My Big Boss

My Big Boss
Perih



Lima belas menit berlalu, kini mobil David berhenti tepat di halaman kantor, seperti biasa David lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk Tuanya.


Pesona Regan yang begitu terpancar membuat semua karyawan tak berkedip saat melihatnya turun dari mobil.Sosok laki-laki yang begitu sempurna dengan perawakan tinggi, gagah dan wajah yang begitu rupawan.Di tambah dengan sifatnya yang dingin membuat dia memiliki daya tarik sendiri bagi wanita.Tidak hanya wanita, semua karyawan laki-laki juga sangat mengaguminya karena ia adalah sosok pemimpin yang sangat tegas dan adil.



Regan


Kini Bintang dan Regan pun berjalan memasuki kantor dengan semua mata yang tertuju pada mereka. Kerena sudah terbiasa Bintang pun tak lagi merasa canggung saat semua karyawan melihat nya. Bintang terus mengekori Regan, ia mengikuti langkah Regan yang menurutnya sangat cepat, mungkin karena kaki Regan yang lebih panjang darinya hingga ia kuwalahan mengikutinya.


Saat Bintang mulai mengingat ponselnya yang tertinggal, ia pun memberanikan diri bertanya pada Regan.


" Tuan, sepertinya ponsel saya tertinggal saat saya membereskan kamar Tuan, "


" Lalu? " ucap Regan yang tetap berjalan tanpa menoleh ke arah Bintang.


" Bolehkah saya mengambilnya nanti? "


" Tidak! "


" Kenapa Tidak? " ucap Bintang mulai kesal.


" Karena aku sudah membuangnya! " ucap Regan dengan santainya.


" Apa salah ponsel saya, kenapa tuan membuangnya! "


" Ponselmu jelek sekali, aku tidak suka melihatnya ada di kamar ku!


" Harusnya tuan tidak membuangnya,disana banyak data penting, bagaimana bisa tuan melakukan itu padaku, " ucap Bintang yang mulai sedih karena di ponsel itu banyak menyimpan kenangan ia bersama almarhum ayahnya.


" Data penting?


Apa yang kau maksud foto-foto jelekmu bersama sahabatmu itu! " ucap Regan kesal karena tiba-tiba saja terlintas di otaknya foto Bintang bersama Rafa.


" Jadi tuan membuka ponsel saya, kenapa tuan lancang sekali! " suara Bintang mulai meninggi.


" Jangan salahkan aku, salahkan ponselmu yang terus berdering menggangguku! " ucap Regan yang kemudian masuk kedalam ruangannya.


Hiks...


Sebenarnya dosa apa yang sudah ku perbuat hingga Tuhan menghukumku dengan memberikan ku Bos gila seperti mu...


gerutu Bintang meratapi nasibnya sendiri.


Namun wajahnya seketika ceria saat melihat bunga mawar yang sudah berada di mejanya..


Hai...


Kau selalu ada di mejaku,dapatkah kau katakan padaku siapa yang membawa mu kesini?


" Kau masih waras kan Bi? "


suara Doni yang mengejutkan Bintang, seketika Bintang pun melirik tajam ke arah Doni.


" Jangan menatapku seperti itu! "


ucap Doni lagi yang tak suka dengan tatapan Bintang.


" Kau tau!


Pagi ini perutku sangat lapar!


Aku ingin sekali memakan nasi hangat bersama gulai kepala! " ucap Bintang sambil menatap Doni tajam dengan tangan yang saat ini sedang menancap-nancapkan pisau kater ke atas tumpukan kertas di mejanya.


Doni yang melihatnya pun bergidik ngeri sambil memegangi lehernya sendiri.


" Piss...Bi...," ucapnya sambil mengangkat kedua jarinya,Doni pun bergegas kembali kemejanya sebelum Bintang menjadi-jadi.


Bintang yang tau Doni ketakutan pun tersenyum tipis,ia kembali duduk di mejanya dan memulai aktivitas nya.


Sedangkan di dalam ruangannya Regan sedang disibukkan dengan ponsel baru yang di berikan David tadi pagi,hingga ia tak menyadari Kevin sudah berdiri di hadapannya.


" Kenapa kau malah sibuk dengan ponsel barumu, bukankah hari ini harusnya kau memperkenalkan ku pada semua karyawan? "


Regan hanya menatap Kevin datar, ia beranjak dari kursinya dan melangkah keluar menuju ruang pertemuan,Kevin pun bergegas mengikuti langkah Regan.


Hari ini adalah hari pertama Kevin kembali ke kantor pusat Atmaja Grup setelah sekian lama ia berada di luar negeri untuk mengurus kantor baru di sana, Regan sudah berencana untuk mengenalkan Kevin pada semua karyawan sebelum mereka memulai pekerjaannya hari ini, kini semua karyawan sudah berkumpul di ruang pertemuan termasuk Bintang, Rita, dan Livia, acara perkenalan pun di mulai, disana Bintangpun mulai tau tentang sosok Kevin yang selama ini ia tak tahu, tidak banyak kata yang di sampaikan oleh Regan dan Kevin, acara perkenalan hanya berlangsung sekitar lima belas menit akhirnya kini semua karyawan pun kembali ke ruangan masing-masing.


