My Big Boss

My Big Boss
Malam yang melelahkan



Setelah menyuruh Neni menemani Cello tidur, Bintang pun kini kembali menemui dua manusia pencari cicak itu.


Tampak wajah dua manusia tampan itu sangat putus asa.


Bagaimana tidak,dari tadi satu cicak pun tidak mereka dapatkan.


" Ini sungguh konyol bukan? kenapa aku harus melakukannya?seumur hidup baru kali ini aku mencari cicak! " gerutu Regan yang tidak sadar jika Bintang sudah berdiri di belakangnya.


" Salahkan saja istri mu! bisa-bisanya seorang pimpinan perusahaan di suruh nyebokin cicak! " ucap Kevin yang begitu kesal, Kevin pun tak menyadari dengan keberadaan Bintang.


"Jangan salahkan istri ku,ini juga untuk anakmu bukan? " ucap Regan tak terima.


" Ya.. ya.. ya, sekarang cari sana cicaknya! " suruh Kevin.


" Kenapa harus aku! kau saja yang cari,kau kan jelmaan cicak, panggil saja temen-temen mu itu! " jawab Regan ketus.


" Pria tampan blesteran surga kau bilang jelmaan cicak! Dasar mulut durjana! " sambil memukul kepala Regan.


" Beraninya kau memukul ku! " ucap Regan tak terima dan membalas menendang tubuh Kevin hingga membuat Kevin mulai emosi.


" Kau! " ucapnya emosi.


" Apa! " malah nantangin.


Kini perkelahian pun di mulai, hanya karena cicak pun mereka harus berguling-guling di lantai saling tindih, saling jewer, saling jambak.


Sementara Bintang bukanya melerai malah terus bengong melihat kelakuan konyol dua manusia tampan itu.


Bagaimana tidak, kelakuan mereka sangat berbanding terbalik saat mereka berada di kantor. Selama ini mereka selalu tampak cool dan berwibawa.


Tampak Bintang sedang menahan tawanya melihat suami tampannya sedang menjewer kedua telinga Kevin dari belakang, hingga membuat Kevin kesakitan dan membalas menjambak rambut Regan.


" Ehem! " suaranya yang menghentikan aktivitas pergulatan mereka.


Kini wajah Regan dan Kevin pun sama-sama datar tanpa ekspresi.


" Sa.. sayang,kita hanya sedang berolahraga, " ucap Regan yang posisinya ada di atas tubuh kevin itu.Kevin yang berada di bawah nya pun langsung pura-pura pushup dengan beban tubuh Regan.Mereka tetap masih berusaha menjaga image untuk menutupi kebobrokan mereka.


" Sudahlah, aku sudah melihat semuanya, " ucap Bintang yang membuat tubuh Kevin seketika lemas.


" Jadi untuk apa aku capek-capek pushup! mana kau berat lagi! cepatlah turun!" gerutu Kevin kesal pada Regan yang masih duduk di punggungnya itu.


" Siapa juga yang menyuruh mu pushup! " jawab Regan tanpa dosa,kini ia pun mulai beranjak dari punggung Kevin.


" Kenapa malah main guling-gulingan di lantai sih! apa masa kecil kalian kurang bahagia? ha


...ha.. ha.., " tawa Bintang yang mengingat kelakuan dua manusia itu.


" Sayang sudah,jangan terus mentertawakan ku! ini semua gara-gara permainan yang kau ciptakan!bagaimana bisa kau menyuruh dua pimpinan perusahaan nyebokin cicak? aku geli sayang, baru liat cicak aja bulu kuduk ku berdiri? udah ya,kau minta apa nanti aku belikan tapi jangan suruh aku pegang cicak! " ucap Regan bertekuk lutut di hadapan Bintang.


" Lihatlah kau bahkan bisa membuat seorang Regan Atmaja ketakutan! ha.. ha.. ha.., " tawa Kevin karena baru pertama kalinya melihat Regan begitu takutnya.


" Sayang udah jangan gini ah! " ucap Bintang sambil menarik bahu Regan agar berdiri, " ya sudah kau duduk manis saja di sini biar aku yang cari cicak sama Tuan Kevin, " ucap Bintang yang rela melakukannya untuk menyenangkan Cello.


" Kau yakin? " tanya Regan.


" Hmmm...tapi sebagai gantinya kau tetap harus turuti apa yang aku minta! "


" Oke! deal!kau minta bulan pun akan ku ambilkan! " saking senengnya gak jadi pegang cicak.


" Lebay! " sahut Kevin.


