
Mentari belum menapakkan cahayanya namun ayam jantan sudah mulai berkokok, pertanda malam sudah berlalu dan hari sudah berganti.
Hari ini masih begitu pagi,Regan yang dari tadi terus mengeluarkan isi perutnya membuat nya kini tergulai lemas dengan wajahnya yang begitu pucat.Keadaan Regan membuat semua orang khawatir.
" Suamimu habis makan apa sih sayang? Kenapa jadi gini? " Tanya mama Nita yang kini ikut memijat tengkuk Regan.
" Terakhir dia makan mie instan yang di iklanin sama orang Korea itu lo ma, " jawab Bintang seraya mengolesi tubuh suaminya itu dengan minyak angin, dari leher,tengkuk,punggung,perut entahlah semua Bintang kasih minyak angin berharap jika suaminya akan lebih baik selama menunggu dokter pribadi keluarga Atmaja datang untuk memeriksanya.
" Sejak kapan suamimu doyan mie instan? Bukannya itu makanan yang paling anti dia makan ? " cibir mama Nita.
Regan yang mendengar cibiran mamanya pun hanya menarik sudut bibirnya ke atas.
" Iya sih ma,Bintang juga heran semalem dia pingin banget di buatin mi itu,padahal dia kan paling gak suka sama makanan yang menurutnya paling gak sehat itu, " tutur Bintang yang masih terus memberikan minyak angin keseluruh tubuh Regan.
" Sayang enggak sekalian saja kau mandiin aku pake minyak angin! " celetuk Regan.
" Ssssst...diamlah.Tenagamu akan habis jika kau banyak bicara."
" Tapi kau membuat tubuhku terbakar! " Regan pun mulai mengibas-ngibaskan tangannya mengipasi tubuhnya yang kepanasan.
" Tahan sedikit.Tapi udah gak mual kan? Bintang pun ikut mengipasi tubuh suaminya.
" Masih," Regan pun kembali memuntahkan isi perutnya yang kosong membuat Bintang kembali panik.
" Apa dia keracunan mi ya sayang? " Mama Nita pun mulai berasumsi sendiri.
" Ah masak sih ma, tapi Bintang juga makan kok dikit, tapi Bintang enggak papa nih, " jawab Bintang seraya mengusap-usap punggung suaminya.
"Nah terus kenapa ini suamimu? Apa penyakitnya kambuh? Dokter Rian kenapa lama sekali ! " Mama Nita pun tampak begitu kesal.
Sementara Bintang semakin takut jika suaminya itu kenapa-napa.Ia pun mengenggam erat tangan suaminya.
" Sayang jangan membuat ku takut. "
" Tenanglah, aku tidak papa, " ucapnya dengan mengusap lembut kepala Bintang.
" Selamat pagi semua, " sapa seorang laki-laki yang membuat perhatian semua yang ada di kamar itu kini teralihkan.
" Dokter Rian? Kenapa lama sekali? Ayo cepat priksa anak ku! " titah mama Nita.
" Iya ma'af jalanan macet nyonya," dokter Rian pun mulai menghampiri Regan yang tiduran di ranjangnya, "ma'af saya permisi priksa suami nona dulu, " ucap dokter Rian yang kini berbicara pada Bintang.
" Emm iya iya dok silahkan. " Bintang yang dari tadi berada di samping Regan pun beralih tempat agar dokter pribadi keluarga Atmaja itu bisa memeriksa suaminya.
" Saya dengar nona hamil, selamat ya atas kehamilannya, " ucap dokter Rian seraya memeriksa Regan.
" Iya terimakasih dok. " Bintang pun tampak getir-getir melihat suaminya, ia benar-benar takut jika ternyata penyakit GERD yang di idap suaminya tempo dulu semakin parah.
" Dia kenapa dok? Apa karena penyakit lambungnya semkin parah?dia sih kemarin makan makanan asem, gak bisa di bilangin dia dok. " Bintang yang tadinya khawatir malah berubah kesal mengingat suaminya kemarin makan rujak.
Dokter Rian pun tersenyum mendengar ocehan Bintang.
" Setelah saya cek semuanya normal,tidak ada tanda-tanda kambuhnya penyakit Tuan Regan.Sepertinya ada faktor lain yang mengakibatkan tuan Regan terus mual dan muntah.Kita lakukan CT scan saja untuk memastikan.Takutnya ada cidera dalam ataupun penyakit dalam, " tutur dokter Rian yang membuat Bintang dan mama Nita begitu terkejut.Bintang pun menggenggam erat tangan Regan,rasa khawatir,rasa takut semua campuraduk dalam fikirannya.Bagaimana jika suaminya mengidap penyakit parah?
