My Big Boss

My Big Boss
Masuk lima minggu



Rafa dan Regan kini tengah menunggu dokter yang tengah memeriksa Bintang, dan kini tampak Bintang yang mulai mengerjapkan matanya.Bintang pun kini mengamati sekeliling dilihatnya dokter yang tengah memeriksanya,Rafa yang berdiri di pojokan dan suaminya yang tengah duduk di sampingnya dan terus mengenggam tangannya.


" Sayang kau sudah sadar, " ucap Regan seraya mengusap lembut kepala Bintang.


Bintang yang masih marah memilih diam tak menghiraukan suami tampanya itu.


Regan pun kini tersenyum tipis dan kembali mengusap lembut kepala istrinya. Ia mengerti kenapa sikap istrinya seperti itu.


Regan kini beralih memperhatikan dokter yang masih memeriksa Bintang.


" Kenapa dengan istri saya dok? " tanya nya.


" Istri tuan tidak papa,ini biasa terjadi pada ibu hamil muda yang terlalu lelah, jadi tolong di jaga istrinya ya tuan jangan biarkan istrinya kecapekan, " tutur dokter itu yang membuat Regan,Bintang dan Rafa kini membelalakkan matanya.


" Jadi istri saya hamil dok? " tanya Regan yang kini terlihat begitu antusias.Raut wajahnya pun tampak begitu bahagia.


" Iya tuan usia kandungan istri tuan masuk lima minggu.Selamat ya sebentar lagi akan menjadi ayah."


" Terimakasih dok," Regan pun kini mencium kening Bintang.Ia begitu bahagia mendengar istrinya itu kini tengah hamil.


" Terimakasih sayang, "ucapnya yang kembali mencium kening istrinya.


" Saya ingin mengingatkan bahwa pada trimester awal ini masih sangat rentan akan terjadinya keguguran,jadi jangan sampai istri tuan kelelahan lagi atau membuatnya tertekan ataupun stres itu akan berakibat buruk pada kehamilannya, " tutur dokter itu.


" Iya dok terimakasih, saya akan menjaga dengan baik istri dan calon anak saya.Apa istri saya harus di rawat dok? "


" Tidak,istri tuan bisa langsung pulang, saya sudah menuliskan resep vitamin untuk nyonya Bintang jadi tolong di tebus dulu. "


" Baik dok. "


" Ya sudah saya permisi,tolong di kurangi aktivitas nya ya nyonya agar kejadian ini tidak terulang lagi, " ucap dokter itu yang kini berbicara pada Bintang.


" Baik dok, " jawab Bintang lirih.Bintang kini bingung harus bahagia atau bersedih.Kehamilan ini memang sangat ia harapkan tapi kenapa dia harus hamil di saat Tania kembali?Bagaimana jika suaminya kembali pada mantan tunangan nya itu? lalu bagaimana dengan nasib anaknya kelak? ketakutan-ketakutan itu kini mulai memenuhi fikiran Bintang.


Sementara di balik pintu terlihat Tania yang kini berderai air mata, ia yang telah mendengar semuanya begitu tak menyangka jika ternyata Regan sudah menikah.Wanita yang selama ini ia kira sekretaris Regan ternyata adalah istri Regan.Hatinya begitu sakit begitu juga kepalanya yang kini terasa amat sakit,dengan wajah pucatnya Tania pun kini mulai pergi meninggalkan ruangan itu.


Sedangkan Regan kini terlihat sedang menghubungi David dan tak lama orang yang ia hubungi itu kini sudah berada di hadapannya bersama Maura.


" Dav tolong kau tebus resep ini dan setelah itu urus semua administrasinya! " perintah Regan seraya memberikan secarik kertas resep pada David.


" Baik tuan. " David pun kini bergegas keluar sementara Maura kini menghampiri Bintang.


" Apa yang terjadi dengan mu Nona?kenapa nona sampai di rawat?apa nona sakit? " tanya Maura yang tampak begitu khawatir.


