My Big Boss

My Big Boss
Drama part II



" Nona Regan mau kemana? " suara Regan yang seketika membuat Bintang menghentikan langkahnya.


" Ke.. keluar Tuan, saya kan enggak kebagian tugas jadi saya nunggu di luar saja Tuan, "


" Kata siapa ? Nona Regan nanti yang bertugas membuat suasana semakin dramatis dan memilukan! " ucapnya dengan senyum menyeringai, karena sebenarnya Regan tak perlu bantuan Bintang ia hanya mencari alasan agar Bintang tetap berada di dekatnya.


" Aish! sepertinya di sini tugas Tuan yang paling enak, cuma bobok cantik di sana sambil nyuruh ini itu! " gerutu Bintang kesal.


" Kalau Nona Regan mau bobok cantik di sini juga boleh, " ucapnya menepuk bantal di sampingnya dengan senyum menyeringai.


Bintang pun mengerucut kan bibirnya dan membuang muka.Kini ia mulai memikirkan apa tujuan Regan sebenarnya.


Kini dokter bedah itupun sudah menyelesaikan tugasnya, ia membuat Regan seakan habis melakukan operasi kecil di pipinya, David yang melihatnya pun segera menghubungi Tuan Williams.


Di tempat lain,


Tuan Williams kembali resah karena menunggu Regan yang tak kunjung datang.


Beliau merasa tak enak hati karena sudah membuat Tuan Felix menunggu lama,firasat buruk pun terbesit di dalam fikirannya,beliau takut jika Regan sengaja lari dari perjodohan ini.


" Ma, apa Regan menghubungi Mama? " tanya Tuan Williams berbisik.


" Tidak Pa, Papa tenanglah Regan pasti datang, " ucap Mama Nita meyakinkan.


Tak lama ponsel Tuan Williams pun berdering, terlihat jelas nama David terpampang di layar ponsel. Tuan Williams pun bergegas mengangkatnya.


📱' Hallo Dav, Regan di mana? ' tanya Tuan Williams menahan amarahnya.


📱' Ma'af Tuan besar,Tuan Muda


ada di rumah sakit, beliau mengalami kecelakaan kerja saat meninjau proyek baru, " ucap David yang mengucapkan dialognya semaksimal mungkin.


" Proyek baru dari hongkong!(kesal karena David pintar membual) seketika wajah Bintang menjadi mellow saat mengingat kata-kata David, " Tuhan jika kata-kata adalah do'a ,tolong jangan kabulkan kata-kata Tuan David , dia cuma memainkan peran,beneran gak bo'ong," gumam Bintang pelan yang tiba-tiba saja takut jika Regan kenapa-kenapa.


Regan yang masih bisa mendengar ucapan Bintang pun tersenyum tipis.


Sedangkan di seberang sana Tuan Williams yang mendengarnya begitu terpukul.


📱' Dimana dia di rawat? ' tanya Tuan Williams.


David pun memberikan alamat Dimana rumah sakit tempat Regan di rawat.Akhirnya kini Tuan Williams,mama Nita, Selly dan Tuan Felix pun bergegas menuju Rumah sakit dimana regan di rawat setelah Tuan Williams selesai menceritakan musibah yang telah di alami Regan.


" Bagaimana Dav, apa papa percaya? " tanya Regan yang kini sedang tiduran diatas badnya.


" Percaya Tuan,"


" Baiklah, kalian harus melakukan dengan semaksimal mungkin, "


Tak lama Bintang yang sedang mengamati keadaan luar pun bergegas lari saat melihat Tuan Williams bersama rombongan datang.


" Cepat-cepat ambil posisi, Tuan Williams dan kawan-kawan datang, " ucap Bintang yang berlari ke arah Regan,ia pun mulai memasang wajah mellownya.


Sedangkan Dokter bedah yang sedang minum pun menyemburkan airnya karena terkejut mendengar ucapan Bintang.


" Gini amat nasib..., " ucapnya yang mulai berlari mencari posisi yang pas untuknya berdiri.Namun saat ingat tidak ada perawat di sampingnya dokter itupun berlari keluar dan menarik salah satu perawat yang sedang lewat untuk masuk bersamanya.


Bintang yang melihat dokter itupun tertawa sendiri, " bu dokter totalitas sekali, " ucapnya berbisik ke arah Dokter bedah itu.


" Ini demi kelangsungan hidup saya Nona, " jawabnya yang juga berbisik.


Disisi lain David tetap tenang walau sebenarnya dalam otaknya masih mikir kata-kata yang pas untuk dia ucapkan nanti.