" Bodoamat! " sambil mencium kening Bintang bertubi-tubi saking bahagianya.


" Apa-apaan kau ini! ingat dong yang sini masih jomblo! nyosor mulu! " ucap Kevin kesal sambil menarik tangan Bintang.


" Jangan pegang-pegang! " ucap Regan kesal sambil memukul tangan Kevin.


"Ah! kau ini! " gerutu Kevin pelan.


" Aku ke ruang kerja dulu ya sayang, kau baik-baik di sini, banyak-banyakin baca ayat kursi kalau dekat manusia ini, Oke! " ucap Regan yang kini mencium kening Bintang lagi dan berlalu pergi.


Bintang pun tertawa pelan karena suaminya itu suka sekali mengejek Kevin.


" Sialan! kau pikir aku iblis! " ucap Kevin tak terima.


" Jaga istri ku! awas kau macam-macam! " teriak Regan dari kejauhan.


" Dasar bocah! " gerutu Kevin lagi.


Kini Kevin dan Bintang pun mulai fokus mencari cicak.


" Emmmm.. Tuan, ma'af boleh saya bertanya? " ucap Bintang ragu-ragu.


" Kenapa masih manggil tuan? panggil saja Kevin, kita sekarang sepupuan, kau juga tidak perlu bicara formal padaku, santai saja, " ucap Kevin yang tetap fokus mencari cicak itu.


" Emmm..., iya, " jawab Bintang canggung.


" Mau tanya apa? "


" Cello sepertinya sangat merindukan mamanya, ma'af apa mamanya Cello tidak pernah mengunjungi Cello? " tanya Bintang ragu-ragu.


Kevin pun diam membisu mendengar pertanyaan Bintang.


" Ma..ma'af kalau saya salah bicara,sudah abaikan saja, " ucap Bintang yang mulai tak enak hati.


" Mamanya Cello meninggal setelah melahirkan Cello, " ucap Kevin pelan.


Bintang pun terkejut dengan pernyataan Kevin itu, karena selama ini ia berfikir bahwa Kevin menjadi duda karena telah bercerai dengan istrinya.


" Ma'af saya tidak bermaksud membuat mu mengingat itu kembali, " ucapnya yang kembali tak enak hati.


" Tidak papa, aku baik-baik saja, " jawabnya santai.


" Cello sepertinya sangat menginginkan sosok ibu di sampingnya, ya walau dia tak pernah mengunggkapkannya, tapi aku tau dari jawabannya tadi yang ingin menikah dengan ku hanya karena ingin di antar sekolah."


" Anak itu memang suka bicara aneh-aneh, "


" Tapi kurasa tadi Cello serius mengucapkannya, apa kau tidak ingin mewujudkan keinginan Cello? " tanya Bintang.


" Keinginan Cello? apa? " tanya balik Kevin.


" Seorang ibu yang akan mengantar jemputnya kesekolah. "


" Owh..., ya aku akan mengabulkan keinginan Cello setelah menemukan wanita seperti mu, " jawaban Kevin yang membuat Bintang tertegun.


" Ma.. maksudmu? " tanyanya terbata.


" Kau menyayangi Cello tulus,tidak seperti wanita-wanita lain yang menyayangi Cello hanya karena ingin mendapatkan simpati dari ku,aku akan mencari wanita seperti mu yang menyayangi ku dan juga Cello dengan tulus. "


Bintang pun tersenyum tipis, ia pun kini membuang nafasnya lega.


" Huft.. ku fikir karena kau menyukaiku,makanya mau cari wanita yang seperti ku! syukurlah.., " gumam Bintang dalam hati.


" Andai saja aku mengenalmu lebih dulu, pasti aku yang lebih dulu melamar mu, " ucap Kevin dengan santainya.


" Ndoh! heh! " Bintang pun terkejut dengan ucapan Kevin.


" Sayang manusia berdarah dingin itu yang lebih dulu mengenalmu,menyebalkan sekali bukan?andai saja dia bukan sepupuku,dari dulu sudah ku ambil kau darinya," ucap Kevin tanpa dosa.


Kevin sebenarnya mulai tertarik pada Bintang saat melihat kedekatan Bintang bersama Cello,namun ia memilih menepis perasaannya karena tau Regan menyukai Bintang.


Bintang pun kini hanya tersenyum tipis mendengar celotehan Kevin.


" Ini manusia apa tidak bisa di saring dulu kata-katanya,kenapa blak-blakan banget! " batin Bintang.


