
Di ruang keluarga Regan dan Bintang tengah menonton tv, Regan berbaring dan menaruh kepalanya diatas pangkuan istrinya.
" Sayang. "
" Ya honey,ada apa? " jawabnya saat Bintang memanggil, namun perhatiannya tak lepas dari acara yang ia lihat di TV.
" Aku sedang hamil jangan suka ngatain orang,pamali tau! " tutur Bintang.
" Emang aku ngatain siapa, hmmm? "
" Tadi ngatain Kevin mahkluk astral!lupa atau amesia? " Bintang terlihat kesal.
" Itu kenyataan sayang, aku bicara apa adanya, " jawabnya santai yang membuat Bintang semakin kesal.
" Tuh kan kalau di bilangin! " Suara Bintang sedikit meninggi tampak marah mendengar jawaban Regan.
" Hmmmm, iya iya sayang ku.Jangan marah lagi, " Regan pun langsung menatap istrinya dan mengusap lembut pipinya.
" Nanti aku ingin lihat kamu minta ma'af padanya."
" Ngapain!tadi dia juga ngatain aku kan? Aku cuma membalasnya saja. "
Tensin banget kan kalau harus minta ma'af.
" Apapun alasannya pokoknya aku mau lihat kamu minta ma'af, " rengeknya dengan sedikit memaksa.
" Sayang dia bisa besar kepala nanti, " Regan pun beranjak dari tidurnya dan duduk menghadap istrinya.Meraup kedua tangan Bintang memohon agar istrinya tak menginginkan hal yang akan menurunkan gengsinya itu.
" Aku gak mau tau aku ingin kamu minta ma'af pada Kevin,aku ingin melihatnya,emang susah banget ya minta ma'af ! " Bintang pun mulai merajuk, membuang muka karena Regan enggan menuruti kemauannya.
" Ini masalahnya bukan minta ma'af nya sayang,kamu gak tau sih Kevin gimana, dia bakal tambah songong nanti. "
Tidak mudah menurunkan ego orang yang tingginya setinggi langit,seperti Regan.
" Owh, jadi kamu lebih rela kalau anak kamu ileran! "
" Ih kenapa jadi bawa-bawa ileran sih honey,apa hubungannya?Anak kita gak bakalan ileran,dia akan tampan sempurna seperti aku kalau di cowo, kalau dia cewe akan cantik seperti kamu, " Regan tak habis fikir dengan sikap Bintang.
" Kamu gak tau kalau kemauan ibu hamil gak di turutin anaknya bakal ileran.Kamu tanggung jawab ya kalau anak kita ileran?" Bintang yang kesal pun membalikkan badan dan mulai melipat tangannya ke dada.
Ini memang hal kecil namun entah kenapa berhasil menyulut emosinya,mungkin karena perubahan hormonnya yang membuat tingkat emosionalnya berubah,ini sangat umum terjadi pada ibu hamil.Emosinya naik turun,mudah marah,menangis dan tertawa.
Regan pun kini tak bisa lagi menolak.Membiarkan istrinya merajuk bisa menjadi awal malapetaka baginya, eh! Mungkin lebih tepatnya bagi Jeck ya, ehe.
Regan pun kini melingkarkan tangannya ke perut Bintang dan memeluknya erat dari belakang.Menyandarkan dagunya ke bahu Bintang.
" Oke, okey baiklah,aku akan menuruti kemauan mu," ucapnya lembut dengan satu kecupan mendarat ke pipi mulus Bintang dan itu berhasil membuat bumil itu tersenyum senang.Jadi benar kan kalau emosi ibu hamil bisa berubah dalam sekejap?
"Hay boy, apa ini keinginmu?kau ingin melihat daddy minta ma'af pada pamanmu?kamu tau paman mu nanti pasti berasa terbang ke langit, " gerutunya sembari mengusap lembut perut rata Bintang.Bintang yang tau jika hati suaminya itu tidak benar-benar tulus pun mengecup tipis pipi mulus yang kini bersandar di bahunya itu.
