My Big Boss

My Big Boss
Hadirnya Cello



Tak beberapa lama Mama Nita kembali dengan membawa kue buatannya di atas piring dengan seorang anak kecil yang terus mengekorinya.


"Apa tante membuatmu menunggu terlalu lama? " tanya Mama Nita yang sudah duduk di samping Bintang.


" Tidak Nyonya, "


" Jangan panggil Nyonya, panggil saja tante biar lebih akrab,oh ya,tante belum tau siapa namamu? " ucap Mama Nita dengan senyum hangatnya.


" Bintang Nyonya.. emm, maksud saya tante, " jawab Bintang yang masih kikuk.


" Kakak cantik lucu deh, mau gak jadi istri aku, " sahut Cello,anak laki-laki yang usianya sekitar lima tahun yang dari tadi mengekori Mama Nita,dan sekarang sudah berdiri sok cool di depan Bintang,menyilangkan tangan di dadanya sambil tersenyum dan menggerak-gerakan alisnya ke atas, membuat Bintang yang melihatnya menjadi gemas dan tertawa kecil.


Mama Nita yang mendengar kata-kata dari Cello pun tercengang.


" Anak ini, siapa yang mengajarkanmu seperti itu! " ucap Mama Nita pura-pura marah di depan Cello.


" Ded.., " jawab Cello terpotong karena Kevin yang baru datang buru-buru membungakam mulut Cello.


" Ma'af, anak ini memang terkadang suka aneh-aneh tingkahnya, " ucap Kevin menundukkan kepala kearah Bintang.


" Tidak apa-apa Tuan," ucap Bintang tersenyum manis.


" Apa kakak menyukaiku, " ucap Cello dengan wajah imutnya itu.


" Tentu saja kakak menyukaimu, " sambil memegang kedua pipi Cello dengan kedua telapak tangannya. Bintang begitu gemas dengan tingkah Cello yang sangat menggemaskan itu.


" Deddy dengar kan,kakak cantik ini juga menyukaiku, ayo lamar kakak cantik untukku, " ucap Cello sambil menarik-narik kemeja Kevin.


Bintang yang mendengar Cello memanggil Kevin dengan sebutan Deddy pun terkejut.


Deddy?


gumam Bintang dalam hati yang seketika membuat hatinya sedikit kecewa.


Sedangkan Kevin yang melihat sikap anaknya itu menutup mulut anaknya dan tersenyum tipis ke arah Bintang, ia merasa tak enak hati dengan tingkah anaknya itu.


" Ma'af, mungkin kata-katanya membuatmu tidak nyaman, "


" Tidak apa Tuan,dia begitu menggemaskan, " mencubit pipi gembul Cello.


" Kakak cantik mau kan jadi istri Cello, " ucap Cello lagi.


Bintang yang mendengarnya tersenyum tipis sambil mengelus rambut Cello.


" Tentu saja mau, tapi kalau Cello sudah setinggi Deddy,"ucap Bintang sambil melirik ke arah Kevin.


" Oke, mulai sekarang Cello bakalan makan sama minum susu yang banyak biar cepet tinggi kaya Deddy, " ucapnya sambil tersenyum manis.


" Anak pintar, " ucap Bintang sambil mengacak-acak rambut Cello.


" Sudah-sudah, ayo makan kuenya, " sahut Mama Nita yang dari tadi terus tertawa melihat sikap Cello.


Mereka semuapun muali memakan kue yang ada di atas meja itu.


" Bagaimana? Apa kau suka kue buatan tante? " tanya mama Nita pada Bintang.


" Suka tante,kue buatan tante luar biasa enak, " jawabnya tersenyum manis.


" Benarkah? "


" Bener grandma, kuenya enak banget, " sahut Cello dengan mulut yang masih penuh dengan kue.


" Kau ini, telan dulu baru bicara, " ucap Kevin memukul pelan kepala Cello,membuat Cello seketika memelototi Deddy nya itu.


Grandma?


Jadi dia punya hubungan darah dengan iblis itu, semoga saja dia tak memiliki sifat menyebalkan sepertinya.


Gumam Bintang dalam hati memikirkan Kevin.


Disisi lain, Regan yang baru saja membuka pintu kamarnya di buat terkejut dengan kondisi kamarnya yang begitu memprihatinkan, kamar yang selalu tertata rapi kini nampak seperti kapal pecah,seakan habis terjadi gempa hingga membuat semua barang-barang yang ada di kamarnya berserakan di lantai.Regan pun kembali turun ke bawah dengan wajah penuh amarah.


Kenapa kau juga membawa tuyul kecil ini,hah! " ucap Regan penuh amarah,yang kini sudah berdiri di depan Kevin.


