My Big Boss

My Big Boss
Dua pengawal Bintang



" Siapa yang menyuruh kalain! " tanya Bintang emosi.


" Kau tidak perlu tau, "


" Aku ingin melakukan negosiasi pada kalian, " ucap Bintang santai.


" Negosiasi apa? "


" Biarkan aku pergi,aku akan pastikan calon suamiku akan membayar kalian lima kali lipat lebih tinggi dari bayaran yang kalian dapat dari orang yang menyuruh kalian melukaiku,"


" Kau fikir kami bocah akan percaya dengan ucapanmu begitu saja,haa.. haa.. ha.., " ucap preman itu di sambut dengan gelak tawa dua temannya, " Kau boleh pergi setelah kami menyelesaikan tugas kami, " ucap preman satunya menimpali.


" Baiklah, aku pastikan kalian akan menyesal karena sudah menolak tawaran yang kuberikan, "


" Kau terlalu banyak bicara Nona, " ucap salah satu preman yang mulai menyerang Bintang dengan pisaunya, tampak preman itu benar-benar ingin melukai wajah Bintang untung saja Bintang dengan gesit menghindar, kini Bintang meraih kedua tangan preman itu ia mulai menekuk pergelangan tangan preman itu hingga patah dan menendang perutnya hingaa kini tubuh preman itu terhempas dan jatuh tak berdaya.


" Aaaaaahh... tanganku...," teriak preman itu meringis kesakitan merasakan tangannya yang sakit saat di gerakan.


" Bagaimana, apa kalian ingin seperti teman kalian? " tanya Bintang pada dua preman yang masih tersisa.


" Kau sangat angkuh Nona, " jawab preman itu mulai menyerang Bintang, kini Bintang pun mulai menghadapi dua preman di hadapannya itu. Banyak pukulan yang mereka tujukan pada Bintang namun tak satu pun mengenai Bintang, Bintang lah yang lebih menguasai perkelahian ini hingga satu pukulan benda tumpul dari belakang menjatuhkan Bintang.


Bintang pun meringis kesakitan sambil memegangi punggungnya yang sakit.


"Siial! " gerutunya dalam hati.


Sedangkan di sisi lain salah satu preman mulai mengayunkan benda tumpul ke arah kaki Bintang, preman itu benar-benar berniat mematahkan kaki Bintang, Bintang yang tak punya kesempatan menghindar pun menutup mata dengan menekuk sikunya hingga tangannya menutupi wajah.


Bruuuuuuk... suara dua preman yang kini jatuh tersungkur akibat tendangan dari dua orang yang berpenampilan formal serba hitam yang dari tadi juga mengikuti Bintang dari kejauhan.


" Ma'af kita datang terlambat Nona, " ucap salah satu orang itu.


Bintang hanya diam dan memperhatikan dua orang yang kini sedang berkelahi dengan dua preman itu.


" Siapa mereka? " tanyanya dalam hati.


Kini Dua orang berpenampilan formal serba hitam itu pun mampu mengalahkan dua preman yang tadi, kini mereka lari terbirit-birit sambil membawa temannya yang dua tangannya sudah di patahkan Bintang.


Kini tinggal ada Bintang dan dua orang berpenampilan formal serba hitam itu.


" Apa kau terluka Nona, mari kita ke rumah sakit sekarang, " ucap salah satu orang itu yang siap membopong tubuh Bintang.


" Aku tidak papa, bantu saja aku berdiri, " ucap Bintang yang kini mulai berdiri di bantu oleh dua orang itu.


" Awww... mereka hampir saja mematahkan punggung ku! " ringis Bintang yang kini menahan rasa sakit di punggung nya.


Dua orang yang mendengar rintihan Bintang pun panik.


" Setelah ini, mungkin punggung kita yang remuk karena amukan dari Tuan David dan Tuan Regan, " ucap salah seorang dengan suara berbisik.


" Ini semua salahmu, kenapa kau meleng tadi, sampai kita kehilangan jejak Nona Bintang, " jawab rekannya.


" Kau juga salah, kenapa kau juga meleng! " jawab rekannya lagi yang tak mau kalah.


Dua orang itu adalah seorang ajudan yang David utus untuk mengawal Bintang atas permintaan Regan.


Sedangkan Bintang yang melihat dua orang yang saling menyalahkan itu mulai pura-pura batuk.


" Ehem.., " suara batuk Bintang yang seketika membuat dua orang di hadapannya kini menunduk hormat.


" Ma'af nona, " ucap salah satu dari mereka.


" Kalian siapa? " tanya Bintang yang memang baru kali ini bertemu mereka.


" Saya Jorsh Nona, " ucap salah satu dari mereka, " dan saya Mike, " sahut Mike rekan Jorsh.


" Jawab yang benar, " ucap Bintang malas.


Dua manusia itu pun langsung memasang wajah masamnya.


" Saya Joni Jamaluddin Nona dan ini teman saya Dadang Sulaiman, " ucap Jorsh yang ternyata nama aslinya adalah Joni Jamaluddin.


" Haha.. haa..haa..,emang kalian bisa ngibulin aku, wajah Pribumi banget ngaku punya nama Jorsh dan Mike, " ucap Bintang yang kini tertawa lepas.


" Ya kan biar keren Nona, " sahut Mike si Dadang Sulaiman.


