
Sedangkan Davit yang sedari tadi ada di samping Regan hanya menahan tawanya,ia tak habis fikir kenapa Tuan yang selama ini dia kenal sadis bisa bersikap seperti anak kecil yang sedang rebutan barang.
" Kau hebat Nona bisa membuat mayat hidup tersenyum, "
ucap Davit pelan pada Bintang yang terus berlalu di hadapan Bintang menyusul Regan ke dalam ruangannya.
Bintang hanya tersenyum garing menanggapi ucapan Davit.
Di ruangannya Regan sedang memuji kinerja Davit.
" Kau sudah menyelesaikan tugasmu dengan baik Dav, "
ucap Regan dengan tatapan datarnya.
" Terimakasih Tuan, "
ucap Davit menunduk hormat.
Flashback,
Tadi pagi Davit sengaja datang lebih awal, bahkan lebih awal dari OB dan cleaning servis, ia ingin menyelesaikan tugasnya tanpa satu orang pun yang melihatnya.Siapa lagi yang berani menyuruhnya seperti itu kalau bukan Tuannya Regan Atmaja. Davit mulai menata beberapa tangkai bunga mawar yang baru ia beli di vas bunga milik Bintang hingga penuh, ia menata dengan sangat rapi agar bunga itu tampak indah saat di pandang.
Davit pun bergegas pergi saat tugasnya selesai.
***
" Kau bawalah semua berkas ini keruanganmu dan selsaikan secepat mungkin! "
ucap Regan sambil memberikan beberapa berkas pada Davit.
" Baik Tuan, " menerima berkas itu dan mulai melangkah keluar ruangan.
Sedangkan Regan yang duduk di kursi kebesarannya masih saja memikirkan Bintang, ia terus membayangkan wajah Bintang dengan terus tersenyum.
Waktu begitu cepat berputar kini pukul menunjukkan jam makan siang.
Hari ini Regan berencana untuk mengajak Bintang makan siang berdua di restaurant mewah miliknya.
Bintang yang sudah selesai membereskan mejanya masih duduk santai menunggu Regan keluar.
" Hai Bi? "
suara Livia menghampiri Bintang.
" Hmmmm..., "
jawab Bintang singkat.
" Kau hutang cerita padaku, "
ucap Livia menyilangkan tangan di dada.
Bintang hanya membalas dengan wajah masamnya.
" Aku tunggu di kantin, ok! "
ucap Livia yang kemudian berlalu.
Bintang mengacungkan jempol tanda bahwa ia mengiyakan.
Sedangkan Rita yang ada disitu hanya mengikuti langkah Livia.
Tak berapa lama Regan keluar dari ruangannya,ia berjalan dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku dengan wajah dinginnya.
" Ikutlah bersamaku! "
ucap Regan datar tanpa ekspresi yang berlalu begitu saja di hadapan Bintang.
Kau memang mayat hidup!
kenapa kau tak bisa merubah wajahmu yang datar tanpa ekspresi itu!
gerutu Bintang kesal yang mulai mengikuti langkah Regan.
Walau dengan terpaksa Bintang terus mengikuti langkah Regan yang begitu cepat.
Kini mereka berdua sudah sampai di mobil mewah milik Regan.
" Pak Jang, kau beristirahatlah aku akan membawa mobil sendiri, "
ucap Regan datar.
" Baik Tuan, "
ucap pak Jang menunduk hormat.
Regan pun mulai duduk di bangku kemudi yang kemudian di ikuti Bintang yang duduk di sampingnya.Mobilpun mulai melaju meninggalkan halaman kantor.
Kali ini Bintang mulai gelisah, ia ingin sekali mengirim pesan untuk teman-temanya namun tak mungkin ia lakukan karena Regan pasti akan memarahinya jika ia memainkan ponsel.Kini Bintang memilih untuk memandang ke arah luar jendela.Tidak ada percakapan apapun disana karena Regan yang sedari tadi hanya fokus menyetir.
Sedangkan di tempat lain Livia dan Rita masih menunggu Bintang di kantin.
" Vi, kenapa Bintang lama sekali!? "
tanya Rita yang mulai memegang perutnya karena lapar.
" Mungkin Tuan Regan masih menahannya, "
ucap Livia datar.
" Kita pesen makan duluan aja, aku udah laper Banget, "
ucap Rita yang memang perutnya sudah keroncongan.
" Baiklah, "
jawab Livia setuju karena ia juga sangat lapar.
Akhirnya merekapun makan siang tanpa Bintang.
Sedangkan di tempat lain mobil Regan sudah berhenti tepat di depan restaurant yang begitu mewah. Regan dan Bintang mulai turun dari mobil yang mereka naiki.
Regan berjalan dengan gagahnya sedangkan Bintang berjalan dengan terus mengedarkan pandangannya kesetiaap sudut restaurant.
Bukankah ini restaurant dimana aku mentraktir nya tempo dulu?
kenapa dia membawaku kesini?
gumam Bintang yang masih mengikuti Regan.
Kini mereka duduk di salah satu meja VVIP yang ada di restaurant itu, para pelayanan pun datang menyambut Regan bak seorang raja,Bintang yang duduk tepat di hadapan Regan pun bingung kenapa semua orang yang ada di situ memperlakukan Regan begitu istimewa.
