanya Regan ketus.
" Ma'..af Tuan saya hanya ingin bertanya , apa masih ada yang perlu saya lakukan ? jika tidak saya akan istirahat untuk makan siang, "
ucap Bintang gelagapan .
" Pergilah! "
ucap Regan berlalu meninggalkan Bintang.
Tuhaaan.. kenapa engkau ciptakan makhluk seperti diiiaaa ?
gerutu Bintang dalam hati.
Bintang pun berjalan mengekori Tuanya, karena tak mungkin ia berani berjalan mendahului Regan.
Regan dan Bintang pun sampai di lantai paling bawah.
Regan berlalu meninggalkan Bintang yang menghampiri teman-teman barunya.
" Aku tak membuat kalian menunggu lama kan? "
tanya Bintang ramah.
" Kau sudah membuatku sangat kelaparan, ayo cepat kita makan di tempat biasa! "
sahut Doni berjalan menuju mobil.
" Kau ini memang tak pernah berubah, jangan kau fikirkan omongan tikus got itu ! "
ucap Livia sambil menggandeng Bintang menuju mobil.
Bintang hanya tersenyum mendengar ucapan Livia.
Mereka berempat pun masuk ke mobil yang sama.
mereka menjadi akrab walau baru mengenal Bintang. karena Bintang sangat mudah bergaul.