Tak lama kini Tuan Williams bersama rombongan masuk di ruangan Regan dirawat.


Dokter itupun pura-pura sedang memeriksa Regan, seolah-olah ia sedang melakukan kunjungan terhadap pasien.


Sedangkan Mama Nita yang melihat putranya begitu terkejut, tak hanya mama Nita semua yang ada di sana juga sangat terkejut melihat kondisi Regan saat ini.


" Sayang apa yang terjadi?kenapa dengan wajahmu? " tanya mama Nita yang mulai berkaca-kaca melihat pelipis hingga pipi Regan terbalut kasa. Tampak Tuan Williams juga sangat terpukul melihat kondisi Regan.


" Regan baik-baik saja Ma, Mama enggak perlu khawatir, " ucapnya seolah-olah kesakitan saat berbicara,jujur saat ini Regan sangat merasa bersalah pada kedua orang tuanya karena sudah membuat mereka bersedih.


" Apa sebenarnya yang terjadi Dav! Kenapa kau tak menjaga Tuan Mudamu dengan baik!" ucap tuan Williams yang mulai marah.


Shiiiit...!! kenapa jadi kena semprot!


gerutu David dalam hati, ia pun menjawab pertanyaan tuan Williams dengan dialog yang sudah dia siapkan di dalam otaknya.


" Saat meninju proyek, Tuan Muda terkena pecahan kaca yang tak sengaja jatuh dari atas bangunan,kejadiannya begitu cepat,saya tidak bisa melindungi beliau,ma'af kan saya Tuan,ucapnya sambil menundukkan kepala.


" Pa, sudah pa, ini bukan salah David, " ucap mama Nita yang mulai menenangkan suaminya itu. Tuan Williams pun membuang nafasnya pelan.


" Bagaimana Dok, apa luka anak saya ini parah? " tanya mama Nita pada dokter bedah yang berdiri di hadapannya.


" Ibu tidak perlu khawatir, luka Tuan Regan tidak terlalu parah, beliau bisa langsung pulang tidak perlu di rawat, " ucap dokter itu menjelaskan.


" Awww..(meringis kesakitan memegang perban yang menempel pada wajahnya) dua puluh jahitan kamu bilang gak parah Dok? yang benar saja? " ucap Regan sambil melirik tajam dokter bedah itu.


" Aish! kenapa bisa lupa skrip! semoga ni mulut masih bisa ku bawa pulang," gumam dokter itu yang mulai takut karena kini David juga menatapnya tajam.Dokter itu pun memperbaiki kata-katanya yang salah tadi.


" Memang ada beberapa jahitan disana,saya lakukan itu karena luka robek yang terlalu dalam, namun semua tidak perlu khawatir karena saya sudah melakukan yang terbaik agar lukanya cepat sembuh, hanya saja bekas luka yang di timbulkan tidak bisa hilang," ucap dokter itu dengan tetap tenang.


" Bekas luka? jadi akan ada bekas luka di wajahnya dok? " tanya Selly.


" Iya nona, " jawab dokter itu.


" Tidak...tidak..tidak...,aku model ternama enggak mungkin punya suami dengan wajah cacat seprti dia,aku masih layak mendapatkan yang lebih baik dari dia, " gumam Selly dalam hati.


" Hiks...hiks...malang sekali nasibmu Tuan...kau pasti akan kehilangan fans beratmu di luar sana,mereka semua pasti takut melihat wajah Tuan yang kini buruk rupa," ucap Bintang yang pura-pura menangis.


" Actingmu bagus sekali nona? anda tampaknya senang sekali bilang saya buruk rupa! " bisik Regan dengan tatapan mautnya.


" Cuma acting Tuan, beneran..," bisik Bintang dengan senyum garingnya.


" Bener juga yang di katakan Bintang, dia sekarang adalah pangeran buruk rupa,aku gak mau perjodohan ini di lanjutkan," gumam Selly dalam hati.


" Saya ikut prihatin dengan musibah yang menimpamu Rey, semoga lukamu lekassembuh, " ucap Tuan Felix menepuk bahu Regan.


" Terimakasih Tuan. "


" Emmm... sebelumnya saya minta ma'af, saya tidak bisa melanjutkan perjodohan ini,ma'af saya melukai hati anda di saat anda sakit seperti ini Tuan, " ucap Selly yang sok lembut.


Semua mata kini pun tertuju pada Selly, semua tak menyangka jika Selly akan mengatakan itu.