" Ikhlaskan hatimu suamiku," bisiknya kemudian.
" Iya, iya, " jawabnya pasrah.
Kau pemenangnya boy, masih di dalam perut tapi sudah berhasil menindas daddy,protesnya pelan.
" Nah itu Kevin sayang, " tunjuk Bintang saat melihat Kevin berjalan hendak ke dapur.
" Sekarang? " terlihat wajah Regan lesu tidak bersemangat.
" Lebih cepat lebih baik. " Bintang pun tersenyum manis di hadapan istrinya.
" Gak besok saja sayang? " Masih berusaha untuk lolos dari jerat istrinya.
Bintang pun diam menatap suaminya dengan datar.
" Hehe, iya, iya sekarang. " Regan pun langsung beranjak dan mulai berjalan menghampiri Kevin.
Jika saja dia punya tongkat peri mungkin dia akan menyihir sepupu durjananya itu menjadi kodok terlebih dulu sebelum dia meminta ma'af.
" Hai brother, " panggilnya pada Kevin yang membawa gelas siap untuk menuang air minum dari dalam kulkas.
Senyuman Regan yang begitu ramah membuatnya bertanya-tanya.Di tambah Regan yang kini mengusap kedua bahunya dan memeluknya erat membuat perasaannya semakin tidak enak, sepertinya ada yang tidak beres.
" Ma'af kan aku,oke! "
Tunggu.. Tunggu..
Ini sebenarnya ada apa?
Kevin pun melepas pelukan Regan dan mulai melirik Bintang yang menjadi penonton seakan bertanya ada apa sebenarnya? Kenapa manusia berego tinggi ini tiba-tiba dengan mudah minta ma'af ?
" Kau kerasukan ? " tanya Kevin heran.
" Jangan banyak bicara,jawab saja permintaan ma'af ku! " bisiknya sambil menepuk-nepuk punggung Kevin.
" Sebenarnya ada apa sih? " Kevin masih belum puas karena belum mendapatkan penjelasan.
Sementara Bintang tersenyum puas dari tempatnya, jarak antara tempatnya dan tempat suaminya yang sedang memeluk saudara sepupunya itu tidak cukup jauh jadi bisa terdengar jelas permintaan ma'af suaminya.
" Sayang ingat! Yang ikhlas, lapangkan dadamu! " teriakan Bintang yang membuat Kevin kini mengerti.Kevin pun kini tertawa terpingkal-pingkal.
" Ckkkkkkkkkkkk...,jadi ini semua karena istrimu? " ucapnya yang tak bisa menahan tawannya,kevin terus tertawa setiap kali melihat ekspresi Regan yang menurutnya terlihat nelangsa,wajahnya begitu memelas,datar tanpa ekspresi.Sepertinya ini adalah beben terberat hidupnya.Ya dari dulu Regan adalah orang yang paling arogan,paling gengsi jika harus meminta ma'af terlebih dulu,sejak kecil tidak pernah mau di salahkan apa lagi minta ma'af,bisa mendapatkan kata ma'af darinya adalah sebuah anugrah yang luar biasa.
Kini Kevin berusaha menenangkan dirinya untuk tidak tertawa lagi.Namun tidak bisa dia kembali tertawa terpingkal-pingkal hingga perutnya sakit.
" Te-ternyata si raja hutan takut juga dengan istrinya,hwahahahahhaaa..., " Kevin pun kembali tertawa terpingkal-pingkal.
Seorang yang tidak pernah takut dengan siapapun kecuali yang Khalik kini takhluk di kaki wanita yang berlabel istri itu. Ternyata seekor singa pun takut dengan istrinya.
Regan yang sedari diam membiarkan Kevin terus mengejek dan mentertawakannya rasanya sudah tak sanggup lagi,diam hanya akan membunuhnya karena emosinya yang kini sudah naik ke ubun-ubun.Ingin sekali dia menyumpal mulut itu dengan kepalan tangannya.
