
" Aku sibuk! " ucap Regan yang kemudian menutup pintu kamarnya,Kevin pun kini diam mematung dengan otak yang mulai travelling.
" Apa mereka sedang melakukan pertempuran panas?sialan! bisa-bisa aku panas dingin sendiri jika terus disini! " gerutu Kevin yang kemudian meninggalkan kamar Regan.
" Mana Regan Vin? " tanya tuan Williams pada Kevin yang kini sudah kembali di tengah-tengah mereka.
" Lagi sibuk nyetak junior paman, kita di suruh makan duluan, " jawab nya kesal.
" Anak itu! enggak tau apa kalau kita dari tadi nahan lapar! " ucap tuan Williams yang juga kesal.
" Sudahlah pa, namanya juga pengantin baru, " ucap mama Nita yang mulai mengambilkan nasi untuk suaminya itu dan Kevin, " oh ya Vin, mana Cello? " ucap mama Nita lagi yang kini bertanya pada Kevin.
" Masih tidur Bi, " jawab Kevin.
" Owh ya sudah, ayo kita makan, " ucap mama Nita lagi.
Kini mereka pun mulai menikmati makanan mereka masing-masing.
Sementara di kamar entah sejak kapan Bintang tertidur, yang jelas kini tampak Bintang tengah tertidur pulas.Regan yang melihatnya pun tersenyum tipis dan mulai mencium bibir mungil istrinya itu hingga membuat Bintang terbangun.
" Sayang apaan sih! " ucapnya kesal karena suaminya itu mengganggu tidurnya.
" Ayo mandi dulu, " ucapnya pelan sambil membelai pipi mulus Bintang.
" Kau saja dulu yang mandi, " ucap Bintang menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
" Sayang, kalau sudah menikah itu segala sesuatu harus di lakukan berdua, " ucapnya tersenyum licik.
" Kalau kita mandi berdua nanti enggak selesai-selesai, udah kau mandi saja sana! " ucapnya malas karena masih mengantuk.
" Kata siapa? kalau mandi berdua itu akan semakin cepat selesai, " ucapnya yang kini mulai menggendong tubuh Bintang.
" Mana mungkin cepat selesai! otak suami ku ini kan banyak pasirnya, " gerutu Bintang pelan dengan wajah masamnya karena suaminya itu tak membiarkan dirinya tidur sebentar.
" Makanya sekarang Nona Regan sapu,biar otak suami mu ini bersih dari pasir, " jawab Regan yang kini sudah menurunkan tubuh Bintang di buthup.
" Kau bahkan tak membiarkan ku tidur sebentar! " gerutu Bintang kesal.
" Bagaimana bisa kau tidur dengan tubuh yang berkeringat seperti tadi,itu pasti tidak nyaman! " ucap Regan yang kini juga berendam dalam buthup.
" Kau menyebalkan sekali! "gerutu Bintang yang mulai mengerucut kan bibirnya kesal.
Regan yang melihat kekesalan istrinya itupun semakin gemas, ia pun mulai menarik tengkuk Bintang dan kembali mencium bibir mungil Bintang hingga aktivitas panas itu pun kembali terjadi di dalam kamar mandi.
Benar kata Bintang,acara mandi berdua itupun tidak selesai-selesai.Hingga akhirnya permainan panas itu usai setelah Jeck kembali melepaskan lava panasnya.Mereka pun kini mandi bersama di bawah guyuran air shower.
Setelah beberapa menit kini Bintang dan Regan pun selesai dengan aktivitas mandi mereka.
" Sayang aku lapar, " ucap Bintang yang memang lapar karena aktivitas tadi benar-benar menguras energinya.
" Ya sudah, ayo kebawah, aku juga lapar, " ucap Regan yang tak kalah laparnya.
Mereka pun kini keluar dan menuju meja makan yang masih tersedia banyak lauk-pauk di sana.
Mama Nita sengaja tak menyuruh Neni membereskan meja makan, karena Regan dan Bintang belum makan siang.
Seperti layaknya seorang istri pada umumnya, Bintang pun menyiapkan makanan untuk Regan, kini mereka pun sama-sama menikmati makanan masing-masing.
Di sisi lain tampak Kevin yang sedang berjalan ke arah mereka.
