My Big Boss

My Big Boss
Cemburu



Di sisi lain,


Selly yang sedang menunggu Regan di mobil pun merasa geram.


" Kenapa cuma ngambil Ponsel lama sekali sih! "


ucapnya sambil mengipasi tubuhnya sendiri karena kepanasan, " Nyalain dong ACnya! " ucap Selly lagi menyuruh David menyalakan AC mobil.


" Ma'af Nona ACnya tidak berfungsi, " ucap David berbohong, ia sengaja mematikan AC mobilnya,Karena ia tau Selly bukanlah wanita baik.


" Bagaimana bisa mobil semewah ini ACnya tidak berfungsi! "


gerutu Selly yang kemudian memilih menunggu Regan di luar mobil.


David pun tersenyum tipis saat tau kini Selly keluar dari mobil,ia pun kembali menyalakan Ac di mobilnya.


Tak lama Regan pun kembali, ia pun berjalan menuju mobil David.


" Kenapa Nona tidak menunggu di dalam mobil saja? bukankah di sini cukup panas? " ucap Regan yang melihat Selly berdiri di luar mobil.


" Disini lebih baik dari pada di dalam mobil Tuan, " ucapnya pura-pura manis di depan Regan.


Sedangkan Regan hanya berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Selly.


Kini Regan sudah berada di dalam mobil di ikuti Selly yang juga mulai masuk mobil dan duduk di samping Regan.


David yang melihat dua manusia di belakangnya sudah berada pada tempatnya pun segera melajukan mobilnya.


Kenapa sekarang dingin?


gumam Selly yang merasakan suhu di dalam mobil berubah dinding setelah tadi yang ia rasakan begitu panas.


" Hei,Pir ! bukankah tadi kau bilang ACnya tidak berfungsi? sepertinya sekarang berfungsi dengan baik ? apa kau sedang mengerjai ku!


ucap Selly dengan penuh amarah.


David yang mendengar ucapan Selly pun seketika menghentikan mobilnya, membuat Regan dan Selly hampir saja terjatuh dari bangku mereka.


" Apa Nona tidak bisa bicara dengan sopan! saya bukan supir Nona jadi jangan memanggil saya seperti itu! jika Nona merasa tidak nyaman, silahkan!Nona bisa turun, " ucap David penuh penekanan.Entah setan apa yang sedang merasuki David hingga ia berani menghentikan mobilnya secara mendadak saat ada Regan di dalamnya.


Regan yang awalnya ingin marah pun tersenyum tipis,ia tau jika David baru saja mengerjai Selly.


Sedangkan Selly yang mendengar ucapan David pun mengepalkan tangan menahan amarahnya, ia pun melirik Regan yang kini sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan keributan yang terjadi.


" Tuan, apa anda tidak ingin menegur supir anda ini? "


" Kenapa saya harus menegurnya?


Yang di katakan asisten saya benar, jika Nona tidak nyaman nona bisa turun, nanti kita bertemu di tempat yang sudah kita sepakati, " ucap Regan yang tetap fokus pada ponselnya.


Aish!


Kenapa jadi seperti ini!


" Saya tetap ikut di mobil ini, " ucap Selly membuang muka.


Sedangkan David yang mulai sadar atas kesalahannya pun meminta ma'af pada Regan.


" Ma'af atas ketidaknyamanan ini Tuan, "


***


Di tempat lain,


Bintang dan kedua temannya, Rita dan Livia sedang makan siang di kantin.Livia yang melihat Bintang hanya mengaduk -aduk makanannya pun mengerutkan dahinya.


" Kenapa kau terus mengaduk-aduk makanan mu! cepatlah makan sebelum jam makan siang selesai, " ucap Livia datar.


Bintang hanya bengong hingga tak mendengar ucapan Selly, ia pun masih terus mengaduk makanannya.


Livia dan Rita pun saling menatap, mereka bingung melihat sikap temanya itu, terlihat senyum meyeringai di wajah Rita,entah niat apa yang ada di otaknya kali ini.