" Aku tidak mau melakukan CT scan, aku akan baik-baik saja setelah minum teh hangat buatan istri ku, " sangkal Regan yang membuat semua orang kini menatapnya.
" Sayang, kita harus tetap lakukan CT scan. Kita harus tau apa yang menyebabkan kau seperti ini, aku takut kau kenapa-napa, " Bintang pun sampai menitihkan air mata karena fikirannya yang sudah ke mana-mana.
" Bagaimana jika kau mengidap penyakit langka terus belum ada obatnya.Nanti gimana nasib aku?Nasib anak kita juga gimana? Aku enggak mau anak kita enggak bisa lihat daddy nya yang super-super tampan ini. " Bintang pun berbicara penuh dramatis.
" Jadi kau do'a ini aku mati yank! "
" Ih! Enggak gitu, aku takut saja kau mengidap penyakit parah lalu kisah ku seperti yang ada di novel yang banyak mengandung bawang.Aku enggak mau. "
" Aku tidak papa, kau saja yang terlalu berlebihan. "
" Kita tes dulu baru aku percaya kau tidak papa.Ayo dok kita kerumah sakit. "
Regan selalu saja kalah dan tak bisa berkutik jika harus melawan istrinya. Dia hanya pasrah mengikuti kemauan istrinya itu.
Ya tidak ada salahnya juga melakukan CT scan, pikirnya.
Setelah tiga puluh menit perjalanan mereka kini sampai di rumahan sakit tempat dokter Rian bertugas.Regan pun langsung di tangani oleh dokter dan mulai melakukan serangkaian pemeriksaan.
" Sayang gimana hasilnya? Apa semua baik-baik saja? " Tanya Bintang saat melihat suaminya bersama dokter Rian kembali setelah melakukan CT scan.
Regan pun hanya diam, menekuk wajahnya menunjukkan raut sedihnya hingga membuat kaki Bintang kini terasa lemas dan bergetar.Bintang pun kini terduduk lemas di dekat suaminya yang kini tengah duduk di kursi roda.Mungkinkah yang ia khawatirkan benar-benar terjadi?
Suara yang ingin keluar rasanya terhenti di tenggorokan,entah kenapa begitu sulit hanya untuk mengucapkan semua baik-baik saja kan? Air mata Bintang pun kini mulai memenuhi kelopak matanya.Ia hanya bisa tertunduk untuk menyembunyikan kesedihan nya.
" Apapun yang akan aku katakan kau tidak boleh menangis, " tutur Regan seraya mengenggam erat tangan Bintang.
Bintang hanya terdiam sambil menyeka air matanya yang mulai mengalir.
" Berjanjilah bahwa kau akan bersamaku sampai akhir hidup ku. "
Bintang pun mengangguk dengan air mata yang sudah tak bisa lagi ia tahan.
" Memang bagaimana hasil tesnya,kau sakit apa? " tanyanya sambil terus menyeka air mata seraya menatap wajah suaminya yang masih pucat.
Regan pun menangkup kedua pipi Bintang yang basah dengan air mata.Dan kini ia mulai mengusap lembut kepala Bintang sambil mencondongkan wajahnya kedepan.
" Aku sehat, aku baik-baik saja, " bisiknya ke telinga Bintang.
"Sehat? "
" Hmmm. " Dengan senyuman kemenangan Regan mengangguk.
" Jadi kau mengerjai ku! " Bintang pun mulai membulatkan matanya sempurna.
" Ini pembalasan karena kemarin kau mengerjai ku! aku kan tadi juga sudah bilang kalau aku baik-baik saja kan? "
" Cih! Dasar nyebelin!" Seketika Bintang pun mengigit tangan suaminya yang menyebalkan itu.
" Sakit yank,sejak kapan kau suka gigit gini! " Regan pun meringis kesakitan sambil mengelus tangannya sendiri.
" Sejak hari ini, itu pelajaran karena kau sudah berani mempermainkan ku! " Bintang pun mulai menyilangkan tangannya ke dada. Ia begitu kesal dengan kelakuan Regan.Namun hatinya begitu lega mendengar suaminya baik-baik saja.
Pasalnya selama dokter melakukan pemeriksaan tidak menemukan hal yang janggal pada tubuh Regan, semuanya normal.
" Dasaaaaar anak durjana! Mama kutuk jadi teko baru tau rasa!berani-beraninya ngerjain orang tua. " Mama Nita pun ikut kesal sambil menjewer telinga Regan.
