
Semua keluarga besar Regan dan Bintang di berikan keistimewaan untuk menginap satu malam dan menikmati semua fasilitas hotel mewah milik Regan setelah menghadiri pesta pernikahan mereka. Kebijakan itu tentu saja atas kehendak si pemilik hotel.
Pagi ini semua berencana untuk pulang ke rumah masing-masing,termasuk juga Regan yang akan membawa Bintang untuk pulang ke rumahnya.
Mama Nita yang dari tadi menunggu Regan di lobby hotel merasa kesal karena Regan tak kunjung juga datang. Kini mama Nita pun kembali ke kamar hotel yang ditempati Regan dan Bintang, baru saja mama Nita ingin mengetuk pintu Regan sudah keluar dengan wajah masam dan badan yang tampak berkeringat.
" Sayang, kau baik-baik saja? " tanya mama Nita yang melihat wajah anaknya yang tampak kusut itu.
" Tidak! " jawab Regan ketus.
" Apa terjadi sesuatu? " tanya mama Nita sambil mengedarkan pandangan nya ke dalam kamar pengantin baru itu, tampak pakaian Bintang yang masih berserakan di lantai, mama Nita pun seketika menutup mulutnya,kini ia pun mengerti kenapa Regan bersikap ketus padanya.
" Ma'af mama ganggu ya, " ucap mama Nita lagi.
" Telat! " jawab Regan masih dengan ketus nya,ia pun menutup pintu kamar nya dan mulai meninggalkan mamanya yang masih berada di depan pintu kamarnya itu.
Mama Nita pun langsung mengikuti langkah anak laki-laki nya yang sedang kesal padanya itu.
" Sayang,kau bisa lanjutin nanti,mama pastikan gak bakal ada yang ganggu, oke! ma'afin mama ya,ya,ya..," ucap mama Nita lagi sambil menyenggol bahu anaknya itu.
" Hmmm... iya, " jawabnya yang masih kesal.
" Oh, ya, kau tak mengajak Bintang untuk menemui keluarga besar kita, mama juga tak melihat nya tadi,kemana istri mu? "
" Bintang masih mandi, "
" Owh,baiklah,sekarang ayo cepat, jangan sampai paman Robby dan semuanya ketinggalan pesawat karena terlalu lama menunggu mu, " ucap mama Nita yang kini mulai mempercepat langkahnya.
Paman Robby adalah kakak tertua dari mama Nita yang lama tinggal di Jerman.
Regan dan mama Nita yang kini sudah berada di lobby hotel pun mulai menemui semua keluarga besarnya yang akan pamit pulang.
Sedangkan di tempat lain,Bintang yang telah selesai dengan aktivitas mandinya pun bergegas menghubungi bu Dewi untuk mengantar pakaian ganti untuknya,karena semua pakaiannya ada di kamar hotel yang beberapa hari lalu ia tempati,jadi ia meminta ibunya untuk mengantarkan ke kamar hotel yang kini ia tempati bersama Regan.
" Ma,apa mama juga akan pulang sekarang? " tanya Bintang yang kini sudah duduk berdua dengan bu Dewi di kursi sofa yang ada di kamarnya itu.
" Iya, mama pulang hari ini, sudah lama mama meninggalkan rumah dan kebun kita di desa, " jawab mama Nita yang kini membelai rambut Bintang yang terurai.
" Bintang ingin pulang ke desa dan tinggal bersama mama, " ucap Bintang yang kini memeluk bahu mamanya itu.
" Suami mu kan usahanya ada di sini sayang, jika kau tinggal bersama mama itu akan menyusahkan suamimu, dia harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk pergi ke kantor, "
" Kalau begitu mama saja yang tinggal di sini ya ma, Bintang enggak mau mama terus kesepian, " ucap Bintang dengan mata yang berkaca-kaca.
" Kata siapa mama kesepian,mama banyak menghabiskan waktu mama di kebun, mama punya banyak teman dari sana, para pegawai yang sedang memetik teh, mereka semua teman mama yang selalu menemani hari-hari mama,tetangga kita juga semua ramah mereka juga selalu ada dan membantu mama jika mama sedang kesusahan, jadi kau tak perlu memikirkan itu, "
" Tetap saja Bintang merasa tak tenang jika jauh dari mama, Bintang terus menghawatirkan mama, " jawabnya yang masih menempel pada bahu mamanya itu.