" Tidak papa Nona, saya mengerti, Nona adalah model ternama tidak mungkin Nona mempunyai suami berwajah cacat,nona pantas mendapatkan laki-laki di luar sana yang lebih baik dari saya, "


" Terimakasih, Tuan sudah mengerti saya, "


" Selly! apa yang kau ucapkan! kau tidak bisa bersikap seperti itu! " ucap Tuan Felix yang marah atas tindakan putrinya itu.


" Pa, Tuan Regan mengerti kok,dia juga tidak marah, apa salahnya? "


" Tapi sikapmu itu tidak..., "


" Tuan, saya tidak papa,saya sangat mengerti posisi Nona Selly, " sahut Regan yang menyeka omongan Tuan Felix.


Selly pun pergi dari ruangan itu melihat ayahnya yang mulai marah.


" Saya benar-benar minta ma'af,saya benar-benar tidak menyangka Selly akan membatalkan perjodohan ini hanya karena kondisi mu yang sekarang,sikap anak itu benar-benar membuat saya malu! "


" Sudahlah Tuan saya tidak Papa, "


" Will semoga ini tidak merusak hubungan baik kita, " ucap Tuan Williams yang kini memegang bahu Tuan Williams.


" Itu tidak akan terjadi, " ucap Tuan Williams dengan senyuman tipis di bibirnya.


" Jika aku yang melakukannya pasti kau akan melakukan segala cara untuk menjatuhkanku!" gumam Tuan Williams dalam hati.


" Semoga lukamu lekas sembuh Rey, saya akan membuat perhitungan dengan anak itu! " ucapnya yang kemudian berlalu pergi.


" Terimakasih Tuan, "


" Kau sudah merencanakan ini semua dari awal Tuan, kau sengaja menerima perjodohan ini untuk membuat nona Sellylah yang membatalkan perjodohan ini ,seolah semua kesalahan ada pada nona Selly padahal semua ini kau yang merencanakannya. Jika saja kau yang menolak mungkin akan terjadi perselisihan yang tidak akan ada habisnya antara Atmaja grup dan EE Grup, " gumam David dalam hati.


" Dav,antar dokter ini ke ruangannya dan pastikan dia tidak akan bicara apapun kepada orang lain, "


" Baik Tuan, " Jawab David yang kemudian keluar bersama dokter dan satu perawat tadi, tidak sulit untuk David membuat dokter itu tutup mulut.


Kini Regan pun beranjak dari ranjangnya.


Mama Nita yang belum tahu jika Regan hanya berpura-pura pun membantu Regan turun.


" Kau jangan sedih sayang, kau tetap tampan di mata Mama, kau pasti mendapatkan wanita yang lebih baik, mama sangat bersyukur wanita tadi tidak jadi menantu mama, "


" Ma'af ma, sudah membuat mama dan papa khawatir, sebenarnya tidak terjadi apa-apa dengan Regan, " Regan pun membuka perban pada wajahnya membuat mama Nita dan Tuan Williams tercengang melihatnya.


" Jadi ini semua hanya tipuan? " ucap mama Nita yang masih tak percaya.


" Regan melakukan itu agar Regan bisa menentukan pilihan Regan sendiri tanpa harus menimbulkan perselisihan, "


" Kau melakukan yang terbaik untuk dirimu tanpa harus menimbulkan perselisihan antara Atmaja Grup dan EE Grup,Kau memang bijak dalam bertindak, sekarang ayo kita pulang, " ucap Tuan Williams sambil menepuk pundak putranya itu.


" Papa sama Mama pulang saja lebih dulu, Regan masih ada urusan, "


" Baiklah,ayo Ma kita pulang," ucap Tuan Williams yang kemudian berlalu pergi.


" Acting kalian luar biasa, " ucap Mama Nita yang kemudian berjalan mengikuti Tuan Williams.


Kini tinggal Bintang dan Regan yang ada di ruangan itu.


" Tuan, "


" Hmmm, "


" Jadi tuan melakukan ini semua agar Nona Selly membatalkan perjodohan,kenapa saya tidak bisa mengetahuinya dari awal, "


" Dav, mulai besok siapkan sup penutrisi otak setiap pagi untuk Ibu sekretaris, " ucap Regan pada David yang baru saja masuk ke ruangan itu.


" Baik tuan, " ucap David yang menahan tawanya.


" Tuan, saya tidak butuh itu, " ucap Bintang yang kini mulai mengikuti Regan yang tengah berjalan keluar.


" Itu akan membuatmu lebih cepat dalam berfikir, "


Aish! dia sangat menyebalkan!


gerutu bintang kesal.