Arrrrrrghh... akun ingin sekali membunuh mu! teriaknya dalam hati.Namun saat melirik wajah cantik yang terus memperhatikannya amarahnya pun dalam sekejap mereda.
" Puas banget ketawanya? " ledeknya menatap Kevin dengan tatapan tajamnya.Eh,bukan sebuah ledekan namun ini termasuk sebuah peringatan darinya.
" Hahaha.., oke, oke, " Kevin mengerti dan mencoba tenang, " jadi mau minta ma'af untuk kesalahan mu yang mana saudaraku? " Kevin pun mulai bermain,sayang banget kan kalau kesempatan langka ini tidak di manfaatkan dengan baik.Kapan lagi bisa mengerjai manusia di hadapannya ini?
" Kesalahan mu banyak sekali padaku,dari tak tau terimakasih, mengataiku,tak tau diri,bermain kuda-kudaan di saat aku susah payah menyingkirkan wanita penganggu,ah!kesalahan mu berat sekali saudara ku, " imbuhnya lagi dengan penuh dramatis.
Regan tau laki-laki di hadapannya ini pasti akan mempermainkannya.
" Aku minta ma'af atas semua kesalahan ku, terutama kesalahan ku yang sudah mengataimu tadi. "
" Owh, " Kevin pun hanya ber oh ria dengan wajah tengilnya,terlihat sangat jelas ada niat licik di wajahnya, " tolong ambilkan aku minum, " suruhnya santai sambil memberikan gelas dan botol minum yang ada di tangannya kepada Regan.Jelas itu membuat Regan membelalakan matanya.
" Kau berani menyuruh ku? " ucapnya kesal di tambah dengan sorot matanya yang tajam.
" Sialan! " Regan tak bisa berkutik.Dengan terpaksa ia melakukan apa yang di perintahkan Kevin.
Bukannya gelas dan botol air minum ini sudah ada di tangannya?tinggal tuang lalu minum selesai kan?Sialan! Dia benar-benar ingin mempermainkanku! gerutunya kesal.
Regan pun kini menghampiri Kevin yang sudah duduk manis di dekat istrinya. Membawa segelas air putih dingin dengan amarah yang terpendam.Namun dia harus bisa menahan agar amarah itu tidak meledak demi sebuah kata ma'af dari mulut Kevin, ya tunggu saja sampai istriku pergi, akan kumakan kau utuh-utuh! Regan masih saja menggerutu.
" Ini minumlah saudara ku, " ucapnya semanis mungkin memberikan segelas air dingin itu pada Kevin.
Kevin pun tersenyum jumbawa, dia benar-benar puas.
" Terimakasih saudara ku. " Ingin sekali Kevin tertawa namun melihat sorot mata Regan yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup ia urungkan niatnya,sudahlah tertawa saja dalam hati.Ha.. Hah.. Ha..
Regan tau laki-laki di depannya mungkin kini sudah terbang hingga ke bulan.Laki-laki di hadapannya ini benar-benar menguji kesabarannya, dia bisa mati sendiri jika terus menahan amarahnya, dia bukan tipe orang yang bisa diam saja saat di tindas.
" Oh ya saudaraku,aku ingin sekali makan buah anggur, bisakah kau ambilkan aku anggur dari dalam kulkas? " Kevin semakin merajalela membuat Regan kesal adalah hobinya.
Regan pun sudah tampak mengepalkan tangannya, jika saja tidak ada Bintang mungkin saja dia sudah meremukkan semua tulang Kevin.
" Jangan ngelunjak, " ucapnya dengan mengeratkan giginya,dia benar-benar kesal sekali.
Seakan tak menghiraukan peringatan Regan kini Kevin mulai merengek pada Bintang.