" Kau dulu sempat tertarik padaku bukan? " ucap Kevin lagi.


" Hah! " Bintang pun kembali terkejut, ia pun membelalakkan matanya mendengar ucapan Kevin itu.


" Ha.. ha.. ha.., kau tidak perlu melotot seperti itu! aku hanya menebak saja,karena selama ini setiap kali wanita melihat ku pasti mereka langsung tertarik, " ucap Kevin yang terus tertawa melihat ekspresi Bintang.


" Huh! syukurlah, ku fikir dia benar-benar tau kalau aku dulu sangat mengaguminya, ucapan Regan benar, aku memang harus banyak-banyak baca ayat kursi di dekat manusia ini, bisa-bisa jantung ku meledak jika terus didekatnya! " batin Bintang yang mulai komat-kamit membaca Ayat kursi dan bersholawat untuk menenangkan hati dan jantungnya yang sedang lari maraton itu.


Kini Bintang pun berusaha keras untuk mendapatkan cicak, agar secepatnya bisa kembali ke kamar.Usaha Bintang pun tak sia-sia, kini ia pun berhasil menangkap satu ekor cicak, dan tanpa rasa geli Bintang memegangnya.


" Ini aku sudah dapat cicaknya, " ucap Bintang menyodorkan cicak pada Kevin hingga membuat Kevin terperanjat kaget.


" Kau benar-benar mendapatkan nya! bagaimana kau berani memegang benda itu! apa kau tidak geli! " tanya Kevin heran.


" Tidak! sekarang cepatlah lakukan tugasmu! aku akan ambil vidionya, " ucap Bintang yang sebenarnya menahan rasa gelinya.


" Aku tidak tau pantatnya cicak! kau saja yang lakukan! " tolak Kevin karena geli melihat cicak.


" Cepatlah aku geli terus memegangnya! "


" Kau bilang tadi tidak geli! cepat masukan ke dalam sini, " menyodorkan toples ke Bintang.


Kini Bintang pun memasukkan cicak hasil tangkapannya itu ke dalam toples yang di pegang Kevin.


" Huft, ini menggelikan sekali, " ucapnya sambil mengusap-usap tangannya sendiri.


" Sekarang bagimana? " tanya Kevin.


" Entahlah,fikir saja sendiri. "


" Kau tau dimana pantatnya cicak? "


" Kenapa tadi harus bilang yang kalah nyebokin cicak? " ucap Kevin kesal.


" Aku tadi hanya asal bicara saja,aku sudah dapatkan cicaknya, selanjutnya itu tugasmu, jangan lupa di vidio in ya? ingat jangan sampai Cello mogok makan sampai setaun! " ucap Bintang yang kini berlalu pergi.


" Aaaaarrrrgh...., kenapa dia begitu menggemaskan! " gerutu Kevin yang bukanya kesal karena harus nyebokin cicak malainkan kesal karena melihat wajah Bintang yang begitu menggemaskan.


" Aku bisa-bisa semakin menyukainya jika terus tinggal di sini, " gumamnya yang kini mulai berjalan menuju kamarnya.


Tak terasa malam semakin larut, Regan tampak masih sibuk diruang kerjanya,sedangkan Kevin dan Bintang sama-sama sibuk di kamar.Kevin yang sibuk dengan cicaknya dan Bintang yang sibuk memandangi tubuhnya di depan cermin.


" Huh! Aku benar-benar memakainya, " gerutu Bintang yang tak habis fikir dengan dirinya sendiri yang kini benar-benar memakai lingerie hadiah dari kedua temannya itu demi menuruti kemauan Regan.


" Tubuhku benar-benar sangat menggoda jika seperti ini, ha.. ha..ha.., " ucapnya lagi sambil tertawa cekikikan melihat tubuhnya sendiri, namun tawanya terhenti saat Regan tiba-tiba memeluknya dari belakang.


" Kau sengaja ingin menggodaku ya? " ucap Regan yang nemplok di punggung istrinya itu.


" Ih! siapa juga yang mau menggoda mu, aku hanya menuruti permintaan mu saja! " ucap Bintang dengan wajah yang sedikit memerah.


" Benar tidak ada niat terselubung?" goda Regan dengan senyum menyeringai,dan entah dari kapan tangan Regan mulai nakal menjelajahi bukit kembar istrinya yang sedikit terekspos itu.Bintang pun memegang kedua tangan Regan dan menghentikan aktivitas tangan suaminya itu.


" Bukankah suamiku ini yang di otaknya selalu ada niat terselubung! " sindir Bintang.


