
Di sisi lain,
Regan yang ada di ruangannya nampak tak suka dengan kedatangan Selly.
" Selamat siang Tuan, bolehkah saya duduk? " ucap Selly sok manis.
" Hmmmm..., " jawab Regan yang sengaja fokus pada laptopnya.
" Apa saya mengganggumu Tuan? "
" Tentu saja, karena Nona datang pada jam kerja, kenapa Nona membuat keributan di kantor saya, " ucap Regan yang mendengar keributan tadi.
" Ma'af itu terjadi karena sekretaris Tuan yang tidak berpendidikan! "
" Apa Nona sedang menghina saya? "
" Maksud Tuan? "
" Nona mengatakan sekretaris saya tidak berpendidikan, itu sama saja Nona menghina saya karena sayalah yang menerima nya kerja disini!jadi menurut Nona saya merekrut orang bodoh dan tidak berpendidikan untuk kerja disini?" ucap Regan dengan sorot matanya yang tajam.
" Saya tidak bermaksud seperti itu Tuan, ma'af atas kata-kata saya tadi, "
Kenapa jadi gini?
Harusnya dia membelaku dan memarahi sekretarisnya yang tidak sopan itu! kenapa jadi kebalik gini?
gerutu Selly kesal.
" Ada perlu apa Nona datang kesini? "
" Kita akan segera bertunangan, saya fikir kita harus sering bertemu agar kita saling mengenal satu sama lain, "
" Apa Nona senang dengan adanya perjodohan ini? "
" Tentu saja,Tuan adalah laki-laki idaman semua wanita disini bagaimana bisa saya tidak senang di jodohkan dengan laki-laki idaman seperti Tuan,apa Tuan tidak senang dengan perjodohan ini? "
" Hmmmmm...iya, saya senang, " ucapnya berbohong yang kemudian diam menatap layar laptopnya.
Bagaimana bisa aku memintanya untuk membatalkan perjodohan ini jika dia sangat senang menerimanya, aku harus memikirkan cara lain agar dia membatalkan perjodohan ini.
gumam Regan dalam hati yang terus memikirkan cara agar Selly membatalkan perjodohan ini, karena dengan Selly membatalkannya maka tidak akan terjadi perselisihan.
Sedangkan Selly yang melihat Regan terus menatap laptop dan mengacuhkannya merasa geram.
Tidak pernah ada laki-laki yang mengacuhkan ku selama ini, sikapnya begitu dingin tapi itu semakin membuatku tertarik padanya, mungkin aku yang harus lebih agresif agar suasana tidak kaku seperti ini.
Selly pun mulai melangkah mendekati Regan yang duduk di kursi kebesarannya.
" Tuan, bagaimana jika kita makan siang bersama, " ucap Selly menaruh kedua tangannya di bahu Regan, membuat Regan seketika membentak nya.
" Nona tolong jaga sikap anda ! "
" Ma'af Tuan jika sikap saya membuat anda tidak nyaman, " dalam hati Selly pun mendengus kesal, "Ssssiiit...!
Dia sudah membuatku malu sendiri!
Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku! " " Bagaimana Tuan, apa Tuan bersedia makan siang bersama saya? " ucapnya lagi.
" Saya akan menghubungi asisten saya untuk menyiapkan mobil untuk kita, " ucap Regan yang kemudian menghubungi David.
Setelah selesai menghubungi David kini mereka berdua melangkah keluar dari ruangan, saat melewati meja Bintang,Regan berlalu begitu saja walau Bintang sedang menatapnya ,sedangkan Selly sengaja menabrak tubuh Bintang yang sedang berjalan menuju ruangan Regan.
Aku akan membuat perhitungan padamu!
Bisik Selly ke telinga Bintang.
Bintang pun tersenyum sinis.
Lakukan apa yang bisa kau lakukan, aku tidak takut!
Selly yang mendengarnya pun mengepalkan tangan menahan amarahnya, kini ia pun kembali melangkahkan kakinya mengikuti Regan.
Sedangkan Bintang yang berada di ruangan Regan melupakan kekesalannya pada kursi Regan,seakan Regan tengah berada di hadapannya sekarang.
Dasar manusia tak berperasaan!
Baru tadi pagi kau bilang sangat menghkatirkanku tapi sekarang kau malah membuat hatiku hancur seperti ini!
Apa maksud sikapmu selama ini!
Kenapa kau selalu membuatku berharap padamu jika kau sebenarnya sudah mempunyai calon istri!
Sekarang katakan apa kau sekarang sudah bahagia membuatku sakit seperti ini!
Hiks... hiks...
Aku akan membunuhmu !
Aku pasti akan membunuhmu!
" Lakukan jika itu bisa membuat hatimu membaik! "
suara Regan yang seketika menghentikan tangis Bintang.
" Tu.. Tuan, sa.. saya.. hanya se.., "
Cup..
Seketika mulut Bintang terbungkam karena kini bibir Regan mendarat tepat di bibir manisnya,Bintang hanya bisa diam merasakan bibir lembut Regan tanpa ia sadari air matanya kembali mengalir membasahi pipinya. Reganpun mulai melepas ciumannya saat merasakan pipi Bintang yang basah.
" Jangan biarkan air mata ini keluar dari mata indahmu, "
Bukanya berhenti, air mata Bintang semakin deras mengalir dari pelupuk matanya.
Regan yang melihatnya pun memeluk erat tubuh Bintang.
" Kenapa kau terus menangis, bagaimana kau bisa membunuhku jika kau seperti ini! " ucap Regan lagi.
Bintang pun semakin menangis hingga terdengar isakan tangisnya.
" Berhentilah menangis, " ucap Regan yang kini menatap wajah Bintang lekat-lekat.
" Aku tidak tau bagaimana menahan air mata ini Tuan, berhentilah bersikap seperti ini pada saya, " ucap Bintang dengan sesenggukan menahan tangisnya.
" Sekarang tataplah aku, "
Bintang hanya menggelengkan kepala tanda tak mau.
Regan yang melihatnya pun mengangkat dagu Bintang.
" Mulai sekarang jangan gunakan otak mu yang kecil ini berfikir yang tidak-tidak,gunakanlah otakmu untuk berfikir bagaimana cara menjadi istri yang baik,tunggu aku menyelesaikan semua masalah ini, aku akan melamarmu! " ucap Regan yang kemudian mengambil ponselnya yang tertinggal.
" Tuan jika calon istrimu mendengarnya, dia pasti akan membunuh saya, " ucap Bintang datar.
" Itu tidak akan terjadi karena calon istriku ada di sini," ucap Regan menatap lekat Bintang.
Bintang hanya diam terpaku mendengar ucapan Regan.
" Ini pakailah sebagai ganti ponsel mu yang ku buang, " ucapnya lagi sambil menaruh ponsel yang baru saja David beli pada tangan bintang dan kemudian beranjak keluar.
Sedangkan Bintang masih saja diam terpaku mendengar semua ucapan Regan padanya. Bintang pun menepuk-nepuk pipinya sendiri karena tak percaya.
Ini bukan mimpi kan?
Apa tadi dia serius dengan semua ucapannya?
Ucap Bintang pelan yang kini mulai berjalan keluar dari ruangan Regan.