" Mama baik-baik saja jadi kau tak perlu sekhawatir itu, " ucap mama Nita yang kini memegang wajah putrinya itu dengan kedua tangannya.
" Mama memang selalu saja seperti itu," ucap Bintang yang kini memeluk erat tubuh bu Dewi,ia hafal betul bagaimana watak mamanya itu yang tak akan mudah untuk merubah keputusannya, " Ma,Bintang minta ma'af,Bintang belum bisa menepati janji Bintang dulu,tapi mama tenang saja Bintang akan berusaha mendapatkan kembali perkebunan teh yang terpaksa mama jual dulu, " ucap Bintang lagi yang merasa bersalah pada ibunya, pasalnya setelah lulus kuliah ia berjanji pada bu Dewi akan bekerja keras untuk membeli kembali perkebunan teh milik keluarganya itu, namun takdir berkata lain, sampai saat ini tabungan yang ia miliki separuh dari harga kebun itu pun belum sampai.
" Sudah, kau jangan memikirkan itu, jika memang kebun itu masih di takdir kan untuk menjadi milik kita,suatu saat nanti kebun itu pasti akan kembali menjadi milik kita,entah bagaimana Tuhan mengaturnya, "
" Mama bijaksana sekali, " ucap Bintang yang kini di hadaiahi cubitan oleh bu Dewi karena tidak serius memuji nya itu.
" Dasar kau ini! " ucap bu Dewi kesal dengan tingkah putrinya yang kini tersenyum nyengir di hadapannya itu.
" Kau sekarang sudah menjadi seorang istri, kau harus patuh terhadap suamimu, jangan suka mengeyel ataupun membantah lagi, kau mengerti! " ucap bu Dewi lagi karena hafal betul dengan kebiasaan Bintang yang suka membantah dan pintar sekali mengeyel.
" Iya, iya ma, " jawab Bintang pelan.
" Ya sudah mama kembali ke kamar mama dulu, mama sudah membawa semua barang-barang mu dari kamar yang kau tempati dulu, jadi kau tak perlu lagi ke kamar itu, " ucap bu Dewi yang kini tengah berjalan ke luar.
" Harusnya mama tidak perlu serepot itu, Bintang bisa melakukannya sendiri, " ucap Bintang yang tak enak hati membuat mamanya selalu repot.
Kini Bintang pun mulai berbenah lagi sebelum benar-benar pulang.
Di sisi lain, Regan yang telah selesai dengan acara perpisahan dengan keluarga besarnya itu pun bergegas kembali ke kamarnya dengan wajah yang kemabali cerah,secerah sinar mentari.
" Cie.. cie... semangat banget balik ke kamar, mau nerusin yang tadi ya? " goda mama Nita yang melihat anak laki-laki nya itu kembali ceria karena mengingat dari tadi hanya menekuk wajahnya karena kesal.
" Apaan sih ma,Regan cuma mau mandi, " jawab Regan yang sedikit malu karena godaan mamanya itu.
" Kalau mau nerusin yang tadi juga gak papa,cepetan cetak Regan junior untuk mama, " ucap mama Nita lagi yang tak henti menggoda anak laki-laki nya itu yang kini wajahnya mulai merona.
" Apa sih ma? nyetak apa? " tanya Tuan Williams yang baru saja bergabung dengan dua orang yang kini sedang berjalan menuju lantai dua itu.
" Anak kita mau nyetak junior Pa, " jawab mama Nita tersenyum genit pada Regan.
Regan pun hanya mengabaikan mamanya yang terus menggodanya itu.
" Butuh tutorial gak Rey?kalau mau nanti papa kasih live streaming deh, papa lama gak olahraga bareng Mama, " goda Tuan Williams yang mendapatkan pukulan dari mama Nita.
"Ingat umur Pa! uban udah di mana-mana masih saja mikir begituan! " ucap mama Nita kesal, " sudah cepatlah ke kamar mu Rey, jangan dengarkan omongan papamu tadi, " ucap mama Nita lagi yang kini berbicara pada Regan.
" Papa cuma bercanda Ma,tapi kalu Regan butuh kan gak papa kita kasih tutorialnya, " ucap Tuan Williams yang masih saja usaha.
