My Big Boss

My Big Boss
Memperingati



Maura pun kini berjalan menuju kantin dengan senyuman yang mengembang mengingat wajah laki-laki yang kini berhasil memikat hatinya.Wajah yang selalu tampak galak dan menakutkan tapi seketika pucat hanya karena takut berdekatan dengannya.


" Dia sungguh lucu, " gumam Maura yang kini berputar arah untuk kembali ke ruangannya.


Sementara di sisi lain tampak Bintang yang tengah berjalan menuju ruangan suaminya, saat ingin membuka pintu,Maura yang juga baru sampai itu menghentikan langkahnya.


" Ma'af Nona, tidak sembarang orang boleh masuk ruangan presdir,apa nona sudah mempunyai janji? " tanya Maura namun tak mendapatkan tanggapan dari Bintang.


" Apa dia sekretaris barunya? " pikir Bintang yang terus diam memperhatikan Maura dari atas hingga bawah.


" Ma'af Nona,Apa Nona ada kepentingan dengan tuan presdir? " tanya Maura lagi.


" Tentu saja,suamiku ada di dalam kan ? " ucap Bintang yang membuat Maura membelalakkan matanya.


" Suamiku? jadi tuan Regan sudah punya istri ? " pikir Maura dalam hati.


Bintang yang melihat Maura tetap diam pun mengerutkan dahinya.


" Apa saya boleh masuk? " ucap Bintang lagi yang membuat Maura tersadar dari lamunannya.


" Owh ya,silahkan nona, ma'af atas sikap saya tadi, saya tidak tau jika Nona adalah istri tuan Presdir, " ucap Maura tak enak hati.


" Ya, tidak papa,oh ya siapa namamu? "


" Saya Maura Nona, " Maura pun menjawabnya dengan menunduk hormat.


" Kau sekretaris baru suamiku? " tanya Bintang memastikan.


" Iya Nona. "


" Suamiku paling tidak suka dengan orang yang tidak disiplin,dia juga tidak suka dengan kesalahan sekecil apapun, jadi bekerjalah sebaik mungkin Maura dan jangan pernah melebihi batasanmu. "


Maura pun tersenyum mendengar penuturan Bintang, " terimakasih sudah memberitahu saya Nona dan untuk batasan Nona tidak perlu khawatir, saya tau sampai mana batasan saya, " ucapnya sopan.


Bintang pun sedikit lega mendengar jawaban Maura, setidaknya ia sudah memperingati Maura untuk tidak melebihi batasannya sebagai seorang sekretaris.


Bintang pun kini berlalu memasuki ruangan suaminya.


Sementara Maura, ia kembali ke meja kerjanya mengambil sesuatu yang tertinggal di sana.


Di sisi lain Bintang yang sudah berada di ruangan suaminya pun langsung duduk di kursi yang ada di depan meja suaminya yang masih fokus dengan laptopnya itu.


" Tuan Regan pintar sekali ya memilih sekretaris, pasti sengaja kan memilih yang modelannya kaya gitu!" sindirnya mengingat Maura yang memiliki tubuh seksi dan ukuran dada yang lebih besar darinya.


Regan yang mendengar suara orang yang di cintai nya itu pun mulai menutup laptopnya dan menatap lekat-lekat sang istri.


" Nona Regan bicara apa sih! " tanya nya.


" Jangan pura-pura tidak mengerti! " Bintang pun menatap tajam suaminya itu.


" Iya iya, bukan aku yang memilih, tapi David yang memilihnya, " ucapnya membela diri.


" Kau fikir aku percaya? " Bintang pun mengerucutkan bibirnya.


Regan pun kini beranjak dari kursi kebesaran nya dan mulai mendekati sang istri yang tengah merajuk itu.


" Apa aku perlu memanggil David agar kau percaya? " ucap Regan yang kini duduk di hadapan Bintang.


