
" Ma'af Tuan ini bill yang Tuan minta, "
ucap pelayanan itu dengan ketakutan, karena sedikit saja ia melakukan kesalahan di depan Regan maka ia harus rela kehilangan pekerjaannya.
Regan langsung menerima bill itu dan memberikannya langsung kepada Bintang.
" Cepat kau bayar sekarang! "
Ucap Regan dengan melipat tangannya di dada.
" Baik Tuan, "
Bintang tak mengetahui jika restaurant itu adalah milik Regan.Bintang melihat tagihan yang harus di bayar ia pun terkejut dan membulatkan matanya sempurna.
Apa...!! aku harus membayar delapan ratus ribu hanya untuk daging secuil ini ! dasar raja iblis kau pasti sengaja ingin membuatku bangkrut.
gerutu Bintang dalam hati .
Bintang pun memgambil sejumlah uang dari dompet nya untuk membayar makanan tadi.
ia terpaksa memakai uang yang seharusnya ia pakai untuk mencicil hutangnya pada Rafa.
" Kau kembali ke kantor sendiri! saya dan Davit masih ada urusan di luar kantor, "
ucap Regan tanpa menoleh, ia pun langsung memasuki mobil.
" Baik Tuan, " ucap Bintang datar tanpa ekspresi.
Begini ya caramu? aku yang kau suruh membayar semua makanan tadi dan sekarang kau menelantarkan aku di sini? dasar kau iblliiiis....
gerutu Bintang sambil menendang tong sampah di dekatnya.Kini emosi Bintang benar-benar sudah memuncak.
Bintang kembali ke kantor dengan memesan taxi online.
saat di perjalanan ia menelfon balik Rafa.
" Sesibuk itukah kau sampai-sampai telfon ku kau abaikan! "
Ucap Rafa marah dari seberang sana.
" Kau ini..! baru saja ku menelfonmu, kau sudah marah-marah gak jelas, "
Ucap bintang malas.
" Hei..!kau bilang aku marah-marah gak jelas! kau mengabaikan telfon ku, bahkan tadi kau sampai mematikan handphone mu ! "
jawab Rafa benar-benar kesal dengan jawaban Bintang.
" Ini bukan yang pertama kan aku mengabaikan telfonmu? biasanya kau biasa saja kenapa sekarang kau marah-marah? kau belakangan ini sering marah-marah ga jelas, "
Ucap Bintang kesal.
Kau tak tau bagaimana aku mengkhawatirkan mu saat kau tak menjawab telfon ku Bi...
gumam Rafa Dalam hati.
" Sudahlah,abaikan saja ! kau pulang jam berapa nanti? "
tanya Rafa datar.
" Entahlah.. aku juga kurang tau, "
ucap Bintang cuek.
" Hubungi aku saat kau akan pulang, aku akan menjemputmu ! "
ucap Rafa .
" Kau tak perlu menjemputku, aku bisa pulang sendiri, " ucap Bintang mencoba menolak tawaran Rafa.
" Jangan menolak! aku tidak menerima penolakan, " jawab Rafa penuh penekanan.
" Terserah kau sajalah, "
ucap Bintang malas lalu menutup telfonnya.
Rafa yang tau Bintang menutup telfonnya hanya membuang nafas kasar.
Sesampainya di kantor Bintang sudah di sibukan dengan tumpukan kertas di mejanya. Bintang tak merasa kesulitan karena ia mendapat buku panduan dari Davit yang menurutnya sangat membantu dalam pekerjaannya.
Davit sengaja meberikan buku panduan agar dia tak kerepotan untuk mengajari Bintang.
Waktu menunjukan pukul 15.00 WIB, Davit dan Tuanya pun kembali ke kantor.
Bintang yang mengetahui kedatangan Tuanya itu pun beranjak bangun dari kursinya,
" Selamat sore Tuan," Ucap bintang menunduk hormat.
Regan hanya berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Bintang.
sedangkan Davit menjawab dengan anggukan kepala.
Kenapa Tuhan masih membiarkan makhluk sepertimu ? seharusnya kau di musnahkan dari permukaan bumi ! ku sumpahin telingamu itu bermasalah..!
sumpah serapah Bintang.
Regan yang berada di dalam ruangannya menutup kedua telinganya mengunakan telapak tangan.
" Ma'af Tuan anda kenapa? "
tanya Davit khawatir dengan keadaan Tuanya.
