My Big Boss

My Big Boss
Raja iblis



Kevin pun melajukan mobilnya melewati Regan yang masih menunggu David.


" Kau membuatku menunggu lama, " ucap Regan menatap tajam David yang kini berada di hadapannya.


" Ma'af Tuan, tadi Tuan Muda Cello terus mengganggu saya, " ucap David sambil membukakan pintu mobil untuk Regan.


Regan pun kini memasuki mobil mewah milik David dan kemudian di ikuti David yang mulai masuk dan duduk di bangku kemudi.Kini David pun mulai melajukan mobilnya.Saat di perjalanan Regan meminta David untuk putar arah,David yang bingung pun mulai bertanya pada Tuannya.


" Ma'af Tuan kita mau kemana? "


" Kita jemput gadis bodoh itu dulu, "


" Baik Tuan, " ucap David yang mengerti bahwa yang di maksud Regan adalah menjemput Bintang,namun dalam benaknya ia masih bertanya-tanya.


Drama apa lagi ini Tuan?


Tolong jangan buat nona Bintang berharap lebih padamu,karena kau hanya akan membuatnya sakit hati setelah ia tahu bahwa kau akan bertunangan.


Saat perjalanan menuju rumah Bintang David harus berhenti karena lampu merah,di arah yang berlawanan David memperhatikan orang yang menurutnya tidak waras.


Bagaimana orang itu percaya diri sekali dengan apa yang ia kenakan sekarang?


Mungkin dia memang tidak waras, bagaimana bisa dia menggunakan jas hujan di saat cuaca secerah ini? hahaha.. orang itu hebat sekali bisa membuatku tertawa melihatnya.


Gumam David tertawa kecil yang kemudian melajukan mobilnya karena lampu yang sudah beralih hijau.


Saat melajukan mobilnya ia berpapasan dengan orang itu, Davidpun menyempatkan melirik ke arah orang yang sekarang sedang melaju berlawanan dengannya, karena jarak yang begitu dekat David pun bisa melihat jelas orang itu tapi ia tak bisa melihat wajahnya karena tertutup masker dan kaca mata hitam yang sangat besar.


" Motor itu..., " (melihat motor yang di kendari orang itu, David pun mulai mengingat motor yang baru saja ia lihat), " Motor itu, ya motor itu mirip sekali dengan motor Nona Bintang, " ucap David pelan saat ia mengingatnya.


Regan yang mendengar David berbicara pun bertanya.


" Kau bicara dengan siapa? "


" Saya tidak berbicara dengan siapa-siapa Tuan,"


" Apa kau berbicara sendiri ?"


" Saya hanya melihat orang yang mengendarai motor yang sangat mirip dengan motor Nona Bintang, "


" Benarkah, dimana orangnya? "


" Sudah jauh di belakang kita Tuan,"


Regan pun mulai membuka jendela, ia mulai melihat kebelakang dan masih bisa melihat orang yang mengendarai motor yang David maksud.


" Putar arah Dav, kejar orang tadi dan hentikan dia, "


" Baik tuan, " ucap David tanpa bertanya walaupun ia tak mengerti kenapa tuanya menyuruhnya putar arah dan mengikuti orang tadi.David pun mulai menambah kecepatan mobilnya.


Sedangkan Regan yang berada di bangku belakang mulai panik dan cemas melihat orang yang sedang mereka kejar mengendarai motor dengan sangat kencang, orang itu bahkan menyalip setiap kendaraan yang ada di depannya,walaupun orang itu melakukannya dengan gesit tetap saja membuat jantung Regan berdebar saat melihatnya.


" Gadis itu! ( mengepalkan tangan karena kesal) bisa-bisa dia membuatku terkena serangan jantung sekarang!kenapa masih saja membangkang tidak mau mendengar ucapanku! " gerutu Regan yang tau jika orang yang mengendarai motor itu adalah Bintang.Regan hafal betul motor milik Bintang hingga dengan mudah ia mengenalinya.


Jalanan yang mulai macet menyulitkan David mengejar Bintang.


" Ma'af Tuan, jalanan mulai macet saya kesulitan mengejar orang itu, "


Regan pun memukul bangku yang ia duduki karena kesal.


" Ma'af Tuan, kenapa kita harus mengikutinya, sebenarnya siapa orang itu? " ucap David yang mulai bertanya karena melihat Regan begitu kesal.


" Dia gadis bodoh yang bosan hidup, "


Gadis bodoh?


Apa yang di maksud Tuan Regan kali ini Nona Bintang?


gumam David dalam hati, ia pun mulai bertanya untuk memastikan.


" Apa maksud Tuan Nona Bintang? "


" Ya, Siapa lagi! "


" Terus kenapa Nona Bintang harus berpenampilan seperti itu? "


" Itulah salah satu kebodohannya, "


Dia ingin mengelabuhiku agar aku tidak mengenalinya, dia tidak tau kalau aku mengingat betul setiap inci motornya.


Gumam Regan dalam hati dengan senyum tipis di bibirnya.


Mobil David yang terjebak macet pun membuatnya hanya bisa melihat Bintang dari kejauhan tanpa bisa mengejarnya, ia kembali tersenyum tipis karena melihat penampilan Bintang yang sangat kocak.


Regan yang melihat polisi patroli pun mulai turun dan menghampiri.