" Lakukan jika itu bisa membuktikan bahwa kau tidak berbohong, " Bintang pun menjawab dengan ketusnya.


" Aku tidak berbohong sayang,memang David yang memilihnya,apa kau sekarang menganggap suamimu ini pria hidung belang? "


" Tidak,bukan seperti itu,aku hanya tidak suka kau memiliki sekretaris yang seperti itu, bagaimana jika kau tergoda olehnya, dia cantik,pintar,tubuhnya seksi, apalagi dia memiliki ukuran dada yang lebih besar dari pada punya ku,bisa jadi kan iman suami ku nantinya goyah karena setiap hari mendapat tontonan seperti itu! belum lagi kalau dia mulai menggodamu,pasti beda lagi ceritanya,wajar kan kalau aku tak suka kau menerima sekretaris yang seperti itu! " gerutu Bintang.


Sementara Regan malah tersenyum mendengar istrinya yang sedang mengomel itu, ia pun kini mengusap lembut pipi Bintang dan memberikan satu kecupan di bibir mungil yang dari tadi terus mengoceh itu.


" Percayalah, aku tidak akan tergoda olehnya,jangan berfikir yang macam-macam, " ucapnya kemudian sambil mengacak-acak rambut Bintang.


" Kau yakin? " Bintang pun memastikan ucapan suaminya itu.


" Tentu saja, tapi jika kau masih merasa khawatir maka aku akan memberhentikan dia sekarang juga. "


Bintang pun tampak diam,ia mulai berfikir mungkin sikap nya kali ini terlalu berlebihan,ia tidak mau merugikan orang lain hanya karena keegoisan nya itu.Kini Bintang pun menatap wajah tampan suaminya.


" Aku menjadi egois karena ketakutan ku kehilangan dirimu, biarkan dia bekerja,ma'af tadi aku tidak mempercayai mu, " ucapnya lirih sambil memeluk tubuh suaminya yang pelukable itu.


Regan pun tersenyum sambil mengelus belakang kepala Bintang.


" Nona Regan begitu mencintai ku ya? " ucap Regan yang membuat wajah Bintang kini mulai memerah.


" Ih! kepedean, aku itu hanya takut kehilangan mu saja, " ucap Bintang yang masih saja gengsi untuk mengatakan yang sejujurnya.


Sementara Regan, ia hanya tersenyum mendengar kata-kata istrinya itu.


" Oh ya, apa yang membuat mu kesini? " tanya Regan kemudian.


" Aku ingin makan siang di luar. "


" Ya sudah ayo! mau makan dimana? "


" Di restoran dimana kau dulu melamarku. "


" Baiklah, ayo! " Regan pun menggandeng tangan istrinya itu,kini mereka pun beranjak keluar dari ruangan.


Saat menuju lift, mereka tak sengaja berpapasan dengan David dan juga Maura yang sepertinya baru saja kembali dari makan siang.


" Dav,untuk meninjau proyek yang ada di kota sebelah kau bisa membawa Maura untuk membantu mu, " ucap Regan pada David.


" Baik tuan. "


Sementara Maura tampak terlihat senang mendengar ucapan Regan barusan.


Kini Regan dan Bintang pun berlalu, sementara Maura masih saja terus tersenyum menatap David yang kini tengah berjalan di sampingnya.


David yang tau jika Maura terus memperhatikan nya pun mengerutkan keningnya.


" Berhentilah menatap ku seperti itu! " ucapnya tak suka.


Sedangkan Maura yang mendengar nya pun menaikan sebelah sudutnya.


" Galak sekali! " gerutunya pelan.


Kini Maura pun kembali ke mejanya, sementara David mulai memasuki ruangannya.


Di tempat lain, Regan dan Bintang kini sudah berada di restauran mewah milik Regan yang sampai saat ini belum juga Bintang ketahui bahwa pemilik restauran yang sudah beberapa kali ia kunjungi itu adalah milik suaminya.