" Paaapaaaaaaa! malu sama anaaak! " teriak mama Nita yang kini mengejar suaminya yang tengah lari karena takut kena amukan singa betina.
Regan pun hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua orang tuanya.Ia pun kini bergegas menuju kamarnya.
Regan yang kini sudah berada di dalam kamar pun mendapati istrinya sudah tampak cantik dengan balutan gaun pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Walau tanpa riasan Bintang tetap terlihat cantik.
Tampak Bintang yang kini sibuk merias diri di depan cermin.
" Istriku cantik sekali sih! " ucap Regan yang kini memeluk tubuh ramping Bintang dari belakang.
" Kalau enggak cantik mana mau tuh Bos galak nikah sama aku, " ucap Bintang ketus.
" Nona Regan memang pintar sekali, " jawab Regan yang masih nemplok di punggung istrinya itu.
Bintang yang mendengar jawaban dari laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya itupun mulai naik darah.
" Jadi kalau aku jelek kau tidak mau! " ucapnya ketus.
" Kalau ada yang cantik kenapa harus memilih yang jelek, " jawabnya tanpa dosa.
" Dasar ngeselin!menjauhlah dariku! " ucap Bintang emosi.
" Enggak mau! " tetep nemplok di punggung Bintang.Regan yang tau istrinya itu kesal malah tertawa tanpa suara di balik punggung Bintang,ia senang sekali melihat wajah kesal istrinya itu.
" Wajah ku akan berubah jadi polkadot karena jerawat ini, jadi sekarang menjauhlah, cari sana wanita cantik di luar! " putus asa karena ada satu jerawat yang tebar pesona di pipi mulusnya.
" Ha.. ha.. ha.., kau ada-ada aja sih sayang,mana ada wajah polkadot! " ucap Regan yang kini mencubit kedua pipi istrinya yang sedang jengkel itu, " walaupun wajah mu berubah jadi polkadot, jadi belang mirip Zebra, tutul-tutul kaya macan, tenanglah kau tetap cantik di mataku, " ucapnya lagi.
" Huh! mulut laki-laki memang banyak racunnya,pintar sekali bicara, " gerutu Bintang pelan.
Regan yang mendengar ucapan Bintang pun tersenyum tipis.
" Sudah jangan gunakan otakmu yang kecil ini berfikir yang tidak-tidak,aku mencintaimu dan itu tak kan mengubah arah pandangan ku, " ucapnya yang kemudian memberikan satu kecupan di bibir mungil istrinya itu,kini Regan pun berlalu ke kamar mandi.
Bintang hanya diam mematung melihat punggung suaminya yang kini berjalan ke arah kamar mandi itu.
" Dia pintar sekali membuatku luluh, " gumamnya dalam hati dengan senyuman tipis mengingat sikap manis suaminya itu.
" Tawaran mandi bareng masih berlaku, mau mandi bareng tidak? " ucap Regan sebelum benar-benar menutup pintu dengan senyuman genitnya.
" Hah! tidak,tidak aku kan sudah mandi, " jawab Bintang gugup.
Regan yang melihat kegugupan istrinya itu membuatnya semakin senang menggoda istrinya yang masih malu-malu kucing itu.
" Baiklah,nanti kita mandi bareng di rumah, " ucapnya yang kini mulai menutup pintu.
Bintang pun kini hanya bisa bengong menatap pintu kamar mandi, hingga suara getar ponselnya mengagetkannya.Tampak nama Rita di layar ponselnya.
" Ya! ada apa! " ucap Bintang menatap layar ponselnya yang memperlihatkan wajah Rita dan Livia karena mereka sedang tersambung dalam sambungan video call.
" Pengantin baru galak amat sih!
ups! kita ganggu ya?please! jangan bilang kau sekarang lagi nyetak junior! " ucap Rita menutup mulutnya sendiri.
" Oh tidak! berdosa banget kita Rit! " ucap Livia menimpali.
" Dasar otak ngeres! sapu dulu deh tuh otak kalian biar gak banyak pasirnya! " ucap Bintang ketus.
" Ha.. ha.. ha.., kita mah enggak ngeres Bi, kita cuma bicara realita, ngaku aja sih,enggak usah malu sama kita, " ucap Livia tertawa lepas.