Regan pun tertawa pelan mendengar ucapan Bintang yang ada benar nya itu.


" Istriku ini kenapa selalu tau isi otakku? ucapnya sambil membalikkan badan Bintang untuk menghadapnya.


" Apa kau lupa jika istrimu ini pintar dalam segala hal! " jawab Bintang percaya diri.


" Itu pasti karena sup penutrisi otak yang selama ini aku berikan. "


" Aku itu pintar dari lahir, bukan karena sup mu yang menjijikkan itu! " ucap Bintang cemberut mengingat Regan dulu selalu mengatainya bodoh.


Regan yang melihat kekesalan istrinya itupun tersenyum tipis.


" Kau tau! kau sangat menggemaskan jika seperti ini ! " ucapnya sambil memegang kedua pipi Bintang.


" Aku tau itu, karena aku memang menggemaskan dari lahir! " jawabnya masam.


" Nona Regan percaya diri sekali! " ucap Regan sambil menyibakkan rambut Bintang yang menutupi wajah cantiknya, " ada yang ingin ku katakan padamu, " ucapnya lagi.


" Apa? "


" Aku mencintaimu, " bisik Regan.


Bintang pun tersenyum tipis mendengar bisikan suaminya itu.Walaupun Regan sering mengucapkannya tetap saja jantung Bintang bergetar mendengarnya.Bintang pun membalas ucapan suaminya itu juga dengan suara berbisik.


" Aku juga mencintaimu, " ucapnya pelan.


Regan pun tersenyum tipis melihat istrinya begitu menggemaskan saat mengucapkan nya.


" Jangan pernah tampakan wajah menggemaskan mu ini di hadapan orang lain!kau mengerti! " ucapnya yang mulai menggendong tubuh Bintang.


" Memangnya kenapa? "


" Mereka akan mengambil mu dariku! " ucap Regan yang mulai membaringkan tubuh Bintang di atas ranjang mereka.


" Mana mungkin ada yang berani mengambil ku dari manusia mengerikan seperti mu! "


" Apa aku terlihat begitu mengerikan? "


" Ya! kau sangat mengerikan! " ucap Bintang dengan tawanya.


" Baiklah!malam ini aku akan mencabik-cabik tubuhmu! " ucap Regan yang mulai mematikan lampu kamarnya.


" Jangan di matikan lampunya,aku takut gelap. "


" Aku tidak bisa berkonsentrasi jika terlalu banyak cahaya, " protes Regan.


" Apanya yang tidak bisa berkonsentrasi? tadi siang aja sampai nambah di kamar mandi! " sindir Bintang.


" Itu karena kau membuat Jeck menegang sehari semalam, " ucap Regan mulai menyalakan lampu kamarnya lagi,tanpa ba bi bu lagi kini Regan pun mulai mencium bibir manis Bintang yang dari tadi menggodanya itu.Ciuman itupun memanas dan semakin liar.


" Cuma ciuman panas? " tanya Bintang karena Regan kini melepaskan ciumannya dan memilih menatapnya dalam-dalam.


" Lebih dari itu, " jawab Regan yang kini mulai menutup tubuh mereka dengan selimut, tentunya biar konsentrasi Jeck penuh ya hehehe


Pertempuran panas di bawah selimut pun terjadi,malam yang begitu indah bagi dua manusia yang sedang memadu kasih, melepaskan hasrat masing-masing dengan penuh gairah.


Malam ini menjadi malam yang melelahkan bagi mereka,bagaimana tidak,mereka bercinta bukan hanya sekali melainkan berkali-kali hingga kini tubuh mereka sama-sama lemas.


" Nona Regan mulai pintar ya dalam bermain? " goda Regan mengingat Bintang mulai menguasai permainan panas yang baru saja mereka ciptakan.


" Itu karena nona Regan belajar dari suami mesumnya. "


" Kau selalu saja bilang aku mesum! " sambil mencubit hidung Bintang.


" Kan emang bener! "


" Aku tidak mesum aku hanya sedang menjalankan tugas untuk membuat mu hamil. "


" Suamiku ini memang pintar sekali bicara!" sambil mencubit hidung Regan, "sayang aku lapar, makan yuk! " ucap Bintang lagi.


" Aku tidak pernah makan selurut ini. "


" Baiklah, aku akan mencari makanan sendiri ke bawah! " ucap Bintang yang mulai beranjak dari ranjangnya.