Kini mereka pun mulai memesan makanan, kali ini Bintang benar-benar ingin memanjakan lidahnya untuk makan yang enak-enak,Regan yang melihat istrinya memesan begitu banyak makanan pun mengerutkan keningnya.


" Sayang,kau yakin pesan segitu banyak? " tanya Regan tak percaya.


" Iya memang nya kenapa? apa kau tak membawa banyak uang untuk membayarnya! " tanya Bintang yang kali ini mulai panik,Bintang pun mulai mengambil dompet di dalam tasnya untuk memastikan uang yang ia bawa cukup untuk membayar semua pesanannya.Kini Bintang pun mulai menghitung uangnya yang membuat Regan terkekeh melihat tingkah istrinya itu.


" Kau ini istri seorang presdir, tapi kenapa uang mu receh semua,mana lecek semua lagi! "


" Emangnya istri seorang presdir nggak boleh punya uang receh!walaupun receh ini namanya juga uang! " protes Bintang kesal.


" Iya iya,sudah jangan sibuk menghitung uang receh mu itu! kita boleh makan disini sepuasnya tanpa harus membayar, " jelas Regan.


" Emang kau fikir ini restauran embah mu! " gerutu Bintang kesal menganggap suaminya itu sedang menggodanya.


" Bukan milik embah ku, tapi milikku, " ucapan Regan yang membuat Bintang seketika membelalakkan matanya.


" Serius? " tanya Bintang memastikan.


Regan pun mengangguk, namun Bintang tak bisa percaya begitu saja,kini Bintang pun mulai bertanya pada pelayanan yang baru saja datang membawa pesanannya itu.


" Mas bisa kasih tau saya siapa nama pemilik restauran ini? " tanya nya.


Pelayanan yang masih emas emas itupun menjawabnya dengan sangat sopan.


" Pemilik restauran ini tuan Regan Atmaja Nona, " ucap pelayanan itu sambil menunduk hormat pada Regan.


" Oh, terimakasih mas. " Pelayanan itu pun kini berlalu pergi setelah selesai menaruh semua makanan di atas meja.


Sementara Bintang kini mulai menatap tajam suaminya yang tengah menikmati makanan nya itu.


" Jadi dulu kau menghukum ku untuk mentraktir mu makan di restauran milikmu sendiri? wah.... tuan Regan benar-benar jahat sekali ya..bisa-bisanya masih mencari keuntungan dari orang yang di tindas! " ucap Bintang yang membuat Regan seketika tersedak.


" Kau mengingat nya? " tanya Regan dengan menahan batuknya, ia tak percaya jika istrinya itu masih mengingat kejadian tempo dulu.


" Tentu saja, bagaimana bisa aku melupakan kelakuan suamiku yang sangat menyebalkan ini! "


Regan pun tersenyum masam.


" Percayalah sayang, itu hanya karena aku ingin mencari perhatian mu saja, " bujuk rayunya.


" Sekarang aja bilang gitu!


dulu aja seperti ingin membunuhku hidup-hidup! " gerutu Bintang kesal.


" Iya, iya, aku minta ma'af,sikap ku dulu sudah keterlaluan padamu, kau boleh menghukum ku sekarang, " ucapnya penuh penyesalan.


Bintang pun mulai tersenyum licik.


" Baiklah,sekarang kau habiskan semua makanan ini sendiri, tanpa ada sisa sedikit pun ya? "


" Itu tidak mungkin sayang, " jawabnya sambil melihat banyaknya makanan yang di pesan Bintang.


" Ya sudah, aku marah nih! " ancam Bintang yang sengaja ingin mengerjai suaminya itu.


" Iya iya, aku akan memakannya. "


Regan pun mulai menarik nafas dalam-dalam, wajahnya lesu tampak begitu putus asa karena harus menghabiskan makanan yang mungkin bisa untuk lima orang itu.