" Ha..ha..ha..,iya,iya...,emang kemana suami mu sekarang? " ucap Rita yang kini bertanya.
" Dia sedang mandi, ada apa kalian menghubungi ku? awas saja kalau cuma mau menggoda ku! " ucap Bintang kesal.
" Gitu banget sih Bi,kita tu mau tau kau senang tidak dengan hadiah yang kita berikan? " sahut Livia.
" Hadiah? kapan kalian memberi ku hadiah? " tanya Bintang Bingung.
" Pakaian yang ada di almari itu, aku dan Rita membelikan itu untuk hadiah pernikahan mu," jawab Livia.
" Bagaimana kalian bisa memberi ku pakaian kurang bahan seperti itu! " ucap Bintang kesal.
" Itu pakaian yang wajib di pakai seorang istri saat malam hari, apa semalam kau tidak memakainya! " ucap Rita kesal.
" Tidak! " jawab Bintang ketus.
" Bagaimana bisa kau tidak memakai pakaian itu di malam sakral mu! huh! kau menyebalkan sekali ! nanti malam kau harus memakainya! mengerti! " ucap Rita kesal.
" Mana mungkin aku memakai pakaian itu,ah tidak, tidak...!" gumamnya dalam hati yang geli membayangkan dirinya memakai langerie pemberian dua temannya itu.
Tampak Regan yang kini keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melingkar di pinggangnya,membuat tubuh kekar dan perut ABS yang menjadi racun kaum hawa itu terpampang jelas hingga membuat Livia dan Rita tak berkedip melihatnya dari layar ponsel mereka.
" Kalian kenapa pada melotot gitu sih! " tanya Bintang yang tak tau jika dua temannya itu sedang memandangi tubuh suaminya yang berada tak jauh di belakangnya itu.
" Woooah...,gila,gila,gila...,tubuh Tuan Regan keren banget, kau beruntung sekali sih Bi! " celetuk Rita yang tetap bengong melihat Regan yang kini tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Bintang yang mendengar ucapan Rita pun seketika mencari di mana suaminya itu berada,kini ia pun mendapati suaminya yang hanya mengenakan handuk itu tersenyum tipis ke arahnya.
"Bagaimana bisa kalian memandang tubuh suamiku seperti itu! " ucapnya tak suka melihat dua temannya menikmati tubuh seksi suaminya.
Kini Bintang pun melotot ke arah dua temannya itu dengan dua jari yang ia arahkan ke layar ponselnya, seakan siap mencolok kedua mata temannya yang terus menatap tubuh suaminya itu, ia pun kini menutup ponselnya.
" Sungguh konyol sekali,sekarang aku sudah seperti singa betina,hahaha...," tawa Bintang dalam hati mengingat sikapnya sendiri.
" Sialan malah di tutup, " gerutu Rita dari seberang yang kesal karena Bintang memutuskan sambungan video callnya yang membuatnya kehilangan pemandangan indah itu.
" Dia tak membiarkan kita melihat tubuh suaminya,dasar bucin! " ucap Livia menimpali.
Kini Bintang pun menaruh ponselnya di atas ranjangnya.
" Siapa sayang? " tanya Regan menghampiri Bintang.
" Emmm, itu Livia dan Rita, "
" Mereka menghubungi mu pagi sekali, apa yang kalian bicarakan? "
" Emmm.. itu, mereka ingin tau keadaan ku saja, " ucapnya yang tak mungkin menceritakan apa yang mereka bicarakan tadi.
" Mereka perhatian sekali, " ucap Regan yang kini mulai melepas handuknya untuk berpakaian.
Bintang yang melihatnya pun membelalakkan matanya, ia pun membalikkan badannya dan mulai menutup matanya dengan kedua tangannya.
" Sayaaaang,porno ih! kenapa ganti baju di sini sih! kan ada ruang ganti tuh di situ! " ucapnya sambil menunjuk ruang ganti.
" Emang apa salahnya kalau di sini, " ucap Regan dengan santai nya memakai pakaiannya.
" Kan ada aku? apa kau tidak malu? " lupa ingatan kalau semalem udah main buka-bukaan.