" Entahlah.. akhir-akhir ini telingaku sering berdegung, mungkin telingaku sedikit bermasalah, " ucap Regan masih menutup telinganya.
" Sudahlah! aku tak percaya dengan hal seperti itu ! "
ucap Regan cuek.
Mereka berdua pun melanjutkan pekerjaannya di dalam. sedangkan Bintang yang ada di mejanya juga masih sibuk dengan kertas-kertas di depanya.
" Apa kau merasa kesulitan dengan pekerjaan mu hari ini Nona? "
tanya Davit yang baru saja keluar dari ruangan Regan.
" Sedikit Tuan, mungkin karena ini hari pertama saya bekerja, " jawab Bintang pelan.
" Jika memang ada kesulitan jangan sungkan untuk bertanya, saya akan membantumu Nona, " jawab Davit datar tanpa ekspresi.
" Terima kasih Tuan, " jawab Bintang tersenyum tipis.
Davit hanya berlalu melewati Bintang tanpa membalas ucapan Bintang.
Kau sungguh manis Nona,
gumam Davit dalam hati yang melihat senyuman Bintang.
Waktu pun terus berjalan kini sudah memasuki jam pulang kantor.
" Ngapain saja si iblis itu di ruangan ! kenapa dia tak kunjung keluar? bisa-bisa aku lumutan menunggunya di sini, "
gerutu Bintang yang masih belum pulang karena menunggu Regan.
" Akan ku tunggu lagi lima menit jika dia belum keluar aku akan mengetuk pintunya, "
Ucap Bintang kesal karena ia tak bisa pulang jika Tuanya itu belum pulang.
Lima menit pun berlalu, kini Bintang memberanikan diri mengetuk pintu.
Tok.. tok.. tok..
" Ma'af Tuan, apakah masih ada yang perlu saya lakukan? "
tanya Bintang dari luar.
Belum ada jawaban, Bintang pun kembali mengetuk Pintu.
Tok.. tok.. tok..
" Ma'af Tuan, jika memang tidak ada yang perlu saya lakukan lagi, saya akan pulang! "
ucap Bintang sedikit keras.
masih tetap tidak ada jawaban.
Kau ini tuli atau sengaja tak mau menjawab!
dengus Bintang dalam hati.
Akhirnya Bintang pun memberanikan diri untuk masuk.
" Bisa -bisa aku bermalam di sini jika terus menunggunya di luar ".
ucap Bintang sambil membuka pintu.
Cekreeeek...
" Ma'af Tuan, saya masuk tanpa seizin Tuan . Saya tadi sudah mengetuk pintu dan memanggil Tuan tapi tidak ada jawaban, "
ucap Bintang ketakutan dengan terus menatap Regan yang sibuk dengan ponselnya.
" Hmmmm.. ada apa? "
tanya Regan masih sibuk memainkan game di ponselnya.
Bintang yang menyaksikan Tuanya itu sedang bermain game pun sangat kesal.
Jadi dari tadi aku menunggu mu main game ? kau tau ! bokongku sampai panas karena menunggumu hampir satu jam!.
aku benar-benar ingin memukul kepalamu sekarang!
gerutu Bintang dalam hati.
Kini Bintang sungguh-sungguh ingin memukul Tuanya itu dari belakang karena memang posisinya Regan memunggungi Bintang.
" Kau mau apa!, "tanya Regan lagi yang masih fokus dengan ponselnya .
Ucapan Regan mengagetkan Bintang yang dari tadi menggerak-gerakan tangannya di belakang kepala Regan, seakan dia sudah benar-benar memukul Regan.
" Ma'af Tuan, saya hanya mau bertanya apa masih ada yang harus saya lakukan ? jika tidak saya akan pulang," jawab Bintang takut jika Regan tau apa yang dia lakukan di belakang Regan tadi.
Regan pun mulai melirik jam tangannya ia pun langsung menyudahi permainannya.
" Kau boleh pulang sekarang, " ucap Regan tanpa menatap Bintang.
" Terima kasih Tuan, " ucap Bintang langsung bergegas keluar ruangan.
Akhirnya aku terlepas dari iblis itu... apa ini maksud ucapan paman Roy tempo hari bahwa aku harus menguatkan hatiku.
aku harus kuat menghadapi si iblis itu?
oh Tuhaaaan tolong kuatkan aku,
ucap Bintang pelan sambil terus berjalan keluar.