" Baru dapat endorse shampoo Bos? keramas mulu! " sindir Kevin yang memang mendapati rambut Regan dan Bintang yang masih sedikit basah.Kini Kevin pun berlalu di hadapan mereka.
Bintang yang mendengar sindiran Kevin pun seketika tersedak ia pun bergegas meneguk air putih yang ada di hadapannya, beda halnya dengan Regan yang tetap biasa saja.
Regan pun kini menatap istrinya yang masih batuk-batuk itu.
" Lain kali segera tutup telingamu jika melihat manusia tadi, apa sekarang belum membaik? " tanyannya khawatir.
" Sudah,aku tidak papa, " jawab Bintang pelan.
" Hei!Kau! apa kau tidak ke kantor?" ucap Regan pada Kevin yang tengah berjalan keluar itu.
" Untuk apa aku kekantor, tugasku sudah selesai di sini, " jawab Kevin dengan santainya.
" Maksudmu? "
" Kalu lupa! Bos ku yang juga pamanku,Tuan Williams Atmaja,beliau menugaskanku di sini untuk membantu mu mengurus perusahaan agar kau punya waktu untuk mencari istri,aku sudah mengawal kalian sampai halal, itu artinya tugasku sudah selesai, dan besok pagi aku akan kembali ke Ausie, " ucap Kevin yang kini kembali melangkah kan kakinya.
" Tidak..tidak..! aku tidak akan mengizinkan mu kembali!bagaimana bisa kau mau kembali? aku saja belum liburan untuk bulan madu! kau harus tetap di sini, bantu David mengurus perusahaan sampai aku pulang bulan madu, " ucapnya sedikit berteriak karena Kevin sudah jauh di depan.
" Ma'af aku tidak mendengar mu! " ucap Kevin yang pura-pura tidak mendengar ucapan Regan dan terus berjalan keluar.
" Bagaimana bisa dia sejahat itu padaku! " gerutu Regan kesal.
Sementara Bintang yang melihat tingkah suaminya itu terus tertawa.Bagaimana tidak laki-laki yang selama ini ia lihat dingin, cuek, sekarang begitu menggemaskan saat kesal dengan saudaranya, mereka memang tampak seperti kakak beradik sesungguhnya.
" Ternyata Tuan presdir yang begitu dingin dan berwibawa bisa menggemaskan juga, " ucapnya sambil mencubit kedua pipi suaminya yang sedang cemberut itu.
" Berhentilah, kalau tidak aku akan melahap mu sekarang! " ucap Regan tak suka karena Bintang terus menggodanya itu.
" Ha.. ha.. ha.., aku takut sekali, " ucap Bintang yang kembali menikmati makanannya.
Kini mereka berdua pun kembali menikmati makanan masing-masing.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat.
Kini sinar rembulan pun mulai menyinari bumi.
Semua keluarga Atmaja kini tengah berkumpul di meja makan.
" Ma, ma'af ya tadi siang Bintang ketiduran, " ucap Bintang tak enak hati mengingat tadi siang dirinya yang tak kunjung kembali saat bilang akan memanggil Regan.
" Iya, enggak papa, mama lebih senang kalau kalian di kamar terus, biar mama cepat dapat cucunya, " ucap mama Nita sambil melirik Bintang dan Regan.
" Tenang saja ma, Regan akan terus produksi kok! " sahut Regan yang kini membuat Bintang membelalakkan matanya.
" Emang dia fikir apaan! " batin Bintang kesal.
" Ha.. ha.. kau ini bisa saja Rey! " sahut tuan Williams dengan tawa renyahnya.
" Oh ya, mana Kevin kenapa belum juga kesini, " ucap mama Nita karena dari tadi kevin belum juga menampakkan wajah tampannya itu, " Nen, tolong panggilkan tuan Kevin, bilang semua sudah menunggu, " ucap mama Nita yang kini berbicara pada Neni yang kebetulan lewat itu.
" Baik nyonya, " jawab Neni yang kini langsung beranjak menuju kamar Kevin.
Tak lama Neni pun kembali.
" Ma'af nyonya, tuan Kevin bilang semua di suruh makan duluan, Tuan Kevin masih membujuk Tuan Muda Cello agar mau makan, " ucap Neni.
" Owh ya sudah, " ucap mama Nita yang mulai mengambil nasi untuk suaminya.Begitu juga dengan Bintang yang juga mulai melayani suaminya.
Kini semua pun mulai menikmati makanan masing-masing.