" Jadi ember aja ma, kebagusan jadi teko,nah itu telinga jewer aja sampai putus ma! " Celetuk Bintang yang tak kalah kesal.
" Sayang kok gitu sih!kau harusnya belain aku.Nanti kalau aku jadi ember gak kangen sama Jack ? " goda Regan.
" Cih! " Bintang pun memalingkan wajahnya.
Sementara tangan mama Nita masih belum lepas dari telinga Regan.
" Mama sakit! Regan pingsan nih! " Ancam Regan karena mamanya masih terus menjewer telinganya.
" Ya jangan dong!habisnya kau buat mama jantungan sih! " dengan kesalnya mama Nita pun melepas tangannya dari telinga Regan.
" Apa kita bisa langsung pulang dok? " tanya Bintang pada dokter Rian.
" Belum, kita tunggu kondisi tuan Regan benar-bebar pulih baru bisa pulang.Tuan Regan terlalu banyak mengeluarkan cairan jadi harus di rawat dulu.Mungkin dua sampai tiga hari tergantung tuan Regan masih terus muntah atau tidak, " tutur dokter Rian.
" Kalau hasil tesnya baik-baik saja terus suami aku ini kenapa dok? "
" Tuan Regan mengalami Cauvade Syndrome atau kehamilan simpatik,fenomena dimana kesehatan suami atau calon ayah mengalami gejala-gejala yang di rasakan ibu hami seperti,pusing,mual,muntah,punggung sakit,ngidam dan yang lainnya.Kejadian ini sudah umum terjadi,tidak perlu penanganan kusus karena Cauvade Syndrome akan hilang dengan sendirinya.Jadi di nikmati saja ya tuan? " ucap dokter Rian yang kini tersenyum lebar ke arah Regan.
" Jadi dia seperti ini karena kehamilan ku dok? "
" Iya nona. "
" Huuuuft, " Bintang pun membuang nafasnya lega.
" Mari nona saya antar ke ruang perawatan tuan Regan. "
" Baiklah,Sus tolong antar tuan Regan sampai ruangannya, " titah dokter Rian pada seseorang perawat yang dari tadi menemaninya.Kini perawat itu pun langsung mendorong kursi roda Regan sampai ruang rawatnya.Sebuah ruangan yang tampak seperti kamar hotel tidak seperti ruang rawat yang biasanya ada di rumah sakit.
" Selamat istirahat tuan, saya permisi, " ucap perawat itu setelah membantu membaringkan Regan di atas bednya.
" Terima kasih ya sus, " ucap Bintang sebelum perawat itu benar-benar pergi.
Kini Bintang pun menatap suaminya tak suka.
" Kau itu nyebelin tau gak sih yank! Aku yang hamil tapi kau yang ngidam.Aku kan jadi gak bisa manja-manjaan ? " protesnya kesal.
" Inikan juga bukan kemauan aku yank?emang mau di manja gimana sih? " tanya Regan.
" Orang ngidam kan biasanya di turutin semua kemauannya, aku juga pingin ngerasain kaya gitu. "
" Ya sudah kau minta apa nanti aku turutin. "
" Kan aku enggak ngidam jadi percuma gak dapat feelnya. " Bintang pun uring-uringan sendiri membuat Regan kini bingung harus bagaimana.
" Emang apa sih enaknya ngidam? Mual, muntah,pusing, pingin makan yang aneh-aneh itu gak enak banget yank? "
" Itu tuh sensasinya berbeda.Kau rasain deh! "
Regan pun hanya diam memikirkan ucapan istrinya.
" Emang sensasinya gimana? Aku cuma ngerasain sensasi yang berbeda saat berada di atas mu! " Otak mesum Regan pun mulai terkoneksi.
" Ah! Nyebelin dasar mesum! " sambil mengerucutkan bibirnya.
Reganpun terkekeh melihat kekesalan istrinya itu.
" Oh ya,ma papa mana? " Tanya Regan yang kini bertanya pada mama Nita.
" Papa sedang menuju kesini, tadi pagi kan dia bersepada bareng temen-temen se gengnya jadi gak tau kalau kau sakit, " jawab mama Nita.
" Owh. "
Sementara di sisi lain terlihat David yang tengah berlari tergopoh-gopoh.Wajahnya tampak begitu panik.
" Tu.. tuan? " ucapnya yang kini sudah berada di samping Regan.Dengan nafas yang masih ngos-ngosan dan wajahnya yang tampak begitu khawatir.