" Iya, ada yang bisa kami bantu Tuan, " ucap polisi itu yang juga berada di tengah kemacetan.


" Apa bapak melihat orang yang memakai jas hujan disana! "


Polisi pun mengikuti arah Regan menunjuk, betapa terkejutnya saat polisi itu melihat penampilan Bintang.


Kenapa dia berpenampilan seperti itu?


ucap pelan polisi itu tapi masih bisa di dengar oleh Regan.Regan yang mendengarnya pun tersenyum tipis.


" Iya, ada apa dengan orang itu Tuan, "


" Dari tadi dia meresahkan semua pengendara yang lain karena dia melajukan motornya ugal-ugalan,jika bapak tidak percaya bapak bisa mengikutinya untuk mendapatkan buktinya, " ucap Regan terpaksa menggunakan jasa polisi untuk menghentikan Bintang.


" Terimakasih Tuan untuk informasinya,"


" Sama-sama Pak, " ucap Regan yang kembali berjalan menuju mobil David dengan senyum menyeringai.


Sedangkan di sisi lain,David hanya bisa melihat tuannya dari dalam mobil tanpa tau percakapan mereka, ia pun bergegas membuka mobil saat tau Regan sudah berada di depan mobilnya.


Setelah beberapa menit kini lalu lintas kembali lancar berkat kinerja para polisi lalu lintas yang mengatur alur jalan.


Mobil Davidpun yang awalnya tak bisa bergerak kini bisa melaju walau masih dengan kecepatan sedang.


Di tempat lain,


Polisi yang tadi patroli kini bisa mengejar Bintang, ia pun menyuruh Bintang untuk menepi, dengan wajah paniknya Bintang pun menepi.


Belum juga polisi itu bicara Bintang sudah menyodorkan STNK dan SIM miliknya.


" Sudah lengkap kan pak, saya boleh jalan ya," ucap Bintang yang mulai merebut kembali SIM dan STNK dari tangan polisi dan bersiap melajukan kembali motornya.


" Ma'af Nona, Nona saya tilang, "


Bintang pun mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan polisi itu.


" Tilang?


Kenapa bapak mau menilang saya, surat-surat saya sudah lengkap loh pak, saya juga sudah pakai helm dan masker, salah saya di mana?bapak jangan ngadi-ngadi deh pak, saya itu sudah kesiangan nanti kalau saya telat apa bapak mau tanggung jawab?Bos saya itu galaknya gak ada obat, kalau telat saya bisa mati berdiri di omelin sama mulut pedasnya itu,saya belum nikah pak, apa bapak tega melihat saya yang cantik jelita ini mati sebelum nikah? saya masih pingin ngerasain nikah pak, saya pingin ngrasain punya suami, jadi bapak tolong jangan hancurkan masa depan saya,kenapa bapak jahat banget sama saya,


saya punya salah apa sama bapak, ketemu bapak aja baru kili ini, hiks... hiks.., " ucap Bintang yang terus mengoceh kemana-mana dan pura-pura menangis di depan polisi.


" Ma'af Nona, memang surat-surat Nona sudah lengkap, nona juga sudah memakai standart keselamatan berkendara roda dua, tapi saya menilang Nona karena saya mendapat laporan kalau Nona mengendarai motor dengan ugal-ugalan hingga membuat pengendara lain resah, "


" Haduh pak,tuh yang ngelaporin pasti orang yang gak suka sama saya,mereka iri sama hidup saya pak,tolong jangan percaya mereka pak,biarkan saya jalan pak, " ucap Bintang dengan senyum manis di bibirnya penuh harap.


" Saya mempunyai buktinya Nona, rekan saya baru saja mengirimkan vidio dari CCTV yang terpasang di lampu merah di ujung jalan sana, di sini terlihat jelas Nona menaiki kendaraan dengan ugal-ugalan, "


" Haduh bapak, ini itu seni dalam bermotor pak bukan ugal-ugalan, " ucap Bintang mencari alasan.


" Ma'af Nona ini sudah peraturan, Kita akan menghubungi Nona untuk mengikuti sidang minggu depan, " ucap Polisi itu sambil memberikan surat tilang kepada Bintang.


Tidak beberapa lama mobil polisi pun datang, beberapa polisi turun dan mulai mengangkat motor Bintang untuk menaikannya ke mobil bak polisi.Bintang pun tercengang Melihat motornya di angkut.Saat ia mengingat bahwa tas dan sepatunya ada di jok motor ia pun meminta polisi itu untuk mengambilkannya.


" Ini barang-barang anda Nona, "


" Terimakasih pak, " ucapnya ketus.


Setelah memberikan barang-barang Bintang,Polisi dan mobil bak polisi yang mengangkut motor Bintang pun melaju pergi.


Bintang yang melihat hanya bisa pasrah,ia pun mulai melepas jas hujan yang ia kenakan sambil terus menggerutu.


Sudah jam delapan, aku benar-benar telat sekarang.


Tuhan tolong buat si raja iblis itu kesiangan sampai kantor,atau sekalian saja buat dia tidak masuk kantor.


" Sayangnya, sekarang raja iblis itu sudah berada di sampingmu, " suara Regan yang membuat Bintang membulatkan mata sempurna.


_


_


_


_


_


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian☺


Happy Reading 😊