Tak lama Kevin pun datang dengan menggendong Cello,tampak mereka sedang bermain pesawat-pesawatan.
" Oke, sekarang pesawat siap mendarat, " ucap Kevin sambil menurunkan Cello di salah satu kursi yang ada di sana.
Hot daddy satu ini selalu ada akal untuk membujuk putra kecilnya yang sedang patah hati itu.
" Huh! " ucap Cello memalingkan wajah, " Cello enggak mau makan sama penghianat! " ucap Cello yang kemudian berlari pergi meninggalkan meja makan.
" Bocah itu! " gerutu Kevin pelan, " ma'af anak itu akhir-akhir ini ucapannya memang suka aneh-aneh,jadi abaikan saja, " ucapnya lagi yang kini berbicara pada Bintang,Kevin pun kini berlari mengejar Cello.
" Ma'af ma, pa, sepertinya Bintang harus memperbaiki hubungan Bintang sama Cello, mama sama papa lanjutin saja makannya, " ucap Bintang yang kini juga mengejar Cello.
" Regan susul Bintang dulu ma, " sahut Regan yang kini mulai menyusul Bintang.
Mama Nita dengan Tuan Williams pun bengong melihat semua orang meninggalkan meja makan.
" Cello,Cello,bocah itu sebenarnya butuh kasih sayang dari seorang ibu, dia menyukai Bintang karena Bintang tulus menyayangi nya bukan seperti wanita-wanita yang selama ini dekat dengan Kevin,menyayangi Cello hanya untuk pencitraan di depan Kevin, semoga Kevin bisa mendapatkan wanita seperti Bintang ya pa? " ucap mama Nita penuh harap.
" Iya ma semoga saja, " jawab Tuan Williams.
Sementara di sisi lain, tampak Kevin yang tengah membujuk Cello yang kini berada di taman belakang.
" Cello, boleh kakak cantik bicara sama Cello? " ucap Bintang yang kini sudah berada di antara mereka.
" Cello tidak mau bicara sama penghianat! " ucap Cello dengan tangan yang ia silangkan di dada.
" Penghianat? jadi kakak cantik penghianat gitu?" tanya Bintang dengan senyuman tipisnya.
" Iya! kita kan satu tim! tapi kakak cantik malah nikah sama manusia berdarah dingin itu! " ucap Cello kesal sambil menunjuk Regan yang kini berdiri di samping Kevin.
" Ini itu namanya strategi, Cello tau kan apa itu stategi? " bujuk Bintang.
Seketika ekspresi Cello pun berubah sedikit ceria.
" Strategi? iya.. iya Cello tau,kaya di Naruto itu kan kak kalau mau perang? " ucap Cello dengan polosnya.
" Iya, jadi ini itu strategi kakak biar manusia berdarah dingin itu enggak berani sama kita. "
" Owh gitu, tapi kalau Cello udah setinggi daddy kakak cantik tetap mau kan nikah sama Cello, " ucap Cello lagi.
" Kakak mau tau dulu, kenapa sih Cello pingin banget kakak cantik jadi istri Cello? " tanya Bintang lembut.
" Biar kalau sekolah Cello di anter sama kakak,Cello ingin kaya temen-temen Cello yang di anter sama mamanya, " jawab Cello yang selama ini memang merindukan kasih sayang dari seorang ibu.
Bintang yang mendengarnya pun diam membisu.
" Sepertinya Cello merindukan sosok ibunya,apa ibunya tak pernah menemuinya selama ini? " gumam bintang dalam hati. Kini Bintang pun menatap Kevin dan Regan yang sama-sama diam setelah mendengar ucapan Cello.
" Baiklah,mulai besok kakak cantik akan antar jemput Cello sekolah,oke! " ucap Bintang bersemangat.
" Kakak janji? " tanya Cello memastikan.
" Iya kakak janji,sekarang ayo kita makan, siapa yang terakhir sampai meja makan dia harus nyebokin cicak! " ucap Bintang yang kini mulai berlari di susul Cello yang kini berlari di belakangnya.
" Kakak curang mainya! " teriak Cello yang terus berlari mengejar Bintang.
Sementara Regan dan kevin yang melihat kelakuan Bintang pun tersenyum tipis.
" Sosok ibu yang sempurna,sayang kau mengenalnya lebih dulu dari pada aku! " ucap Kevin yang terus memperhatikan Bintang dari kejauhan.