Sementara Bintang kini tersenyum puas berhasil mengerjai suaminya.


***


Di tempat lain,


Maura dan David kini berada di dalam perjalanan untuk meninjau proyek yang ada di kota sebelah.


Maura yang kini duduk di samping David memudahkan nya untuk terus menatap wajah David yang menakutkan tapi memabukannya itu,Maura pun kini berusaha untuk mencari tau tentang status David sebelum dia mulai mendekatinya.


" Tuan, boleh saya bertanya, " ucap Maura kini.


" Katakan! " kata-kata yang keluar dari mulut David yang tetap fokus mengemudi itu.


" Apa tuan sudah menikah? "


" Jangan bertanya hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan! " jawabnya yang kali ini begitu ketus.


Maura pun mendengus kesal dengan sikap David yang begitu ketus dan dingin.Tapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk memikat hati laki-laki yang kini menjadi idamannya itu, Maura pun kini menatap David lekat-lekat.


" Tuan, " panggil nya lagi.


" Hmmm. "


" Aku menyukaimu. "


David pun seketika menghentikan mobilnya saat mendengar ucapan Maura,membuat Maura kini hampir saja jatuh karena tak menggunakan sabuk pengamanannya,untung saja David menarik kerah belakang Maura hingga wajah Maura tak terbentur.


Nafas mereka pun kini sama-sama tak beraturan karena terkejut,maura yang terkejut karena David mengerem mendadak dan David yang terkejut karena pengakuan Maura yang tiba-tiba.


Rambut Maura yang terurai kini menutupi semua wajahnya,Maura yang kini sedang mengibaskan rambutnya tersenyum manis ke arah David yang tengah mengatur nafasnya itu.


" Jadi gimana tuan, apa tuan sudah menikah? " tanya Maura lagi dengan tatapan genitnya.


David pun kini menatap tajam Maura,


" sudah ku bilang jangan bertanya hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan, apa kau tidak mengerti ucapan ku! " ucapnya kesal.


" Saya mengerti tuan, tapi ini itu ada hubungannya dengan pekerjaan, kita kan sekarang jadi patner jadi harus tau status masing-masing biar nanti nya tidak ada kesalah pahaman, " ucapnya sengaja mencari-cari alasan.


" Saya belum menikah, " jawabnya yang kini mulai melajukan mobilnya.


Sementara Maura yang mendengarnya pun tersenyum senang,


" syukurlah masih ada kesempatan, " ucapnya pelan namun masih bisa di dengar David.


" Kesempatan apa! " tannya nya curiga.


" Menjadi istri mu, " ucapnya tersenyum garing di depan David.


Sementara David hanya diam tak menanggapi ucapan Maura yang di anggap nya ngawur,ia pun memilih mengacuhkan Maura dan kembali fokus mengemudi,tapi kini terlihat senyuman kecil di sudut bibirnya, ia merasa heran dan tak habis fikir dengan jalan fikiran wanita yang ada di sebelah nya itu.


" Tuan, " panggil Maura lagi.


" Apa lagi! jika kau terus berbicara ngawur saya akan mengeluarkan mu ndari mobil! " ancam David tak suka Maura terus menggoda nya.


" Saya cuma mau tanya siapa nama tuan? "


" Hah! " pertanyaan Maura pun membuat David terkejut, bagaimana tidak? sudah beberapa kali bertemu mulai dari interview hingga sekarang Maura belum tau siapa namanya?


David pun kini hanya diam tak menghiraukan kan pertanyaan Maura, membuat Maura kini mengerutkan keningnya dan mulai memanggilnya lagi.


" Tu...."


" Diamlah! atau aku benar-benar akan meninggalkan mu disini! " gertak David yang membuat Maura kini diam seribu bahasa tak berani melanjutkan ucapannya yang tadi terpotong.


" Ini manusia atau pendingin ruangan sih! " gerutu Maura dalam hati.