Bintang pun kini tersenyum tipis.


" Aku baik-baik saja Maura, " jawabnya yang membuat Maura kini bernafas lega.


" Syukurlah kalau nona baik-baik saja. "


" Aku senang mendengar mu hamil,selamat ya atas kehamilan mu, " ucap Rafa yang kini menghampiri Bintang.


" Iya terimakasih Fa. "


" Aku pamit pulang,jaga diri mu baik-baik."


" Pasti. kau Hati-hati di jalan. "


" Ya. Jadilah ibu yang baik, " pesan Rafa yang kini mulai berjalan keluar sembari menghampiri Regan.


" Selesaikan masalah kalian dengan baik,ini terakhir kalinya aku melihatnya menangis karena mu! jika kau membuat nya menangis lagi jangan salahkan aku jika aku mengambilnya darimu! " bisiknya yang kini berlalu di hadapan Regan.Sementara Regan hanya menyunggingkan senyuman mendengar ancaman Rafa.


Regan pun kini menatao istrinya dan mulai menggenggam erat tangan lembut istrinya itu.


" Sayang, ma'af kan aku.Kau seperti ini pasti karena kejadian tadi kan? aku mengaku salah karena sudah menggendong Tania,tapi aku bersumpah aku tidak pernah diam-diam menemui tania di belakangmu,tadi dia datang ke kantor dan mengajak ku makan siang aku sudah menolaknya tapi Tania terus memaksa akhirnya aku tidak tega menolaknya, aku tadi pergi makan tidak sendiri kok, aku membawa Maura dan juga David aku juga sempat menelfon mu dan mengajak mu makan siang tapi kau tidak bisa tadi? " Regan pun mencoba menjelaskan semua pada Bintang.


" Tapi kenapa saat di telfon kau tidak bilang jika Tania mengajak mu makan siang? "


" Aku mau bilang tapi kau buru-buru menutup telfon mu. "


Bintang pun kini diam, ia masih saja merasa kesal karena suaminya masih begitu peduli dengan mantan tunangnya itu.


" Lalu kenapa kau yang menggendongnya? jika ada David kenapa kau tidak menyuruh David saja yang menggendong mantan tunangan mu itu! " ucapnya kesal.


" Aku reflek sayang, dia tadi tiba-tiba saja pingsan di dekatku, " jelas Regan.


" Reflek? " Bintang pun tersenyum kecut. Entah kenapa ia tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapannya suaminya itu.


" Sayang percayalah. Sudah ya jangan marah nanti kalau terjadi apa-apa sama anak kita gimana? " ucap Regan seraya memohon di depan Bintang, namun Bintang kini malah mengacuhkannya.


" Nona ma'af saya bukannya mau ikut campur,tapi saya bisa melihat tuan Regan benar-benar mencintai nona, jika nona beranggapan tuan Regan masih mencintai mantan tunangan nya nona salah, karena saya melihat sendiri bagaimana sikap tuan pada wanita tadi, tuan Regan terus berusaha menjaga jarak dengan wanita tadi, bahkan tuan Regan bersedia mengemudikan mobil hanya karena tidak ingin duduk sebangku dengan wanita tadi,jika tadi nona melihat tuan menggendong wanita tadi itu murni karena kemanusiaan saja tidak lebih, " tutur Maura.


" Kau tidak tau bagaimana dulu tuan mu sangat mencintainya Maura, " ucap Bintang tak suka Maura membela Regan.


" Itu dulu nona, sekarang yang di cintai tuan hanya nona,jadi nona jangan terus menaruh curiga terhadap tuan Regan.Belajarlah untuk saling percaya nona.Jika nona terus berprasangka buruk dan terus menuduh tuan Regan melakukan apa yang tidak pernah tuan Regan lakukan bisa-bisa tuan Regan nanti putus asa dan benar-benar akan memilih kembali pada wanita tadi, " ucapan Muara yang membuat Bintang dan Regan kini menatap Maura tajam.