" Kaka sepupu, lihatlah aku hanya ingin dia mengambilkanku anggur sebagai permintaan ma'afnya pada ku, tapi dia malah menolaknya. " ucapnya dengan pilu,kali ini kevin mencoba mencari dukungan.Dan ternyata usahanya tidak sia-sia.
" Sayang," satu kata yang begitu lembut dari mulut Bintang yang langsung membuat Regan tunduk.
" Baiklah, " Dengan lesu Regan kembali ke dapur untuk mengambilkan apa yang di inginkan kevin.Tak lama dia pun kembali dengan satu keranjang kecil anggur di tangannya.Dengan berat hati dia menaruhnya di hadapan Kevin.
" Ini saudara ku, makanlah, " ucapnya sembari menatap Kevin tajam namun dengan mulut yang begitu manis saat berbicara.
" Terimakasih saudaraku,bisa tolong kau kupaskan kulit anggurnya untuk ku? "
" Apa! " Regan pun benar-benar ingin melahap manusia dihadapannya ini utuh-utuh.
Sementara Kevin semakin merasa di atas angin melihat kekesalan Regan.
Ha.. Ha.. Ha.., menyenangkan sekali, benaknya.
" Tolonglah,aku tidak bisa makan anggur dengan kulitnya,kau mau kan bantu aku ngupas kulitnya? " Kevin semakin senang mengerjai pewaris kerajaan bisnis keluarga Atmaja itu.
" Ha..ha..ha..,tentu saja, " jawabnya dengan tawa garingnya," kau tau kan saudaraku,aku bisa membunuhmu kapan saja? " imbuhnya dengan suara berbisik namun tangannya mulai sibuk mengupas kulit anggur.
" Aku tau,tapi ingat kau belum mendapatkan ma'af dari ku, aku bisa merusak masa depan jeck kapan saja, " Kevin pun menjulurkan lidahnya,gertakan Regan sama sekali tidak membuatnya takut malah sebaliknya Regan lah yang kalah telak, Kevin benar-benar mendapatkan kunci Asnya.
Dengan terpaksa Regan pun mengupas kulit anggur,Kevin yang sudah berada di atas angin pun melayang-layang kesana kemari, ya dia menang kali ini.Senyuaman jumbawa pun terus terbit dari bibirnya.
Ha.. Ha.. Ha.. Aku senag sekali.
Setelah menikmati anggur yang sudah di kupas oleh Regan, Kevin pun berniat mengakhiri permainannya.
" Wahai saudaraku, karena sikapmu begitu tulus padaku,maka hari ini detik ini aku putuskan untuk mema'afkanmu,mulai hari ini kita akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan berjanjilah bahwa kita tidak akan saling menindas lagi,okey brother? " Kevin pun memeluk tubuh Regan sambil menepuk-nepuk punggung nya,dia sudah puas bermain dan kini dia harus cepat-cepat melarikan diri sebelum Bintang lebih dulu pergi.Dia tau Regan tak akan tinggal diam lagi jika Bintang sudah meninggalkan mereka berdua.Dia benar-benar bisa tamat di tangan Regan.
Sementara Regan kini terlihat tersenyum, senyuman dengan seringai yang menakutkan.
" Okey, baiklah. Terimakasih sudah mema'afkanku saudaraku, kau sungguh mempunyai hati yang lapang. " Regan melepaskan pelukan itu dan kini mencengkram erat kedua bahu Kevin. Laki-laki itu jelas meringis kesakitan.
" Aku senang sekali melihat kalian semanis ini, ya sudah kalian lanjut paluk-pelukannya, aku mau ke kamar dulu, " Bintang yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pun berlenggang pergi, dia beranggapan kedua manusia itu memang sudah berbaikan.
Sementara Kevin yang merasa Regan mulai mengendurkan cengkramannya pun berusaha kabur.Namun sayang keberuntungan tak berpihak padanya.Regan berhasil menarik bahunya dengan kuat-kuat.
" Mau kemana saudara ku? Aku belum selesai mengupas anggurnya lo, " ucapnya dengan senyuman mengerikan.
