
Tuan Williams yang masih belum percaya dengan keputusan Regan pun kembali bertanya.
" Apa kau yakin dengan keputusan mu Rey? "
" Ya, " jawab Regan singkat.
" Ma'af papa dari kemarin belum berbicara pada Tuan Felix bahwa papa akan membatalkan perjodohan kalian, papa masih menunggu waktu yang tepat dan alasan yang tepat karena papa tidak bisa begitu saja membatalkan secara sepihak.Papa masih memikirkan resikonya,karena pengaruh beliau di dunia bisnis sungguh besar, hanya dengan menjetikkan jari beliau bisa menggulung usaha kita yang baru saja ada di puncak kejayaan ini.Ma'af kan papa karena papa juga tak menceritakan terlebih dulu dengan acara hari ini," ucap Tuan Williams yang merasa bersalah,Tuan Williams tak mau lagi memaksakan kehendaknya itu.
"Papa tenang saja, semua akan baik-baik saja," ucapnya tersenyum tipis, " Papa kapan kembali? kenapa tak menghubungi Regan? " Ucapnya lagi.
Bukanya menjawab Tuan Williams malah menatap lekat Regan dengan mata yang berkaca-kaca,ia tak menyangka setelah sekian lama ini,putra yang selalu mengacuhkannya,detik ini bersikap hangat kepadanya membuat Regan yang melihatnya segera merangkul sosok ayahnya itu.
" Ma'af kan Regan,selama ini Regan selalu mengacuhkan papa dan terus menghindari Papa, "
" Kau tak pernah salah nak, ini semua salah Papa yang terlalu egois.Selama ini Papa selalu memaksakan kehendak Papa tanpa mengerti perasaan mu, sekarang Papa ingin kau memikirkan keputusan mu baik-baik, jangan karena kau mengkhawatirkan Papa kau korbankan masa depan mu, "
" Papa tenanglah, Regan sudah memikirkan nya dan keputusan Regan sudah bulat, "
David yang melihat sikap Tuanya kembali lagi di buat terkejut,
Seorang Regan Atmaja meminta ma'af?
ini benar-benar momen yang harus di abadikan?
ucap David yang diam-diam mengambil gambar menggunakan ponselnya.
Sedangkan disisi lain Kevin yang melihatnya kembali tersenyum tipis.
Kita dari kecil tumbuh bersama, aku mengenal betul siapa dirimu...
Kau tak mungkin semudah itu menerima perjodohan ini, rencana apa yang akan kau lakukan di belakang semua ini.
gumam David dalam hati.
" Ok! Papa percaya padamu, sekarang ayo cepat pulang Mamamu pasti sudah menyiapkan makan siang untuk kita, " suara Tuan Williams yang mulai mencairkan suasana haru tadi.
" Regan masih harus kembali ke kantor Pa, masih ada project yang harus di selesaikan sebelum akhir bulan, Papa pulang saja bersama Kevin, "
" Bukankah seharusnya kau tidak kembali kerja dulu? kau jangan acuhkan kesehatan mu Rey, "
" Dari mana Papa tau?"
" Jangan kau fikir karena Papa dan Mama ada di luar negeri terus tak memperdulikanmu,selama di luar negeri Papa menyuruh David untuk terus setiap hari memberi kabar tentang mu! "
" Yah, sudah ku duga! " melirik ke arah David, membuat David yang dari tadi sibuk dengan ponselnya terkejut hingga ponselnya terjatuh. David pun buru-buru mengambil ponselmu itu.
" Ayo ikut Papa pulang, mama mu pasti akan marah jika melihat kau tak ikut Papa pulang, "
" Kondisi Regan sudah sangat baik Pa,Papa pulang saja bersama Kevin, "
" Kau memang sangat keras kepala!
Biarkan Kevin ikut bersamu ke kantor,Papa akan pulang sendiri naik taxi, "
"Baiklah, Papa hati-hati, " ucapnya pada Tuan Williams yang sudah beranjak pergi.
Kini tinggal ada mereka bertiga di meja itu, Regan menyuruh David untuk balik ke kantor lebih dulu, sehingga kini Regan hanya berdua bersama sahabat sekaligus sepupunya itu.
" Bukankah kau akan datang dua minggu lagi? kenapa kau bisa datang lebih awal? " tanya Regan pada Kevin.
" Siapa lagi yang bisa merubah keputusan ku kalau bukan Paman?"
" Benarkah? apa dia juga memaksamu? "
" Yah, kau fikir saja sendiri, "
" Terus siapa yang mengurus perusahaan di sana? "
" Asistenku yang sekaligus merangkap menjadi wakil kepala cabang, "ucapnya ketus.