Dengan menahan tawanya Bintang mulai bertanya lagi.


" Kenapa kalian membantu ku? " tanya nya.


" Itu sudah tugas kami Nona, " jawab Jorsh.


" Tugas?


Maksudnya gimana ?


aku tidak mengerti, " tanya Bintang bingung.


" Kami di tugaskan untuk mengawal Nona, melindungi Nona, dan Menolong Nona, " jawab mereka kompak.


" Untuk siapa kalian bekerja? " tanya Bintang.


" Kenapa? " tanya Bintang lagi.


" Karena itu sudah peraturan yang Tuan kami buat dan harus kami patuhi, "


" Okey....,aku akan mencari tau sendiri siapa bos kalian dan setelah aku tau, aku akan bilang kalau kalian tidak bisa menjaga dan melindungi ku, " ucap Bintang yang mulai mengancam dengan senyuman sinis di wajahnya. Kini Bintang pun mulai melangkah Pergi meninggalkan dua laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Kini si Joni Jamaluddin dan Dadang Sulaiman pun mulai berunding.


" Gimana ni Jon, ? " tanya Dadang si Mike.


" Kita kasih tau sajalah dari pada Nona Bintang nanti tau dan ngadu ke Tuan David dan Tuan Regan, " jawab Joni si Jorsh.


" Kita nggak pernah melanggar aturan selama ini, " jawab Dadang si Mike yang takut dan bimbang.


" Kau mau kita besok tinggal nama, hah! " ucap Jorsh yang yakin jika Regan dan David pasti akan membunuh mereka karena sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal.


" Baiklah, kita selamat kan kelangsungan hidup kita, "


Kini dua manusia itu pun mulai mengejar Bintang.


" Kita akan kasih tau untuk siapa kita bekerja tapi Nona harus berjanji tidak akan mengadu pada Tuan kami, " ucap Jorsh dengan nafas ngos-ngosan.


" Deal! " ucap Bintang yang langsung menjabat tangan Jorsh.


" Kita bekerja untuk Tuan Regan dan David, " ucap Jorsh.


Bintang yang mendengarnya pun mulai diam.


" Dugaan ku benar, pasti Regan yang menyuruh mereka mengawalku,dia sengaja merahasiakan ini dariku karena dia tau pasti aku akan menolak di kawal jika mengetahuinya. Dia sungguh perhatian sekali, " gumam Bintang dalam hati.


" Ma'af, apa Nona mengenal orang-orang tadi? " tanya Mike.


" Tidak, " jawab Bintang singkat.


" Apa Nona punya musuh? " tanya Mike lagi.


" Tidak, " jawab Bintang lagi dengan singkat.


" Lalu kenapa mereka menyerang Nona ? " sahut Jorsh.


" Entahlah, mungkin mereka salah satu utusan dari wanita-wanita di luar sana yang iri padaku karena bisa mendapatkan hati Tuan kalian, "


" Benar, kenapa aku tidak berfikir sampai kesana? " celetuk Mike.


" Berfikir? emang kau punya otak? " ucapan Jorsh yang di hadiahi jitakkan oleh Mike si Dadang Sulaiman.


" Sedahlah, sekarang kau beli semua barang yang ada di list ini, "memberikan list belanjaannya pada Mike, " dan kau Joni Jamaluddin, kau temani aku pulang, " ucapnya yang kini berbicara pada Joni Jamaluddin si Jorsh.


Kini Mike pun mulai berjalan menuju supermarket dengan sedikit ngedumel karena bagian Jorsh paling di untungkan sekarang. Sedangkan Bintang dan si Joni Jamaluddin mulai berjalan pulang.


" Nyesel banget nggak dengerin kata mama tadi, " ucap Bintang yang mulai menyesal karena tidak menghiraukan ucapan mamanya tadi.


Sedangkan di sisi lain,


Salah satu preman yang tadi menyerang Bintang tampak menghubungi seseorang melalui ponselnya.


" Ma'af Bos, kita gagal menjalankan tugas yang Anda berikan, " ucapnya.


" Dasar Bodoh! nyelesain tugas seperti itu aja kalian tidak bisa! " suara di seberang sana yang mulai emosi.


" Ma'af Bos, wanita itu ada yang melindungi, merekalah yang menggagalkan rencana kita, "


" Melindungi? apa maksud kalian? "


" Tadi ada dua laki-laki yang datang tiba-tiba dan menolong wanita itu,mereka menggunakan pakaian formal serba hitam,kelihatannya mereka ajudan dan seperti nya mereka di tugaskan untuk melindungi wanita tadi, "


" Baiklah,sekarang kalian pergi dari kota ini, pegilah sejauh mungkin sebelum polisi menemukan kalian," jawaban dari seseorang yang ada di seberang sana dan kini memutuskan panggilannya secara sepihak.


" Sial! itu pasti orang-orang Regan, aku kali ini harus pakai cara halus untuk menyingkirkan wanita itu! " gumamnya.


_


_


_


_


_


Hidup ini tidak seindah yang kalian bayangkan, seperti novel ini yang alurnya tidak seindah yang kalian inginkanπŸ˜‚


Semua akan bahagia pada waktunya


Percayalah pada Author receh iniπŸ˜πŸ˜‰


Tiga episode sekaligus...πŸ’ƒπŸ’ƒ


jangan lupa jempolnya ya... πŸ‘»πŸ‘»