" Iya kenapa Dav? "
" Bagaimana kondisi tuan? Apa semuanya baik-baik saja? Apa kata dokter,saya dengar tuan sampai harus melakukan CT scan. " Ternyata David tak kalah khawatirnya dengan Bintang.
" Kau tampaknya lebih khawatir dari pada aku, " cibir Bintang menatap David penuh curiga.
" Saya hanya takut tuan kenapa-kenapa, nona jangan salah paham, " bela David.
Gimana gak salah paham kalau melihat kalian dulu terus berduaan, pikir Bintang dalam hati.
" Aku baik-baik saja Dav, mungkin selama beberapa hari kedepan aku tidak bisa masuk kantor,urus semua masalah kantor sebaik mungkin, " ucap Regan kini.
" Baik tuan. " David pun terlihat lebih lega sekarang.
" Tolong buatkan aku bubur ayam Dav. "
" Hah? " David pun terkejut dengan perintah tuannya itu.
" Kau tidak dengar? Tolong buatkan aku bubur ayam. " Kali ini Regan bicara dengan penuh penekanan.
" Ta.. tapi tu_, "
" Kau ini aneh Rey, mana bisa David buat bubur ayam? Biar mama aja yang buat atau kalau kau sudah lapar biar David yang beliin, " potong mama Nita.
" Regan cuma mau makan bubur buatan David, " ucap Regan.
" Udah Dav turutin saja istri mu yang lagi ngidam ini! " sahut Bintang kesal.
" Tapi non, saya tidak bisa masak.Nyalain kompor saja saya tidak bisa gimana mau mateng nanti buburnya, " bisik David.
" Kau punya peri ajaib yang akan membantumu. "
" Peri? " David pun mulai mengedarkan pandangannya barang kali benar-benar ada peri yang tiba-tiba muncul seperti di cerita dongeng-dongeng.
" Kau cari apa? "
" Peri. "
" Ternyata asisten tuan Regan Atmaja bisa bodoh juga.Ayo aku yang akan membantu mu masak. "
Bintang pun menarik pergelangan tangan David menuju dapur kecil yang ada di ruangan itu.
Sementara Regan kini berusaha turun dari ranjangnya.
" Kau mau apa Rey? " tanya mama Nita.
" Tolong bantu Regan turun ma, Regan mau lihat David masak. "
" Kau ini keterlaluan Rey, kalau ngidam pikir-pikir dong " ucap mama Nita seraya membantu Regan turun dari ranjangnya.
" Jangan salahin Regan dong ma,Regan juga gak tau kenapa kepingin makan bubur buatan David. " Regan pun kini berjalan menuju dapur kecil yang ada di ruang rawatnya.
" Tau ah! Mama mau pulang dulu sebelum jadi korban mu yang berikutnya, nanti kalau papa sampai bilang mama sudah pulang. "
" Siap! "
Mama Nita pun hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan anaknya.Kini beliau pun berjalan ke luar dari ruangan VVIP itu.
Sementara Regan yang kini melihat keriwehan dua manusia di dapur pun tersenyum kecil.Begitu lucu melihat manusia kaku kini bergelut di dapur.
"Sayang kau duduk saja di sini.Kau cukup kasih intruksi saja ke David, " ucapnya.
" Nanti kalau aku gak mantau dari deket kalau makanannya gak enak kau mau makan? " jawab Bintang yang masih sibuk membantu David menyiapkan bahan untuk membuat semangkuk bubur ayam.
" Ya enggak lah! "
" Ya sudah diem aja di situ. "
" Aku cuma mau hasil masakan David, kau jangan ikut-ikut! "
" Iya! Iya! Bawel! "
Bintang pun mulai mengambil beberapa bahan yang sudah di antar oleh ahli gizi rumah sakit itu.
" Hai Rey bagaimana kondisi mu? " Suara wanita yang baru saja masuk ke ruangan itu membuat pandangan semua mata yang ada di sana tertuju padanya.
Wajah Regan yang tadinya terlihat terus tersenyum kini terlihat datar tanpa ekspresi.
Hati yang tadinya ikhlas membantu David pun menjadi dongkol.Kira-kira siapakah wanita itu?
Jeng... Jeng... Jeng...
Ah othor jadi penasaran... Itu siapa woooiiiii!!!!!
_
_
_
Setelah menyelesaikan keriwehan di muka bumi ini akhirnya othor bisa kembali ngehalu bersama kalianπ
Ma'af sudah ngilang beberapa hariππ Makasih buat yang masih setiaππππ
Jangan lupa jempolnya π