" Berhenti menatapnya seperti itu! " menendang betis Kevin hingga membuat Kevin meringis kesakitan.
" Sakit Bambaaaaang! " gerutu Kevin pada Regan yang kini meninggalkan nya sendiri itu.
Taman belakang yang sedikit gelap membuat Kevin bergidik ngeri,ia pun kini bergegas lari menyusul Regan.
" Wooiii...,tunggu ! " teriaknya pada Regan yang sudah jauh di depannya itu.
Kini mereka semua pun kembali ke meja makan untuk makan malam, terlihat Bintang begitu telaten menyuapi Cello makan.
" Jadi siapa yang kalah? " tanya Regan tentang permainan yang di ciptakan Bintang tadi.
" Yang kalah Deddy, ya kan sayang? " ucap Bintang yang kini bicara pada Cello.
" Iya jadi daddy sama deddy kedua harus nyebokin cicak! " ucap Cello yang di sambut tawa oleh Bintang.
" Kapan lagi bisa ngerjain pak Presdir ya kan? " batin Bintang senang.
Sementara Regan dan Kevin sama-sama membelalakkan matanya dan saling tatap karena mereka merasa tidak pernah ikut dalam permainan itu.
" Apa-apaan?kenapa jadi daddy? deddy kan enggak ikutan main? " protes Kevin.
" A..aku dapet pesan dari David sayang, aku keruang kerja dulu ya, " ucap Regan yang mencoba kabur.
" Eits! mau kemana? aku enggak bisa kau kibulin kaya mama ya? mana-mana ponselnya coba aku cek, " ucap Bintang sambil menarik baju suaminya yang mau kabur itu.Bintang pun kini melihat ponsel Regan dan benar tidak ada pesan masuk dari siapapun kecuali dari operator.
Regan pun kini hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Pokoknya enggak boleh tidur sebelum nyebokin cicak!kalau enggak Cello mogok makan sampai taun depan! " ancam Cello.
Bintang pun tertawa cekikikan.
" Sayang, masak ia kau tega nyuruh aku nyebokin cicak?gimana caranya coba! " protes Regan.
" Udahlah sayang, lakuin aja biar Cello seneng,kasihan selama ini sepertinya dia begitu merindukan mamanya,dia menyembunyikan kesedihannya selama ini,kasihan kan? " bisik Bintang.
Regan pun mendengus kesal.
" Bener juga,bocah tengil ini selalu tampak kuat, dia tidak pernah memperlihatkan kesedihannya selama ini," gumam Regan dalam hati.
Kini Regan pun merangkul bahu Kevin.
" Ayo! " ucapnya yang kini berbicara pada Kevin.
" Kemana? " tanya Kevin.
" Cari cicak! " jawab Regan yang mulai mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan itu.
" Sialan! bagaimana bisa istri mu menciptakan permainan seperti ini! benar-benar gila! " gerutu Kevin kesal.
" Jangan bilang dia gila! " memukul Kepala Kevin.
" Shiiit..! jangan memukul ku! hilang kan tu cicak! " gerutu kevin kesal karena hampir saja bisa menangkap cicak.
" Sudah, biar aku yang cari,kau nanti yang nyebokin! " ucap Regan dengan berjalan mengendap-endap.
" Tidak! enak banget kau! " protes Kevin.
" Anak siapa! aku udahan ni! " ancam Regan.
" Iya.. iya.. aku yang nyebokin, " ucap kevin pasrah bagaimana pun ini demi putra kecilnya.
" Sialan! kenapa istrinya juga menyebalkan sama seperti nya! gimana coba caranya nyebokin cicak, pantatnya aja aku kagak tau! " gerutu Kevin kesal.
Sementara Bintang terus tertawa melihat tingkah dua orang yang sedang berusaha menangkap cicak itu.
" Cello sayang,besok kan Cello sekolah,cello tidur aja dulu ya, nanti kakak cantik vidio in pas deddy nyebokin cicak, Cello bisa liat besok pagi vidionya, oke! " ucap Bintang pada Cello.
" Ya sudah, Cello tidur sama Neni,kakak cantik di sini saja tungguin daddy, " ucap Cello.
" Ya sudah,sekarang kita cari Neni dulu, " ucap Bintang yang kini mulai beranjak dari kursinya.