My Big Boss

My Big Boss
Paper bag



Malam berlalu begitu cepat,kini sinar mentaripun mulai menyapa.


David yang sudah rapi bergegas turun dari kamarnya.Saat ia melewati para pekerja di rumahnya ia di sapa dengan ramah oleh mereka.


" Pagi Tuan, "


David hanya membalas dengan anggukan kepala dan tetap berjalan keluar.


" Ma'af Tuan, apa Tuan baik-baik saja, " tanya salah satu pekerja yang menghentikan langkah David.


" Apa aku terlihat kurang sehat hari ini? " ucap David tanpa menoleh.


" Tidak Tuan, "


David yang telah mendengar Jawaban dari pekerja rumahnya pun kembali melangkah keluar.


Pasti mereka mengira aku sudah tidak waras karena semalem teriak-teriak.


gumam David dalam hati yang sebenarnya dari tadi menahan malu karena ulahnya semalam.


Sedangkan di tempat lain,


Bintang yang selalu bangun pagi memulai aktivitas nya dengan membereskan kamar dan rumahnya, ia mulai menyapu setiap sudut rumahnya secepat kilat setelah selesai ia berpindah ke taman, ia mulai menyiram semua bunga-bunga yang ada di taman itu, ia juga memindahkan beberapa bunga ke dalam pot hingga wajah dan tubuhnya kini tampak kotor,Bintang selalu lupa waktu jika sudah berada di taman,ia yang terlalu asyik menanam bunga baru sadar jika waktu semakin siang,akhirnya Bintang pun berlari masuk rumah, ia mulai mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.


Tiga menit berlalu, Bintang yang selesai mandi pun keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya, entah bagaimana cara Bintang mandi hanya dalam waktu tiga menit yang jelas ia sekarang sudah berada di depan almari mengambil baju gantinya.Bintang mulai berbenah di kamarnya,setelah selesai ia mengambil tas dan berlari ke luar,ia yang melihat jarum jam sudah berada di titik 07.45am pun membuang nafasnya kasar.


Ah... ( ucapnya lemas melihat jarum jam)


Aku harus rela tidak sarapan pagi ini.


gerutu Bintang karena tak sempat memasak untuknya sarapan.


Bintang pun berlari menuju garasi kecil di rumah kontrakannya itu.


Dia tidak mau melihat ku menaiki motor tapi selama dia tidak melihat, itu tidak masalah bukan? ( Dengan senyum menyeringai mulai menuntun motornya keluar garasi).


" Oke, aku harus cari cara agar dia tidak mengenaliku, " ucapnya lagi.


Bintang pun kembali berlari kedalam rumah nya dan tak lama ia kembali keluar.


" Sempurna, " ucap Bintang memuji penampilannya kali ini, " Dengan seperti ini dia tidak akan mengenaliku, " ucapnya lagi.


Bintang pun memasukkan sepatu dan tasnya kedalam jok motor, ia berangkat menggunakan sendal jepit pemberian Regan sebagai alas kakinya,kini ia pun mulai melajukan motornya.


Sedangkan di tempat lain,


David sudah berada di rumah Regan dengan paperbag di tangannya.


" Permisi Tuan, ini ponsel yang Tuan minta tadi malam, "


Regan pun mengambilnya dan menaruhnya di atas meja makan.


"Kau beli ponsel baru? " tanya Kevin yang mulai melihat isi paperbag itu.


Regan yang tidak suka Kevin melihat isinya pun seketika mengambil paperbag itu, membuat Kevin yang melihatnya menjadi kesal.


Regan tak menghiraukan ucapan Kevin dan beranjak dari kursinya.


" Regan berangkat dulu ma,pa, " ucap Kevin berpamitan kepada mama Nita dan tuan Williams.


" Kevin kan belum menyelesaikan sarapannya, tunggulah dia selesai dulu Rey, " ucap mama Nita.


Regan hanya menatap tajam Kevin, tanda bahwa Kevin harus cepat menyelesaikan makannya.


Kevin yang melihatnya pun memasang wajah masamnya.


" Kau berangkat saja dulu, aku harus mengantar Cello ke sekolah barunya terlebih dulu, " ucap Kevin datar.


Regan pun melangkah pergi setelah mendengar ucapan Kevin.


Sedangkan di sisi lain,


Cello yang juga berada di meja mekan terus menghalangi David yang ingin melangkah mengikuti Tuanya,karena Cello terus menghalanginya David pun akhirnya mengalah dan terpaksa harus mendengarkan celoteh anak kecil yang sedang berada di hadapanya saat ini.


" Paman, tolong ajarin Cello bagaimana melotot seperti paman, Cello ingin seperti paman, agar nanti di sekolah baru,Cello di takuti sama teman-teman baru Cello, " ucap Cello yang ingin seperti David yang selalu tampak menakutkan karena sorot matanya yang tajam.


David hanya diam tidak menghiraukan Cello.


Cellopun menarik-narik ujung jas yang sedang David kenakan agar David mau melihatnya, namun David masih saja diam dan tak menghiraukan Cello.


Kevin yang telah selesai makan pun segera pamit kepada paman dan bibinya,ia pun langsung menggendong Cello yang dari tadi terus mengganggu David.


" Kenapa kau malah mau menakut-nakuti teman barumu! kau harus tampak baik di hari pertamamu agar kau punya banyak teman, " ucap Kevin sambil menjitak kepala Cello


" Deddy kenapa hobby sekali menjitak kepala Cello! biarkan Cello belajar dulu sama paman kulkas! jadi anak baru itu tidak enak pasti nanti Cello di buat kalah-kalahan di sana, kalau Cello bisa molotot seperti paman kulkas pasti mereka takut mau nyuruh-nyuruh Cello, " teriak Cello yang kini bergelantung di atas pundak Kevin sambil mengelus-elus kepalanya sendiri.


* Karena sikap David yang dingin jadi Cello memanggilnya Paman Kulkas😁


" Deddy pastikan tidak akan ada yang berani menyuruh anak Deddy, "


" Benarkah? "


" Kau lupa siapa Deddy mu? "


" Hmmm...Pasti Deddy akan memanfaatkan ketampanan Deddy untuk menyuruh para guru wanita menjagaku disana, " ucap Cello dengan wajah masamnya.


" Kau memang anak Deddy, " ucap Kevin mulai memasuki mobil dan menurunkan Kevin di bangku depan yang sejajar dengan bangku kemudi.


Kevin pun melajukan mobilnya melewati Regan yang masih menunggu David.


_


_


Tatapan Paman kulkas yang ingin Cello pelajari😁