" Ah! Aku sudah kenyang kau boleh memakannya, aku..,aku..,ada yang harus aku kerjakan saudara ku, aku tidak bisa menemanimu lagi. " Nyawa Kevin sudah seperti diujung tanduk, tawa jumbawanya tadi pun entah pergi kemana.
Kini giliran Regan yang tersenyum senang melihat ketakutan saudaranya itu,Kevin dari dulu memang tidak pernah menang melawan dirinya.
" Tapi aku masih ingin bermain dengan mu saudara ku. " Regan pun mulai Menjatuhkan Kevin,mengungkungnya tepat di bawah tubuhnya,mencekik leher Kevin kuat-kuat hingga Kevin kesulitan bernafas.
" Kau bisa membunuhku BODOH! " umpat nya kesal.
" Aku memang ingin membunuhmu BODOH! " Regan yang kesal pun terus mencekik leher Kevin tanpa menghiraukan Kevin yang terus mengoceh dan mengumpatinya.Hingga suara yang begitu keras memanggil namanya penuh amarah berhasil menghentikannya.
" Regaaaan Atmaja! " Teriakan yang begitu khas dan familiar,teriakan yang selalu keluar saat mereka bertengkar.
" Apa kau lupa kalau kau sudah tua! Mau papa ingatkan berapa umurmu! Hah! " emosi tuan Williams menggebu-gebu.
Regan pun langsung beranjak dari atas tubuh Kevin dan memilih diam menunduk di depan laki-laki paruh baya yang berstatus ayahnya itu.Sementara Kevin masih memegangi lehernya sambil terbatuk-batuk.
" Kalian ini sudah tua,kenapa masih suka sekali berantem!Kau Regan! " Tuan Williams menunjuk kasar Regan, " kau sebentar lagi akan menjadi ayah,harusnya kau belajar menjadi ayah yang baik bukan malah seperti ini? Apa kau nanti ingin mengajari anakmu tawuran? "
Seketika Kevin yang mendengarnya pun tertawa cekikikan.
" Jangan tertawa!kau juga kevin! Kau sudah menjadi ayah harusnya kau ajari Regan bagaimana menjadi seorang ayah yang baik, bukan malah seperti ini! "
Eh, tunggu!
Di sini yang jadi korbannya aku bukan?
Kenapa di marahin juga?
benaknya dalam hati.Ya hanya dalam hati, mana mungkin Kevin berani bersuara di saat orang tua itu marah.
" Ya paman,Kevin salah. " Dengan besar hati Kevin mengakui kesalahannya.
" Hmmmm. " tuan Williams pun menatap Kevin, laki-laki di hadapannya ini memang seribu kali lebih dewasa dari pada anaknya.
" Istirahatlah,kau baru sampai bukan? "
" Ya, terimakasih paman. " Kevin pun bergegas meninggalkan tempat persidangan itu.
" Ah... Bebas," ucapnya lega.
Sementara Regan masih menunggu di adili oleh pemilik utama kerajaan bisnis Atmaja grup itu.
" Kau ikut papa ke ruang baca ! " Dengan ketusnya tuan Williams berbicara pada Regan dan tanpa menunggu jawaban dari Regan tuan Williams langsung berjalan kearah ruang baca, Regan pun secara otomatis mengikuti di belakangnya.
Tuan Williams yang kini sudah duduk di ruang bacanya pun menatap Regan secara seksama. Beliau mulai memikirkan masalah rumah tangga putra satu-satunya itu.
" Sampai kapan kalian mau menutupi status kalian di depan Tania? " tuan Williams bertanya dengan dinginnya.
" Regan akan mengakhirinya pa, Regan akan segera menjelaskan semuanya pada Tania. "
" Papa ingin kau segera menyelesaikan masalah mu dengan Tania.Jangan buat anak mantu kesayangan papa sakit terlalu lama. " ucapnya tegas.
" Ya pa,Regan mengerti. "