" Memang bisa seperti itu? "
" Bisa! buktinya kau juga bisa mendidik David menjadi serba bisa,cepatlah menikah agar tugasku di sini cepat selesai dan aku bisa kembali ke Ausie secepatnya, "
" Aish! Kau fikir menikah urusan mudah! " jawab Regan kesal.
" Kau kan sudah setuju untuk bertunangan jadi menunggu apa lagi! jangan lama-lama, langsung saja di sahhin! "
" Aku terpaksa menerimanya, " ucapnya datar.
" Kau tahu bagaimana berkuasanya Tuan Felix, karena itu aku menerima perjodohan ini,"
" Tapi yang ku lihat kau punya rencana di belakang ini, "
" Kau memang sangat mengenalku, " ucapnya yang kemudian beranjak pergi.
" Katakan apa rencanamu, " ucap Kevin yang mengikuti Regan.
" Kau akan tau nanti, "
*****
Di tempat lain,
Semua karyawan di kantor yang sedang lembur berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya agar mereka bisa cepat pulang, begitupun dengan Bintang, ia begitu fokus dengan semua pekerjaannya yang masih menumpuk.
Bintang hanya berdua dengan Doni di ruangan itu, karena Livia, Rita,dan pak Radit sedang berada di ruangan meeting sejak tadi pagi,mereka di tunjuk sebagai tim perencana untuk acara ulang tahun perusahaan bulan depan,ulang tahun perusahaan selalu di gelar dengan mewah yang mengundang semua kolega-kolega dari Atmaja Grup,maka harus di rencanakan sematang mungkin.
Bintang yang dari tadi pagi belum melihat dua temanya itupun menanyakan Livia dan Rita pada Doni. Kerena jarak meja mereka tidak jauh jadi sangat mudah Bintang memanggil Doni dari mejanya.
" Don, Livia sama Rita dari tadi belum balik, lagi meetingin apa sih? "
" Rencana ulang tahun perusahaan" jawab Doni yang tetap fokus mengetik.
" Ulang tahun perusahaan? " tanya Bintang terkejut.
" Iya, kenapa! "
" Kenapa aku tidak tau? kapan acaranya akan di gelar? "
" Satu bulan dari sekarang, apa Tuan David tak memberitahumu? "
" Tidak, beliau tak memberitahu ku apa-apa, "
" Sungguh miris sekali nasibmu, di saat akan di adakan pesta kau malah terlupakan,hahahhaha..., " tawa Doni mengejek.
" Sialan kau, " melempar bolpoin ke arah David malah mengenai sosok pria yang tak ia kenal.
Oppa ji chang wook...
Kata-kata yang begitu saja keluar dari mulutnya, membuat orang yang kini berada di depannya tersenyum tipis.
Duh... dia senyum lagi...
Please!
Hentikan!
Senyuman itu meracuni fikiran ku...
gumam Bintang yang masih saja menatap laki-laki di depannya sambil senyum-senyum sendiri.
" Jaga sikapmu! " suara Regan yang membuat wajah Bintang seketika datar tanpa ekspresi.
Dia memang tak bisa melihatku bahagia sedikit.
gerutu Bintang pelan saat Regan sudah masuk kedalam ruangannya.
Laki-laki yang masih di hadapannya pun tersenyum tipis mendengar ucapan Bintang.
" Apa kau karyawan baru disini? " tanya Kevin pada Bintang.Laki-laki yang tak sengaja Bintang lempar menggunakan bolpoin adalah Kevin,adik sepupu Regan namun usianya lebih tua dari pada Regan, usia mereka terpaut lima tahun, sekarang usia Kevin menginjak tiga puluh tiga tahun.Kevin adalah sosok laki-laki dewasa yang miliki kepribadian yang bertolak belakang dengan Regan, ia begitu humbl dan ramah kepada siapapun. Kevin tak kalah tampan dari Regan,di usianya yang sekarang ia tampak lebih berkarisma hingga membuat banyak wanita ingin menjadi istrinya walau setatus Kevin adalah duda anak satu.Begitu pula dengan Bintang yang saat ini begitu mengagumi ketampanan Kevin hingga tak mendengar pertanyaan yang baru saja Kevin ucapkan.
Kevinpun menepuk tangannya satu kali di hadapan Bintang hingga membuat si pemilik wajah sadar dari angannya yang begitu jauh.
" Emmmm.. i..iya ma'af Tuan, kenapa? " tanya Bintang gelagapan.
" Jangan banyak melamun di saat bekerja, " jawab Kevin kemudian masuk kedalam ruangan Regan.
"Haaaah..," ucap Bintang menaikan kedua alisnya.
Jejakmu semangat ku💪
tinggalkan jejak kalian dengan klik Vote, Like, Favorit, dan jangan lupa berikan saran kalian agar Author bisa benahi kekurangan Author dalam menulis.
Happy Reading😊