Kini Bintang dan semua karyawanpun mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Bintang yang sedang sibuk bergelut dengan semua berkas yang ada di mejanya di kejutkan dengan suara wanita yang kini ada di hadapannya.


" Permisi Nona, apa Tuan Regan ada di tempat? " tanya wanita itu.


" A.. ada Nona, " jawab Bintang gelagapan sambil menahan bolpoinnya yang hampir saja jatuh hingga ia tak memperhatikan wanita itu.


Bisa-bisanya perusahaan sebesar ini memperkerjakan sekretaris seperti ini!


Wanita itupun melangkahkan kakinya untuk masuk keruangan Regan namun dengan gesit Bintang menghalanginya.


Selly...


gumam Bintang saat melihat wanita di hadapannya.


Selly adalah teman satu kampusnya dulu.



Selly Felixia


" Kau!


Bukankah kau gadis miskin yang bisa kuliah karena beasiswa itu, " ucap Selly dengan tersenyum sinis.


Bintang hanya tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Selly.


" Hebat juga gadis abal-abal seperti mu bisa menjadi seorang sekretaris,pasti kau di terima karena memanfaatkan tubuhmu yang seksi ini bukan? "


" Ma'af Nona, tolong jaga ucapan anda, " ucap Bintang yang mulai mengepalkan tangan menahan amarahnya.


" Ups! ( ucap Selly menutup mulutnya sendiri), " tapi kata-kata ku memang benar bukan? minggir aku mau masuk! " ucap Selly mendorong tubuh Bintang dari hadapannya, Selly pun berniat memegang handle pintu namun Bintang lebih dulu memegangnya, kini Bintang berdiri tepat di depan pintu.


" Ma'af Nona, apa anda sudah ada janji dengan Tuan Regan? "


" Aku tidak perlu janji untuk bertemu dengannya! "


" Ma'af Nona, anda tidak boleh masuk sebelum ada janji dengan Tuan Regan, " ucap Bintang tetap berusaha sopan kepada Selly.


" Kenapa kau terus menghalangiku! "


" Ma'af, saya hanya menjalankan tugas saya,"


" Saya pastikan kau akan segera kehilangan pekerjaan mu! "


" Itu tidak akan terjadi, " jawab bintang datar.


" Baiklah kau harus tau siapa aku,


kenalkan Selly Felixia calon istri dari Tuan Regan Atmaja, " ucap Selly mengulurkan tangannya, "apa perlu calon istri membuat janji terlebih dulu saat ingin menemui calon suaminya? " ucapnya lagi.


Bintang pun hanya diam mendengar kata-kata Selly.


Apa benar yang ia katakan?


kenapa hati ini sakit sekali mendengarnya?


Sedangkan Selly yang melihat Bintang pun tersenyum sinis.


" Apa sekarang kau takut padaku? "


" Apa Nona fikir saya percaya dengan kata-kata Nona, di luar sana banyak wanita gila karena mereka terlalu sering berhalusinasi menjadi istri Tuan Regan,mungkin Nona adalah salah satu dari mereka, " ucap Bintang dengan senyuman sinis.


" Beraninya kau! " Ingin menampar pipi mulus Bintang namun dengan gesit Kevin menangkap tangan Selly.


" Tolong jaga sikap anda Nona,saya tau Nona orang yang berpendidikan, "


Selly pun hanya diam dan membuang muka.


" Mari silahkan masuk, " ucap Kevin mempersilahkan masuk Selly ke dalam ruangan Regan.


Kenapa Tuan Kevin mempersilakan Selly masuk, apa benar dia adalah calon istri Tuan Regan?


Kenapa sekarang rasanya hati dan mataku perih sekali?


gumam Bintang dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


" Apa anda baik-baik saja Nona? " tanya Kevin yang melihat Bintang mulai berkaca-kaca.


" I.. iya Tuan, terimakasih atas bantuannya tadi, " ucap Bintang sambil mengedip-ngedipkan mata menahan air matanya jatuh.


" Sama-sama,saya titip berkas ini, nanti tolong berikan kepada Regan setelah Nona Selly keluar, "


" Baik Tuan, "


" Bekerja lah dengan baik, " ucap Kevin tersenyum tipis dan kemudian melangkah pergi meninggalkan meja Bintang.


Bintang yang melihat senyuman Kevin pun tersenyum miris.


Kenapa bukan anda yang menjadi atasan ku!


Kenapa harus manusia berdarah dingin itu, yang sekarang membuat hatiku remuk berkeping-keping.