" Kenapa harus malu, kau sekarang istriku,semalam kau juga sudah melihat semuanya bukan? " ucapnya dengan senyum menyeringai.Regan begitu gemas melihat istrinya yang masih saja malu-malu.
" Aaaaa.. kenapa aku lupa kalau semalem udah liat bentuk Jeck? " gumam Bintang dalam hati dengan wajahnya yang merona mengingat bentuk tongkat sakti suaminya.
" Cepatlah mama sudah menunggu kita untuk sarapan, " mengalihkan pembicaraan sambil melihat pesan dari mama Nita yang memang mengajaknya sarapan itu.
" Ayo! " ucap Regan merangkul bahu Bintang.
" Hah! " ucapnya terkejut karena suaminya kini sudah berada di sampingnya.
" Dia cepat sekali mengenakan pakaiannya, " gumamnya dalam hati sambil memperhatikan suaminya yang tampan itu.
" Kenapa menatapku seperti itu, owh,aku tau pasti lagi bayangin bentuk Jeck kan? " goda Regan.
" Ih, apaan sih! ngapain juga bayangin Jeck, " ucap Bintang salah tingkah karena memang Jeck sedang memenuhi otaknya.
" Udah ngaku aja, tuh muka mu merah gitu, bener lagi bayangin Jeck kan? " Regan suka sekali menggoda istrinya.
" Kalau kau terus menyebut nama Jeck otakku otomatis membayangkan nya,jadi berhentilah membahas Jeck,kau membuat otakku tercemar, " gerutu Bintang kesal.
" Ha..ha..ha..,kau yang membayangkan nya aku yang kau salahkan,dasar musum!" goda Regan lagi.
" Sayang jangan bilang aku mesum! aku enggak mesum! " ucap Bintang dengan satu pukulan yang ia hadiahkan ke bahu suaminya karena kesal.
" Dari tadi bayangin Jeck kalau enggak mesum apa namanya? "
" Pokoknya aku enggak mesum! " kesal tingkat dewa.
" Baiklah,anggap saja aku percaya, " mencium bibir mungil Bintang yang sedang cemberut.
" Tuh kan nyebelin,pake nyium-nyium lagi ! " memukul dada bidang suaminya.
Bintang pun kini menyilangkan tangan di dada dengan wajah cemberut,Regan yang melihat tingkah istrinya itupun tersenyum tipis.
" Ya sudah aku deh yang mesum, " ucapnya agar Bintang kembali tersenyum.
" Nah, kalau itu bener, " memandang masam wajah suami yang menjengkelkan itu.
" Ya sudah, sini cium lagi, " mulai mendekatkan wajahnya.
" Tidak, tidak, mama sudah menunggu kita di bawah, " ucap Bintang karena memang mama Nita dengan yang lain sudah menunggu mereka untuk sarapan di restauran yang ada di hotel itu.
" Ya sudah,ciumnya nanti di rumah sambil main sama Jeck, oke! " ucap Regan yang kini mulai melangkah sambil merangkul bahu Bintang yang kini wajahnya putih pucat karena mendengar ucapan suaminya itu.
" Main sama Jeck? " batin Bintang dengan otak yang mulai travelling kemana-mana.
" Sudah jangan di bayangin, " bisik Regan dengan senyuman tipis di bibirnya.
" Hah! " Bintang pun tersenyum garing menahan rasa malunya.
" Bagaimana dia tau kalau aku sedang membayangkan nya, oh tidak.... Jeck keluarlah dari otak suciku! "
_
_
_
Jeck : Ma'af Nona,aku sudah nyaman sekali berkelana di otak sucimu 😎😏
Bintang : 😑
Othor : Ssssttt... stttt.. jeck!
Jeck : Hmmm.. 😒
Othor : Emang bentuk lu kaya apa sih?
Jeck : Jadi lu belum tau bentuk gue Thor?
Othor : Belum,Tuan lu kan belum ngenalin lo sama gue😒
Jeck : Gue selpi dulu deh Thor, nanti geu kirim foto gue.
Othor : Oke-oke ☺(semangat 45)
Regan : Jeeeeeck! PULANG! 😠
Jeck : Ma'af Thor gue masuk kandang dulu
Othor : 😑😑😑😑
Jangan lupa jempolnya say 😉
.