Bintang pun mulai mengambil pakaian dari almari dan mulai memakai nya. Kini ia pun mulai berjalan ke luar sedangkan Regan tetap tiduran dan tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


Bintang yang sudah berada di lantai bawah pun berjalan mengendap-endap karena malu jika ada yang terbangun dan melihatnya malam-malam mencari makanan.


Dengan perlahan dia pun mulai membuka tudung saji,namun tidak apapun di sana.


" Kamana Neni menyimpan makanan sebanyak itu! " gerutunya pelan.


Akhirnya Bintang pun memilih membuat mie instan karena itu yang bisa ia temukan di dapur. Setelah memasaknya Bintang pun kembali ke kamarnya dengan semangkuk mie instan buatannya dan sebotol air yang ia ambil dari kulkas.


" Hemmmmm... pasti enak banget! " ucapnya yang kini mulai menghirup aroma kuah mi yang masih hangat itu,kini Bintang pun mulai menikmati mi instan buatannya.


" Kenapa makan mie instan! itu kan enggak sehat sayang!" suara Regan yang mengejutkan Bintang hingga membuatnya tersedak, Bintang pun bergegas meneguk air yang ia bawa tadi.


" Aku hanya menemukan ini di dapur, sudahlah kan juga enggak setiap hari! " ucap Bintang membela diri.Bintang pun kembali menikmati mi buatannya.


" Enak? " tanya Regan karena melihat istrinya begitu menikmati makanan buatannya itu.


" Enak banget! " sengaja mengiming-imingi suaminya itu.


Regan selama ini paling pantang makan mie instan karena menurut nya itu adalah makanan paling tidak sehat, namun cara Bintang menikmati makanan itu sangat menggugah selera hingga membuatnya menelan ludahnya sendiri.


" Satu suap dong! " runtuh juga pertahanan Regan.


" Jangan, ini itu makanan TIDAK SEHAT! " ucap Bintang penuh penekanan.


" Kalu kau memakannya berarti aku juga harus memakannya,iya kan? " mulai merebut garpu dari tangan Bintang.


" Ih! tadi aja bilangnya makanan enggak sehat sekarang lahap banget makannya! " gerutu Bintang melihat Regan yang begitu lahap memakan mi buatannya.


" Sudah, tuan Regan jangan makan banyak-banyak nanti perut suamiku yang sispek ini jadi buncit! " ucap Bintang sambil megelus perut suaminya yang memang terekspos itu. Kini Bintang


pun merebut garpu dari tangan Regan.


" Baru saja dua suap! " gerutu Regan.


" Apanya yang dua suap! ini aja tinggal dikit banget! " protes Bintang mendapati mi nya yang memang tinggal sedikit.


" Kau kan tau tadi aku banyak mengeluarkan energi, satu suap lagi,ya sayang ya ? " usaha semaksimal mungkin.


" Enggak ada! nanti roti sobek ku ini hilang karena kebanyakan makan mi instan! " ucapnya beralasan sambil mengelus perut sispek suaminya lagi.


Bintang yang hanya iseng mengelus perut suaminya itu membuat Jeck kembali bangun dari tidurnya.


" Kau pelit sekali! cepatlah habiskan mi instan mu itu, setelah itu kau harus bertanggung jawab karena membuat Jeck bangun dari tidurnya! "


" Hah! jangan ngada-ngada deh sayang, tadi itu udah lima ronde lo,masak minta lagi! badan aku udah remuk ini! " protes Bintang.


" Siapa suruh pegang-pegang perutku! "


" Emang bisa nyetrum gitu! "


" Kau tidak tau kalau Jeck itu konek nya cepet banget kalau udah dekat dengan mu! " ucapnya yang mulai nemplok di punggung istrinya.Tangan Regan pun mulai menyelinap di balik baju istrinya itu.


" Sayang,aku mau habisin mie ku dulu! " protes Bintang karena Regan menganggu aktivitas makannya.


" Ya, kau makan saja! " mulai bermain di bukit kembar istrinya.


" Gimana mau makan kalau tangan mu gak mau diem! "


" Ya sudah iya, sini aku suapi! " ucap Regan yang mulai menyudahi aktivitasnya,kini ia pun menyuapi istri cantiknya.


Setelah makan,aktivitas panas itupun kembali terjadi,dan entah berapa kali Jeck sudah memuntahkan lava panasnya.


Malam yang begitu panas penuh gairah,malam yang begitu menggembirakan dan juga melelahkan,kini kedua ingsan itupun tertidur dengan pulasnya.


Tampak Bintang yang kini tidur nyenyak di dalam pelukan Regan.