Tak butuh menunggu lama kini beberapa pelayan membawa makanan yang sebelumnya sudah di pesan oleh Regan.Bintang yang ada di situ tertegun melihat hidangan yang kini memenuhi mejanya.
Bukankah kita hanya berdua?
kenapa pesan makanan sebanyak ini?
gumam Bintang dalam hati sambil melihat semua makanan.
Sedangkan Regan yang dari tadi memperhatikan Bintang yang kebingungan pun mulai tersenyum tipis.
" Apa kau akan kenyang jika terus melihatnya,cepat makanlah ! "
ucap Regan dengan tatapan hangat.
" Ma'af Tuan, bukankah kita hanya berdua?
kenapa Tuan memesan makanan sebanyak ini? "
tanya Bintang bingung.
" Aku tidak tau makanan yang kau suka, jadi aku memesan ini semua untukmu! makanlah makanan yang kau suka, " ucap Regan datar.
Benarkah dia memesan ini semua hanya untuk ku?
gumam Bintang dalam hati.
" Emmmm...
apakah Tuan akan menyuruhku membayar semua ini? "
tanya Bintang yang takut jika dirinyalah yang akan di suruh untuk membayar semua makanan itu.
" Apa kau fikir aku begitu miskin hingga tak mampu membayar semua makanan ini!
cepatlah makan, sebelum aku berubah fikiran, " ucap Regan dengan tatapan tajamnya.
Berhentilah menatapku seperti itu!
gerutu Bintang yang tak suka dengan tatapan Regan.
" Harusnya Tuan tak perlu memesan makanan sebanyak ini, aku bukan tipe pemilih makanan, aku adalah pemakan segala, "
ucap Bintang tersenyum garing.
" Benarkah?
kalau begitu kau habiskan semua makanan ini! "
ucap Regan dengan senyuman menyeringai.
" Aku pemakan segala bukan berarti makanku banyak, "
ucap Bintang mengerucutkan bibirnya.
" Hahahha...
sudah, cepatlah makan, "
ucap Regan terkekeh melihat ekspresi Bintang,ini pertama kalinya Regan bisa tertawa lepas.
Ternyata dia bisa juga ketawa.
gumam Bintang yang tersenyum melihat tawa Regan.
Bintang pun mulai menikmati makanan yang ada di hadapannya begitupun dengan Regan.
Regan yang merasa tak enak badan menyudahi makannya dan memilih menatap Bintang penuh arti hingga membuat Bintang salah tingkah.
Kenapa kau terus menatapku seperti itu?
gumam Bintang yang salah tingkah.
Regan yang melihat sikap Bintang pun tersenyum tipis.
Kenapa kau masih bertahan dengan kekasih pelitmu itu, aku yakin dia tak pernah mengajakmu makan makanan di restaurant semewah ini!
bukankah aku lebih baik darinya?
gumam Regan tersenyum bangga pada dirinya sendiri.
" Ma'af Tuan, kenapa Tuan hanya makan sedikit sekali? apa Tuan baik-baik saja? "
tanya Bintang yang mulai khawatir karena melihat wajah Regan sedikit pucat.
" Aku hanya tak berselera makan, "
ucap Regan yang menahan rasa sakit di ulu hatinya.
Apa dia tak berselera karena sedang makan bersamaku?
gumam Bintang yang mulai berasumsi dengan fikirannya sendiri.
Bintang terus memperhatikan wajah Regan yang semakin pucat.
" Tuan, apa Tuan benar baik-baik saja, "
tanya Bintang semakin khawatir.
" Entahlah, saat ini dadaku terasa terbakar nafas ku sesak sekali, "
ucap Regan pelan yang terus memegang dadanya.
" Kita ke rumah sakit sekarang Tuan, tolong bertahanlah, "
Bintang yang mulai merangkul tubuh Regan yang mulai lemas.
" Siiaaapaaapun ituu... tolong bantu aku! "
teriak Bintang yang berhasil membuat panik semua orang yang ada di situ.
Regan yang masih setengah sadar pun kesal mendengar teriakan Bintang yang begitu keras.
" Kau tidak sedang berada di hutan!tak perlu berteriak sekeras itu! "
ucap Regan dengan menahan sakit.
"Ssssttt.., "
ucap Bintang menaruh telunjuknya di bibir Regan.
" Tuan tolong simpan tenagamu, jangan buang tenagamu hanya untuk memarahiku!kau boleh memarahiku saat kau sembuh nanti, "
imbuh Bintang yang sudah di kerumuni banyak orang.
" Ma'af Nona,kenapa dengan Tuan Regan? "
tanya salah satu pelayan.
" Beliau sedang sakit tolong bantu aku membawanya ke rumah sakit, "
ucap Bintang yang begitu khawatir.
Akhirnya dua pelayan laki-laki memapah Regan sampai ke mobilnya.
salah satu pelayan itu duduk di bangku kemudi sedang kan Bintang menemani Regan di bangku belakang.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Episode selanjutnya on going ya guys... 😁🙏🙏
Author masih memeras otak buat nyelesainnya😌jadi mohon bersabarlah😁😊
makasih buat semua dukungannya🤗
jangan lupa beri Vote, Like, dan saran kalian.. dan klik Favoritnya❤ jangan sampai lupa😉
Happy Reading 😇