"Maura kenapa kau bilang seperti itu! " ucap Regan tak suka.


" Ma'af,saya hanya tidak ingin nona Bintang marah dengan tuan. " Maura pun kini tertunduk.


" Sayang percayalah aku tidak akan kembali pandanya apapun yang terjadi! " ucap Regan yang kini berusaha meyakinkan Bintang. Namun Bintang kini tetap diam, ia memikirkan ucapan Maura yang sepertinya memang ada benarnya.


Maura yang melihat Bintang kini tak menghiraukan Regan pun memukul mulutnya sendiri.


" Kenapa kau tadi bilang seperti itu sih lut mulut! " gerutunya mengutuki kesalahannya sendiri.


"Nona saya tadi hanya asal bicara,tolong jangan di tanggapi serius ucapan saya tadi, saya sebenarnya hanya tidak ingin tuan dan nyonya marahan, nona tidak tau seperti apa tuan kalau sedang marahan dengan nona, kami semua di kantor yang jadi korban nya nona apalagi saya, saya yang jadi korban pertamanya.Jadi tolong nona jangan marah lagi sama tuan." Maura pun kini memohon dan mulai menggenggam tangan Bintang dan menempel-nempelkan pada keningnya.


" Jangan seperti ini Maura, terimakasih kau sudah menyadarkan ku,memang tidak seharusnya aku selalu curiga dengan suamiku, " ucap Bintang yang kini membuat Maura mendongakkan wajahnya.


" Jadi nona sudah tidak marah lagi dengan tuan Regan? "


" Sedikit. "


" Syukurlah,masih sedikit tuan sabar ya, " ucap Maura ya kini tersenyum garing di depan Regan.Regan pun hanya diam dan kini kembali menatap istrinya.


" Ma'af kan aku sayang, " ucapnya yang kini mengenggam tangan bintang erat.


" Aku akan berusaha percaya padamu tapi jika kau membuat ku kecewa satu kali saja,aku benar-benar akan pergi darimu. Ma'af tadi aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak, " tutur Bintang.


" Kau tidak perlu meminta ma'af, wajar kau menuduhku seperti itu karena kau melihat apa yang aku lakukan tadi, " ujar Regan seraya mengusap lembut kepala Bintang.


Sementara David yang baru saja kembali dari menebus resep kini merasa bingung dengan apa yang ia lihat.


" Maura ada apa? " tannya nya pada Maura.


" Benarkah? "


Maura pun mengangguk membuat raut wajah David kini tampak begitu bahagia.


" Selamat ya tuan atas kehamilan nona Bintang, " ucapnya pada Regan.


" Iya terimakasih,sekarang tolong kau siapkan kursi roda Dav! "


" Baik tuan. " David pun kini bergegas mengambil kursi roda dan membawanya ke hadapan tuannya.


" Ini tuan, " ucapnya kini.


Regan pun kini meraih tubuh Bintang membuat Bintang kini membekalkan matanya.


" Sayang kau mau ngapain? " tanyanya heran.


" Membantumu turun dari ranjang. " Regan pun mulai mengangkat tubuh Bintang dari ranjang.


" Aku bisa turun sendiri! " protesnya tak suka Regan kini menggendongnya turun dari ranjang.


" Kau tidak ingat tadi dokter bilang apa? kau tidak boleh capek-capek. " Regan pun kini menaruh tubuh Bintang diatas kursi roda.


" Aku tidak akan kecapekan jika hanya turun dari ranjang,aku juga masih bisa berjalan kau tidak harus mendorong ku dengan kursi roda! " protesnya tak suka.


" Pilih aku gendong sampai mobil atau aku dorong pakai kursi roda? hemmm, " ucap Regan yang kini menatap lekat wajah istrinya.