" Bagaimana bisa aku tidak membawanya," jawab Kevin dengan santainya.


" Kau tau apa yang sudah dia lakukan pada kamarku! " ucap Regan lagi dengan kesal.


" Kau suruh saja bibik membereskannya, " jawab Kevin yang masih saja santai walau Regan terus berbicara dengan nada tinggi.Kevin tau apa yang terjadi pada kamar Regan walau dirinya tak mengeceknya terlebih dulu,karena itu sudah menjadi hal biasa jika Cello berada di rumah omanya pasti selalu membuat kamar Regan seperti kapal pecah.


" Dasar tuyul tengil, aku akan memberikanmu pelajaran, " ucap Regan yang mulai mendekati Cello. Cello yang tau Regan mulai mendekatinya pun berlindung di belakang Bintang.


" Tuan, dia hanya anak kecil, " ucap Bintang menatap Regan dengan tatapan tajam.


" Kau aman hari ini, awas saja jika kau berulah lagi aku akan memakanmu, " ucap Regan menakut-nakuti Cello.


" Deddy.., lihatlah,Deddy kedua mengancamku! " ucap Cello manja kepada Kevin.


" Tenanglah, sebelum dia memakanmu Deddy akan membunuhnya terlebih dulu, " jawab Kevin sambil melirik ke arah Regan.Sedangkan Regan tetap memasang wajah dinginnya.


Deddy kedua?


Aish! apa lagi ini?


Hei bocah! sebenarnya kau anak siapa**?


gerutu Bintang dalam hati.


" Ikut aku! " ucap Regan menarik tangan Bintang.


Cello yang melihatnya seketika menggigit tangan Regan.


" Awww, " ringis Regan kesakitan, membuat Regan seketika melepas tangan Bintang yang ada di genggamannya.


" Kenapa kau menggigit ku! " ucap Regan kesal pada Cello.


" Jangan berani pegang kakak cantik, " ucap Cello melotot ke arah Regan.


" Ada masalah apa dengan mu! "


" Dia milikku, " menatap Regan dengan wajah tengilnya.


" Aish! " ucapnya kesal sambil mengangkat tubuh Cello yang menghalanginya,dan menaruhnya di pangkuan Kevin.


" Jauhkan tuyul mu ini dariku! " ucap Regan menaruh tubuh Cello di pangkuan Kevin.


Kevin pun langsung mengangakat tubuh Cello ke pundak nya dan memangkulnya menuju kamar.


" Deddy... deddy..., lepaskan Cello, Cello mau kasih pelajaran pada manusia berdarah dingin itu, " rengek Cello yang menggelantung di pundak Kevin.


" No.. no.. no... sekarang bereskan dulu mainanmu yang berserakan di kamar Deddy, " ucap Kevin berjalan menuju kamarnya.


" Aish! Deddy enggak seru! " gerutu Cello kesal.


Kevin dari kecil tinggal bersama Tuan Williams dan Mama Nita, ia di besarkan oleh paman dan bibinya itu karena kedua orang tua Kevin meninggal saat Kevin masih kecil,hingga saat ini kamar Kevin masih tertata rapai walau Kevin sudah lama keluar dari rumah itu dan tinggal di luar negeri bersama mendiang istrinya.


Sedangkan di sisi lain Bintang yang mendengar ucapan Regan merasa lega.


Syukurlah..,bukan anak Tuan Regan,tapi kenapa dia manggilnya Deddy kedua?


Ah, sudahlah itu gak penting.


Eh,kenapa aku jadi seneng gini denger dia bukan anak dari Tuan Regan?


gumam Bintang dalan hati.


Regan pun kembali menarik tangan Bintang dan berjalan ke lantai atas menuju kamarnya.Bintang yang tak bisa menolak hanya mengikuti langkah Regan.


Sedangkan Mama Nita yang melihat Regan berjalan ke atas dengan mengenggam tangan Bintang mulai tersenyum tipis, itu membuat beliau semakin yakin bahwa putra semata wayangnya itu memang benar-benar menaruh hati pada sekretaris nya itu, karena selama kepergian tania Regan tak pernah mau menyentuh wanita apalagi di sentuh oleh wanita kecuali saat dirinya sedang berjabat tangan, itupun dia lakukan hanya pada client nya.


Di sisi lain Regan dan Bintang sudah berada di depan kamar Regan.Bintang yang melihat kamar Regan bak kapal pecah pun tercengang,karena begitu terkejut membuat tubuhnya sudah seperti patung karena tak ada satu pergerakan pun yang terlihat kecuali mata yang berkedip pelan dan mulut yang terbuka lebar.