" Eh, itu bukanya Tuan Regan! " teriak rita yang seketika membuat Bintang beranjak dari kursinya mencari sosok Regan.


" Mana? " ucap Bintang bersemangat mengedarkan pandangannya mencari sosok Regan.


" Hahahahaha...., " tawa Rita pun pecah saat melihat Bintang seketika beranjak dari kursinya, ia merasa puas mengerjai Bintang.


Disisi lain,wajah Bintangpun seketika menjadi masam saat tau Rita hanya mengerjai nya.


" Jadi dari tadi diam mikirin Tuan Regan?


kalian ada hubungan apa sih Bi? " tanya Rita yang masih saja tertawa namun seketika tawanya terhenti karena Doni yang baru saja datang menyumpal mulutnya dengan roti.


Rita pun menatap Doni tajam, sedangkan Doni hanya menjulurkan lidahnya dan duduk di dekat Bintang.


" Dia tu lagi cemburu, karena tadi aku lihat Tuan Regan keluar sama wanita cantik, " sahut Doni sambil mengambil gelas minum Bintang,namun ia urungkan karena Rita lebih dulu memukul tangannya.


" Bener Bi?


lebih baik kamu tu jangan terlalu berharap sama Tuan Regan, saingan kamu di luar sana tu ribuan, mana cantik-cantik lagi, " sahut Rita yang membuat Bintang seketika down mendengarnya.


Bener yang di katakan Rita, banyak wanita cantik di luar sana yang terus berusaha mendekati Tuan Regan,


aish! sedangkan aku tidak ada apa-apa nya di banding mereka, aku tidak boleh berharap dengan kata-katanya tadi.


" Jangan dengerin ucapan Rita Bi, aku tahu sikap Tuan Regan tu beda sama kamu, cuma sama kamu dia mau di pegang-pegang, sama wanita lain mana mau! baru nyenggol dikit aja, tu mata mlototin ampe mau keluar dari sarangnya! " ucap Livia yang seketika membuat Doni dan Rita menatap Bintang penuh arti.


Bintang yang tau jika Doni dan Rita mengartikannya lain pun segera menyanggah ucapan Livia.


" A..aku hanya memegang tangannya, otak kalian jangan kemana-mana! Sudahlah aku balik duluan, " ucap Bintang yang kemudian meninggalkan teman-temanya itu.


" Kau jangan mau kalah sama mereka Bi,buat Tuan Regan tak bisa berpaling darimu, " ucap Livia lagi.


Aish! mereka membuat otak ku semakin panas!


Gerutu Bintang yang tetap melangkahkan kakinya menuju ruangannya.


Tak terasa jam makan siang telah selesai, kini semua karyawan pun kembali bergelut dengan semua pekerjaannya.Termasuk sang Presdir yang kini sudah berada di ruangannya.


Regan tampak sangat sibuk dengan semua berkas yang ada di hadapannya, ia tampak serius dalam mengecek setiap laporan dari beberapa direksi yang sudah Bintang rekap.


terlihat senyum tipis di bibirnya, bentuk ia puas dengan hasil kerja Bintang.



Tak terasa hari semakin sore,semua karyawan sudah pulang dari tadi termasuk Bintang.Kini Bintang berada di dalam mobil David yang sedang melaju dengan kecepatan sedang, ia tengah duduk di bangku belakang bersama Regan,tak ada percakapan di sana karena mereka sama-sama melihat kearah luar jendela dan sibuk dengan fikiran masing-masing, Regan yang sibuk memikirkan cara agar Selly membatalkan perjodohan dan Bintang yang sibuk memikirkan ucapan Regan, Bintang mulai berniat menanyakan kembali tentang ucapan Regan tadi, namun saat ia melihat Regan tak sedikitpun memperhatikannya ia pun kembali menatap ke luar jendela.Dua puluh menit berlalu kini mobil David berhenti tepat di depan rumah Bintang.