Bintang pun kini hanya bisa membuang nafasnya kasar.Dari pada dia malu di lihat banyak orang karena Regan menggendongnya lebih baik dia naik kursi roda saja, pikirnya saat ini.


" Baiklah,ayo jalan, " ucapnya kini dengan muka masamnya.


Regan pun kini terseyum tipis.


" Maura tolong bawakan tas istriku! " perintahnya pada Maura.


" Baik Tuan. " Maura pun kini bergegas mengambil tas Bintang yang ada di atas meja.


Kini mereka semua pun berjalan keluar.Regan pun berjalan lebih dulu yang ikuti Maura dan David di belakangnya.


" Tuan, kapan tuan akan menghamili ku! " rengek Maura dengan manjanya pada David.


" Maura! jaga harga dirimu! " bentak David kini.


" Aku tidak bisa menjaga harga diriku jika di hadapan mu! " godanya yang membuat David kini menatapnya tajam.


" Maura jika kau seperti itu kau akan terlihat murahan! " ucap David tak suka.


" Makanya cepat nikahin aku biar tidak terlihat murahan di hadapanmu! "


David pun kini membuang nafasnya kasar, ia tak tau harus bagaimana menyikapi wanita di hadapannya.Kini David pun memilih mengejar tuannya yang sudah jauh di hadapannya.


Sementara Maura kini tampak kesal karena David malah mengacuhkannya, ia pun kini bergegas mengejar David.


" Maura, " suara laki-laki yang kini menghentikan langkahnya.


" Steven, " ucap Maura yang menyebut laki-laki yang memanggilnya itu dengan nama Steven.


" Bagaimana kabar mu Ra? " tanya laki-laki yang bernama Steven itu.


" Aku baik, " ucap Maura yang tampak canggung.


" Kita sudah lama tidak bertemu,apa aku boleh meminta nomor ponselmu, ya sekedar untuk silaturahmi saja? "


" Owh, ya sebentar. " Maura pun kini mulai mengambil ponselnya dari dalam tas.


" Dia siapa? " tanya David yang kini menghampiri Maura.


" Dia_ "


" Saya Steven teman sekantor Maura dulu, " sahut Steven yang memotong ucapan Maura.


David pun kini menatap tajam Maura.


" Jika kau ingin ku nikahi jangan biarkan laki-laki lain mengetahui nomer ponselmu, " bisiknya yang kemudian berlalu meninggalkan Maura.


Maura pun kini tersenyum tipis.


" Benarkah yang dia bilang tadi?Dia benar-benar sadar kan mengucapkannya? " Maura pun kini tampak kegirangan.


" Steven ma'af ya aku buru-buru, senang bertemu dengan mu. " Maura pun kini bergegas mengejar David.


" Tuan, " panggil Maura yang kini sudah berada di samping David.


" Ada apa? " jawab David yang kini melirik Maura yang malah senyum-senyum tidak jelas di sampingnya, David pun kini membuang nafasnya kasar dan kembali fokus berjalan.


" Dasar wanita aneh! " gerutunya pelan.


Sementara Maura kini mencoba mensejajarkan jalannya dengan David.


" Tuan benar akan menikahi ku? " tanya Maura yang kini membuat wajah David memerah.


" Kapan aku bilang akan menikahimu? " David pun mulai berdalih.


" Tadi, masak tuan lupa? " Maura pun mulai tampak kesal.


" Mungkin kau salah dengar, " jawabnya yang begitu dingin.


" Jadi tuan fikir pendengaran saya tidak berfungsi dengan baik! " teriak Maura kesal.


" Aku tidak pernah bilang seperti itu! "


" Dasar manusia menyebalkan!


bisa-bisanya aku percaya dengan manusia kaku ini! " dengan kesalanya Maura pun kini berjalan mendahului David.Membuat David kini tersenyum tipis melihat tingkah Maura yang menurutnya menggemaskan.


_


_


_


Pekerjaan othor minggu-minggu ini lagi banyak banget jadi ma'af ya kalau upnya lamaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™